[FF] Mine | Chapter 5


Mine

BY

The Little Prince

••

Cast
Im Yoona || Choi Siwon || Tiffany Hwang || Choi Sooyoung || And Other Cast.

•••
A/N :
Tolong jangan meninggalkan komentar yang mengandung perdebatan, cukup nikmati Ceritanya, dan jangan terlalu baper sama peran Tiffany Oke√√

•••

Happy Reading ~~

•• 

••

°°°°°°
Entah kenapa, tiba-tiba aku telah memakai gaun pengantin putih di tubuh ku, mengucapkan janji suci pernikahan dengan pria yang bahkan baru beberapa bulan aku kenal, berada dalam kamarnya dan menjadi istrinya.
Tidakkah ini terlalu cepat? Apakah keputusan ku salah? Bertemu dalam keadaan buruk dengannya, saling beradu argumen, dan sekarang menikah? 

Akulah yang memutuskan untuk memulai komitmen ini, dan kurasa ini terlalu cepat?

Dia Choi Siwon, bahkan aku tak tahu apakah dia telah melupakan wanita yang membuatnya hampir gila,
Oh Tuhan..

Jika saja Ayah ku masih ada sekarang, mungkin dia akan mengatakan ‘Apa-apaan kau Yoong!’
Siapa Siwon? Dia adalah pria yang menyelamatkan ku dari tempat gelap itu dengan uangnya, pria arogan yang akan menangis dimalam hari meratapi nasib buruknya, dan sangat kasar.

Dan dia menjadi suami ku sekarang? Tiba-tiba saja?
Oh, aku memejamkan mata ku kuat, saat aku mengucapkan untuk menikah dengannya, aku pikir aku punya waktu untuk mengenalnya lebih jauh sebelum pernikahan, tapi apa? Setelah kembali ke Seoul, aku hanya diberi waktu satu minggu untuk menjernihkan pikiran ku.

“Kau telah menyetujui sebuah pernikahan bukan berkencan, jadi jangan salahkan aku untuk itu.”
Dan aku membuka mata ku secepat mungkin, lalu mengalihkan perhatian ku pada pria yang kini telah merebahkan tubuh nya diatas ranjang putih disebelah kiri ku.

“Kau memikiran itu bukan?”

Dia membalikkan tubuhnya dan menatap ku.
Oh bahkan dia dapat menebaknya?

“Tidak-tidak sama sekali!”
Jawab ku cepat, namun ku pikir itu sedikit kacau, aku gelagapan.

“Iyakah? Berarti aku salah ya? Emm, oh apakah kau memikirkan bagaimana hidup mu setelah menjadi istri ku?”

Aku mendengus sebal.

“Aku tinggal hidup saja! Makan, minum, memasak seperti biasa.”

Dia tiba-tiba saja bangkit dan langsung duduk.

“Mana bisa begitu? Akan ada sedikit perubahan setelah aku bersama mu, seperti kau akan mengurus baju ku, menyiapkan sarapan untuk ku, dan kau juga bisa berbelanja dengan uang ku.”

Dia protes?

“Ya, ya, ya, terserah mu sajalah, yang penting apa yang aku pikirkan, dan apa yang kau tebak itu berbeda!”

Oh dia mendengus lucu. Oh Sikap barunyakah? Atau memang aku baru tahu ia memiliki sikap ini?

“Lalu yang kau pikirkan didepan cermin dari tadi apa? Oh aku tahu, yang ini pasti benar.”

Dia mengatakannya dengan penuh percaya diri.

“Benarkah kali ini?”
Aku menyilangkan kedua tangan ku didepan dada menantangnya.

“Kau memikirkan ciuman ku tadikan saat dialtar, oh kau terpesona karna itukan?”

“Nde?”

Aku menatap tak percaya padanya.

Cih benar-benar pria ini!

“Oh jika bukan itu, berarti tak salah lagi, kau memikirkan tentang malam ini.”

Dia mengedipkan matanya nakal pada ku, dan aku sungguh benar-benar merinding melihatnya. Suasana berubah menjadi horor seketika.

“Apakah kau merasa gugup sekarang?”

Oh, sikapnya yang mana lagi ini?

“Yakk!!”

Aku berdiri dengan cepat, dan menatapnya garang!

“Aku hanya berpikir untuk ganti baju, tidak sampai sejauh itu!”

Jawabku sekenanya.

“Benarkah? Oh padahal jika kau memikirkannya, itu wajar saja sekarang, dan lagi jika kau memang ingin mengganti baju, bukankah seharusnya didalam kamar mandi saja? Oh apa kau ingin aku menggantikannya untuk mu? Itu sangat mudah dan wajar saja, ku pikir akan menyenangkan juga.”

Aku membulatkan kedua bola mata ku tak percaya, oh apakah dia menjadi gila sekarang!

“Oh aku bisa gila!”

Pekikku kesal sembari menyeret kedua kaki ku dengan cepat menuju kamar mandi, meningalkan pria itu yang sekarang malah tengah terkikik geli memperhatikan ku,

Brrraaakkk!

Dan aku membanting kesal pintu kamar mandi.

“Sayang, pipi bersemu mu benar-benar menambah kecantikan mu, aku menunggu mu keluar oke?”

Dan aku masih dapat mendengar godaannya saat telah berada didalam kamar mandi.

“DIAM KAU!!”

Dia pasti kembali tertawa kini, Oh Tuhan! Aku butuh berendam untuk menjernihkan otak ku yang hampir meledak karna pria itu! Air hangat sangat menggoda tubuh ku kini, akan sedikit lama ku rasa.

Dan benar saja.. tanpa ku sangka ini bahkan lebih lama dari yang ku pikir, oh aku lupa membawa pakaian ganti ku! Oh pria itu benar-benar mengganggu! Sekarang bagaimana? Haruskah aku keluar dengan hanya memakai handuk? Apa jadinya jika itu terjadi didepan Siwon? Dia akan semakin menggoda ku habis-habisan.

“Sayang..”

Dan pikiran ku buyar seketika, saat pitu kamar mandi diketuk pelan dari luar, dan sebuah suara menyusul setelahnya.

“Apa kau tidur didalam?”

Oh benar-benar.

“Aku juga perlu mandi, kau tak ingin tidur dengan pria bau kan?”

Oh apakah di berpikir akan tidur satu ranjang dengan ku?

“Sayang…”

“DIAM JANGAN KATAKAN ITU LAGI!!”

Pekik ku setelah ku rasa kuping ku memanas mendengar panggilan dengan nada menjijikan darinya.

“Issshh.. keluarlah kalau begitu! Aku juga butuh mandi.”

Baiklah, aku menutup kedua bola mata ku sekejap.

“Siwon–”

Aku mulai berkata dengan sedikit lembut.

“Ya–”

“Sebenarnya—”

Aku akan meminta pertolongan darinya? Ya tentu saja apa salahnya?

