Protected: [FF] Hello Brother 10 End

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

[FF] Hello Brother 7

Hello Brother

Cover By

dyzhetta

@Poster Designer

Thank buat cover keren nya ^^

.

Main Cast

Choi Siwon / Im YoonA / Other Cast //

.

*

*

*

Happy Reading

*

*

*

00O00

“Jangan lupa memakan bekal makanan yang Eomma buat kan.”

“Ne.”

“Jangan pulang sebelum Oppa menjemput mu.”

“Ne.”

“Tetap menunggu Oppa meskipun Oppa telat menjemput mu.”

“Ne.”

“Jangan minum, sesuatu yang akan membuat mu mabuk.”

Yoona memutar bola matanya bosan.. Oh lihatlah kenapa pria ini mengungkit nya lagi? Itu sudah berlalu sekitar tiga minggu yang lalu.. Dasar menyebalkan.

“Arasseo!”

Siwon, pria yang kini tengah terduduk di kursi kemudi pun tersenyum mendengar jawaban dari tunangan nya itu.. Pria itu mengusap puncak kepala gadis nya tersenyum padanya, sebelum akhirnya mengecup singkat kening kekasih nya itu..

Inilah Choi Siwon yang dulu.. Dia kembali.. Kembali dengan ke posesif an nya yang semakin mengesalkan, kembali dengan sikap protektifnya yang semakin bertambah Over.. Dan hal itu tentu saja terkadang membuat Yoona sang Tunangan kesal dengan sikapnya..
Bagaimana tidak kesal.. Setiap Yoona mempunyai jadwal kuliah pasti pria itu akan mengantar dan menjemputnya, memberinya bekal makan siang seperti biasa, melarang nya melakukan ini-itu, dan bahkan tidak pernah mengizinkan untuk orang lain menjemput sang tunangan ketika ia berada dimana pun.. Tidak Donghae, Tidak Heechul, Tidak Jung Soo, Tidak Joong Woon, Tidak Kang in, bahkan Ayah nya sendiri pun kerap kali tak Siwon izinkan untuk menjemput atau mengantarkan sang putri ke tempat yang ingin ia tuju, dengan alasan ‘Abeoji sudah lelah bekerja.. Biar aku yang mengantar Yoona.’ dan tentu saja itu membuat Yoona kesal.. Karna apa?
Karna jika sudah berada bersama seorang Choi Siwon kebebasan nya benar-benar akan dibatasi.

Tapi Yoona tak bisa berbuat apapun.. Ia hanya harus menuruti semua yang dikatakan Siwon.. Karna memang itu semua salah nya sendiri.. Semua sikap posesif itu kembali karna kesalahan nya sendiri..

Yahh.. Apalagi kalau bukan karna kejadian sewaktu Yoona mabuk berat?.. Itulah hal yang membuat Siwon dengan semua sikap protektifnya menjaga gadisnya itu lebih teliti..
Sebenarnya Yoona masih beruntung karna Siwon bukan nya menjauhinya karna hal itu, tapi malah semakin kentara mendekati nya karna itu.. Berbeda terbalik dengan sang Ayah yang memilih mendiaminya beberapa hari.. Choi Siwon malah dengan lebih posesif menjaganya.

“Kalau begitu mana ciuman untuk Oppa?”

Ujar Siwon sembari mendekatkan pipi kirinya pada Yoona.. Dan tentu saja hal itu membuat Yoona mendecak sebal.. Mesum nya tak pernah hilang!

Cup..

Siwon tersenyum lebar, lalu dengan gerakan lembut mengalihkan pipi kanan nya mendekat pada Yoona.
“Ini.”
Ucap nya lagi sembari menunjuk-nunjuk pipi kanan nya dengan jari telunjuknya.

Yoona menghembuskan nafasnya.. Sebelum akhirnya kembali memberikan kecupan singkat di pipi kanan pria itu, dan membuat Sang Tunangan semakin melebarkan senyumnya.

“Sekarang ini.”
Ujar Siwon lagi-lagi, namun kini pria itu menunjuk-nunjuk bibir tebalnya.. Yang malah membuat Yoona memutar kedua bola matanya malas.

Cup..

Namun karna tak mau mendengar ocehan pria nya itu akhirnya Yoona memilih untuk tetap memberinya kecupan pagi seperti biasanya.

“Lalu katakan apa?”
Tanya Siwon dengan suara yang sangat manis.

Yoona memperlihatkan senyum terpaksanya pada Siwon, menatap pria itu kesal, lalu akhirnya.
“Aku mencintai mu.”
Ucap Yoona dengan nada suara yang ia buat semanis mungkin.

“Oh cantik.. Aku juga mencintai mu Sayang.”
Ucap Siwon menimpali sembari mengusap kedu pipi gadis itu gemas.

“Oh.. Jika memang begitu, bolehkah sekarang aku pergi, aku takut terlambat Oppa.”
Ujar Yoona sembari balas mengelus kedua pipi Siwon, bahkan gadis itu mencubit nya keras sehingga membuat Siwon mengganduh pelan, membuat Yoona kembali melebarkan senyum terpaksanya ketika melepaskan cubitan nya.

“Kau menyakiti ku Sayang.”
Ucap Siwon sembari mengusap-ngusap pelan pipinya.

“Oppaaa.. Aku tak bisa lebih lama lagi aku harus segera turun Arra?”

Siwon tersenyum menatap Yoona, lalu akhirnya pria itu menganggukan kepalanya.
“Yasudah kalau begitu.. Turunlah.. Tunggu Oppa jika kau pulang nanti Arrasseo?”

“Emm..”
Gumam Yoona sembari menganggukan kepalanya. Lalu tanpa menunggu apapun lagi, gadis cantik itu dengan cepat kilat membuka pintu mobil Siwon, kembali memberi senyum pada Pria itu, lalu tanpa berbalik lagi, Yoona dengan segera mengambil langkah lebarnya.. Bahkan gadis itu tak lagi menghiraukan kekasih nya yang masih memperhatikan nya dari dalam mobilnya.. Ia tahu Siwon tak akan pergi sebelum Dirinya benar-benar menghilang dari penglihatan pria itu.

“Uupphh.. Benar-benar, pria tampan yang menyebalkan.. Tuhann.. Apa dosa ku pada mu? Aku sangat berterima kasih pada mu karna Engkau telah memberikan pria yang sangat tampan untuk mendampingi hidup ku, namun kenapa Kau memberikan sifat menyebalkan untuk mengiringi ketampanan nya!! Oh menyebalkan.”

Gerutu Yoona, sepanjang perjalanan nya di koridor kampus.

“Oh tidak bisakah Engkau menghilangkan sifat jeleknya.. Aku mulai mencintai nya.. Tapi aku tidak bisa mencintai sif…”

Yoona dengan tiba-tiba menghentikan ucapan serta langkah kakinya, ketika ia melihat dua orang wanita cantik yang berjalan begitu saja melewati nya tanpa menegurnya sama sekali.

“Sica.. Taeyeon!!”
Panggil Yoona dengan sedikit berteriak.. Bahkan gadis itu kembali berjalan dengan langkah yang lebih cepat agar dapat menyamai langkah kaki kedua wanita itu yang ternyata adalah Taeyeon dan Jessica.. Tapi sayang, bahkan ketika Yoona berjalan cepat mendekat pada mereka, mereka malah berjalan dua kali lebih cepat meninggalkan bahkan tak menghiraukan gadis itu sama sekali..
Dan hal itu membuat Yoona dengan terpaksa menghentikan gerak kedua kakinya.. Menatap punggung kedua sahabatnya yang mulai menjauh.. Lalu kemudian menghembuskan nafasnya lirih.

