[Coretan] Sweet Love

Sweet Love
Special The Little prince Birthday

°°
Happy Reading√
°°
°°

21 : 20
Dalam sebuah kamar mewah, disalah satu rumah besar dikawasan perumahan elit di Seoul itu dua orang berbeda jenis kelamin terlihat duduk kaku diatas ranjang putih berukuran besar. 
Jarum jam sudah berputar lebih dari satu jam saat pertama kali mereka duduk saling besisian diatas ranjang.

Tapi tak sepatah katapun keluar dari bibir mereka.
Siwon dan Yoona.

Adalah sepasang suami istri yang baru tadi pagi mengikat janji suci.

Kedua nya adalah anak yang terlahir dari keluarga kaya raya. Mereka dipertemukan karna perjodohan orang tua masing-masing, dan tanpa mengenal lebih jauh entah kenapa mereka berdua mengiyakan saja keinginan orang tua mereka untuk secepatnya menikah.
Siwon adalah pria tampan, dermawan, pintar, dan pewaris utama Brain Croup, dia juga adalah salah satu direktur yang dipercaya untuk menangani Brain selain sang ayah yang Notabennya adalah Ketua Brain.

Siwon tidak suka makanan pedas, tidak suka sesuatu yang terlalu manis pada minuman dan makannan nya, juga sosok yang sangat sopan. Dia akan sangat nyaman dengan orang-orang yang telah lama dikenalnya, namun sayangnya dia akan menjadi sangat pemalu dan gugup jika berada didekat seseorang yang belum lama ia kenal. Seperti sekarang ia bahkan tidak tahu harus melakukan apa didalam kamar pengantinnya bersama Yoona, istri yang beberapa jam lalu dipersuntingnya. Satu lagi yang mungkin menurut pria tampan lainnya aneh, Siwon takut pada cicak.
Oke beralih pada Yoona.

Wanita cantik bermata rusa itu adalah seorang Dokter gigi yang sangat ramah, dan pemalu, tak heran jika dalam dunianya ia hanya punya beberapa sahabat yang tahan dengan sikap pemalunya, yang kadang membuat sahabat sesama dokternya kesal dengan tingkahnya yang selalu enggan diajak berpesta, atau hanya akan mengangguk dan menggeleng jika ditanya, dan menjawab iya atau tidak jika perlu berbicara, ia suka sekali tersenyum, dan berbeda pada pasiennya terutama anak-anak, ia akan banyak sekali bertanya sopan dan ramah khas seorang Dokter yang baik. Entah kenapa bisa seperti itu.

Sama halnya dengan Siwon yang memiliki satu kakak perempuan yang bernama Taeyeon, Yoona juga punya satu kakak laki-laki yang suka sekali menggoda, menjahili, dan teramat menyayanginya, Heechul.

Berlawanan dengan Siwon, Yoona suka sekali makanan pedas, ia juga cake, minuman dingin, bau musim semi, dan salju, cita-citanya adalah memiliki suami yang mengantar dan mejemputnya sepulang bekerja, menjelajahi taman-taman bunga bersama, makan bersama, dan bahagia.

Ia suka sekali suara Yesung, begitu menggilai Hyun Bin, dan kadang membaca novel juga membersihkan gigi tentu.
Dan inilah mereka, sepasang suami istri yang memiliki sifat sama, pemalu. Jadilah mereka hanya diam bersisian diatas ranjang dimalam pengantin mereka.
“Emm, apa kau— suka pasta giginya?”
Oh Choi, pertanyaan macam apa itu? Mentang-mentang dia seorang dokter gigi bukan berarti tentang pasta gigi yang harus dibahaskan? 

Oh Siwon merutuki kebodohannya yang entah karna gugup atau apa tak bisa menyaring perkataannya.
“Emm–”
Yoona terlihat menggigit bibirnya.
“Ya, aku suka– aku juga selalu memakai pasta gigi yang sama, dan aku juga suka sabunnya, itu sangat wangi.”
Jawab Yoona dengan suara pelan, bahkan teramat pelan menurut Siwon, gadis itu bahkan terus menunduk seraya memilin piyamanya, sama hal nya seperti Siwon yang terus mengetuk-ngetuk ranjang yang ia duduki dengan jari telunjuknya.
“Emm– kau– maksud ku Yoona– oh– maksud ku Dokter — eh—”
“Panggil saja semau mu– tidak — maksud ku jangan panggil dokter– bukankah aku istri mu? ”
Potong Yoona cepat dengan sama gugupnya seperti Siwon dan ditambah dengan wajah yang memerah, saat ia mengucapkan kalimat terakhirnya, ia bahkan menggigit kembali bibirnya, karna merasa malu dengan apa yang baru saja ia ucapkan.
Dan ternyata bukan hanya Yoona saja yang merona akibat ucapan itu, Siwon suaminya juga terlihat tersenyum malu-malu bahkan semakin menunduk ketika mendengarnya.
“Emm– Baiklah– maksud ku Yoona, kau terlihat cantik tadi– bahkan sangat cantik– dan maaf jika tadi kau terganggu dengan– ciuman—”
Siwon menghentikan ucapannya saat dirasa ia kembali merasa malu jika mengingatnya, bukan hanya Siwon , Yoona juga terlihat tersenyum malu-malu bahkan berpaling saat Siwon kembali mengingat ciuman itu.
Yah Ciuman,