“Sebenarnya apa?”

“Aku lupa membawa piyama tidur ku!”

Dan akhirnya kata itu keluar juga.

“Oh, jadi sedari tadi kau didalam itu karna melupakan piyama mu? Kenapa tak bicara dari tadi? Aku akan membawanya.”

Oh Dia baik ternyata, dan aku tersenyum puas setelahnya.

Beberapa menit berlalu sebelum akhirnya pintu kembali diketuk, dan suarnya kembali terdengar.

“Bukalah pintunya.”

Dan dengan perlahan aku mulai membuka pintu dihadapan ku, memunculkan wajah ku dan menyembunyikan tubuh ku dibelakang pintu,
Siwon terlihat menggelengka kepalanya saat ini, dan aku hanya mampu memperlihatkan senyum kaku dihadapannya.

“Pakailah.”

Dan tatapan mata ku terpaku seketika pada kemeja putih yang Siwon sodorkan pada ku.

“Kau melupakan untuk memindahkan barang-barang mu, jadi untuk malam ini pakailah dulu ini.”

Seolah dapat membaca pikiran ku, Siwon menjelaskannya dengan baik.

Oh aku merutuki kebodohan ku, dan dengan berat hati akhirnya aku menerimanya, menutup dan mengunci kembali pintunya, dan mulai mengenakan kemeja itu.

Berdiri sesat, melihat pantulan diri ku didepan cermin,
Tidak buruk, ia memiliki kemeja yang cukup besar.

Aku tersenyum puas, sebelum akhirnya membuka kembali pintunya, dan berjalan keluar dari kamar mandi itu dengan penuh percaya diri, Siwon masih berdiri didepan pintu saat aku keluar, memperhatikan ku dengan baik, lalu menggelengkan kepalanya ringan.

“Sudah selesai?”

Wajahnya terlihat bosan, dan aku tersenyum ringan padanya.

“Kau boleh masuk”

Ucap ku santai seraya kembali melanjutkan langkah ku.

“Kau punya kaki yang menggoda.”

Dan aku menghentikan kedua kaki ku seketika itu juga, dan dengan cepat membalikan tubuh ku kembali mentapnya garang.

“YAAAKKK!!!”

°°••°°

Pagi itu dimulai dengan kediaman Yoona, dia tak mengatakan apapun saat keuar dari kamarnya, saat memasak, ataupun saat ini.
Saat keluarga Siwon yang kini telah menjadi keluarganya juga sarapan bersama.
Yoona masih saja bungkam, dengan sesekali melamun.

“Malam pengantin kalian baik bukan?”

Dan akhirnya pertanyaan yang dilontarkan Choi Hana baru saja mampu membuat Yoona beralih dari pikirannya.

“Aku tidur di sofa semalam.”

Dan jawaban Siwon baru saja benar-benar membuat semua orang termasuk Yoona tertohok tak percaya menatapnya.

“Kenapa? Kenapa kalian menatap ku seperti itu? Aku jujur, semalam aku tidur di sofa.”
Ulang Siwon lagi dengan wajah polosnya, saat dirasa ibu, ayah, adik serta istrinya malah diam dan menatapnya aneh.

“Siwon-ahh—”

“Apakah ranjangnya terlalu kecil? Ah pasti karna itukan? Istri ku, sebaikya kau persiapkan ranjang yang lebih besar untuk mereka, bukankah kau juga tahu jika ranjang Siwon terlalu kecil untuk ditiduri dua orang?”

Dan Tuan Choi langsung menghela ucapan sang istri yang dia tahu pasti akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan panjang yang tak akan ada henti-hentinya pagi ini. Choi hana juga terlihat marah.

“Tidak Bukan itu.”

Dan pupus sudah!
Tuan Choi menepuk keningnya putus asa, saat dirasa sang putra tak mendukung aksi penyelamatan dirinya.

“Bukan? Buan alasan itu? Lalu kenapa kalian—”

“Ahh, atau pasti karna–”

“Diam Soo!”

Dan Sooyoung yang baru saja akan menghentikan pertanyaan-pertanyaan mengerikan sang ibu langsung terdiam saat ternyata Nyonya Choi malah balik menghentikan ucapan nya dengan bentakkan keras.

“Siwon, Yoona, sekarang katakan pada Oemma, apa alasannya! Kalian tidur terpisah? Oh ayolah, ini konyol Siwon–”

“Yoona menjatuhkan gelasnya saat minum disisi lain ranjangnya, ranjang tempat ku tidur basah, aku tak mungkin meminta Yoona tidur di sofakan?”

Dan Sooyoung, Tuan Choi, juga Yoona menghembuskan nafas lega bersamaan saat mendengar alasan yang diberikan Siwon.

Sungguh Yoona lega, Siwon mengucapkan yang sebenarnya, meskipun ia tak mengatakan jika dia melakukan itu dengan sengaja. Yah agar Siwon tak tidur disebelahnya, bukankah itu ide yang cemerlang? Seorang guru memang diharuskan cerdas.

Yoona tersenyum puas memikirkan kecerdasannya.

“Nyonya, maafkan aku– aku tak sengaja.”

Tambah Yoona menyesal. Memperkuat penjelasan Siwon.

“Oemma! Biasakan itu sekarang, Arraseo!!”

Nyonya Choi menghembuskan nafasnya pelan, dan Yoona menunduk, lalu diam-diam menggigit bibirya.

“Oemma, maafkan aku.”

Ucap Yoona lagi, kini terdengar agak kaku. Dan Nyonya Choi hanya mengangguk menjawabnya.

“Apakah itu perlu diganti?”

Suara Tuan Choi kembali terdengar saat Siwon kembali menyuapkan rotinya.

“Tentu saja! Mana bisa dibiarkan”

Suara Nyonya Choi menimpali.

“Appa, jika tidak diganti aku akan menjadi menyedihkan lagi malam ini.”

Ucap Siwon dengan memasang wajah sok imutnya. Dan benar-benar Yoona rasanya ingin sekali memukul keras kepala pria itu, beraninya dia!
Oh kenapa dia menjadi suaminya.

“Baiklah-baiklah, Paman Koki akan menggantinya nanti.”

Oh Yoona menghembuskan nafasnya pelan.
Apa yang harus dia jatuhkan selanjutnya kalau begitu?

“Oppa hari ini kau mengambil cuti?”

Dan suara Sooyoung memecahkan keheningan yang baru saja tercipta, Siwon mengalihkan pandangannya pada sang adik, sebelum akhirnya mengangguk.

“Appa membuat ku libur selama satu minggu.”

Jawab Siwon setenang mungkin, dengan masih menyuapkan makanan nya.

“Lalu rencana mu? Paris, singapura? Jeju? Bali atau–”

Tanya Sooyoung lagi, seraya menatap antusias pada Siwon.

“Hanya Tidur.”

“Mwo??”

Siwon menaikan sebelah alisnya.

