[Fanfiction] My Dear | Saquel END

Fanfiction By
The Little Prince
••

Cast

Choi Siwon || Im Yoona || And Other Cast.

••

Sumarry

Maafkan aku, karna baru sadar, jika dirimu bukan hanya sekedar penting bagi ku. Kau adalah keharusan untuk ku, kau harus ada disetiap kisah kehidupan ku..

Gadis Hari Rabu.

••

••

Happy Reading^^

••

••

“Kau– Siapa kau?”

Dan hati ku mati seketika, pegangan tangan ku terlepas tiba-tiba, aku menatap mata sayunya.

Baru saja aku bahagia karna dapat menemukannya,
Baru saja aku bersyukur pada Tuhan karna bisa melihat wajah nya lagi,
Baru saja, baru saja aku bisa menyentuh tangan nya lagi.

Tapi ternyata, Tuhan tidak berpihak pada ku untuk melengkapi kebahagiaan ku hari ini.

Ku pikir kau akan tersenyum saat mendengar suara ku lagi,
Ku pikir kau akan berlari memeluku saat kau kembali melihat ku lagi,
Ku pikir kau akan mengatakan ‘Aku merindukan mu’ saat kita kembali bertemu.

Aku berkeyakinan akan membawa mu kembali bersama ku lagi saat aku menemukan mu,
Tapi Tuhan mungkin tak merestui itu, tidak-tidak, bukan mungkin, tapi Tuhan memang tak merestuinya.

Dia berjalan menjauh dari ku dengan sepedah putihnya, rambutnya diikat kepang hari ini, tubuhnya dibalut dress putih sebatas lutut, dia terlihat baik.

Yoona,

Karna aku sadar kau penting untuk ku, aku mencari mu,
Karna aku sadar aku menyayangi mu,aku mencari mu,
Karna aku sadar aku mencintai mu,
Aku datang.

Yoona,

Apa ini sebuah hukuman untuk ku?
Ujian?
Pembalasan dendam?
Atau kebencian?

Yoona,

Jika semua ini adalah hukuman,
Maka aku akan menerimanya,
Jika semua ini adalah ujian,
Maka aku akan menjalaninya,
Jika semua ini adalah pembalasan dendam,
Maka aku patut mendapatkannya
Tapi jika ini adalah bentuk kebencian mu, maka biarkan itu hidup dalam hati mu untuk sesaat.

Karna aku sadar, aku mencintai mu, jadi
Tolong jangan benci cinta ini.

Biarkan aku menjalani hukuman ku.
Lalu setelah itu kembalilah pada ku,
Karna dirimu, hidup ku menjadi berarti.

Karna aku sadar, aku ingin menjaga mu sepanjang hidup ku, lebih dari penjagaan untuk diriku sendiri,
Biarkan aku menjalani ujian ku,
Lalu setelah itu hiduplah bersama ku, dan mari saling menjaga.

Karna aku sadar, aku sangat teramat bersalah,
Maka biarkan aku menebus dosa ku,
Lalu setelah itu, marilah hidup bersama dengan saling memberi cinta yang cukup untuk kita berdua.

Yoona,
Maafkan aku, membiarkan mu pergi adalah kesalahan besar ku.
Dan membuat mu melupakan ku, adalah hukuman terberat untuk ku..

••

“Hyung, kau menemukannya?”

Aku menatap adik kecil ku yang saat ini masih berbaring diatas ranjang dikamar ku bersama ku.

“Emm,”

Aku mengangguk berat seraya mencoba menahan air mata ku.

“Lalu kenapa kau tak membawanya pulang?”

Tae Gu, apa yang harus ku jelaskan?

“Dia hanya ingin sendiri untuk beberapa saat, setelah itu Yoona nuna akan pulang lagi kesini.”

“Hyung– apa kau sedang mencoba membohongi ku? Aku sudah berada dikelas empat sekarang, aku mengabulkan permintaan mu untuk mendapatkan nilai memuaskan, dengan syarat kau akan membawa kembali Nuna pulang, tapi kau–”

Dia memunggungi ku sekarang, entah kenapa dia selalu menangis jika membahas Yoona, juga janji ku.

“Tae Gu-ah, Hyung Mianhae–”

Aku menggantungkan kalimat ku.
Tae Gu-ah Jika bisa, akupun sama seperti mu, aku ingin dia kembali, tapi tanpa pesan apapun dia meninggalkan ku.

“Hyung– sebelum menghilang, Yoona Nuna ingin sekali melihat gambar ku, tanpa ada yang tau, aku mengikuti lomba melukis yang diadakan disekolah, dia menyemangati ku, aku mendapat juara dua..
Tidak seperti Appa yang akan biasa-biasa saja jika prestasi ku ada dikesenian, Yoona Nuna selalu bersemangat untuk apa saja yang aku lakukan.”

Dia terdengar menahan isakannya. Dan tak banyak yang bisa ku lakukan, selain berbaring menatap punggung mungilnya.

“Hyung Ku pikir, kau sayang pada ku, itu sebabnya kau membawa teman sebaik Yoona Nuna untuk ku– hikss– tapi kau–”

Aku masih terdiam mendengar cerita adik kecil ku.

“Tidak seperti Oemma, yang menganggap– anak lelaki tak butuh Dongeng pengantar tidur– Yoona Nuna justru sebaliknya– hikss– dia bilang– semua anak berhak mendapatkan Dongeng, Boneka– atau apapun yang ia suka– entah itu seorang gadis kecil atau pria kecil, semua sama– hikss– dia– dia baik– dia tak ingin berbicara pada kalian– karna kalian selalu menganggap nya gila dan membawanya– hikss– terapi– kalau Hyung Tau, Yoona– Yoona Nuna, sebenarnya lebih baik dari Guru ku– disekolah– dari Oemma– dari Appa– dari Hyung dan Nuna– dia selalu tersenyum dan menerima apapun kesalahan ku– aku– aku merindukannya– hikss–hikss.”

Aku menghembuskan nafas berat ku sebelum akhirnya merengkuh tubuh kecil adik lelaki ku, dan memeluknya, membiarkannya terisak dalam pelukan ku.

Tae Gu-ah
Hyung Mianhae,
Karna tak bisa seperti Yoona Nuna mu,
Karna tak secair Yoona Nuna mu,
Karna membiarkan Yoona Nuna mu pergi.

Tae Gu-ah
Hyung Mianhae,
Karna kali ini, aku tak bisa berjanji akan membawa Yoona Nuna mu kembali.

Tae Gu-ah
Hyung Mianhae,
Karna membiarkannya melupakan ku.

•••

Dia memakai dress berwarna biru baby dengan panjang sebatas lutut, rambutnya dia biarkan tergerai cantik, matanya terpejam, tangannya bertaut khusyuk saat berdoa digereja.

Hari ini, dirabu pagi pukul 07 : 26 , aku kembali menemuinya, dia meraih sepedah putih nya saat setelah keluar dari gereja, dia terlihat melebarkan senyum nya saat beberapa anak-anak berlarian mengenakan seragam sekolah, dia membalas sapaan halus dari para pemetik daun teh dengan anggukkan serta senyum ramahnya.
Aku memperhatikannya dan mengikutinya.
Dari kejauhan, dan secara diam-diam.