Sebuah Ciuman singkat yang Siwon daratkan dibibir Yoona saat acara pemberkatan tadi benar-benar membuat hati mereka tak karuan saat kembali mengingatnya.
“Emm, Oppa juga terlihat– tampan tadi.”
Jawab Yoona pelan seraya tersenyum malu.

Dan blusshh..
Seketika wajah Siwon memerah, kulit diwajah nya ia rasa menghangat dan perlahan-lahan menjadi panas.
Oppa? Oh itu sangat manis ditelinga Siwon.
“Emm– ini sudah larut, apa kau tidak lelah?– kau pasti sangat lelahkan? Kita bisa tidur”
Yoona lantas mengangguk , Dan tanpa mengatakan apapun lagi, Yoona bergerak menaiki ranjang menata bantalnya sekejap, lalu akhirnya merebahkan tubuhnya, Siwon terlihat tersenyum diam-diam, sebelum akhirnya ikut merebahkan diri diatas ranjang yang sama disebelah Yoona, berbeda dengan Yoona yang tidur memunggunginya, Siwon justru berbaring menghadap pada punggung sang istri. Dan tanpa mereka tahu, satu sama lain ternyata masih membuka mata dan tersenyum malu-malu.
‘Harusnya bukan tidur yang seperti ini.’
Suara Siwon dalam hati yang masih senyum-senyum tak jelas, memikirkan bagaimana seharusnya malam sepasang pengantin baru.
Tapi tak apa, siapa tau setelah bangun mereka tiba-tiba tidur dengan berpelukan?
Bukankah di drama biasanya seperti itu?
Pikir Siwon kembali sebelum akhirnya menutup kedua matanya seraya masih memperlihatkan senyum indahnya.
***

Satu minggu berlalu..
Dan tak ada hal special yang dilakukan sepasang pengantin baru itu dihari-hari cuti pernikahan mereka, hanya makan bersama, mengobrol sedikit di belakang rumah, kemudian tidur, kadang juga menonton bersama, sungguh dirumah sebesar ini dengan banyaknya pelayan mereka hanya melakukan beberapa hal bersama, tak ada hal lain.
Namun pagi dihari senin ini ada yang berbeda. Pekerjaan Yoona bertambah satu, menyiapkan kemeja, celana juga jas Siwon. Yah mereka akan mulai bekerja hari ini, setelah membantu salah satu koki nya memasak, Yoona berlanjut untuk menyiapkan pakaian sang suami, mungkin setelah menikah ia akan mengambil jam siang untuk pergi kerumah sakit, oh sebenarnya cita-citanya yang lain setelah menikah adalah memiliki rumah sakit kecil sendiri dengan beberapa pekerja dan sedikit dokter gigi lainnya, tujuannya adalah untuk dapat menyeimbangkan pekerjaan dan rumah tangganya, tapi yah apa boleh buat, itu belum terlaksana, 
“Kau belum bersiap?”
Yoona mendongak mengalihkan perhatiannya dari lamunan panjangnya dan beralih pada sang suami yang baru saja menegurnya.

Dan..
“Oh–”
Yoona langsung menunduk ketika melihat apa yang ada dihadapannya, 

Siwon dengan hanya memakai handuk dipinggangnya?

Pipi Yoona memanas, jantungnya berdetak tak karuan kedua bola matanya mengerjap-ngerjap polos.

Apakah Siwon mulai sedikit berani sekarang?

Hari ini dada kotak-kotaknya, besok dan seterusnya apakah mungkin?
Oh Yoona menggelengkan kepalanya memusnahkan apa yang ada dipikirannya.
“Yoona– maafkan aku– ku pikir kau tak apa melihatku seper—”
“Tidak Oppa–”
Yoona dengan cepat mendongak, dan kemudian kembali tersenyum malu-malu ketika kembali melihat suaminya sekarang.