“Harusnya kau berlibur Oppa, kau harus membawa Yoona jalan-jalan.”

“Kau jangan ikut campur tentang masalah bulan madu ku.”

Jawab Siwon tak suka, yang malah langsung mendapat perhatian dari Yoona.

“Bulan madu? Kau tak mengatakan tentang itu.”

Protes Yoona tak suka.

“Menantu, Siwon penuh dengan kejutan, kau harus siap dengan itu.”

Timpal Tuan Choi yang merasa geli sendiri melihat kepolosan menantunya itu, dan Yoona terlihat tertunduk malu setelahnya.

“Dengar, aku penuh kejutan.”

Dan Yoona menjauhkan sedikit wajahnya, saat Siwon tanpa bisa ditebak membisikkan kata itu tepat ditelinganya.

Gadis itu menatap garang pada Siwon, kedua bola matanya menatap tajam Siwon, seakan mengisyaratkan ‘Aku akan membunuh mu.’

“Aigoo.. Aigoo.. Suami ku lihatlah mereka terlihat sangat menggemaskan.”

Tuan Choi hanya mampu tersenyum menanggapi ucapan sang istri, sementara Sooyoung terlihat memutar kedua bola matanya malas, saat dirasa sang ibu mulai berlebihan menanggapi kelakuan Siwon.

Dan Yoona?
Tidakkah mereka memikirkan jika gadis itu masih perlu waktu untuk bisa terbiasa dengan semua ini.

Mereka bahkan tak perduli itu.

*****

“Aku tak mau! Aku benar-benar malas.”

Yoona menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang dan mulai memejamkan matanya.

“Oh, kau hanya ingin tetap tinggal dirumah sepanjang hari?”

Siwon mendudukkan tubuhnya diatas ranjang yang sama dengan Yoona, disampingnya.

“Yah, kau bisa pergi kemanapun kau mau. Entah itu berbelanja, atau apapun, aku hanya ingin tinggal di rumah dan beristirahat.”

“Oh ayolah Yoona, aku juga ingin seperti itu, menghabiskan masa cuti ku dengan berjalan-jalan sendiri, dan menikmati udara segar. Tapi sekarang tanpa diri mu Oemma tak akan membiarkan ku lepas keluar begitu saja.”

Yoona mendengus sebal, ia lantas membuka kedua matanya, dan bangun dari posisi terlentangnya, menatap Siwon sebal.

“Kau membuat Tubuh ku pegal saat acara pernikahan, dan sekarang? Kau ingin aku menemani mu berjalan-jalan?”

“Apa? Apa-apaan, aku membuat mu letih di hari pernikahan? Bukankah kau menyiram tempat tidur ku? Mana mungkin aku bisa membuat mu letih saat aku bahkan tidak sama sekali menyentuh mu.”

Oh apa yang dikatakan pria ini? Apa hanya ada pikiran kotor di kepalanya? Ayolah Yoona hanya ingin beristirahat hari ini.

“Siwon-ssi bukan itu yang aku maksud. Tapi tentang berdiri menyalami tamu mu, yang mungkin datang beribu-ribu, oh aku bahkan masih merasakan kaku ditanga ku.”

“Itu sudah berlalu, jangan ingat itu lagi sebagai masa sulit mu! Sekarang aku hanya ingin kau menemani ku pergi keluar memotret beberapa objek, kita juga bisa makan, oh kau juga butuh beberapa baju, istri seorang CEO setampan aku harus memakai dress cantik.”

Yoona memutar bola matanya malas.

“Siwon—”

“Kau menolak!”

Dan Yoona terlonjak kaget seketika, bagimana tidak? Siwon pria itu tiba-tiba saja mendekatkan wajahnya pada Yoona dengan tanpa aba-aba.
Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya polos, sementara Siwon, pria itu mulai melemparkan tatapan tajamnya pada sag istri.

“Jika kau mengajukan penolakan sekali lagi! Kau benar-benar tak akan kemana-mana, aku akan menemani mu disini.”

Siwon semakin mendekatkan wajahnya, dan Yoona semakin memundurkan tubuhnya.

“Aku akan mengunci pintunya, menutup tirainya, dan kau tahu apa yang harus ku lakukan, selanjutnya—”

Yoona dengan refleks dan cepat langsung membekap mulut Siwon, menghentikan ucapan pria itu.

“Aku akan pergi dengan mu, kita akan makan dan berbelanja oke? Aku akan bersiap dan menjadi sangaatt catik, layaknya seorang istri dari CEO, jadi jangan tutup tirai atau kunci pintunya, juga kita tak akan disini sepanjang hari, aku akan bersiap dulu.”

Siwon bersorak dalam hati. Bukankah istrinya itu mudah sekali terintimidasi.

Yoona dengan cepat berdiri, dan berjalan kaku menuju kamar mandi, dan Siwon meledakan tawanya seketika itu juga.

“Hahaha, apakah dia berpikir jika aku ingin menidurinya? Oh gadis polos_”

Siwon kembali tertawa geli.

“YEOBO, AKU AKAN MEMBERIKAN MU HADIAH JIKA KAU TAMPIL CANTIK”

Teriak Siwon mencoba menggoda istrinya, dan kemudian kembali tertawa geli.
****

“Ini terlalu berlebihan ditubuh ku.”

Siwon menggeleng tak setuju.

“Ini bahkan kurang mewah untuk seorang istri dari CEO, bukankah begitu?”

Yoona medengus sebal, sementara seorang pelayan wanita yang berdiri disamping Siwon mengangguk setuju.

Yah Siwon membawa Yoona kesebuah pusat perbelanjaan besar di korea, Hyundai departement store, tidak harus dijelaskan bukan jika mall besar ini adalah salah satu aset yang dimiliki Hyundai Croup.
Semua pelayan bahkan terus membungkuk hormat saat Siwon dan Yoona berjalan dihadapan mereka.

“Istri seorang CEO tidak perlu seberlebihan itu.”

Gerutu Yoona kesal yang masih dapat didengar oleh Siwon.

“Tetap saja kau harus terlihat sempurna. Kau tau suami mu ini selalu memakai pakaian dengan merk terkenal, mana mungkin istrinya memakai pakaian biasa-biasa saja, Oh apakah kau sudah melihat seisi lemari ku? Bahkan pakaian dalam ku pun bermerk.”

Tutur Siwon dengan penuh percaya diri, yang membuat Yoona tertohok tak percaya, dan pelayan yang sedari tadi mengikuti mereka tertunduk menahan senyumnya.

Dasar tak tahu malu! Pria mana yang bahkan membicarakan pakaian dalam didepan orang asing. Pikir Yoona dalam hati.

“Sekarang kau coba yang ini, kita akan membawa banyak pakaian untuk mu.”

Dan Yoona kemudian berbalik dengan malas sesaat setelah menerima salah satu dress merah yang Siwon sodorkan.