Yah,
Diam-diam aku tersenyum saat untuk pertama kalinya aku melihat senyum ringan nya.
Diam-diam aku mengikuti langkah kecilnya yang mendorong sepedah disisinya.
Diam-diam aku meminta izin pada hati ku untuk dapat melihatnya lebih lama.

Aku merindukannya, sungguh.
Sangat merindukannya.
Entah apa yang harus ku lakukan untuk menghilangkan rasa rindu ini. karna aku tak ingin lagi menyakiti mu, haruskah aku diam saja menimbun rindu-rindu untuk mu sepanjang hidup ku?

Berapa lama Yoona?
Berapa lama aku harus berdiri menatap mu dari kejauhan?

Sungguh aku merindukan saat dimana kita mendengar My Dear bersama, makan bersama, dan menikmati hujan bersama.
Aku rindu bukan hanya pada saatnya tapi teramat rindu pada dirimu.

Dia kembali tersenyum pada Suster Jung yang baru saja membuka kedai pangsitnya saat dia telah berada tepat didepan rumah sekaligus kedai pangsit milik suster Jung juga rumah tempatnya tinggal.

Dua hari ini aku mengikutinya diam-diam, memantapkan hati ku untuk menatapnya dari kejauhan, perlahan-perlahan mendekatinya, dan mungkin akan ada saat dimana aku akan sampai dihadapannya.
Tapi belum hari ini.
Tidak dengan Yoona yang tak lagi mengenal ku.

Biarlah.
Biarkanlah waktu berjalan, dan membawa ku datang kehadapannya, dia yang nanti akan merengkuh ku dengan pelukan erat.
Sekali lagi, bukan hari ini.

Pagi dihari minggu aku kembali lagi,
memperhatikannya dari kejauhan.
Aku memulainya dengan mengikuti langkah riangnya yang berjalan menelusuri pasar, tidak seperti pagi biasanya yang ia akan pergi dulu menuju gereja, pagi ini dia memilih untuk membeli bahan makanan dipasar, ia juga tidak membawa sepedah putihnya.

Ia membeli lima ikat bayam, satu kilo ikan segar, beberapa butir telur, dan bahan-bahan dapur lainya.
Rambutnya dikepang rapih hari ini, memakai dress pink baby dengan panjang dibawah lutut, bibirnya berwarna pink hari ini, dia membawa dompet putih, dan tersenyum sepanjang jalan.

“Bibi berapa harga ikannya.”

Aku tersenyum saat mendengarnya tawar menawar dengan para penjual dipasar yang sepertinya sudah akrab sekali dengannya.

Aku menghembuskan nafas ku pelan.

Yoona,
Apa yang kemudian membuat mu akhirnya membuka suara mu?
Karna Suster Jung?
Jeju?
Atau para penjual dipasar ini?

Masih tergambar jelas dipikiran ku, bagaimana dirimu yang dulu.
Kau hanya akan berteriak jika kau merasa takut.

Oh Yoona, andai saja aku masih ada di pikiran mu, maka detik ini juga aku akan berlari memeluk mu.

Ngiiiingggg…

“Arrghhhhh…”

Aku berteriak keras dan menghentikan langkah ku seketika, saat aku merasa telinga ku kembali berdengung dengan sangat keras dan membuat ku merasakan sesutu yang sangat menyakitkan didalam telinga ku.

Aku menekan keras telinga ku dengan kedua tangaan ku, berharap dengungan menyakitkan itu akan berhenti, tapi suara itu malah ku rasa semakin nyaring meneriaki telinga ku.

Keringat dingin menyusul setelahnya, membasahi seluruh permukaan wajah ku, samar-samar ku dengar suara orang-orang yang berteriak dan berlarian mendekati ku saat tubuh ku merosot jatuh keatas tanah, aku mengedarkan pandangan ku kesegala arah disisi ku, dan aku masih dapat melihatnya dengan mata yang mulai mengabut, bayangan tubuhnya mulai kabur, dia berdiri menatap ku dari kejauhan, aku melihatnya, sebelum akhirnya tubuh ku roboh, dan aku tak bisa lagi melihat apapun.

***

KEDAI PANGSIT CHOI

Aku tersenyum manis saat seorang wanita cantik dengan clemek birunya menepuk pundak ku dan mengangkat tangannya lalu menunjukan dua jarinya kehadapan wajah ku.

Itu berarti dua porsi pangsit.
Aku mengangguk kemudian tersenyum lagi.

“Aku akan segera membuatnya, yang hangat juga enak.”

Suara ku menyusul, yang akhirnya membuat wanita cantik dihadapan ku ini mengangguk, sebelum akhirnya berlalu pergi kembali menghampiri pengunjung-pengunjung baru yang berdatangan.

Aku menghembuskan nafas lega kala melihat keceriaannya menyapa satu persatu pelanggan dengan senyum ramahnya.

Gadis hari rabu.

Dia memakai dress dengan panjang dibawah lutut hari ini, warnanya pink, rambut panjangnya ia gulung ditengah kepalanya, wajahnya merah merona, dan bibirnya berwarna merah jambu hari ini, ia memakai clemek biru, dan membawa buku menu ditangannya, dia tersenyum sepanjang detik, dan dia cantik.

Sungguh, anugerah terindah yang Tuhan berikan pada ku adalah dia, permata ku, harta ku, bahagia ku.

Istri ku Im Yoona.

Gadis cantik yang aku temui pertama kali dihari rabu.

Siang dihari kamis satu tahun lalu, aku membuka mata ku pada pukul 12 : 05 diatas sebuah ranjang disalah satu ruangan di rumah sakit Mirae.

Asap yang keluar dari penghangat diatas nakas mengepul menerpa wajah ku.

Aku menghirup udara sebanyak-banyaknya, dan–

“Ahh..”

Tangan kanan ku menjadi sangat berat ketika aku hendak mengangkatnya, dan betapa terkejutnya aku.
Entah bagaimana bisa Tuhan mendatangkan Gadis cantik itu kehadapan ku, dia bahkan memejamkan matanya seraya memeluk tangan ku.

Ya Tuhan.
Demi apapun yang ada didunia ini, hati ku benar-benar bergetar saat melihat dia mengerjapkan matanya, dia nyata?

Matanya seperti bersinar saat untuk pertama kalinya kami kembali saling menatap, setetes air mata kemudian jatuh membasahi pipinya, beberapa kali aku melihat bibirnya seperti bergerak mengatakan sesuatu, tapi entah kenapa aku tak dapat mendengar suaranya,
Ralat, tak ada sedikitpun suara yang aku dengar sekarang. Hanya suara seperti angin yang terus bergemuruh dikedua telinga ku, mata ku bergerak gelisah, dan aku mulai menjadi khawatir saat Yoona, Gadis itu berlari cepat keluar dari tempat ku berada,
Dan lagi, aku bahkan tak bisa mendengar suara langkah kakinya.

Tuhan, apa sebenarnya ini?

Kerusakan Syaraf Telinga Pasca Kecelakaan.

Itulah yang dikatakan Dokter.
Yah, kecelakaan.

Satu bulan saat kepergian Yoona, Tiffany dia meninggalkan ku juga, dia pergi saat aku mengutarakan keinginan ku untuk menikahinya, tapi dia entah kenapa menolak ku, dia memilih pekerjaannya dibandingkan aku, menjadi model memang adalah cita-citanya, tapi aku tak pernah berfikir jika itu bisa menjadi alasannya meninggalkan ku.