“Apa yang terjadi sebenarnya?”

Yah,,
Inilah masalah baru nya.. Jessica dan Taeyeon.. Kedua sahabat dekatnya yang entah kenapa tiba-tiba saja menjauhinya bahkan sama sekali tak pernah menegurnya beberapa hari ini..

Apa yang terjadi ia pun tak tahu.. Apakah Yoona pernah membuat mereka tersinggung dengan kelakuan nya?
Kapan?
Apa karna waktu itu? Saat Yoona mabuk berat dan mempermalukan mereka?
Ia rasa tidak.. Karna saat itu mereka masih bersikap biasa-biasa saja pada Yoona..
Lalu kenapa? Apa yang membuat mereka mendiami nya? Apa kesalahan nya?

Oh sungguh rasanya ia ingin pingsan saja!!

*

*

*

Bukk..

“Ommo!!”

“Yakkk!! Lee Donghae!!!”

Pekik Im Jong Woon.. Pria yang sedari tadi terlihat tengah terfokus pada dokumen-dokumen di hadapan nya, seketika itu juga terlonjak kaget ketika dengan tiba-tiba sebuah gebrakan pada pintu ruangan nya mengagetkan seluruh kinerja ditubuh nya.. Bahkan pria itu mengedip-ngedipkan kedua matanya kaget.

Sedangkan Lee Donghae, pria tampan yang tak lain adalah sang pelaku, malah dengan santai nya melangkah, berjalan mendekat ke arah sofa yang terletak tak jauh dari meja kerja Jong Woon, dengan tingkah yang sama sekali tak terganggu dengan pekikkan yang keluar dari suara Jong Woon yang bahkan meneriakan namanya.

“Apa..”
Ujar Donghae datar ketika pria itu menjatuhkan tubuh nya keatas sofa itu, berbaring diatasnya lalu memejamkan matanya. Sungguh kelakuan nya benar-benar membuat Jong Woon kesal, sangat teramat kesal..

Namun tak banyak yang bisa Jong Woon lakukan, selain menatap pria itu dengan tatapan jengkelnya, lalu kemudian mendengus kesal, dan memilih untuk kembali memfokuskan dirinya pada Dokumen-dokumen yang memang sudah sejak tadi menarik seuluruh perhatian nya..

“Kenapa bisa?”
Celetuk Donghae terdengar frustasi setelah cukup lama mereka terdiam.

Jong Woon melirik Pria itu sekilas, lalu kemudian kembali menatap pada layar laptop didepan nya.. Pria itu mendengus sebal sebelum akhirnya ia menjawab.

“Kenapa? Katakan langsung saja, jangan banyak mengganggu waktu ku aku sibuk.”
Ketus Jong Woon menimpali dengan tanpa menatap Donghae.

Donghae terlihat menghela nafasnya sesaat.. Lalu kemudian melemparkan tatapan penuh dengan kefrustasian nya pada Jong Woon..

“Kenapa kau bisa bersikap biasa-biasa saja ketika berhadapan dengan dokumen-dokumen menyebalkan itu? Sementara aku? Baru membacanya saja sudah membuat kepala ku pusing.”
Curhat Donghae penuh keluhan sembari terus menatap Jong Woon dengan tatapan sayunya.

“Itu karna aku pintar.. Maka dari itu kau seharusnya bersekolah dengan lebih baik dulu..”
Celetuk Jong Woon terdengar sangat begitu santai, dan hal itu membuat Donghae melemparkan tatapan kesalnya pada Pria itu.

“Yakk.. Im Jong Woon!! Apa kau tahu? Aku paling pintar saat sekolah dulu..”
Jawab Donghae tak terima..

“Yah.. Aku tahu, kau paling pintar jika merayu gadis-gadis di sekolah mu.”

Donghae semakin menatap tajam pada Jong Woon.. Pria itu bahkan terlihat menggertakkan giginya kesal..
“Aissshh.. Hyung-ah, aku benar-benar pusing sekarang.. Jadi ku mohon berhentilah bercanda.”

Jong Woon tergelak seketika itu juga, ketika Donghae dengan pekikan frustasinya menatap dirinya.

“Jadi kau fikir aku bercanda? Hah.. Apakah kau baru saja berkata lelucon? Aku tak bercanda.”
Ucap Jong Woon yang kini telah sepenuh nya mengalihkan tatapan gelinya pada Donghae.

“Oh.. Hyung!! Ku mohon.. Jangan terus menertawai ku!!! Jika kau tidak bercanda maka aku mohon berhentilah.”
Ucap Donghae Kesal sembari menutup matanya kasar.. Dengan masih membaringkan tubuh nya diatas sofa..

Jong Woon mendengus,
“Oke, oke,, kalau begitu sekarang silahkan pergi, bukankah sesi curhat mu sudah selesai?”
Ucap Jong Woon yang diniatkan untuk mengusir Donghae.

Donghae mendengus sekejap, lalu tak lama kemudian pria itu akhirnya bangun dari posisinya.. Lalu mendudukan tubuhnya, menghembuskan nafasnya kasar, dengan terus menatap Jong Woon dengan tatapan frustasi nya.

“Hyung.. Kau kenapa malah mengusir ku? Aku belum selesai berbicara Hyung..”
Ujar Donghae memelas.

“Oh.. Kau belum selesai.. Kalau begitu cepat katakan apalagi?”
Jawab Jong Woon terlihat malas, sembari mulai menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, mengabaikan pekerjaan nya, dan menatap Donghae Serius..

Donghae lagi-lagi menghembuskan nafasnya lirih, dengan masih setia menatap Jong Woon.
“Tolong bantu aku Hyung.. Aku belum mengerti tentang semua ini.. Ini membuat ku pusing.”
Ucap Donghae kemudian terdengar pasrah.

Jong Woon mengangguk-anggukan kepalanya terlihat serius ketika mendengar penuturan Donghae baru saja.

“Kenapa meminta bantuan ku.. Aku mempunyai banyak pekerjaan.. Mintalah bantuan Leeteuk, dia bisa dibilang paling santai di perusahaan ini.”
Ucap Jong Woon menyarankan, namun terlihat dari raut wajah nya jika pria itu tidak mempunyai niatan baik untuk membantu Donghae.

“Aku sudah meminta bantuan padanya.. Memang dia membantu ku, tapi sungguh.. Ketika dia menjelaskan semuanya.. Kepalaku malah semakin pusing Hyung.”

Jong Woon tergelak seketika itu juga.. Oh bagaimana bisa ini semua menjadi tontonan menarik bagi dirinya.. Kefrustasian Donghae, benar-benar membuatnya terhibur.

“Yah… Ku rasa aku salah menyarankan orang..”
Ucap Jong Woon akhirnya..

Donghae menghembuskan nafasnya lemah.. Lalu pria itu menunduk pasrah.
“Lalu aku harus bagaimana.”

Jong Woon menggedikan kedua bahunya santai.. Seolah-olah menjawab ucapan yang Donghae katakan baru saja.