“Oh apakah sepanjang hari ku akan ku habiskan dengan mencoba semua pakaian yang ada disini? Ayolah aku sangat lelah.”
Gerutu Yoona didalam ruang ganti, seraya kembali melepas dan mengganti pakaiannya.

“Nah sekarang sudah.”

Yoona berucap saat membuka pintu ruang gantinya, dan ketika dia mendongak.
Yoona langsung diam seketika.

Tak ada Siwon disini, yang berdiri dihadapannya bukanlah Siwon, melainkan pelayan wanita yang menundukkan kepala padanya terlihat takut, dan seorang wanita berparas cantik yang menatap tajam padanya.
Wanita yang pernah Yoona temui disebuah acara pernikahan bersama Siwon.

Tiffany, Hwang Min Young.

“Oh ternyata dia tamu kehormatan yang kau maksud sehingga melarang ku memasuki area ini?”

Suara Tiffany kejam, seraya masih menatap tajam Yoona, memperhatikan setiap sudut dari tubuhnya, dari kaki hingga ujung kepala, dan Yoona tak suka itu.

Ia merutuki suaminya dalam hati, tega-teganya dia meninggalkan Yoona bersama mantan kekasihnya.

“Kemana suami ku?”

Yoona mengabaikan Tiffany dan mengalihkan perhatiannya pada pelayan wanita yang masih saja menunduk dalam.
“Tuan, tadi ia berkata ingin berkeliling sebentar, dia akan kembali dengan beberapa pakaian.”

Oh Yoona tak habis pikir, bisa-bisanya dia!

“Kearah mana dia pergi.”

Yoona kembali bertanya seraya menahan kekesalannya.

“Tuan–”

“Kenapa? Kau menghindari ku?”

Yoona kembali mengalihkan perhatiannya pada Tiffany yang menatapnya dengan tatapan yang merendahkan.

“Oh apakah aku mantan kekasih yang tak terlupakan? Jadi kau mungkin agak terganggu dengan itu.”

Yoona mendengus sebal, bukankah seorang aktris memiliki kata-kata yang sopan didepan media?

“Tidakkah kau berpikir jika Siwon ku telah melupakan mu.”

Dan Yoona mulai geram mendengar kata-kata wanita itu tanpa membalasnya.

“Dia bahkan menangis dihadapan ku saat aku mencoba memutuskannya.”

Oh Yoona menyunggingkan senyum tajamnya, suaminya sungguh mematahkan egonya yang coba ia bangun dihadapan matan kekasih tersayangnya.

“Yah kau menolaknya, dan dia menangis, aku jelas tau itu, dan kau menangis ingin kembali padaya saat tau kau dikhianati, aku juga tau itu, bahkan kau meminta itu dihadapan ku.”

Dan air muka Tiffany berubah seketika itu juga, Yoona benar-benar membungkus keangkuhannya.

“Kau tahu Tiffany-ssi, saat kita ingin membuang sesuatu, harusnya kita berpikir lebih dulu, apakah sesuatu itu menganggap kita berharga baginya atau tidak, kadang sakit hati pencinta lebih mengerikan dari rasa cinta nya sendiri.. Jika kau bisa begitu saja membuang sesuatu, maka kau juga harus siap terbuang oleh dua hal, yang kau perjuangkan, dan yang memperjuangkan mu.. dan harusnya kau sudah sadar akan itu sekarang”

Ucap Yoona tenang yang membuat Tiffany semakin geram.

“Apa itu cukup?”
Lanjut Yoona tegas. Dan Tiffay semakin menatap Yoona tajam.

“Kurasa itu cukup, aku permisi Tiffany-ssi.”

Dan Tiffany mengepalkan kedua tangannya kuat saat Yoona mulai berjalan menjauh darinya.

“Dia masih mencintai ku! Kau tak akan pernah bisa mengelak itu!”

Dan Yoona menghentikan langkahnya seketika itu juga, kembali tersenyum kecil dan kemudian berbalik kembali memperhatikan pada Tiffany yang juga sudah berbalik menghadapnya. Kedua matanya terlihat berkaca, Yoona kembali menyunggingkan senyum tajamnya, kenapa ia masih bersikeras?

“Aku Istrinya! Itu sah! Dan kau tak akan pernah bisa merubah itu!”

Suara Yoona kembali menimpali ucapan Tiffay, yang kini terlihat dua kali lipat lebih marah.

“Seberapa keraspun Siwon merubah mu, kau masih akan terlihat buruk jika berbanding dengan ku! Seberapa baguspun pakaian-pakaian yang ia pilihkan untuk mu! Kau tak akan pernah bisa secantik diriku! Kau tak akan pernah bisa menyamai ku! Gadis yang Siwon cintai, kau tak akan pernah bisa seperti dia!”

Oh Yoona menghembusan nafasnya kasar. Mengapa dia begitu percaya diri.

“Tiffany-ssi, kau sangat benar jika kita sangat berbeda. Jauh berbeda kau adalah Tiffany dan aku Yoona.. dan yang harus kau tahu, aku tak pernah ingin sama seperti diri mu. Aku tak pernah ingin menjadi secantik diri mu, dan bagaimana mungkin kau berpikir aku ingin menyamai mu? Menjadi wanita yang memaksa suami orang lain untuk mencintainya bukanlah keahlian ku. Aku tidak tertarik akan hal itu.”

Yoona terdiam sejenak sebelum akhirnya kembali melanjutkan ucapannya.

“Dengar ini baik-baik Nona Hwang.. aku tak ingin seperti diri mu, garis bawahi itu! Dan Siwon. Kenyataannya sekarang dia milik ku! Kutipi itu. Itu cukup?”

Dan Tiffany benar-benar tertohok dengan apa yang baru saja Yoona ucapkan.

“Siwon mungkin mencintai mu, tapi faktanya dia menikahi ku, kau mungkin mantan kekasih yang dia cintai, tapi aku istrinya yang coba dia cintai, jadi bersiaplah menjadi yang terbuang.”

Yoona tersenyum puas saat melihat Tiffany yang sekarang bahkan tak bisa mengeluarkan suaranya lagi.
Oh jika dia aktris, Yoona adalah guru.

****

Siwon berdiri canggung menatap pada Yoona yang kini terlihat merapihkan ranjang sebelum ia berbaring tidur.

Dengan ragu ia pun akhirnya berjalan pelan kembali ketempat dimana malam kemarin ia tidur, sofa.
Ya, sejak kejadian tadi siang saat dia bertemu Tiffany, suasana hatinya Siwon rasa telah berubah. Entah memang benar atau salah, Yoona terlihat lebih banyak diam.

Ini memang murni kesalahan Siwon, kenapa bisa ia meninggalkan Yoona sediri dengan berakhir bertemu Tiffany. Harusnya juga ia berpikir panjang untuk membiarkan Yoona sendiri, mereka masih berada dikota yang sama, kemungkinan bertemu sangat besar, Siwon benar-benar menyesali itu, niat ingin mencoba saling membuka hati, dan melupakan Tiffany, ia malah mengacaukan itu. Oh Tuhan! Kapan saatnya Tiffany benar-benar hilang dari pikiran juga hatinya.