Aku berfikir, keragu-raguan ku benar, saat akan melamarnya, entah kenapa hati ku mengatakan itu tak benar, dia tak tepat, dan rasa ku mulai hilang.
Ku pikir saat rasa ku mulai biasa-biasa saja padanya, itu hanyalah euforia ku yang akan melamarnya, tapi ternyata, jauh sebelum Tiffany datang lagi dalam kehidupan ku, rasa itu memang sudah hilang, tak ada cinta lagi untuknya.
Karna secara diam-diam yang bahkan tak ku sadari, hati ku sudah kembali memilih. Dan itu adalah cinta yang sesungguhnya.

Aku mengalami kecelakaan, di hari minggu malam. Pukul 10 : 30 , aku mengendarai mobil seorang diri, itu tepat 3 minggu yang lalu, dan hari itu adalah hari yang termasuk pada hari-hari dimana aku mencari Yoona.
Dan entah apa yang terjadi pada ku, perlahan-lahan, selalu ada dengungan menyakitkan di telinga ku setelah kecelakaan itu. Tak ada hal parah yang terjadi pada ku, hanya pelipis kiri ku yang terluka, juga kepala bagian belakang dan area wajah kanan yang termasuk telinga ku berbenturan keras dengan kaca mobil.

Dan aku tak pernah mengira, jika hal tak parah itu menjadi awal dimana aku tak dapat lagi mendengar suara Yoona yang bahkan mulai banyak bicara.

Aku mengusap seluruh wajah ku dengan kedua tangan ku, saat masa itu kembali muncul dihadapan ku.
Itu sudah berlalu, dan aku perlahan-lahan harus melupakan hari dimana Tuhan memberikan hukuman itu untuk ku.
Yah ini adalah hukuman Tuhan, untuk telah menyia-nyiakan Yoona, untuk telah membuatnya pergi dari Tae Gu, untuk ku karna telah membuatnya tersakiti dengan cintanya sendiri.

Apa kau perlu alat bantu pendengaran?

Yoona pernah menawarkan hal itu pada ku, tapi tidak, aku tidak butuh itu, jika dulu Yoona hanya membutuhkan ku dalam proses penyembuhannya, kali ini aku juga hanya ingin ada dia disisi ku.
Aku hanya mengikuti terapi satu minggu sekali, dan itu selalu didampingi Yoona.

Alat bantu pendengaran tidak akan membantu banyak begitu kata Dokter.

Jadi karna itu pula aku tak memilih jalan itu. Aku hanya perlu melihat Yoona bahagia bersama ku, itu sudah cukup.

Dan dia adalah cinta yang dipilih hati ku.

****

Dia bersama ku.
Kali ini, setiap hari, setiap jam, setiap rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu, senin, selasa. Dia ada bersama ku, makan dan minum disisi ku, tidur dengan memeluk ku, dan hidup bahagia bersama ku.

Choi Siwon.

Kami memutuskan untuk menghabiskan masa bersama.
Sehingga dihari rabu, tepat delapan bulan yang lalu. Kami mengikat janji untuk hidup bersama sampai hanya maut yang memisahkan.

Tidak seperti saat pertama kali aku bertemu dengannya, yang dia adalah seorang Pengacara muda sukses. Sekarang dia hanyalah penjual pangsit disebuah kedai kecil di Busan.
Yah, kami pindah ke busan saat setelah satu bulan pernikahan kami.
Siwon bilang, dia hanya ingin menghabiskan masanya dengan tenang bersama ku, dikota kecil, dengan rumah didekat danau.

Dia tak bisa mendengar lagi, mendengarkan keberatan tersangka, ataupun mendengar keputusan Hakim didalam pengadilan.
Jadi dia memilih untuk menjadi Koki Pangsit dikedai kami. Dan juga menjadi suami ku.

Hari diminggu pagi, kami keluar untuk lari bersama, berhenti sebentar untuk menengok selada di kebun kami, dan kembali berlari santai menikmati embun yang masih menetes dari daunya, menelusuri padang ilalang dengan warna cokelat indahnya, dan berhenti tepat didepan sebuah danau, yang dimana matahari muncul dengan malu-malu diujung airnya.

Aku mengamati wajah suami ku yang saat ini tengah tersenyum indah dengan nafas yang masih tersenggal. Tatapannya tak lepas dari pemandangan pagi dihadapannya.
Ini adalah cita-citanya, tinggal dikota kecil, rumah yang tenang, dengan danau indah yang memunculkan mentari pagi, juga menggenggam tangan ku setiap hari.

“Oppa.”

Aku berkata seraya menggerakan tangan ku yang dia genggam sangat erat.
Dia lalu mengalihkan perhatiannya pada ku, bukan, bukan karna suara ku, tapi karna gerak tangan ku.

“Saranghae..”

Ucap ku seraya membentuk gambar Love dengan kedua tangan ku.
Dia tersenyum lebar, kemudian–

Cupp..

Mencium ku cukup lama.
Melepaskannya, kemudian memandang ku lekat.

“Mencintai mu.. aku sangat mencintai mu.. terima kasih telah menjaga rasa cinta mu untuk ku.. dan terima kasih tak menganggap aku hanya lari pada mu.”

Cupp..

Oh, Siwon yang manis.

“Bagaimana kalau menonton film, lalu makan siang bersama?”

Itu menarik.

Aku tersenyum, dan lantas mengangguk antusias.

Lari pagi bersama, merawat kebun bersama, menonton film, makan siang bersama, lalu menjemput Tae Gu.. Yah, adik kecil ku akan mengunjungi kami minggu ini, dan kami akan menyiapkan pangsit hangat Special untuknya.

Dan My Dear..
Kami mendengarnya setiap hari. Bersama, tanpa perduli jika salah satu diantara kami ada yang tak dapat mendengarnya, My Dear tatap menjadi yang Favorit.

Siwon.

Terima kasih telah memberikan cinta yang cukup untuk ku, kasih sayang yang cukup, perhatian yang cukup. Aku tak butuh hal-hal yang berlebihan untuk jatuh cinta pada mu, karna hanya Dirimu saja, itu sudah cukup. Kau bersama ku saat orang lain menganggap ku gila, maka aku pun akan bersama mu saat yang lain menganggap mu cacat.

Membuat ku lari dari mu,
Memisahkan kita,
Hanyalah segelintir dari banyaknya proses Tuhan untuk menyatukan kita.
Sehingga sekarang yang ada hayalah, aku dan kamu yang kemudian menjadi kita.

Aku mencintai mu.
Kau akan mendengar itu lagi, juga My Dear, suatu saat kau akan mendengar musiknya juga suara lembut Yesung.
Jadi percaya pada Tuhan, dan mari tetap saling melengkapi.

*

*

*

The End

***

WELLCOMEBACK SIWON!
WELLCOMEBACK SUPER JUNIOR!
WELLCOMEBACK FANFICTION-FANFICTION YOONWON.

Ayolah para author aku butuh asupan ff Yoonwon ini hahaha

Sesama Nited pasti ngertikan lah yah gimana ausnya kita sama ff yoonwon :-p
Yang satu ini bonus comeback Siwon lah yah, dari The Little Prince #eaaahhhh..
Meskipun amburadul, tapi lumayankan yah, biar My Dear gak gantung endingnya..
Kayak katanya Rani ‘Mak digantung teh gak enak’ kayak dianya pernah digantung ajah :-p

Oke semoga suka deh yah, Nhiina juga, tuh udah yah jan nagih-nagih saquel, udah happy ending ini.. aku nya mau cus nulis yang laen..