“Ku rasa harusnya kau diam saja di rumah menemani Oemma dan Appa, bersama Yoona.. Oh atau mungkin kau bisa—-”

“Aihhh.. Yoona..”

Jong Woon dengan secepat kilat mengalihkan tatapan matanya sepenuh nya pada Donghae, ketika pria berkulit putih itu menyebutkan nama Yoona.. Dengan menghela perkataan nya.

“Ada apa dengan Yoona?”
Tanya Jong Woon cepat sembari menatap Donghae yang tadi terlihat menepuk keningnya sendiri dengan tatapan tajamnya.

Donghae kembali mengalihkan tatapan nya pada Jong Woon.. Menatap Pria itu lekat, lalu kemudian malah tersenyum dengan sangat lebar memperlihatkan deretan gigi putih nya,, dan hal itu tentu saja membuat Jong Woon bingung.. Bahkan Dia mengerutkan keningnya.

“Kenapa Hae.. Cepat katakan pada ku? Ada apa dengan Yoona?”
Tanya Jong Woon lagi, kini dengan nada suara serta raut wajah yang terasa sedikit kesal.

Donghae kini terdengar berdehem sekejap.. Melunturkan senyum lebarnya, lalu mulai bertingkah serius..

“Hyung.. Sewaktu kemarin aku masih berada dirumah dan belum mulai bekerja, aku selalu melihat Yoona murung Hyung.. Ketika pulang dari kampusnya.. Tak ada yang ia lakukan hanya masuk kedalam kamarnya, lalu diam disana sampai jam makan malam tiba.. Sampai kalian kembali ke rumah.. Barulah ia keluar.. Aku—-”

“Lalu apa yang kau lakukan? Hanya diam? Seharusnya kau bertanya pada Yoona.. Apa yang ter—”

“Hyung!! Aku belum selesai bicara..”
Sentak Donghae menghela ucapan Jong Woon sekaligus membuat pria bermarga Im itu menghentikan ucapan nya..

Jong Woon menghela nafasnya lemah.. Lalu kemudian akhirnya pria itu kembali duduk dengan posisi santai dengan tanpa melepaskan tatapan nya dari Donghae..

“Lanjutkan.”
Ucap Pria itu akhirnya.. Membuat Donghae mendengus sebal dengan kelakuan Jong Woon itu.

“Aku pernah menyusulnya menuju kamar ketika ia berdiam diri disana.. Halmeoni juga melakukan nya, namun dia bilang Yoona tak mau berkata apapun padanya.. Dan aku memutuskan untuk berbicara dengan nya.. Namun hasilnya masih sama, dia bahkan tak berkata banyak pada ku, dia hanya berkata ‘Tak apa, aku hanya ingin sendiri’.. Aku kan jadi bingung..”

Jong Woon mengangguk-anggukan kepalanya pertanda mengerti..
“Lalu?”
Tanya Jong Woon lagi sembari menatap Donghae penasaran.

“Lalu kau harus mengajaknya bicara!! Siapa tahu jika Hyung yang bertanya dia akan menjawab.”
Timpal Donghae ketus.

“Yah.. Itu yang ingin aku lakukan sedari tadi berfikir.. Semoga saja Yoona akan berkata sesuatu yang membuatnya begitu..”
Ucap Jong Woon terdengar khawatir.

“Dan semoga saja tak ada hal sulit yang sedang menimpanya..”
Lanjut Donghae pelan.. Yang dibalas anggukan setuju oleh Jong Woon.

“Ku harap begitu.”
Timpal Jong Woon tak kalah pelan. Sembari menghembuskan nafasnya lemah..

*

*

*

Seorang Gadis cantik bertubuh tinggi, kini terlihat tengah berdiri di depan gerbang sebuah kampus, Wajahnya menunduk sendu.. Kedua tangan nya ia gunakan untuk memegang sebuah buku tebal dan juga sebuah tas cantik.

Im Yoona..
Gadis itu sesekali menarik nafasnya lemah, lalu kembali menghembuskannya perlahan.
Dia terlihat sangat tak bersemangat sekarang- benar-benar tak bersemangat.. Gerak-gerik nya memperlihat kan bahwa gadis itu benar-benar lelah..

“Kenapa begini?”
Gumam gadis itu lirih, ketika ia kembali teringat dengan kejadian yang baru saja terjadi..

Kejadian dimana ketika sebuah mobil yang ditumpangi Jessica dan Taeyeon sahabatanya melewati dirinya..
Tidak seperti biasanya, yang mereka akan menghentikan dulu laju mobil mereka ketika melihat Yoona menunggu.. Dan mengajak Yoona untuk pergi bersama.. Kini mereka malah dengan sikap sangat dingin nya, tak berniat menghiraukan nya atau satu kata saja menyapanya..

Sungguh ini tak dapat ia mengerti..
Bagaimana mungkin sahabat dekatnya dengan tiba-tiba menjauhinya?
Apakah ini adalah proses mereka untuk memberikan sebuah kejutan padanya? Tapi kejutan untuk apa? Hari ulang tahun nya?
Itu masih sangat lama..
Lalu apa yang membuat mereka jadi bersikap seperti ini padanya?

Oh benar-benar apakah Yoona akan gila sekarang?

Ckiittt…

Yoona dengan seketika itu juga mendongak cepat, ketika sebuah mobil dengan suara berdecit nya menghentikan lajunya secara tiba-tiba dihadapan nya,

Dan raut wajah nya yang semula terlihat lirih, kini berubah menjadi terlihat kesal, serta sebal ketika kaca pada pintu mobil itu diturunkan, dan memperlihatkan seorang pria tampan dengan senyum lebarnya yang menatap nya ramah.

Yoona mendengus sekejap. Sebelum akhirnya gadis itu berjalan mendekat kearah mobi itu.. Membuka pintunya, lalu duduk disamping sang pria yang ternyata adalah tunangan nya itu.

“Ma’af aku terlambat menjemput mu Sayang.. Jalanan tadi macet.. Kau pasti menunggu lama.”
Ujar Siwon akhirnya, sembari mengusap lembut rambut Yoona, ketika gadis itu menyimpan tas serta buku tebal yang sedari tadi ia pegang ke jok belakang mobil.. Lalu setelah nya ia membenarkan posisi duduk nya, dan menatap Siwon.

Tak ada satu katapun yang gadis itu keluarkan ketika menatap Siwon.. Dan hal itu tentu saja membuat Siwon bingung..
“Apa yang terjadi pada mu? Kenapa menatap Oppa seperti itu?”
Tanya Siwon kemudian sembari menatap Yoona dengan tatapan lembut yang masih terlihat bingung.

Lagi-lagi tak ada jawaban dari Yoona.. Gadis itu hanya terus menatap Siwon dengan tatapan lembut namun terkesan polosnya.. Membuat Siwon malah semakin bingung dibuatnya.

“Yoong—–”

“Aku merindukan mu Oppa.”
Potong Yoona lirih, sembari dengan gerakan cepat menjatuhkan tubuh nya di pelukan Siwon.. Memeluk pinggang pria itu dengan sangat erat, membenamkan wajah nya didada bidang Tunangan nya itu, dengan sesekali menghembuskan nafasnya yang terasa berat.

Siwon mengerutkan keningnya bingung dengan kelakuan gadisnya ini, namun dengan gerakan lembut nya pria itu menggerakan kedua tangan nya untuk merengkuh tubuh mungil gadis nya itu dengan kedua tangan kekarnya.