“Emm kau– apakah Tiffany mengatakan sesuatu yang membuat mu tersinggung?”

Dan akhirnya Siwon mengeluarkan suaranya yang terpendam, yang membuat Yoona terusik.

“Tidak. Lupakanlah itu.”

Dan Siwon langsung bungkam seketika mendengar jawaban dingin Yoona. Pria itu memilih untuk secepat mungkin berbaring dan memejamkan matanya.

“Kau, kau bilang ingin ada yang kau tanyakan saat di mobil tadi? Apa itu?”

Dan Siwon kembali membuka mataya yang tertutup rapat, ketika dirasa ia kembali mendengar suara Yoona.

“Emm,, apa tidak akan membuat mu tidur larut?”

Tanya Siwon tak enak.

“Katakanlah.”

Dan Siwon pun akhirnya melengkungkan senyum senangnya. Ia dengan semangat berbalik menyamping mencoba berhadapan dengan Yoona, dan membantali kepanya dengan kedua tagannya, tingkah imut yang memuakkan menurut Yoona.

“Anna.. aku terus memikirkannya entah kenapa.”

Kata Siwon dengan penuh kelembutan, raut wajahnya berubah menjadi serius, dan pertanyaannya tentu membuat Yoona terkejut.

“Choi Anna?”

Siwon mengangguk lemah.

“Saat setelah kembali ke seoul entah kenapa aku memikirkannya, wajahnya terus saja terbayang dikepala ku, cara dia berbicara, tersenyum.. aku memikirkannya setiap hari.”

Jelas Siwon pelan.

“Tentang Anna, kau tertarik? Ingin bertanya sesuatu lagi tentangnya?”

Bola mata Siwon menatap pada Yoona, gadis itu mencoba mengerti dirinya?

“Banyak hal.”
Jawab Siwon akhirnya seraya masih menatap Yoona lekat.

“Tanyakanlah.”

Suara Yoona menimpali.

“Dimana dia tinggal?”

Tanya Siwon memulai.

“Busan tentu saja. Tapi lebih tepat dia tinggal di panti asuhan yang kita kunjungi waktu itu.”

Raut Wajah Siwon berubah terkejut.

“Dia Yatim Piatu?”

Yoona mengangguk pelan.

“Seorang gadis usia 4 tahun, duduk diatas Ayunan ditaman bermain panti asuhan waktu itu. Dia duduk dengan menggenggam selembar kertas lusuh. Kami hanya memperhatikannya waktu itu. Kami pikir seseorang bersamanya, sebabnya kami tidak menghampirinya. Saat anak-anak mulai kembali kedalam panti, gadis itu masih diam tanpa melakukan apapun, atau bergerak sedikitpun. Tapi saat malam tiba, hujan mulai turun dengan petir, dia akhirnya bersuara dan mulai menangis. Dia menjerit ketakutan. aku dan ayah ku yang waktu itu menjemput ku untuk pulang akhirnya menghampiri anak itu. Dia terus mengatakan ‘Oemma, aku takut, tolong aku.’ Ayah ku membaca gulungan kertas yang gadis itu genggam, dan didalamnya tertulis ‘Namanya Choi Anna, tolong rawatlah dia’ dan dari sana barulah aku tahu jika dia dibuang karna buta.”

Siwon yang mendengarkan secara seksama cerita Yoona pun terlihat mulai terenyuh.

“Katakan lagi.”

Yoona tersenyum menatap Siwon. Dia semakin tertarik?

“Dia tak suka makanan pedas, dia suka pisang, teman-temannya, dan juga memotret, kamera yang selalu dia bawa adalah hadiah dari ayah ku, Anna memintanya saat Kim Oemma (Pengurus panti), berusaha keras mencari donatur yang bersedia memberikan bantuan untuk mengoperasi matanya, itu butuh biaya yang besar. Tapi gadis itu mengatakan pada ayah ku sesuatu yang membuat ayah ku tak bisa berhenti menyayanginya.”

“Apa itu?”

“Ayahnya Bu Guru Yoona.. bisakah Ayah mengatakan pada Oemma untuk berhenti saja mencari mata untuk ku? Aku tak butuh itu, itu akan menyusahkan banyak orang dan melelahkan untuk Oemma, lagi pula aku punya banyak mata sekarang. Ada mata punya Go Eun, Sam, Ayah Bu guru Yoona, Bu Guru Yoona , Oemma, dan banyak lagi. Bagaimana kalau belikan saja aku kamera? Jangan belikan mata. Ayah ku menangis saat itu dan menjawab kenapa? dan dia menjawab Aku tak bisa melihat, tapi dengan kamera aku jadi punya kenangan-kenangan tentang hal-hal yang pernah kutemui, ku coba, dan ku rasakan. Itu lebih berarti untukku.”

“Dia mengatakan semua itu?”

Yoona mengagguk.

“Dia cerdas, banyak berbicara, sumber penyemangat, lucu, juga dia takut petir. Dia suka bermain hujan, tapi tidak dengan petir.”

“Dia mengatakan ‘Smile’ saat memotret ku, apa itu kebiasaannya?”

“Dia ingin semua orang tersenyum saat bersamanya.”

“Mmmm.. oke, oke.”

Siwon mengangguk-ngangguk lucu.

“Aku sudah tau sekarang, jadi Nyonya muda, kau bisa tidur sekarang. Malam ini kau masih bisa tidur sendiri, tapi mulai besok kau harus tidur bersama ku.”

“Mwo?”

Yoona menatap tak percaya pada Siwon.

“Kau bilang ingin mencobanya pelan pelan! Jika terus begini, kita tak akan bisa saling membuka. Pertama tidur bersama dengan tenang, malam berikutnya saling berpelukan, dan akhirnya saling membuka bukan?”

“YAKKK!!!”

“HHAAAAHAHAHAHAAA…”

****

(Koran Pagi.)

Breaking News.


Gagal Menikah Artis sekaligus idol personel Girl Group TTS Tiffany Hamil. Anak Siwon?

“Astaga! Ya Tuhan”

Sooyoung berteriak keras dari luar rumah pagi-pagi buta, semua orang yang mendengarnya tentu saja panik dan buru-buru menghampirinya, Yoona dan Nyonya Choi bahkan masih menyiapkan sarapan saat itu.

Sedangkan Siwon dan Tuan Choi yang terlihat masih berada di kamar langsung berlari terburu-buru menuruni tangga.

Namun belum sampai mereka menghampiri Sooyoung, gadis itu malah terlihat telah lebih dulu berlari masuk kedalam rumah, hal itu tentu saja membuat semua orang yang melihatnya berdiri bingung.