Buat NITED, I LOVE YOU FULL DAH..

PASSWORD

ASSALAMUALAIKUM..


Hai, The Little Prince disini 🙂
Gimana kabarnya My Lovely Readers?
Baikkan yah? ^^

Sehubungan dengan Beberapa Nited yang tanya-tanya gimana caranya dapetin Password ff-ff aku, atau yang gak bisa akses ke fb ku, aku akhirnya buat Postingan ini.

Oke selain itu juga, aku mau bahas dikit kejadian gak ngenakin yang aku dapetin baru-baru ini.
Beberapa Nited yang baca Ff disini minta pw-pw ff ku, dan aku kasih karna nemuin komen-komen mereka di ff aku, tapi ternyata Komennya itu hanya ada dibeberapa Chapter, dari Chapter 1 langsung ke chapter End, kan gak banget yah?
Aku Tau loh ID komen yang licik gitu 😀
Bukan apa-apa sih, aku ngerasa diboongin ajah, aku udah baik-baik kasih dan kalian bisa baca, eh digituin.

Oh ayolah Dear, banyak Loh Nited yang buang-buang tenaga dan Kuota mereka buat komen di setiap FF ku, kan gak adil juga buat mereka yang udah ngehargain aku banget. Mereka susah2 pengen dapet password, nungguin setiap part ff publish, dan nungguin balesan aku. Lah aku? Ngasih pw buat yang gak jujur?

Pleass deh, mood lagi jelek sumpah gegara berita yang bikin aku bahkan sempet kehilangan selera buat buka mata, dan ditambah lagi ini?

Terserahlah setelah ini mau baca ff aku atau gak.
Tapi yah gitu aja peraturannya.

Bukan pelit atau apa, aku cuman mau kalian ngehargain usaha ku buat nulis sebaik mungkin.

Oke kembali ke cara dapet password

Asalkan kalian ninggalin komentar ajah disetiap FF ku, bisa langsung dapet, aku gak pelitkan yah?
Tanya ajah sama Nited yang udah langganan dpet pw dari ku. Aku baik hati dan gak sombong kok 😀 asalkan kalian jujur aku BAHAGIAAA.. 😀

Nah sekarang

BUAT YANG GAK BISA AKSES FB KU Coba tulis link fb kalian dikomentar postingan Ini nanti aku langsung kasih pwenya ^^

•Semua readers disini perlu deh tulis, supaya aku bisa tau mana simpul nyata dan bukan 😛
Ada loh yang ngaku-ngaku ID kalian 😀 jadi akunya kadang ngerasa bingung, 1 ID dengan dua orang berbeda gimana coba?

Jadi mohon kerja samanya^^

Wassalamualikum Wr.Wb ^^

[Fanfiction] My Dear | Saquel

Fanfiction By

The Little Prince




  • Im Yoona || Choi Siwon


°°

°°

°°

Happy Reading^^

°°°

•••••


“Dia Tiffany, kekasih ku..”

Dan seketika detik itu, semua harapan ku bagaikan terbang menjadi debu-debu tak berguna.

Dia menolong ku sebagai seorang jaksa dipengadilan, dia perlahan-lahan membawa ku masuk dalam dunianya, dia yang dengan tangan besarnya menggenggam tangan ku..
Dia memberikan banyak makanan pada ku, dia membawa ku bertemu kembali dengan Ayah ku, dia memberikan kasih sayang sebuah keluarganya pada ku saat Ayah ku akhirnya terkubur dalam tanah, saat aku menangis karna Ayah, saat aku ketakutan, saat aku menjadi bahagia..
Dia, dia ada disamping ku..

Setelah semua itu, salahkah aku jika mengaguminya? Dia bersikap pada ku seolah-olah aku yang paling ia cintai, dia menemani ku ditaman, mendengarkan lagu bersama, dan membawa ku tinggal dirumahnya, tidakkah itu menimbulkan perasaan aneh pada ku? Dia memberikan semua hal yang ia punya didunianya untuk ku.. ku pikir ini cinta, ku pikir dia melihat ku sebagai seorang wanita.

Aku tidak gila, aku melihat kekhawatiran dimatanya setiap kali menatap ku, aku tidak bodoh, untuk mengerti semua perhatinnya..
Hanya saja aku tak tahu harus mulai dengan kata apa?

Dia menganggap ku sebagai seorang adik.

Yah, seorang adik..
Adakah seorang jaksa cerdas yang jatuh hati pada wanita yang tinggal di rumah sakit jiwa?
Aku tidak gila, aku bisa mengerti bahasa manusia, dan aku juga punya cinta. Tapi mana bisa aku disebut gadis normal saat aku menghabiskan setengah dari kehidupan ku dengan melamun didepan kaca rumah sakit jiwa?

Hujan bahkan tak berhenti untuk sekedar membiarkan ku berjalan lebih cepat.
Dress putih dengan tinggi dibawah lutut, payung merah, air mata, aku pergi dengan semua itu.. entah kenapa disaat aku bahkan tak berhak atas rasa sakit ini, aku bahkan tak bisa berhenti menangis.

Dia gadis pintar yang sangat cantik, apa yang bisa Siwon lihat dari ku, selain gadis gila dari rumah sakit jiwa.

Ku pikir hari saat hujan turun itu adalah waktu terindah, tapi nyatanya? Ini sangat dingin, aku bisa berjalan tanpa alas kaki diatas aspal disaat matahari bersinar cerah, tapi sekarang begitu dingin dan berat.

Tuhan.. kenapa harus aku yang jatuh cinta padanya?
Ini menyakitkan.. aku merasakannya karna aku tidak gila..

****

“Oemma pikir Yoona adalah pilihan mu.”

“Saat aku melihatnya, aku seperti melihat Sooyoung.. aku merasa harus melindunginya.”

Nyonya Choi mengangguk pelan.

“Dia gadis yang sopan, sejak kapan kalian saling menjalin hubungan?”

Dan Tuan Choi mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.

“Sebelum aku mengenal Yoona, kami sudah berkencan, hanya saja dia mengambil kuliah di china.”

Tuan Choi mengangguk paham.

“Semoga hubungan kalian tetap baik.. Appa mendukung pilihan mu.”

Siwon tersenyum lebar, lalu mulai meminum teh nya.

“Emmm.. ngomong-ngomong, bagaimana perkembangan Yoona? Apa yang dikatakan Dokter?”

Nyonya Choi lalu menatap hangat putranya itu.

“Dia baik Oemma, hanya saja dokter bilang kalau dia masih tak bisa menerima kepergian ayahnya begitu saja, dia hanya tak boleh terlalu banyak melamun.. dan dokter juga menyarankan untuk membawanya jalan-jalan bertemu orang banyak, agar dia bisa kembali bersosialisasi.”

Jelas Siwon pajang lebar.

“Dia masih takut bertemu orang asing.”

Suara Tuan Choi menimpali.

“Mungkin sebentar lagi tidak Ap–”

“Appa.. Oemma, apa kalian melihat Yoona Nuna?”