“Apa yang terjadi pada mu emm?? Kau merindukan Oppa? Tapi kenapa jadi semanja ini? Katakan pada Oppa apa yang terjadi pada mu.”
Tanya Siwon lembut sembari mengecupi puncak kepala Yoona yang bahkan terus menyembunyikan wajah cantik nya didada bidang Siwon.

“Tak ada.. Aku hanya merindukan Oppa.. Itu yang terjadi,, tak ada lagi.. Memang kenapa? Aku tak boleh merindukan Oppa kah?”

Jawab Yoona terdengar sangat pelan karna gadis itu tak kunjung memunculkan wajah nya, dengan malah semakin gencar menyembunyikan wajah nya didada Siwon.

“Benarkah hanya merindukan Oppa? Tapi Oppa rasa tidak begitu? Ayo katakan pada Oppa.. Apa yang terjadi Sayang.”
Ucap Siwon lembut dengan masih mengusap puncak kepala Yoona.. Yang malah hanya ditanggapi dengan gelengan oleh Yoona..

“Sayang.. Jangan begitu, lihat Oppa..”
Rayu Siwon lembut sembari mencoba meraih wajah Yoona dengan kedua tangan nya. Namun Yoona masih saja tak mau memperlihatkan wajah nya pada Siwon.

“Yoona Sayang..”
Panggil Siwon dengan suara yang terdengar sedikit tegas.. Membuat Yoona akhirnya mendongak, meskipun terlihat dari raut wajah nya ia sebenarnya masih enggan untuk menatap Siwon.. Tapi mau bagaimana lagi, ia tahu Siwon pasti sedang kesal sekarang.

Siwon terlihat menghembuskan nafasnya lemah, ketika Yoona akhirnya menatap padanya, dengan masih memeluk pinggang nya erat..
Pria itu lalu mengusap wajah Yoona dengan tangan nya, sembari terus menatap lembut pada gadis itu.

“Kenapa?”

Ucap Siwon akhirnya, dengan terus menatap kekasih nya itu serta masih mengusap-ngusap pipi gadisnya itu.

Yoona awalnya terlihat terdiam sembari menatap Siwon ragu.. Terlihat ia sangat enggan menceritakan kejadian hari ini pada tunangan nya itu.

“Aku ikut bersma Oppa yah.. Ke kantor Oppa.. Ya.. Ya.. Ku mohon.”
Ujar Yoona akhirnya, sembari menatap Siwon dengan tatapan memelasnya.. Dan hal itu membuat Siwon bingung seketika.
“Apa? Kenapa? Kau ingin ikut bersma Oppa? Kau ingin menemani Oppa? Jadi kau bersikap seperti ini hanya untuk itu?”

Yoona mengangguk-anggukkan kepalanya menjawab semua pertanyaan Siwon, bahkan gadis itu telah mengembangkan senyum lebarnya pada Siwon.

“Tapi kenapa? Kenapa tiba-tiba ingin ikut Oppa eoh?”
Tanya Siwon dengan kening yang berkerut bingung.

“Bukankah aku sudah mengatakan alasan nya pada Oppa? Aku merindukan Oppa.. Jadi aku ingin bersama Oppa sekarang.. Hari ini sepanjang hari.”

“Iya.. Kau merindukan Oppa.. Tapi tidak begini juga.. Kau akan bosan di kantor nanti.. Tak ada apapun disana Sayang.”

Yoona mengerucutkan bibirnya terlihat kesal..
“Tapi Oppa.. Aku ingin ikut bersama mu.. Aku bosan dirumah.. Tak ada siapapun selain Halmeoni dan Harabeoji.”

“Bukankah ada Donghae Hyung juga?”
Celetuk Siwon polos.

“Oh aku lupa mengatakan pada Oppa.. Donghae Oppa sudah mulai bekerja di perusahaan Appa hari ini.”
Ujar Yoona menjelaskan.

Yah, inilah masalah keduanya..
Bosan dirumah..

Semenjak ke lima saudara prianya mulai bekerja di perusahaan sang Appa dengan Heechul Oppa yang bekerja diperusahaan Siwon, hari-hari Yoona semakin sepi.. Tak ada lagi kekonyolan yang biasanya mereka perbuat.. Sehingga hari Yoona tanpa mereka terasa sangat sepi.

“Benarkah? Kenapa Oppa tak tahu?”
Celetuk Siwon santai sembari kembali mengelus rambut Yoona lembut.

“Itulah Oppa, Kau terlalu sibuk Sayang.”
Jawab Yoona menggoda Siwon sembari menatap pria itu manja.

“Eoh.. Manis sekali.”
Celetuk Siwon senang sembari mencubit pipi Yoona gemas.

“Nah kalau begitu ayo berangkat.. Ke kantor mu yah Oppa..”
Ucap Yoona lagi dengan nada suara memohon nya.

“Kau tak akan bosan?”
Tanya Siwon kemudian.. Yang dibalas gelengan pasti dari Yoona.

“Tidak Oppa.. Aku akan duduk manis memperhatikan mu.. Dan tak akan mengganggu pekerjaan mu.”
Ucap Yoona dengan tingkah yang sangat manis.

“Benarkah?”
Tanya Siwon memastikan.

“Ne.. Tentu saja.. Oppa tak percaya? Aku tak akan mengganggu pekerjaan Oppa.. Aku berjanji.”
Ucap Yoona yakin.

“Oh.. Begitukah?”

“Emmm”
Gumam Yoona sembari mengangguk-anggukkan kepalanya lucu.

“Oh.. Baiklah kalau begitu Sayang.. Lagi pula Oppa tak memiliki banyak pekerjaan hari ini.. Tapi ingat.. Kau hanya perlu duduk manis, dan jangan meminta pulang atau pergi kemanapun sebelum Oppa menyelesaikan pekerjaan Oppa.. Pengecualian jika kau ingin makan dan minum kau harus segera mengatakan nya pada Oppa Arrasseo?”
Tutur Siwon panjang lebar sembari menatap Yoona lembut.

“Arra.. Arra.. Kalau begitu ayolah cepat pergi..”
Jawab Yoona cepat sembari kembali merayu sang kekasih..

“Dengan posisi seperti ini? Oppa harus menyetir disaat kekasih Oppa memeluk Oppa?”
Celetuk Siwon bingung sembari memperhatikan tangan Yoona yang kini melingkar indah di pinggang nya.

“Iya.. Aku ingin memeluk mu sepanjang jalan kali ini.. Kenapa Oppa keberatan?”

Siwon dengan secepat kilat langsung menggelengkan kepalanya polos.. Bagaimana mungkin ia tak mau mendapat pelukan dari gadis menggemaskan nya ini. Yang entah kenapa kini menjadi sangat begitu mnis.

“Tidak.. Tentu saja tidak.. Kau tetaplah memeluk ku seperti ini.”
Jawab Siwon dengan sukarela, membuat Yoona mengembangkan senyum lebarnya ketika mendengar kata persetujuan yang keluar dari bibir manis kekasih nya itu.

“Gomawo.. Kau sangat baik hari ini Oppa.”

“Tentu saja.. Oppa sangatttt baikk.. Kalau begitu.. Cium Oppa sekarang setelah itu mari kita pergi.”