“TV… TV.. TV!!!!!”

Teriak Sooyoung yang masih berlari menuju ruang keluarga.. Siwon berkerut bingung melihat reaksi Sooyoung pagi ini, namun ia akhirnya memilih untuk mengikuti langkahnya juga.

Dan betapa terkejutnya mereka saat layar Tv di ruang keluarga menayangkan sebuah acara gosip yang memberitakan tentang kegagalan Pernikahan Tiffany.

Saat ini belum ada klarifikasi langsung dari pihak Agensi ataupun Tiffany, tentang alasan gagalnya pernikahan sang aktris, ataupun tentang photo-photo yang memperlihatkan Tiffany yang tengah berada di sebuah rumah sakit khusus kandungan. Apakah karna dia hamil? Yang membuatnya gagal menikah? atau ada hal lain. Namun yang menjadi perbincangan hangat Netizen saat ini adalah siapa Pria yang bertanggung jawab atas hal ini jika sang aktris benar-benar hamil, dan banyak yang beranggapan jika itu adalah Choi Siwon, mantan kekasih dari Tiffany sendiri sekaligus CEO dari perusahaan Hyundai Croup.”

“MWO!!!!”

*

*

*

*

TBC~

*

*

Hiii~ kangen aku ^^
Haha, maaf baru cambek yah, aku kemaren2 sibuk banget °sok
Hehe, tapi sekali lagi buat yang baca ff ini jangan berkomentar terlalu emosi buat Tiffany yah, ini salah ku kok yang buat dia begitu. Abisnya emang jalan ceritanya gitu. Next kalian bakalan tau seberapa baik sebenernya fany. Okey segitu aja kali yah √√ semoga suka dengan ff ini.. taengkyuu yang udah lama banget nunggu nih ff, next semoga masih setia nunggu.

Anyeong. ^^

Good Day | Yoona Day

image

Cast

Choi Siwon
Im Yoona
And Other Cast.

^^

° Tak perduli.. Langit menertawakan ku.. Kau mencuri.. Hati ku, mimpi ku, semua rindu ku.. °

^^

Happy Reading

°

°

°

Cinta pada pandangan pertama?

Ku fikir hal itu hanya berlaku pada hati polos anak SMA.. Tapi ternyata tidak.. Bahkan hati ku yang bisa disebut tua juga merasakannya..

Getaran aneh ketika aku menatap matanya untuk pertama kalinya.. Aku merasakannya..

Rindu saat satu hari saja tak dapat menjumpai wajah cantiknya.. aku merasakannya..

gugup ketika ia mulai menyapa ku dengan suara lembutnya.. aku juga merasakannya..

apakah ini terdengar aneh untuk Pria berkepala tiga seperti ku.. Cinta pada pandangan pertama apakah tak tepat untuk ku?

ku rasa tak ada yang salah.. ini semua wajar bukan? bukankah cinta pada pandang pertama tidak hanya berlaku untuk remaja saja?

Oh benar-benar menceritakannya akan membuat aku semakin terlihat gila.. karna terus tersenyum ketika membayangkannya..

“Selamat datang.. Selamat berbelanja..”

Oh benar benar.. rasanya aku telah teracuni dengan suara ini.. suara yang selalu terdengar ketika aku membuka pintu kaca sebuah mini market.. Suara lembut seorang gadis yang membuat ku jatuh cinta pada pandang pertama.. gadis cantik yang ku ceritakan tadi.. gadis lembut yang selalu ku puja..

Yah disinilah awal mula aku bertemu dengannya.. disebuah mini market yang tak sengaja aku kunjungi dua minggu lalu untuk membeli sebotol air segar saat aku bertugas tak jauh dari daerah ini..

seorang gadis cantik yang selalu menyambutku dibalik meja kasir dengan senyum manisnya.. aku benar benar jatuh cinta padanya..

Im Yoona..

itulah nama dengan tulisan kecil yang tertera dibajunya..

sebenarnya tak ada makanan atau minuman yang aku inginkan sekarang.. aku kesini hanya ingin melihat dan mendapat sapaan darinya.. sehingga sepuluh hari terakhir ini aku selalu membeli hal yang tak aku inginkan demi hanya ingin bertemu dengan nya..

“Hanya ini saja Tuan?”

aku dengan secepat kilat menyadarkan diri ku yang sedari tadi hanya fokus menatapnya..

Ketika dengan tiba tiba suara gadis itu terdengar menyapa telinga ku..

Aku menatapnya gugup namun kemudian aku tersenyum dan kemudian mengangguk..

Selalu seperti ini..

“Iya.. Hanya itu.. Aku hanya memerlukan itu..”
Jawab ku cepat mencoba  menghalau rasa gugup ku..

“Tuan yakin hanya permen?”

Aku mengalihkan tatapan ku pada tangannya yang tengah memegang satu bungkus permen..

Oh Choi Siwon benar-benar memalukan..

“Emmm.. Itu.. Itu… Ahh aku lupa Nona.. Harusnya aku juga membeli satu botol soda dingin..”

Jawab ku sekenanya yang kemudian membuatnya menganggukkan kepalanya pelan..

“Baiklah aku akan mengambilkannya.. Tunggulah disini Tuan.. Ku lihat kau sedikit kebingungan..”

Aku terdiam sesaat.. Benar benar terdiam.. Ketika mendengar kembali suara lembut itu.. Oh gadis ini bukan hanya cantik tapi benar benar cantik.. Begitu baik dan lembut..

Hari ini.. Di sini tak begitu ramai pengunjung sehingga dia mungkin lebih leluasa untuk membantu ku.. Tapi apapun alasannya.. Bukankah dia telah menunjukan perhatiannya pada ku?

“Ini Tuan.. Semua nya jadi 30 ribu..”

Suaranya lagi ketika ia telah kembali dan menghitung jumlah keseluruhan belanja ku dengan komputer yang berada di hadapannya..

Aku mengangguk menanggapinya.. Lalu kemudian merogoh saku celana ku dan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk selanjutnya ku berikan padanya..

“Terima Kasih Tuan..”

Suaranya.. yang lagi lagi hanya mampu ku jawab dengan anggukan dan senyuman..

Aku lalu mengambil kantong plastik yang berisi belanjaan ku.. untuk selanjutnya melangkahkan kaki ku pergi dari tempat ini.. untuk hari ini cukup sampai disini.. bertemu dengannya.. sampai disini dulu..

namun baru saja aku hendak mengangkat kaki ku untuk melangkah.. aku mengurungkan niat ku itu ketika aku merasa ada yang aneh..

Yoona.. gadis yang masih berdiri dimeja kasirnya terlihat mengerutkan keningnya bingung ketika aku kembali berbalik menghadapnya.. bukankah disini aku yang harusnya bingung?

“Ada yang biaa kembali Saya bantu Tuan? apakah anda lupa membeli sesuatu lagi?”

aku menggelengkan kepalaku menjawab pertanyaannya.. dan memilih untuk mengangkat kantung plastik yang berada dalam genggaman tangan ku..