Siwon menghentikan ucapannya kala sang adik bungsu Tae Gu menghela ucapannya seraya berlari menuruni tangga menghampiri ketiga orang yang sedang serius mengobrol.

“Nuna mu ada dikamarnya Sayang..”

Nyonya Choi mengusap pelan rambut bocah lelaki itu saat Tae Gu telah berada dihadapan nya.

Tae Gu yang mendengar ucapan ibunya itu lantas menggeleng pelan.

“Tidak Oemma, aku sudah mencarinya.. dia menyuruh ku mengambil gambar yang ku lukis disekolah tadi, tapi saat aku kembali dia sudah tak ada.”

Dan seketika raut wajah Siwon juga kedua orang tuanya berubah terkejut.

“Tae Gu-ahh apa kau sudah mencarinya dengan baik?”
Tanya Siwon cepat, dan Tae Gu menggeleng pelan.

“Beberapa menit yang lalu aku ke kamar Yoona Nuna, aku ingin mendengar lagi cerita pangeran kodok yang belum ia selesaikan, tapi Nuna malah menyuruh ku mengambil gambar ku dulu, sebelum aku pergi dia memeluk ku dan mengatakan menyayangi ku, dan setelah aku kembali dia tak ada.”

Jelas Tae Gu panjang lebar yang malah membuat Siwon juga Nyonya dan Tuan Choi berkerut bingung.

“Dia berbicara pada Tae Gu?”

Tae Gu kembali mengangguk menjawab ucapan sang ayah.

“Dia mulai berbicara pada ku saat aku menangis dan bersembunyi di bawah meja di dapur, saat itu aku mendapat nilai matematika jelek aku takut Appa memarahi ku.”

Tae Gu menunduk saat mengatakan rahasianya itu.

“Tae Gu-ah,, kenapa kau tak mengatakan Apapun pada Hyung? Harusnya kau mengatakan jika Yoona Nuna berbicara pada mu.”

Siwon memegang pundak Tae Gu, mencoba untuk membuat adiknya itu menatap padanya.

“Mianhae Hyung.. itu karna Yoona Nuna tak ingin siapapun tahu kalau dia berbicara—”

Siwon masih menatap pada Tae Gu yang semakin menunduk dan bahkan telah menangis.

“Dia tidak gila, kenapa kalian terus membawanya ke rumah sakit untuk terapi? Itu membuatnya terganggu– Nuna mengatakan banyak hal yang membuat aku suka padanya, tidak ada orang gila yang seperti itu— dia membantu ku mengerjakan PR, dia selalu mendongengkan cerita baik.. Hyung apa kau membawanya lagi ke rumah sakit? Jangan lakukan itu bawa Nuna pulang segera.”

Dan barulah Tae Gu mendongak menatap Siwon dengan mata sembabnya.
Tak menghirukan Siwon dan Tae Gu yang betah terdim seraya saling berpandangan, Tuan Choi lebih memilih untuk bangkit dan berlari ke lantai atas untuk memastikan bahwa ucapan Tae Gu memang benar, Nyonya Choi mengekor dibelakangnya.

Dan ketika telah berada didalam kamar Yoona, Tuan Juga Nyonya Choi langsung menelusuri setiap sudut kamar itu, dan yang mereka dapatkan adalah apa yang dikatakan Tae Gu benar.

“Dia pergi?”

***

Musim Semi, Musim Gugur, Musim Salju, Musim Hujan, Musim Panas.

Aku mulai melewati semua musim itu tanpa diri mu..
Satu tahun berlalu, dan aku tak percaya masih bisa bernafas tanpa mu.

Siwon..
Choi Siwon..
Satu Tahun berlalu, pernahkah satu hari kau habiskan untuk memikirkan ku saja?
Siwon, Satu Tahun berlalu, pernahkah satu kali saja menghabiskan hari mu untuk mencari ku yang tiba-tiba hilang dari jangkauan mu.
Siwon, Satu Tahun berlalu, apakah sampai sekarang kau tak tau alasan terbesar ku pergi dari hidup mu?

Satu tahun berlalu..
Taukah kau aku masih hidup sampai sekarang, disini, ditempat ini, disebuah kota kecil di Jeju, diantara pantai indah, pepohonan rindang, dan suasana tenang.

Suster Jung.
Jung Ahjuma yang membawa ku kemari.
Yah, saat hari itu, aku menangis mendatangi Jung Ahjuma dirumah sakit, aku tinggal selama dua minggu dirumah nya di Seoul, dan setelah itu dia membawa ku pindah ke jeju, dia bilang ingin menghabiskan masa pensiun nya dikota kelahirannya.

Tau kah kau,
Ada kebun teh disepanjang jalan menuju gereja kecil yang terletak ditengah-tengah bukit, yang disanalah tempat aku biasa menghabiskan pagi ku untuk berdoa, mendoakan Appa, Oemma, Tae Gu, Bibi dan Paman Choi, juga Dirimu.

Tau kah kau,
Aku punya sepedah putih, yang selalu ku pakai kemanapun ku pergi, Jung Ahjuma yang memberikannya pada ku.

Tau kah kau,
Aku masih mendengarkan My Dear sampai sekarang?

Tau kah kau,
Aku sekarang membantu Jung Ahjuma melayani pembeli di kedai pangsit kecil-kecilannya

Tau kah kau,
Aku suka sekali mendengar bunyi lonceng gereja, setiap kali seseorang menyentuhnya saat akan masuk.

Tau kah kau,
Aku diam-diam selalu merindukan mu saat malam menjelang..

Ahh–
Tapi rasanya kau tak akan mau tau semua hal itu.
Apa yang aku lakukan,
Dimana aku,
Dan baikkah aku.
Aku tau kepergian ku pasti membuat mu membenci ku.
Gadis gila tak tau diuntung ,
Benarkan?

Aiihhh..
Tapi Nyatanya aku tetap berharap kau ingin tau semua itu.

Siwon,
Apakah kau telah bahagia bersama Tiffany-tiffany itu?
Mungkin kau telah tunangan dengannya? Menikah? Atau mungkin akan memiliki bayi?
Apapun itu, aku akan selalu berharap jika kau bahagia, selalu.

Aku menarik nafas dalam, lalu membuka kedua bola mata ku perlahan, aku lalu melepaskan tautan kedua tangan ku, sebelum akhirnya bangkit dari kursi panjang didalam gereja ini. Berjalan perlahan menuju pintu keluar, sekali lagi aku menyentuh loncengnya.

Tingg

Suaranya halus, dan aku kemudian tersenyum melanjutkan langkah kaki ku.
Aku telah menyelesaikan doa pagi ku.
Meraih sepedah ku, lalu menggandengnya, berjalan pelan untuk kembali ke rumah.

Berjalan seperti ini, selalu membuat ku memikirkan sesuatu dan berandai.

Andai Siwon datang kehadapan ku, mengatakan selama ini mencari ku, merindukan ku, lalu berlari memeluk ku.

Oh,
Aku tersenyum hambar khayalan apa itu? Apakah akan seperti itu jika kami kembali bertemu?
Aku menggeleng pelan, dan kembali melanjutkan langkah ku.
“Yoona.”
Deg..
Aku menghentikan langkah ku didepan gerbang gereja.

Suara itu..
Khayalan kah?
Apakah aku mulai mengkhayalkan suaranya?
Ini mimpi?

Seseorang dengan suara lembut itu?