Yoona tersenyum geli melihat tingkah Siwon yang kini memenyunkan bibirnya.. Oh sungguh menggemaskan.

Chupp…

Siwon tersenyum lebar ketika Yoona baru saja mendaratkan ciuman singkat dibibirnya.. Oh betapa senangnya hatinya jika setiap hari kekasihnya bersikap semanis ini pada dirinya.

“Itu manis Sayang.”

“Oppa menyukainya? Kalau begitu ayo pergi.. Cepatlah.. Aku tak sabar ingin sampai kesana.”

“Yah.. Yah baiklah.. Baiklah.. Kita berangkat sekarang Princess.”
Ujar Siwon akhirnya, yang kemudian mulai menyalakan mesin mobilnya.
Membuat Yoona semakin melebarkan senyum cantiknya.

“Kau sudah memakan bekal yang aku berikan tadi pagi kan?”
Tanya Siwon lagi ketika ia telah melajukan mobilnya.. Dan entah kenapa pertanyaan Siwon itu tiba-tiba saja membuat Yoona tersentak seketika itu juga.. Bahkan gadis itu terlihat mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali.. Apa yang salah dengan pertanyaan Siwon?

“Sayang?”
Panggil Siwon dengan nada suara yang sedikit dikeraskan karna Yoona tak juga menjawab pertanyaan darinya..

“Oh.. Itu– itu– iya– iya.. Aku memakan nya Oppa tentu saja.. Yah aku memakannya.”
Jawab Yoona akhirnya, sembari tersenyum kaku dengan tanpa menatap Siwon yang dimana ia masih memeluk pinggang pria itu.

“Gadis pintar..”
Gumam Siwon lembut sembari masih terfokus pada jalanan yang ia lewati dengan mobilnya..

Yoona terlihat menghembuskan nafasnya lega, karna Siwon tak lagi menanyai nya macam-macam.. Sungguh, sebenarnya ia belum bahkan tidak sama sekali menyentuh makanan yang Siwon berikan.. Bahkan bekal itu masih untuh berada didalam tasnya..

Dan yang kedua kalinya.. Gadis itu kembali menghembuskan nafas panjang nya lega.. Karna Siwon tak terus menanyakan apa yang terjadi padanya.. Yang pada kenyataan nya ia masih merisaukan masalah yang sama.. Jessica dan Taeyeon..

Entah apalagi yang akan ia lakukan untuk dapat kembali menjalani hari seperti biasa dengan kedua sahabatnya itu.. Yang ia ingin lakukan sekarang hanyalah, berhenti memikirkan hal itu, dan bersama Siwon sepanjang hari..
Harus ia akui.. Siwon adalah salah satu orang yang mampu membuatnya nyaman ketika ia menghadapi masalah, setelah sang nenek.

Huh..

Sungguh ia akan menjalani hari seperti ini lebih lama kah?

*

*

*

“Oppa.. Berapa lama lagi kau menyelesaikan semua kertas itu?”

Siwon melirik Yoona yang kini tengah duduk di meja kerja milik nya sekilas.. Gadis itu terlihat mengembungkan pipinya sembari menopang dagunya dengan kedua tangan nya bosan.. Lalu beberapa detik kemudian, pria itu kembali mengalihkan perhatian nya pada setumpuk dokumen dihadapan nya yang sedari tadi memang telah mencuri seluruh perhatian nya.

“Tinggal sebentar lagi Sayang.”

Jawab Siwon pelan dengan tanpa menatap atau pun sekedar melihat pada Yoona.. Dan tentu saja hal itu membuat Yoona jengkel.

“Kau bilang begitu sejak tadi.. Sudah tiga jam Oppa.. Lalu berapa jam lagi sebentar mu itu.”
Tanya Yoona dengan nada suaranya, sembari terus menatap Siwon yang kini tengah duduk disebuah sofa panjang yang menghadap langsung padanya.. Dengan masih menopang dagunya bosan.

“Sebentar lagi.. Percayalah pada Oppa Yoong..”

Lagi-lagi Yoona mendengus, sebal dengan kelakuan Siwon yang masih saja berbicara dengan tanpa menatap dirinya.

“Tapi aku bosan Oppa.”

Celetuk Yoona polos, sembari dengan tiba-tiba gadis itu menjatuhan wajahnya pada meja di hadapan nya..

Siwon seketika itu juga mendongak.. Pria itu akhirnya mengalihkan perhatian nya seluruhnya dari dokumen-dokumen dihadapan nya.. Ketika ia mendengar suara benturan di meja kerja milik nya, yang ternyata itu adalah suara kening Yoona yang membentur meja kerjanya.

Dan alhasil Siwon dibuat tergelak dengan tingkah gadisnya kini yang bahkan tengah mengusap-ngusap cepat kening mulusnya.

“Itu terlalu keras Honey.”

Suara Siwon, yang pada akhirnya memilih untuk berdiri, lalu berjalan mendekat kearah dimana Yoona kini berada, meninggalkan dokumen, serta file-file yang sedari tadi menghabiskan separuh dari waktunya hari ini.

Melangkah lebih dekat menuju tempat Yoona, lalu setelah nya, dia mulai membungkukkan tubuh nya, ketika dia telah berada dihadapan Yoona.. Menatap nya lekat, lalu kemudian tersenyum sembari mengangkat tangan kanan nya untuk menyentuh kening Yoona, mengusap nya lembut dengan sesekali meniupi kening kekasih nya itu dengan nafas yang keluar dari bibirnya.

“Tidak begitu sakit.”
Kilah Yoona sembari mengerucutkan bibirnya lucu.

“Benarkah? Tapi kening mu terlihat sedikit memar Sayang.”

Jawab Siwon lembut sembari masih mengusap-ngusap kening kekasih nya itu.

“Benarkah? Aissshhh.. Jadi bagimana?”
Tanya Yoona polos.

“Eoh? Bagaimana apanya?”
Timpal Siwon bingung sembari menghentikan gerak tangan nya yang sedari tadi mengelus-ngelus kening sang kekasih.

“Tentu saja wajah ku.. Bagaimana sekarang? Apakah memar di kening ku mengganggu kecantikkan ku?”

Siwon tergelak seketika itu juga.. Oh benar-benar gadis ini..

“Hei.. Apa yang kau katakan? Itu tak mengganggu sama sekali.. Bahkan hampir tak terlihat.”
Jawab Siwon geli sembari menggeleng-gelengkan kepalanya polos.

Sedang yang ditanya malah terlihat menghembuskan nafas lega, sembari menepuk-nepuk dadanya pelan.

“Oh syukurlah.. Syukurlah..”
Tutur gadis itu terdengar begitu menggelikan ditelinga Siwon.

“Kau ini.. Maka dari itu jika kau ingin aku mencium kening mu katakanlah jangan begitu caranya.”

Yoona membulatkan matanya lucu.. Bahkan gadis itu menatap Siwon dengan tatapan setengah tak percaya..

“Kau bercanda Oppa? Aku tak ingin mendapat ciuman dari mu.”
Celetuk Yoona ketus.

“Lalu kenapa kau memaksa meja kerja ku untuk mencium kening mu?”

Yoona memutar kedua bola matanya bosan.. Sungguh bisakah kekasih nya itu diam sekarang juga.

“Sudahlah Oppa.. Jangan terus menggoda ku.”
Ketus Yoona kesal.. Namun malah membuat Siwon tergelak ketika mendengar nada suaranya serta gerak-gerik nya.