“Aku tak memesan air mineral Nona.. aku hanya memesan Soda.. apakah Nona keliru?”
ucap ku kemudian sembari menatapnya dengan tatapan bingung ku..

namun bukannya langsung menjawab pertanyaan ku.. dia malah terlebih dahulu tersenyum dengan sangat manis pada ku..

“Nona—”

“Dua minggu belakangan Tuan rutin kesini.. dan yang Tuan beli pasti tak luput dari minuman bersoda.. dan anda terlihat seperti seorang polisi.. bukankah begitu Tuan?”

Dengan masih menampakan raut wajah bingung ku aku mengangguk mengiyakan ucapannya yang baru saja menebak jika aku adalah seorang polisi sekarang..

“Ya.. anda tak salah nona.. tapi aku masih tak mengerti apa hubungan nya pekerjaan ku dengan belanjaan ku?”

jawab ku hati hati yang kemudian malah semakin membuat ku gugup ketika lagi lagi gadis ini tersenyum mendengar jawaban ku..

“Anda bekerja dibawah terik matahari Tuan.. apalagi pasti jadwal mu terlalu melelahkan.. tidak baik jika dengan kegiatan polisi setiap harinya anda meminum soda.. air mineral akan lebih baik Tuan.. itu sebabnya aku memberikannya.. itu gratis untuk anda.. aku tak menghitungnya di daftar belanjaan anda Tuan..”

Ohh..

aku termenung tak percaya.. benar benar.. Gadis ini ternyata juga memperhatikan aku selama dua minggu belakangan ini? Dan, dan, dannnnn… lihatlah bahkan dia begitu  perhatian pada ku.. apa artinya semua ini? apa dia juga diam diam tertarik pada ku? Oh Tuhan aku merasa melayang sekarang!!

“Tuan.. Tuan..”

“Ahhh.. ya..ya..”

“Anda baik-baik saja?”

Bodoh!!!

“Oh.. aku.. aku baik baik saja.. jadi hari ini kau mentraktir ku? Terima kasih.”

jawab ku akhirnya.. benar benar terdengar seperti Pria bodoh..

“Hanya air miniral anda tidak usah berlebihan.. tapi sama-sama”

oh benar.. sekarang apa yang harus aku lakukan? dasar cinta.. awalnya mendukung setelah hidup dalam hati begitu saja menetap tanpa mau memberi satu kata untuk membantu

“Tuan…”

“Ahh.. ya..”

bukankah aku benar benar terlihat bodoh gara gara si cinta.

“Maaf apakah anda sudah selesai? jika sudah bisakah anda memindahkan tempat anda,, bukan apa-apa tapi sepertinya antrian semakin panjang.”

Aku dengan seketika itu juga membalikan tubuh ku.. Dan Ahhhhhh… Benar benar.. Dengan cepat kilat aku langsung menyingkirkan tubuh ku ketika ku lihat beberapa orang berdiri di belakang ku sembari memandang kesal pada ku.. Aku tersenyum canggung.. Lalu tanpa kata lagi aku dengan secepat mungkin pergi menghilang dari sana.. Setelah sebelumnya aku melemparkan pandangan ku pada gadis bernama Yoona itu..

Oh benar benar Choi Siwon diri mu benar benar telah gila sekarang..

««

««

««

30 – 05 – 2016

“Sudah hampir sore.. Tumben sekali Polisi itu tak datang kemari..”

Celetuk Im Yoona.. Gadis yang kini tengah berdiri santai dibelakang meja kasir.. Ditemani dengan rekan sesama pekerja di Mini Market ini.. Seorang gadis yang bernama Iu..

“Memang kenapa jika Tuan yang tengah menjalani wajib militer itu tak kemari kau merindukannya?”

Jawab Iu kemudian yang malah membuat Yoona mendengus karnanya..

“Tidak.. Aku hanya.. Emmm.. Sudahlah.. Dan tadi aku mendengar kau memanggilnya Tuan wajib militer? Dari mana kau tahu jika dia tengah menjalani wajib militer.”

Iu dengan seketika itu juga menggigit lidahnya.. Ketika ia menyadari apa yg baru saja telah ia ucapkan pada Yoona..
Apa yang harus ia jawab sekarang?

“Emm itu.. Aku..”

“Dia hanya menebak saja Yoong… Yupi kan memang sok tahu.”

Iu menghembuskan nafasnya lega.. Benar benar merasa lega ketika Kyuhyun tiba tiba datang menghela ucapannya.. Namun setelahnya melemparkan tatapan tajamnya pada Iu yang langsung merapatkan bibirnya..

“Ckckk… Ku kira karna Kau dekat dengannya Yupi..”
Celetuk Yoona terdengar ketus..

“Dari mana kau mendapat pikiran seperti itu Yoong? Mana mungkin Tuan tampan itu menyukai Iu yang kekanakan itu.”

Jawab Kyuhyun sekenanya..

“Yakkk!!! Apa yang kau bicarakan.. Dasar menyebalkan.”

Gerutu Iu kesal.. Yang malah ditanggapi dengan tatapan malas dari seorang Cho Kyuhyun..

“Issshhh sudahlah.. Benar benar kalian.. Kekanakan.”

Lerai Yoona akhirnya ketika satu pelanggan terlihat berjalan mendekat ke arah meja kasir dengan menentang belanjaannya..

Dan Kyuhyun.. Pria itu kemudian pergi berlalu setelah meletakan kardus berisi mie instan..
Di samping meja kasir.

«««»»»

“Yeobseo Hyung?”

“…….”

“Belum Hyung pelanggan masih agak banyak mungkin jika Hyung kemari sore nanti.. Pelanggan mulai sedikit..”

“…….”

“Ne.. Sama-Sama Hyung..”

“…….”

“Nde.. Anyeong.”

Pip…

Kyuhyun tersenyum puas ketika ia menyelesaikan panggilannya pada seseorang..

“Aku memang hebat.”

Gumamnya pelan sembari tersenyum senang.. Lalu kemudian kembali melakukan pekerjaannya.

❤ ❤ ❤ ❤

“Ohhh.. Ohh.. Aku benar benar lelah!! Sangat lelah.”

Gerutu Yoona Gadis cantik dengan penampilan yang sudah hampir kacau sekarang.. Dengan baju kerja yang sudah terlihat kusut.. Serta tatanan rambut yang ia gulungkan yang kini hampir acak acakan.. Mengingat hari sudah hampir larut dan pekerjaannya yang sebentar lagi berakhir..

“Benar benar terlihat melelahkan.”

Sambut Kyuhyun menanggapi ucapan Yoona.. Yang kemudian membuat gadis itu menghembuskan nafasnya kasar.

“Ku mohon jangan meledek ku.. Ataupun penampilan ku sekarang.”