Aku memejamkan mata ku kuat, aku berkhayal!

“Yoona.”

Aku dengan cepat membuka kedua mata ku.

Tapi aku mendengarnya lagi.
Mendongakkan kepala ku, dan mulai mencari seseorang dengan suara itu.
Namun tak ada siapapun.

“Yoona..”

Itu semakin dekat..
Suaranya semakin dekat..

Dan dengan masih membawa bersama sepedah ku, aku kemudian memilih untuk berbalik kembali kearah gereja, dan..

Aku langsung terdiam mematung ditempat ku, mengeratkan pegangan kedua tangan ku pada sepedah putih ku, dan memandang seseorang yang berdiri didepan ku itu dengan tatapan berkaca.

Ini bukan mimpi?
Dia nyata?
Dia menemui ku?
Mencari ku?

Choi Siwon.
Jaksa dermawan yang selalu ku dambakan kedatangannya, dia ada dihadapan ku sekarang?

“Yoona..”

Kembali, suara beratnya, kembali memanggil nama ku.
Kedua kakinya selangkah-selangkah berjalan mendekati ku.

Hari ini, dia memakai kemeja putih, celana bahan hitam, sepatu hitam mengkilap, rambutnya sedikit panjang, dia memiliki janggut diwajahnya sekarang, benarkah dia? Choi Siwon?

“Yoona–”

Suaranya lagi, semakin dekat, dan melangkah lebih dekat pada ku yang masih diam mematung ditempat ku.
Dan akhirnya..

“Yoona–”

Dia datang pada ku, suaranya bergetar, matanya berkaca, dia menyentuh tangan ku yang masih memegang erat stang sepeda ku.
Apa itu tanda dia merindukan ku?

“Yoona–”

“Kau– siapa kau?”

Karna aku tak ingin lagi merasakannya, rasa sakit itu.
Karna aku masih dapat mengingat rasanya, rasa sakit itu.
Karna aku masih dapat merasakannya, rasa sakit itu, masih tertoreh didalam hati ku.

Karna aku tak ingin lagi melihat mu bersama yang lain.
Karna aku ternyata mencintai mu.
Karna aku ternyata cemburu.

Dan akhirnya, itulah kata yang aku ucapkan saat kembali bertemu dengan mu.
Karna diri mu hanya memanggil nama ku.
Karna diri mu tak mengatakan merindukan ku.
Karna diri mu ternyata tak memeluk ku.

Kau menatap ku dengan mata yang semakin berkabut..
Suara mu tak ku dengar lagi..
Dan tangan mu tak ku rasa menyentuh tangan ku lagi..

Yoona.. Yoona.. Yoona..

Apa artinya itu?

Jika masih hanya seorang adik.. Maafkan aku, aku tidak bisa menerimanya..
Karna jujur, itu membuat ku sakit.

Mungkin dengan pura-pura tidak mengenal mu, hati ku juga akan pura-pura tidak mecintai mu.

Maafkan aku.
Ini bukan kesalahan mu.
Melainkan kesalahan ku yang tidak bisa membedakan Cinta dan Perhatian.

Maafkan aku.
Atas rasa yang terlalu berlebihan.

°°

°°


°°

The End ^^

Good Day | Yoona Day

image

Cast

Choi Siwon
Im Yoona
And Other Cast.

^^

° Tak perduli.. Langit menertawakan ku.. Kau mencuri.. Hati ku, mimpi ku, semua rindu ku.. °

^^

Happy Reading

°

°

°

Cinta pada pandangan pertama?

Ku fikir hal itu hanya berlaku pada hati polos anak SMA.. Tapi ternyata tidak.. Bahkan hati ku yang bisa disebut tua juga merasakannya..

Getaran aneh ketika aku menatap matanya untuk pertama kalinya.. Aku merasakannya..

Rindu saat satu hari saja tak dapat menjumpai wajah cantiknya.. aku merasakannya..

gugup ketika ia mulai menyapa ku dengan suara lembutnya.. aku juga merasakannya..

apakah ini terdengar aneh untuk Pria berkepala tiga seperti ku.. Cinta pada pandangan pertama apakah tak tepat untuk ku?

ku rasa tak ada yang salah.. ini semua wajar bukan? bukankah cinta pada pandang pertama tidak hanya berlaku untuk remaja saja?

Oh benar-benar menceritakannya akan membuat aku semakin terlihat gila.. karna terus tersenyum ketika membayangkannya..

“Selamat datang.. Selamat berbelanja..”

Oh benar benar.. rasanya aku telah teracuni dengan suara ini.. suara yang selalu terdengar ketika aku membuka pintu kaca sebuah mini market.. Suara lembut seorang gadis yang membuat ku jatuh cinta pada pandang pertama.. gadis cantik yang ku ceritakan tadi.. gadis lembut yang selalu ku puja..

Yah disinilah awal mula aku bertemu dengannya.. disebuah mini market yang tak sengaja aku kunjungi dua minggu lalu untuk membeli sebotol air segar saat aku bertugas tak jauh dari daerah ini..

seorang gadis cantik yang selalu menyambutku dibalik meja kasir dengan senyum manisnya.. aku benar benar jatuh cinta padanya..

Im Yoona..

itulah nama dengan tulisan kecil yang tertera dibajunya..

sebenarnya tak ada makanan atau minuman yang aku inginkan sekarang.. aku kesini hanya ingin melihat dan mendapat sapaan darinya.. sehingga sepuluh hari terakhir ini aku selalu membeli hal yang tak aku inginkan demi hanya ingin bertemu dengan nya..

“Hanya ini saja Tuan?”

aku dengan secepat kilat menyadarkan diri ku yang sedari tadi hanya fokus menatapnya..

Ketika dengan tiba tiba suara gadis itu terdengar menyapa telinga ku..

Aku menatapnya gugup namun kemudian aku tersenyum dan kemudian mengangguk..

Selalu seperti ini..

“Iya.. Hanya itu.. Aku hanya memerlukan itu..”
Jawab ku cepat mencoba  menghalau rasa gugup ku..

“Tuan yakin hanya permen?”

Aku mengalihkan tatapan ku pada tangannya yang tengah memegang satu bungkus permen..

Oh Choi Siwon benar-benar memalukan..

“Emmm.. Itu.. Itu… Ahh aku lupa Nona.. Harusnya aku juga membeli satu botol soda dingin..”

Jawab ku sekenanya yang kemudian membuatnya menganggukkan kepalanya pelan..

“Baiklah aku akan mengambilkannya.. Tunggulah disini Tuan.. Ku lihat kau sedikit kebingungan..”

Aku terdiam sesaat.. Benar benar terdiam.. Ketika mendengar kembali suara lembut itu.. Oh gadis ini bukan hanya cantik tapi benar benar cantik.. Begitu baik dan lembut..

Hari ini.. Di sini tak begitu ramai pengunjung sehingga dia mungkin lebih leluasa untuk membantu ku.. Tapi apapun alasannya.. Bukankah dia telah menunjukan perhatiannya pada ku?

“Ini Tuan.. Semua nya jadi 30 ribu..”

Suaranya lagi ketika ia telah kembali dan menghitung jumlah keseluruhan belanja ku dengan komputer yang berada di hadapannya..

Aku mengangguk menanggapinya.. Lalu kemudian merogoh saku celana ku dan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk selanjutnya ku berikan padanya..