“Baiklah-baiklah.”
Ucap Siwon akhirnya..

Pria itu lalu berdiri tegak.. Meraih kursi hitam yang terdiam manis di depan meja kerjanya.. Dan lantas membawanya mendekat kesisi Yoona.. Menyimpan nya disana.. Lalu kemudian dengan gerak santai nya mendudukan tubuh diatasnya.

Pria itu tersenyum lebar sebelum akhirnya memutar kursi yang Yoona duduki, sehingga kini mereka duduk berhadapan.

“Emm.. Sebenarnya ada yang ingin sekali ku tanyakan pada mu.”
Ujar Siwon kemudian sembari meraih kedua tangan Yoona lembut dengan kedua tangan kekarnya.. Menggenggam nya erat..

Sementara Yoona.. Gadis itu malah dengan segala sikap polos dan santai nya, mengangguk-anggukan kepalanya ringan.

“Katakan-katakan.. Apa yang ingin Oppa tanyakan pada ku.. Aku akan menjawab nya.”
Ujar Yoona terdengar sangat santai.. Berbeda dengan Siwon yang bahkan hanya untuk menghembuskan nafasnya saja terlihat sangat berat sekali.

Sungguh raut wajah serta gerak-gerik pria itu sekarang.. Sangat berbeda dengan beberapa menit lalu yang bahkan ia bisa tertawa lebar.. Ada apa?

“Kau akan menjawab nya?”
Ucap pria itu lagi kini sembari menatap Yoona dalam.. Membuat gadis itu mengerutkan keningnya terlihat bingung.

“Oppa kenapa? Aku akan menjawab nya jika aku bisa menjawab nya.. Jangan menampak kan raut wajah khawatir begitu.. Aku menjadi cemas.”
Ujar Yoona sembari menatap Siwon sendu, dengan tangan kirinya yang kini telah aktif mengelus lembut pipi pria itu.

Siwon tersenyum lembut, tangan nya bahkan kini telah menyentuh tangan Yoona yang kini berada diwajahnya.

“Tentang ucapan ku waktu di Rumah Sakit..”
Ujar Siwon pelan terdengar sangat ragu.. Dan ucapan Siwon baru saja sepertinya agak mengganggu untuk Yoona.. Terlihat dari raut wajah nya yang tiba-tiba saja berubah cemas.

“Di Rumah Sakit? Maksud Oppa?”
Tanya Yoona pura-pura tak mengerti..

Siwon untuk yang kesekian kalinya menghembuskan nafas nya lemah.. Menatap Yoona lembut.. Lalu menurunkan tangan Yoona yang masih setia memegang pipinya.. Dan kemudian menggenggamnya.

“Kau lupa?”
Tanya Siwon lagi.. Sembari masih menatap Yoona dalam.

Yoona mengangguk-anggukkan kepalanya terlihat ragu.. Bahkan gadis itu menatap Siwon dengan tatapan tak enak nya.

“Seperti–nya.. Iya.. Aku lupa Oppa.”
Jawab Yoona gugup.. Lalu kemudian dengan cepat menunduk..

“Benarkah? Baiklah aku akan kembali mengucapkan nya.”
Ujar Siwon akhirnya sembari menyunggingkan senyum lembut nya pada Yoona yang masih saja menundukan wajahnya.. Bahkan gadis itu kini tak menjawab ucapan Siwon.

Siwon tahu Yoona nya kini berbohong.. Ia yakin kalau Yoona pasti masih dapat mengingat dengan baik kejadian itu.. Yoona hanya terlihat ragu sekarang.. Entah apa yang ia ragukan.. Siwon tak tahu itu..

Siwon kembali menghela nafasnya lirih, sebelum akhirnya kembali berujar..

“Yoona..”
Panggil Siwon mengawali.. Namun gadis itu tak bergeming.. Ia malah terus saja menunduk.
Namun Siwon tak perduli itu.. Sekarang pria itu hanya perlu menyelesaikan katanya dan menunggu Yoona menjawabnya..

“Kau tahu kan jika usia Oppa sudah menginjak kepala tiga… Bahkan Oemma dan Appa sudah menyimpan harapan lebih pada Oppa.. Oppa tak mungkin lebih lama lagi seperti ini dengan mu.. Oppa butuh kepastian Sayang.. Tidak mungkin selamanya kita terus menyandang status sebagai Tunangan.. Kau mengerti kan maksud Oppa? Oppa ingin lebih Yoong.. Oppa tidak ingin hanya terus menjadi tunangan mu.. Oppa ingin hidup bersama mu.. Bahagia dengan kehadiran anak-anak lucu nantinya.. Oppa memikirkan itu setiap hari Sayang.. Oppa ingin kau menjadi milik Oppa sepenuh nya.. Oppa ingin menghabiskan sisa waktu Oppa bersama mu.. Oppa mencintai mu Yoong.. Jadi.. Maukah kau menikah dengan ku?”

Yoona seketika itu juga mendongak.. Menatap Siwon yang juga menatap nya dalam.. Hanya tatapan.. Tidak lebih.. Tak ada kata ataupun jawaban,

Entah kenapa melihat mata itu.. Siwon merasa sangat putus asa.. Tak ada keyakinan yang dapat Siwon lihat disana..
Kenapa? Apakah Yoona meragukan kasih sayang nya? Cintanya? Ketulusan nya?

Apa yang ia ragukan?
Atau mungkin dia yang belum bisa mencintai Siwon?

Lalu apa yang selama ini ia tunjukan pada Siwon?

Kepalsuan?

*

*

*

“Yoong..”

Yoona mendongak polos, ketika suara Nyonya Im yang tiba-tiba saja memanggil namanya..

“Eoh.. Ne Halmeoni.”

Suara Yoona akhirnya, menjawab panggilan Nyonya Im sembari menatap pada semua orang yang berada di meja makan kini, secara bergiliran.

“Kau tak makan Sayang.”

Tanya Nyonya Im lagi, sembari menatap Yoona dengan raut wajah yang menampakkan kekhawatiran.

“Oh.. Aku.. Aku makan Halemoni— apakah Halmeoni tak dapat melihat ini? Aku makan.. Yah–makan.”

Jawab Yoona dengan terbata.. Membuat semua orang yang berada disana menatap bingung kearahnya.. Dan Yoona hanya mampu melemparkan tatapan ragu nya pada mereka.

“Samchon lihat, kau bukan memakan makanan mu.. Tapi lebih ke mengacak dan menatap nya.”

Timpal Jong Woon lembut sembari ikut menatap Yoona dengan perasaan khawatirnya.

“Oh..”

Hanya kata itu yang mampu Yoona keluarkan dalam gumaman nya, entah kenapa ia merasa sangat risih menjadi perhatian semua orang di meja makan.

“Apa ada yang mengganggu fikiran mu Yoong?”

Kini giliran Tuan Im Hee Bong yang bertanya pada cucu kesayangan nya itu.

“Oh.. Aku tak apa Harabeoji, Halmeoni, Samchon.. Hanya sedikit tak nafsu makan.”
Jawab Yoona akhirnya, sembari memperlihatkan senyum kecil nya.

“Apa kau sakit Yoong?”
Tanya Jong Woon lagi, sembari menatap nya khawatir.