“Heechul Oppa– juga seperti itu saat dikamarnya–”
“Nde?”
“Oh, maksud ku– aku pernah tak sengaja memergokinya bertelanjang dada sa– saat telah mandi– mungkin semua pria seperti itu?–”
Jawab Yoona yang semakin panjang suaranya semakin kecil, dan kepalanya semakin menunduk,

Dan Siwon pria itu terlihat menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal, seraya tersenyum diam-diam.
“Kau belum bersiap?”
Dan Siwon mengulangi kembali pertanyaannya.
Yoona kembali menggeleng dengan masih menunduk memilin jarinya.
“Aku akan berangkat agak siang mulai dari sekarang, setelah kau berangkat– aku baru akan berangkat.”
Siwon menatap Yoona yang masih menundukkan kepalanya.
“Jika kau berangkat siang, bukankah kau akan pulang larut malam kan?”
Yoona mengangguk pelan.
“Kalau begitu aku tak mengizinkannya.”
Dan Yoona mendongak dengan cepat. Untuk pertama kalinya Siwon melayangkan satu larangan untuknya.
“Kau akan lelah Yoona, sekarang aku suami mu, aku akan berangkat dan pulang kerumah bersama mu, sekarang pergilah mandi, sudah cukup untuk mengurus ku, aku akan menunggu mu, jadi bersiaplah, tak apa jika lama pun.”
Hati Yoona menghangat.
“Baik Oppa.”
Suara Yoona seraya tersenyum malu-malu.

****
Sepanjang perjalanan menuju Rumah sakit, tak ada satu pun dari mereka yang mengeluarkan suara, hanya hening yang menemani perjalanan mereka, sampai pada akhirnya mobil yang Siwon kendarai berhenti melaju didepan sebuah rumah sakit besar khusus gigi, yang pada akhirnya Yoona mengeluarkan sedikit suaranya.
“Aku turun.”
Yang hanya dibalas senyum dan anggukkan manis dari Siwon.

Namun ternyata ketika Yoona baru saja akan membuka pintu mobilnya, Siwon tiba-tiba saja menyentuh tangannya, dan membuat sang istri kemudian menoleh, dan–
Cup..
Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya polos, jantungnya tiba-tiba saja berdetak tak karuan. Entah bagaimana mulanya, Siwon tiba-tiba saja menempelkan bibirnya pada kening Yoona, dan
Blusshh…
Seperti biasa, wajah keduanya menjadi memerah, mereka tersenyum malu-malu, lalu menunduk.
“Semoga hari ini berjalan baik.”
“Ne Oppa– aku– aku turun.”
Jawab Yoona menyudahi, yang kemudian dilanjutkan dengan membuka pintu disisinya, dan berjalan keluar, tersenyum pada Siwon, lalu pergi seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya, seperti tingkah imut seorang remaja yang baru merasakan cinta.
****
Guyonan-guyonan menggoda dilemparkan teman-teman sesama Dokternya pada Yoona, yang semakin membuat Yoona merasa malu sepanjang hari ini adalah sahabatnya Yuri yang kebetulan sekarang sedang mengandung anak pertamanya. Dan Yoona hanya dapat menanggapinya dengan senyum malu khas seorang pengantin baru.
“Yoong, apa suami mu begitu meggoda saat diatas—”
“Unnie–”
Potong Yoona cepat dengan suara pelannya seraya melemparkan tatapan malu-malunya pada Yuri.
“Oh sepertinya terjadi sesuatu selama seminggu terakhir, setelah menjadi istri seorang direktur, apa yang kau lakukan sepanjang hari selama cuti bersama suami mu.
Yoona menunduk, tersenyum kemudian menggeleng singkat.
“Emm, kau malu-malu eoh? Ayo berbagi cerita pada Unnie, setelah menikah kau akan butuh nasehat ku.”
Suara Yuri lagi seraya memasukan anggur kedalam mulutnya, yah mereka tengah beristirahat dikantin rumah sakit sekarang.
“Tidak Unnie, aku hanya memasak, menemaninya mengobrol singkat, menonton TV bersama lalu tidur, kadang kami jalan-jalan disekitar taman.”
Cerita Yoona akhirnya dengan nada suara khas nya pelan.
“Tidur yang seperti apa?”
“Uhukk—”
Dan Yoona langsung tersedak oleh makakanan nya sendiri, Yuri buru-buru mengambilkan air untuknya, dan Yoona langsung menerimanya, air ia habiskan dalam dua kali tegukkan. Dan seperti biasa, wajahnya kembali memerah.
“Tidak— tidak terjadi apa-apa Unnie–”
Jawab Yoona akhirnya.
“Mwoya? Maksud mu suami mu tidak–”
Yoona menatap polos Yuri yang juga melemparkan tatapan tak percaya pada Yoona.
“Siwon– dia tidak–”
Yuri menepuk-nepuk dadanya sendiri, seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
“Menyentuh mu?”
Lanjut Yuri seraya masih menepuk-nepuk dadanya sendiri.
“Unnie–”
Dan alhasil Yoona kembali menunduk malu karnanya.
“Oh Yoona ku yang polos.”