“Terima Kasih Tuan..”

Suaranya.. yang lagi lagi hanya mampu ku jawab dengan anggukan dan senyuman..

Aku lalu mengambil kantong plastik yang berisi belanjaan ku.. untuk selanjutnya melangkahkan kaki ku pergi dari tempat ini.. untuk hari ini cukup sampai disini.. bertemu dengannya.. sampai disini dulu..

namun baru saja aku hendak mengangkat kaki ku untuk melangkah.. aku mengurungkan niat ku itu ketika aku merasa ada yang aneh..

Yoona.. gadis yang masih berdiri dimeja kasirnya terlihat mengerutkan keningnya bingung ketika aku kembali berbalik menghadapnya.. bukankah disini aku yang harusnya bingung?

“Ada yang biaa kembali Saya bantu Tuan? apakah anda lupa membeli sesuatu lagi?”

aku menggelengkan kepalaku menjawab pertanyaannya.. dan memilih untuk mengangkat kantung plastik yang berada dalam genggaman tangan ku..

“Aku tak memesan air mineral Nona.. aku hanya memesan Soda.. apakah Nona keliru?”
ucap ku kemudian sembari menatapnya dengan tatapan bingung ku..

namun bukannya langsung menjawab pertanyaan ku.. dia malah terlebih dahulu tersenyum dengan sangat manis pada ku..

“Nona—”

“Dua minggu belakangan Tuan rutin kesini.. dan yang Tuan beli pasti tak luput dari minuman bersoda.. dan anda terlihat seperti seorang polisi.. bukankah begitu Tuan?”

Dengan masih menampakan raut wajah bingung ku aku mengangguk mengiyakan ucapannya yang baru saja menebak jika aku adalah seorang polisi sekarang..

“Ya.. anda tak salah nona.. tapi aku masih tak mengerti apa hubungan nya pekerjaan ku dengan belanjaan ku?”

jawab ku hati hati yang kemudian malah semakin membuat ku gugup ketika lagi lagi gadis ini tersenyum mendengar jawaban ku..

“Anda bekerja dibawah terik matahari Tuan.. apalagi pasti jadwal mu terlalu melelahkan.. tidak baik jika dengan kegiatan polisi setiap harinya anda meminum soda.. air mineral akan lebih baik Tuan.. itu sebabnya aku memberikannya.. itu gratis untuk anda.. aku tak menghitungnya di daftar belanjaan anda Tuan..”

Ohh..

aku termenung tak percaya.. benar benar.. Gadis ini ternyata juga memperhatikan aku selama dua minggu belakangan ini? Dan, dan, dannnnn… lihatlah bahkan dia begitu  perhatian pada ku.. apa artinya semua ini? apa dia juga diam diam tertarik pada ku? Oh Tuhan aku merasa melayang sekarang!!

“Tuan.. Tuan..”

“Ahhh.. ya..ya..”

“Anda baik-baik saja?”

Bodoh!!!

“Oh.. aku.. aku baik baik saja.. jadi hari ini kau mentraktir ku? Terima kasih.”

jawab ku akhirnya.. benar benar terdengar seperti Pria bodoh..

“Hanya air miniral anda tidak usah berlebihan.. tapi sama-sama”

oh benar.. sekarang apa yang harus aku lakukan? dasar cinta.. awalnya mendukung setelah hidup dalam hati begitu saja menetap tanpa mau memberi satu kata untuk membantu

“Tuan…”

“Ahh.. ya..”

bukankah aku benar benar terlihat bodoh gara gara si cinta.

“Maaf apakah anda sudah selesai? jika sudah bisakah anda memindahkan tempat anda,, bukan apa-apa tapi sepertinya antrian semakin panjang.”

Aku dengan seketika itu juga membalikan tubuh ku.. Dan Ahhhhhh… Benar benar.. Dengan cepat kilat aku langsung menyingkirkan tubuh ku ketika ku lihat beberapa orang berdiri di belakang ku sembari memandang kesal pada ku.. Aku tersenyum canggung.. Lalu tanpa kata lagi aku dengan secepat mungkin pergi menghilang dari sana.. Setelah sebelumnya aku melemparkan pandangan ku pada gadis bernama Yoona itu..

Oh benar benar Choi Siwon diri mu benar benar telah gila sekarang..

««

««

««

30 – 05 – 2016

“Sudah hampir sore.. Tumben sekali Polisi itu tak datang kemari..”

Celetuk Im Yoona.. Gadis yang kini tengah berdiri santai dibelakang meja kasir.. Ditemani dengan rekan sesama pekerja di Mini Market ini.. Seorang gadis yang bernama Iu..

“Memang kenapa jika Tuan yang tengah menjalani wajib militer itu tak kemari kau merindukannya?”

Jawab Iu kemudian yang malah membuat Yoona mendengus karnanya..

“Tidak.. Aku hanya.. Emmm.. Sudahlah.. Dan tadi aku mendengar kau memanggilnya Tuan wajib militer? Dari mana kau tahu jika dia tengah menjalani wajib militer.”

Iu dengan seketika itu juga menggigit lidahnya.. Ketika ia menyadari apa yg baru saja telah ia ucapkan pada Yoona..
Apa yang harus ia jawab sekarang?

“Emm itu.. Aku..”

“Dia hanya menebak saja Yoong… Yupi kan memang sok tahu.”

Iu menghembuskan nafasnya lega.. Benar benar merasa lega ketika Kyuhyun tiba tiba datang menghela ucapannya.. Namun setelahnya melemparkan tatapan tajamnya pada Iu yang langsung merapatkan bibirnya..

“Ckckk… Ku kira karna Kau dekat dengannya Yupi..”
Celetuk Yoona terdengar ketus..

“Dari mana kau mendapat pikiran seperti itu Yoong? Mana mungkin Tuan tampan itu menyukai Iu yang kekanakan itu.”

Jawab Kyuhyun sekenanya..

“Yakkk!!! Apa yang kau bicarakan.. Dasar menyebalkan.”

Gerutu Iu kesal.. Yang malah ditanggapi dengan tatapan malas dari seorang Cho Kyuhyun..

“Issshhh sudahlah.. Benar benar kalian.. Kekanakan.”

Lerai Yoona akhirnya ketika satu pelanggan terlihat berjalan mendekat ke arah meja kasir dengan menentang belanjaannya..

Dan Kyuhyun.. Pria itu kemudian pergi berlalu setelah meletakan kardus berisi mie instan..
Di samping meja kasir.

«««»»»

“Yeobseo Hyung?”

“…….”

“Belum Hyung pelanggan masih agak banyak mungkin jika Hyung kemari sore nanti.. Pelanggan mulai sedikit..”

“…….”

“Ne.. Sama-Sama Hyung..”

“…….”

“Nde.. Anyeong.”

Pip…

Kyuhyun tersenyum puas ketika ia menyelesaikan panggilannya pada seseorang..

“Aku memang hebat.”

Gumamnya pelan sembari tersenyum senang.. Lalu kemudian kembali melakukan pekerjaannya.

❤ ❤ ❤ ❤

“Ohhh.. Ohh.. Aku benar benar lelah!! Sangat lelah.”

Gerutu Yoona Gadis cantik dengan penampilan yang sudah hampir kacau sekarang.. Dengan baju kerja yang sudah terlihat kusut.. Serta tatanan rambut yang ia gulungkan yang kini hampir acak acakan.. Mengingat hari sudah hampir larut dan pekerjaannya yang sebentar lagi berakhir..