“Tidak—tidak Samchon.. Hanya sedang tak nafsu makan.. Karna sebelum aku pulang Siwon Oppa mengajak ku makan tadi.. Jadi aku sudah kenyang.”

Jawab Yoona berkilah..

“Pantas saja, aku ajak pulang bersama kau tak mau.”

Timpal Heechul terdengar dingin, sembari menatap Yoona.

Yoona kembali memperlihatkan senyum kecil nya.. Lalu kemudian gadis itu mengangguk lemah pada Heechul.. Namun setelah itu ia malah kembali melemparkan tatapan matanya pada Jong Woon.

“Samchon.. Apa Appa tak akan pulang malam ini?”
Tanya Yoona pelan pada Jong Woon.. Membuat pria itu malah melemparkan tatapan nya pada Donghae, Leeteuk dan Kang In bergiliran..

“Samchon..”
Panggil Yoona lagi, karna Jong Woon tak kunjung menjawab pertanyaan nya.

“Oh…”

Gumam Jong Woon sembari dengan cepat mengalihkan tatapan nya kembali pada Yoona.

“Appa mu.. Tadi– tadi dia mengatakan akan lembur malam ini.. Iya.. Dia lembur malam ini.”

Suara Jong Woon akhirnya.. Terdengar terbata memang.. Itu karna ia gugup.. Yah pria itu entah kenapa menjadi segugup ini, ketika menatap pada kedua bola mata Yoona yang sangat terlihat polos.

Berbeda dengan Jong Woon yang mati-matian menahan kegugupan dan ketakutan nya akan reaksi Yoona.. Gadis itu malah terlihat dengan sikap santai namun terlihat sangat lirih nya menghembuskan nafas berat.. menundukan wajah nya lemah, sembari kembali menghembuskan nafas nya.

“Oh.. Begitu..”
Jawab Yoona pelan.. Bahkan hampir terdengar seperti gumaman..

Jong Woon menganggukkan kepalanya terlihat bodoh.. Sementara yang lain nya hanya mampu menatap Yoona dengan tatapan aneh sekaligus khawatirnya.

“Yoong—–”

“Emm… Sepertinya aku sudah selesai.. Aku akan tidur.”

Ucap Yoona lagi-lagi menghela ucapan Nyonya Im.. Lalu tanpa menunggu waktu lama lagi.. Gadis itu dengan secepat kilat berdiri.. Dan mulai melangkahkan kakinya, berjalan lebar menuju kamar tidurnya.. Dengan tanpa menengok atau sekedar memberikan senyum kecil nya pada Saudara serta Kakek dan Nenek nya yang sekarang bahkan hanya dapat diam terpaku ditempat mereka sembari menatap pada Yoona yang tubuh nya semakin menjauh dari pandangan nya.

“Benarkan Hyung apa yang ku katakan tadi?”

Celetuk Donghae ditengah keterpakuan mereka.. Membuat ke enam orang itu dengan spontan mengalihkan pandangan mereka pada Pria itu.. Mereka terlihat mentap Donghae dengan tatapan heran mereka.. Sedangkan Donghae dengan tanpa sadarnya malah terus melemparkan tatapan nya pada Jong Woon, tanpa memperdulikan orang-orang disekeliling nya yang bahkan menatap nya tajam.

“Ku fikir iya.. Dan aku harus berbicara dengan nya.”
Ucap Jong Woon menimpali.. Membuat Donghae mengangguk menyetujui ucapan Jong Woon..

Lalu tanpa menunggu lama lagi.. Pria berparas tampan itu dengan segera berdiri dari duduk nya, merapikan sedikit kaus yang ia kenakan kini.. Dan dengan langkah lebar Jong Woon mulai melangkahkan kakinya.. Berjalan tegap tanpa berniat melirik kembali pada Ibu, Ayah serta saudaranya, yang kini tengah menatap sendu padanya.

“Sebenarnya apa yang terjadi Donghae-ah?”

Suara Nyonya Im menghentikan keheningan yang baru saja tercipta sejenak diantara mereka.

Donghae mengalihkan tatapan nya pada Nyonya Im.. Dia terlihat menghela nafasnya lemah..

“Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi.. Yang jelas ini masalah tentang sikap Yoona belakangan ini.. Bukankah Halmeon, dan Harabeoji tahu bagaimana sikap gadis itu akhir-akhir ini?”
Jawab Donghae lembut sembari kembali menghembuskan nafasnya..

Nyonya Im menatap Donghae lembut.. Lalu kemudian mengangguk mengerti begitupun dengan Tuan Im.. Namun tidak untuk tiga orang pria yang berada disekitar mereka.. Ketiganya malah menatap Donghae, dengan tatapan bingung sekaligus tak mengertinya.

“Apa maksud mu Hae-ah? Ku rasa tak ada yang salah dengan sikap Yoona.. Mungkin dia kelelahan sehingga bersikap begitu?”

Celetuk Kang In polos sembari masih menatap Donghae bingung.

“Ya.. Mungkin Kang In benar, memang apa yang terjadi?”

Kini giliran Leeteuk yang angkat bicara, bahkan pria itu berkata tanpa memberikan waktu pada Donghae untuk menjawab pertanyaan Kang In

“Jangan membuat ku khawatir.”

Timpal Heechul terdengar dingin dan datar, dengan raut wajah santai namun tak dapat menutupi kekhawatiran yang terlihat jelas dalam tatapan matanya.

Sementara Donghae.. Pria itu malah mendengus sebal ketika selesai mendengarkan kata demi kata yang baru saja diucapkan secara beruntun oleh ketiga saudaranya itu.

“Cih.. Kalian bertanya seolah aku robot yang bisa dengan cepat menjawab semua pertanyaan kalian.. Kalian lebih dulu bekerja dibandingkan aku.. Jadi aku lebih tahu keadaan rumah akhir-akhir ini.. Jadi aku tak dapat menjelaskan apapun.”

Celetuk Donghae polos, sembari menatap ketika Hyung nya itu dengan tatapan kesalnya.

“Yakkk!! Yakk!! Kau.. Kenapa kau berani berbicara seperti itu pada Hyung mu.”
Bentak Kang In tak kalah kesal bahkan pria itu menunjuk-nunjuk Donghae sebal.

“Tidak bisakah kau serius Hae?”

Timpal Heechul semakin dingin.. Dan hal itu tentu saja membuat Donghae bergidik ngeri dengan kelakuan kedua Hyung nya itu..

“Issshh.. Kalian kenapa seperti anak kecil? Jong Woon akan menyelesaikan semuanya.. Percayalah pada Harbeoji.. Selesaikan dulu makan kalian.. Lalu kemudian nanti bersiap untuk mendengar penjelasan Jong Woon.”

Lerai Tuan Im akhirnya.. Membuat ke empat Pria itu bungkam seketika.. Bahkan mereka telah menunduk lesu, sembari mulai kembali meraih sendok dan garpu nya.

“Ne..”

Jawab mereka serempak..

Nyonya Im yang melihat pemandangan itu kini bahkan terkikik geli.. Apalagi ketika melirik pada Heechul.. Oh kenap bisa mereka bersikap seperti ini?

*

*

*

Sahabat.. Cinta.. Dan Orang Tua..

Masalah berat yang datang dalam satu waktu..

Berat untuk dapat dipercaya..
Berat untuk dapat dilewati..
Dan yang sudah pasti..
Berat untuk dijalani..