Jawab Yoona malas sembari menyandarkan punggungnya pada kursi yang sedang ia duduki sekarang.. Mengistirahatkan punggungnya yang terasa kaku sekarang.

“Tapi setidaknya rapihkan rambut mu sebelum kita pulang.”

Timpal Kyuhyun lagi menyarankan.. Yang malah diacuhkan Yoona.. Dan akhirnya membuat Kyuhyun mendengus kesal..

“Aku hanya akan pulang.. Lalu tidur.. Tak perlu berl—-”

“Selamat Malam… Selamat berbelanja…”

Yoona terlonjak kaget.. Bahkan gadis itu dengan secepat kilat berdiri tegap.. Ketika Iu.. Baru saja bersuara menyapa seorang pria yang baru saja masuk kedalam Mini Market…

Yoona bahkan dua kali lipat lebih kaget ketika ia melihat siapa gerangan pria yang masih sempat berbelanja ketika Mini Market ini akan tutup.. Choi Siwon.. Polisi tampan yang belakangan ini memang selalu berbelanja kesini… Namun kini berbeda.. Pria itu datang pada saat hari mulai larut..
Dan karna kelakuan santainya tadi.. Akhirnya Yoona hanya bisa tersenyum kaku ketika Siwon berjalan melewatinya.. Sembari sesekali merapikan pakaiannya..

“Yoong…”

Yoona akhirnya mengalihkan tatapannya pada Iu.. Ketika gadis itu memanggilnya dengan ekapresi yang tidak mengenakkan..

“Kenapa?”
Tanya Yoona kemudian ..

“Bisakah kau disini dulu sendirian? Aku akan pergi ke toilet sebentar..”

Ucap Iu kemudian dengan masih memasang raut wajah yang tak enak di lihat..

“Oh… Yasudah kau cepatlah pergi.. Lagi pula aku tak sendiri.. Ada Kyuhy—”

Yoona menghentikan ucapannya.. Ketika ia baru saja ingin mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun yang tadi berada disekitarnya.. Namun tak ada siapapun disekitarnya selain Iu sejarang..

“Tadi dia ada disin—–”

“Aihhhh sudahlah.. Aku sudah tak kuat.”

Yoona melongo polos ketika Iu dengan gerakan cepat berlari meninggalkan nya tanpa berniat mendengar katanya lagi.. Oh menggelikkan..

“Nona..”

Yoona dengan gerakan cepat mengalihkan perhatiannya kedepan.. Kearah seorang pria yang kini tengah berdiri tegap tepat dihadapannya… Dia bahkan tersenyum sangat manis kepada Yoona.. Membuat gadis itu sempat terpesona melihatnya.. Sebelum kembali tersadar apa yang seharusnya ia lakukan..

“Oh Maaf Tuan.”

Suara Yoona kemudian.. Dengan setelahnya mengalihkan perhatiannya pada beberapa belanjaan yang kini tergeletak diatas meja kasir..

Satu batang Coklat.. Dan satu botol air mineral..

“Hanya ini Tuan?”

Tanya Yoona pada Siwon.. Yang dijawab anggukkan pasti oleh pria itu… Yoona lalu menghitung jumlah harganya dengan komputer dihadapannya.. Lalu memasukan coklat dan air mineral itu kedalam kantong plastik.. Lalu menyerahkannya pada Siwon..

“Semuanya jadi 2 Won Tuan..

Siwon mengangguk.. Lalu kemudian merogoh saku jaketnya dan menyerahkan beberapa lembar uang yang kemudian diterima dengan sangat ramah oleh Yoona..

“Terima Kasih Nona..”
Ucap pria itu kemudian yang membuat Yoona tersenyum manis mendengarnya..

“Ne.. Sama sama Tuan.. Selamat malam.. Dan selamat beristirahat.”

Jawab Yoona setelahnya sembari membungkukkan tubuhnya sopan.. Berharap pria tampan dihadapannya ini segera pergi meninggalkan tempat ini.. Sungguh entah kenapa perasaannya menjadi tak karuan jika terus berhadapan dengannya..

Namun tak pernah ia duga sebelumnya.. Ketika ia masih membungkukan tubuhnya.. Gadis itu melihat tangan Siwon yang kembali meleyakkan coklatnya diatas kasir.. Dan ketika baru saja Yoona menegakkan tubuhnya berniat berbicara dengan Siwon.. Pria itu bahkan telah mengambil langkah lebar meninggalkan tempatnya berdiri dengan wajag bodohnya kini..

“Tuan.. Coklatnya..”

Yoona berusaha berteriak memanggil pria itu.. Namun dia tak menghiraukannya dan memilih untuk terus berjalan tanpa berbalik.. Yang membuat Yoona akhirnya menyerah..

“Kenapa meninggalkannya disini?”

Tanya gadis itu pada dirinya sendiri sembari mengambil coklat itu..

Namun gadis itu terdiam.  Mengerutkan keningnya bingung ketika ia melihat secarik kertas juga tergeletak diataa meja kasirnya.. Dan tanpa menunggu lama lagi.. Yoona mengambil kertas itu.. Mengamatinya sekejap.. Lalu kemudian mulai membuka lipatan pada kertas itu..

Im Yoona

Yoona bahkan terkejut ketika ia telah membuka lipatan kertas itu.. Dan melihat kata.. Yang paling awalnya tertulis nama dirinya..

Maaf.. Karna telah mengetahui nama mu tanpa se izin mu..

Hi..
Ayo kita berkenalan..

Aku Choi Siwon.. Pria yang tengah menjalankan Wajib militer..

Apa lagi yang harus ku katakan untuk memperkenalkan diri?

Oh bagaimana jika kau menghubungi ku saja lalu tanyakan apa yang ingin kau tanyakan..

Nomor ponsel ku

——–

Berjanjilah untuk menghubungi ku.. Ayo saling mengenal Nona Im 🙂

Dan..

Sanggeil Chukkae Hamnida… Semoga engkau selalu bahagia.. Aku hanya memberikan coklat sekarang karna aku tak tahu apa yang kau suka.. Tapi jika kau menghubungi ku maka katakanlah apa yang kau sukai..

Baiklah..

Selamat malam.. Semoga kau bermimpi indah. ❤ "

Ohh..

Yoona benar benar terkejut dengan ini.. Dengan semua ini… Pria itu..

Oh apakah kini ia tengah bermimpi?

««« © »»»

Karna Kamu cantik..

Kan ku beri segalanya apa yang ku punya..

Dan hati mu baik..

Sempurnalah dunia ku saat kau di sisi ku..

«««« © »»»»

°°°

°°

°

°

THE END

^^

°

°

Hoyahhhhhhhh…

#HappyYoonaDay !!!!!!!

Omegot omegot… Ahhh aku tak dapat berkata apapun lagiii…

My Wish For Yoona..

Semoga cepet nikah sama Siwonnnn..

Siapa yang ngebet coba? 😛