“Benar benar terlihat melelahkan.”

Sambut Kyuhyun menanggapi ucapan Yoona.. Yang kemudian membuat gadis itu menghembuskan nafasnya kasar.

“Ku mohon jangan meledek ku.. Ataupun penampilan ku sekarang.”

Jawab Yoona malas sembari menyandarkan punggungnya pada kursi yang sedang ia duduki sekarang.. Mengistirahatkan punggungnya yang terasa kaku sekarang.

“Tapi setidaknya rapihkan rambut mu sebelum kita pulang.”

Timpal Kyuhyun lagi menyarankan.. Yang malah diacuhkan Yoona.. Dan akhirnya membuat Kyuhyun mendengus kesal..

“Aku hanya akan pulang.. Lalu tidur.. Tak perlu berl—-”

“Selamat Malam… Selamat berbelanja…”

Yoona terlonjak kaget.. Bahkan gadis itu dengan secepat kilat berdiri tegap.. Ketika Iu.. Baru saja bersuara menyapa seorang pria yang baru saja masuk kedalam Mini Market…

Yoona bahkan dua kali lipat lebih kaget ketika ia melihat siapa gerangan pria yang masih sempat berbelanja ketika Mini Market ini akan tutup.. Choi Siwon.. Polisi tampan yang belakangan ini memang selalu berbelanja kesini… Namun kini berbeda.. Pria itu datang pada saat hari mulai larut..
Dan karna kelakuan santainya tadi.. Akhirnya Yoona hanya bisa tersenyum kaku ketika Siwon berjalan melewatinya.. Sembari sesekali merapikan pakaiannya..

“Yoong…”

Yoona akhirnya mengalihkan tatapannya pada Iu.. Ketika gadis itu memanggilnya dengan ekapresi yang tidak mengenakkan..

“Kenapa?”
Tanya Yoona kemudian ..

“Bisakah kau disini dulu sendirian? Aku akan pergi ke toilet sebentar..”

Ucap Iu kemudian dengan masih memasang raut wajah yang tak enak di lihat..

“Oh… Yasudah kau cepatlah pergi.. Lagi pula aku tak sendiri.. Ada Kyuhy—”

Yoona menghentikan ucapannya.. Ketika ia baru saja ingin mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun yang tadi berada disekitarnya.. Namun tak ada siapapun disekitarnya selain Iu sejarang..

“Tadi dia ada disin—–”

“Aihhhh sudahlah.. Aku sudah tak kuat.”

Yoona melongo polos ketika Iu dengan gerakan cepat berlari meninggalkan nya tanpa berniat mendengar katanya lagi.. Oh menggelikkan..

“Nona..”

Yoona dengan gerakan cepat mengalihkan perhatiannya kedepan.. Kearah seorang pria yang kini tengah berdiri tegap tepat dihadapannya… Dia bahkan tersenyum sangat manis kepada Yoona.. Membuat gadis itu sempat terpesona melihatnya.. Sebelum kembali tersadar apa yang seharusnya ia lakukan..

“Oh Maaf Tuan.”

Suara Yoona kemudian.. Dengan setelahnya mengalihkan perhatiannya pada beberapa belanjaan yang kini tergeletak diatas meja kasir..

Satu batang Coklat.. Dan satu botol air mineral..

“Hanya ini Tuan?”

Tanya Yoona pada Siwon.. Yang dijawab anggukkan pasti oleh pria itu… Yoona lalu menghitung jumlah harganya dengan komputer dihadapannya.. Lalu memasukan coklat dan air mineral itu kedalam kantong plastik.. Lalu menyerahkannya pada Siwon..

“Semuanya jadi 2 Won Tuan..

Siwon mengangguk.. Lalu kemudian merogoh saku jaketnya dan menyerahkan beberapa lembar uang yang kemudian diterima dengan sangat ramah oleh Yoona..

“Terima Kasih Nona..”
Ucap pria itu kemudian yang membuat Yoona tersenyum manis mendengarnya..

“Ne.. Sama sama Tuan.. Selamat malam.. Dan selamat beristirahat.”

Jawab Yoona setelahnya sembari membungkukkan tubuhnya sopan.. Berharap pria tampan dihadapannya ini segera pergi meninggalkan tempat ini.. Sungguh entah kenapa perasaannya menjadi tak karuan jika terus berhadapan dengannya..

Namun tak pernah ia duga sebelumnya.. Ketika ia masih membungkukan tubuhnya.. Gadis itu melihat tangan Siwon yang kembali meleyakkan coklatnya diatas kasir.. Dan ketika baru saja Yoona menegakkan tubuhnya berniat berbicara dengan Siwon.. Pria itu bahkan telah mengambil langkah lebar meninggalkan tempatnya berdiri dengan wajag bodohnya kini..

“Tuan.. Coklatnya..”

Yoona berusaha berteriak memanggil pria itu.. Namun dia tak menghiraukannya dan memilih untuk terus berjalan tanpa berbalik.. Yang membuat Yoona akhirnya menyerah..

“Kenapa meninggalkannya disini?”

Tanya gadis itu pada dirinya sendiri sembari mengambil coklat itu..

Namun gadis itu terdiam.  Mengerutkan keningnya bingung ketika ia melihat secarik kertas juga tergeletak diataa meja kasirnya.. Dan tanpa menunggu lama lagi.. Yoona mengambil kertas itu.. Mengamatinya sekejap.. Lalu kemudian mulai membuka lipatan pada kertas itu..

Im Yoona

Yoona bahkan terkejut ketika ia telah membuka lipatan kertas itu.. Dan melihat kata.. Yang paling awalnya tertulis nama dirinya..

Maaf.. Karna telah mengetahui nama mu tanpa se izin mu..

Hi..
Ayo kita berkenalan..

Aku Choi Siwon.. Pria yang tengah menjalankan Wajib militer..

Apa lagi yang harus ku katakan untuk memperkenalkan diri?

Oh bagaimana jika kau menghubungi ku saja lalu tanyakan apa yang ingin kau tanyakan..

Nomor ponsel ku

——–

Berjanjilah untuk menghubungi ku.. Ayo saling mengenal Nona Im 🙂

Dan..

Sanggeil Chukkae Hamnida… Semoga engkau selalu bahagia.. Aku hanya memberikan coklat sekarang karna aku tak tahu apa yang kau suka.. Tapi jika kau menghubungi ku maka katakanlah apa yang kau sukai..

Baiklah..

Selamat malam.. Semoga kau bermimpi indah. ❤ "

Ohh..

Yoona benar benar terkejut dengan ini.. Dengan semua ini… Pria itu..

Oh apakah kini ia tengah bermimpi?

««« © »»»

Karna Kamu cantik..

Kan ku beri segalanya apa yang ku punya..

Dan hati mu baik..

Sempurnalah dunia ku saat kau di sisi ku..

«««« © »»»»

°°°

°°

°

°

THE END

^^

°

°

Hoyahhhhhhhh…

#HappyYoonaDay !!!!!!!

Omegot omegot… Ahhh aku tak dapat berkata apapun lagiii…

My Wish For Yoona..

Semoga cepet nikah sama Siwonnnn..

Siapa yang ngebet coba? 😛