****
20.00
Tepat pada saat mobil yang dikenadarai Siwon memasuki sebuah pekarangan rumah besar dikawasan Gangnam, kediaman dari Orang tua Siwon.
Yah, tepat di minggu ketiga pernikahan Siwon dan Yoona, Tuan Juga Nyonya Choi berkeinginan untuk makan malam bersama putra dan menantunya itu. Dan dengan senang hati Siwon juga Yoona menerima tawaran dari Orang Tua Siwon.

Satu jam berlalu..

Tepat pukul 21.05 makan malam ke empat orang itupun berakhir, mereka saling bertukar cerita, saat makan, setelahnya pun mereka mengobrol ringan diruang keluarga, tentang pekerjaan, keseharian juga shopping untuk para perempuan, kedua orang tua Siwon terlihat begitu bahagia dengan adaya putra juga menantunya, terlebih Nyonya Choi, pasalnya jarang sekali Rumah besar itu dikunjungi tamu, tak ada yang lain selain mereka berdua juga beberapa pelayan dan tukang kebun, jadilah kesepian mereka terobati dengan adanya Yoona juga Siwon.
“Siwon-ah.”
Nyonya Choi memanggil Siwon yang tengah serius bermain catur bersama sang ayah.
Perhatian Siwon beralih pada sang ibu yang juga tengah duduk bersama istrinya dengan sebuah majalah dipangkuannya, pria itu tersenyum sopan pada sang ibu.
“Ne Oemma.”
Jawab Siwon sama sopannya seperti tatapannya.
“Nanti kalau kau dan istrimu mempunyai anak, biarkan salah satunya bersama Oemma juga Appa, kau harus punya banyak anak, disini sangat sepi, kehadiran seorang cucu mungkin dapat menceriakan Ayah mu.”
Suara Nyonya Choi dengan senyum khasnya, yang kemudian berbuah pipi merah dari Siwon juga Yoona, sepasang suami istri itu terlihat tersenyum malu-malu, apa lagi Yoon yang semakin menundukkan kepalanya merasa malu.
Dan pada akhirnya sang ibu membahas itu.
Oh Choi, belum juga kau melakukannya, kau sudah dituntut untuk memberikan cucu.
Pikir Siwon dalam hati.
“Ne Siwon-ah, Appa benar-benar tak sabar untuk menimang cucu dari mu.”
Timpal Tuan Choi yang malah semakin membut pipi mereka bersemu.
“Bukankah Taeng Nuna, akan melahirkan seorang bayi juga? Kalian bisa meminjam dulu bayinya.”
Jawab Siwon setenang mungkin diiringi dengan candaan dikedua sudut bibirnya.
“Nuna mu tinggal jauh dari korea, dia tak akan mau semudah itu menyimpan bayinya disini, apalagi itu bayi pertamanya.”
Jawab Tuan Choi yang disetujui oleh Nyonya Choi yang sekarang betah sekali memperhatikan menantunya.
“Kalau begitu minta bayi keduanya nanti.”

Jawab Siwon lagi dengan masih mempertahankan candaannya.
Yah seperti yang dikatakan Tuan Choi, Taeyeon Nunanya berada jauh dari Korea, ia tinggal bersama suaminya di Argentina.
“Isshh, putra ku memang yang terbaik dalam menjawab, tapi tetap saja Oemma menunggu sepuluh anak dari mu.”
“Nde??”
***
22.08

Hujan turun cukup deras tiba-tiba saja, dan itu tetu saja menghambat Siwon juga Yoona untuk pulang.
“Kalian menginap saja disini,”
Dan akhirnya mereka menerima tawaran Nyonya Choi. Siwon juga Yoona tidur dikamar Siwon. Dan terpaksa juga untuk malam ini Yoona harus memakai kemeja Siwon karna memang tak ada baju lain, selain itu juga adalah pepatah dari Eunhyuk, teman satu profesi Siwon. Yah tanpa ada satupun yang tahu, Siwon diam-diam selalu meminta saran Eunhyuk untuk mendapatkan hati seorang gadis.

<b> biarkan dia memakai kemeja mu saat akan tidur, aku juga melakukannya saat malam pengantin ku </b>
Benarkah itu?

Pikir Siwon keras.
Lalu seperti biasa, ritual sebelum tidur mereka adalah duduk bersisian diatas ranjang. Keduanya terlihat seperti biasa, gugup.

Apalagi Yoona yang terlihat tak nyaman dengan pakaiannya, ia terus menarik-narik ujung kemejanya yang memang tak bisa menutupi lututnya.
“Oppa–apa tak ada celana kecil punya mu– kurasa, ini terlalu pendek–”
Oh Yoona bersuara?

Dan tiba-tiba saja ucapan Eunhyuk kembali terngiang ditelinganya.
<b> Buka perlahan-lahan bajunya, lalu sentuh dia secara intim. </b>
“Buka saja”
“Nde?”
Dan Siwon memukul keras bibirnya yang entah kenapa mengeluarkan kata itu. Oh Eunhyuk!! Pria itu mengganggu pikiran Siwon.

“Maksud ku– emm maksud ku, Yoona–”
Oke, malam inikah?
“Ne– Opp–a?”
Suara Yoona yang entah kenapa menjadi benar-benar gugup.
“Emm–malam ini– bisakah– bisakah– kita– maksudku aku– aku–”
Oh bagaimana cara mengatakannya?
Yoona masih menunggu kelanjutan dari ucapan Siwon.
“Yoona.”
Dan setelah memantapkan hatinya, Siwon akhirnya mendongak menatap Yoona dengan tatapan yang berbeda dari biasanya namun masih membuat jantung Yoona berdebar tak karuan.
“Aku–”
Siwon mendekatkan wajahnya pada wajah Yoona perlahan-lahan, dan dengan refleks Yoona memainkan ujung kemejanya dengan jari jemarinya menahan gugup, semakin dekat dan dekat, sampai hidung mancung keduanya bersentuhan, Siwon menatap Yoona lekat mencoba membangkitan keberaniannya, dan Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya polos tak berani menatap kembali Siwon.
“Mencintai mu.”
Dan,

Siwon kembali menatap Yoona lekat-lekat, oh bibirnya bahkan terlihat bengkak, ini yang pertama kalinya, dan Siwon bisa menjadi sehebat ini? Oh Tuhan melihat warna dipipinya membuat Siwon kembali memanas.
“Oppa– Appa–”
Siwon menghentikan ucapan Yoona dengan menempelkan jari telunjuknya didepan bibir bengkak sang istri.
“Aku tak akan bisa memulainya lagi–”
Ucap Siwon parau, yang semakin membuat rona diwajah Yoona bertambah.
Siwon bisa bernafas lega, pasalnya ia tak melupakan untuk mengunci pintu kamarnya, tak perduli apa yang dibutuhkan sang ayah, Siwon tak bisa menghentikannya, jika ia menghentikannya, ia tak tau akan semalu apa ia saat kembali memulainya nanti.
“Ku simpulkan kau menerima ku Yoona.”
Ucap Siwon lagi yang masih saling bertatapan dengan sang istri.

Dan Yoona, entah dari mana keberanian itu datang, dia tersenyum lalu kemudian mengangguk manis, yang akhirnya membuat Siwon bersorak riang, dan tanpa menunggu lama lagi 

​​​

Ini yang mereka harapkan, akhir yang bahagia, tak perduli bagaimana mereka saling mengenal, bagaimana mereka bisa menikah, yang terpenting adalah bahwa sebuah cinta itu bisa berawal dimana saja, lewat apa saja, dan bagaimana pun caranya. Cinta itu berwarna karna Saling, bukan sepihak.
Menghabiskan malam dengan saling mencintai adalah yang mereka impikan, hidup bersama keluarga kecil, dan bahagia.
Bagaimana pun mereka menantikan kisah yang memiliki akhir bahagia.

Happy Ending.

•••

••
••

Hoalaaaaa..
Minal’adzin walfaidzin, mohon maaf lahir batin 🙂

Abis lebaran bawa yang gini?? Haha

Abis edisi buat yang ulang tahunkan harus yang manis, manis gimana gitukan?

Eh itu vidionya gambaran yaahhhhh jarang buat ff tema kek gini jadi berasa susah ajah..
Maaf kalau gak suka. Mohon dimengerti kalau banyak typo, ini ff super singkat sumpah.
Yaudah deh, sampai ketemu lagi 🙂 

Advertisements