Jadi bisakah seorang gadis dengan segala kemanjaan nya.. Harus menerima dan melewati semua itu?

Bagaimana mungkin ini terjadi?
Bagaimana mungkin ini terjadi?
Bagaimana mungkin ini terjadi?

Kata itulah yang selalu berputar dalam kepala cantiknya..

Kini.. Ia benar-benar merasakan apa yang sering orang-orang sebut sebagai dilema..

Oh tidak bisakah masalah ini diselesaikan satu persatu seperti seharusnya?

Im Yoona..
Gadis itu bisa jadi gila jika terus memikirkan semua itu.. Hal-hal berat yang terus memaksa untuk difikirkan..

Baginya..

Kini dia seperti menggenggam apa ditengah samudera dalam gelapnya malam, jika terus dipegang terasa semakin panas..
Namun jika dilepaskan maka api itu akan mati.. Dan geap pun akan menghampiri..

Dua pilihan yang sulit untuk ditetapkan..

“Yoong..”

Deg..

Yoona..

Gadis yang sedari tadi memejamkan matanya dibawah gulungan selimut tebal diatas ranjang nya.. Membuka matanya dengan gerakan cepat.. Ketika sebuah suara yang berasal dari arah pintu dikamarnya.. Tiba-tiba saja terdengar memanggil namanya..

Detak jantung nya terasa bergemuruh sekarang.. Oh bagaimana ini? Bahkan sekarang ia tengah menangis.

“Yoona… Sayang.. Ini samchon, apa kau sudah tidur?”

Jong Woon, pria itu kembali bersuara.. Kini sembari melangkahkan kakinya, berjalan mendekat kearah Yoona yang kini masih saja terdiam dengan selimut tebal yang menutupi seluruh bagian tubuh nya.

Dan ketika langkah itu sudah hampir mendekatinya.. Gadis itu dengan gerakan cepat namun hati-hati menghapus air matanya dengan tangan kirinya..
Benar-benar!! Jong Woon tidak boleh tahu jika dia menangis..

“Kau belum tidur.. Samchon tahu itu..”

Ucap Jong Woon lagi, ketika ia telah mendudukan tubuh nya disisi ranjang milik Yoona.. Bahkan pria itu mengusap lembut bahu keponakan nya itu..

Namun Yoona.. Gadis itu tak mendengarkan ucapan Jong Woon.. Gadis itu malah dengan sengaja kembali menutup matanya rapat.. Berharap Paman nya mengira jika dirinya benar-benar tertidur.. Lalu segera pergi dari kamarnya..

“Yoong..”

Lagi-lagi pria itu bersuara..

Namun Yoona.. Gadis itu tetap mempertahankan diamnya.. Sungguh, ini bukan saat nya dia bicara dengan siapapun.. Ia benar-benar kacau sekarang.. Tidak bisakah Jong Woon pergi sekarang? Gadis itu benar-benar ingin menangis saja malam ini.. Dan tentu tak ingin semua orang tahu itu..

Jong Woon menatap lembut tubuh Yoona yang terbalut selimut serta memunggungi nya.. Pria itu bahkan menghembuskan nafas berat.. Lalu kemudian melepaskan pegangan tangan nya di bahu Yoona.

“Donghae bilang kau terlihat aneh akhir-akhir ini..”

Ucap Jong Woon akhirnya.. Terdengar lembut.. Meskipun Yoona masih enggan menatap atau sekedar menjawab suaranya..

Jong Woon yang masih tak mendengar jawaban Yoona akhirnya kembali menghembuskan nafasnya lirih.. Dan memilih untuk kembali bersuara,, karna ia yakin Yoona mendengarnya..

“Dan Samchon rasa memang benar.. Ada yang tidak biasa dari sikap mu sekarang.. Ada apa? Kau kenapa? Katakan pada Samchon, apa yang mengganggu fikiran mu akhir-akhir ini? Kau akan bercerita pada Samchon kan?”

Hening..

Masih sama, tak ada jawaban sedikit pun yang keluar dari bibir manis seorang Im Yoona, yang kini masih bertahan memejamkan matanya, dengan air mata yang mulai kembali mengalir, keluar dari mata indahnya, tanpa perintah.

“Kau tak ingin bercerita pada Samchon? Benarkah?.. Kau sama sekali tak ingin bercerita Sayang?”

Ujar Jong Woon lagi, sembari menatap tubuh Yoona lekat.. Bahkan terkesan sangat lirih..

“Samchon rasa.. Kau lebih baik menceritakan semua kekhawatiran yang mengganggu fikiran mu pada Samchon.. Ayolah, jangan terus begini.. Berceritalah.. Samchon berjanji tak akan mengatakan nya pada siapapun.. Kau akan menceritakan nya kan Yoong? Ayolah Samchon mo—–”

“Apa sebenarnya sahabat itu?”

Jong Woon terdiam seketika itu juga.. Ketika Yoona dengan tiba-tiba bersuara menyela ucapan nya..

Nada suaranya bergetar, sangat pelan, dan bahkan hampir tak terdengar, apakah gadis ini menangis?

Jong Woon.. Pria itu mulai menatap Yoona dengan tatapan gusarnya.. Sebenarnya kenapa? Ada apa ini? Kenapa gadis ini?

“Sahabat? Oh, tentu saja sahabat adalah orang yang akan selalu ada disaat senang atau pun sedih.”

Jawab Jong Woon yang pada akhirnya ia malu sendiri karna memberikan jawaban yang terkesan klise, dan sering orang-orang katakan.. Tapi sungguh, tak ada lagi kata yang mampu ia ucapkan sekarang.. Ia hanya khawatir, yah dalam bingung nya ia sangat khawatir..

“Benarkah?”

Jawab Yoona parau.

Jong Woon kembali menatap Yoona dengan tatapan lirihnya.

“Sahabat itu harus seperti lebah.. Ketika dia berani mengambil.. Dia juga berani memberi..
Sahabat itu harus seperti ikan.. Tidak bisa hidup di air yang keruh..
Sahabat itu harus seperti wasit..
Dia tidak membela kepada satu pihak..
Sahabat itu harus seperti pensil.. Ketika dia melakukan kesalahan, dengan menggores kertas putih.. Dia mudah untuk diperbaiki, bahkan dihapus..”
Ucap Jong Woon lagi.. Yang kini berhasil membuat mata seorang Im Yoona yang semula tertutup rapat, kini terbuka.. Namun air mata yang menetes dari mata indahnya.. malah semakin deras mengaliri wajah cantiknya.

“Be– gitukah?”
Suara Yoona lagi.. Dengan nada yang begitu pelan, bahkan hampir tidak terdengar..

“Kau menangis Yoong? Tidak bisakah kau melihat Samchon sekarang? Berceritalah sambil menatap Samchon.. Sebenarnya ada apa eoh? Apa kau punya masalah dengan salah satu teman atau sahabat mu? Siapa? Dan kenapa sampai membuat mu menangis? Ayo tatap Samchon sekarang.”

Pinta Jong Woon terdengar memohon, sembari terus menatap tubuh Yoon yang masih terbalut selimut tebal..

“Aku tak apa Samchon.. Kau jangan khawatir.”
Jawab Yoona setegar mungkin.

“Lalu, kenapa sikap mu aneh begini? Kau menanyakan tentang sahabat, apa ada yang salah dengan sahabat mu? Oh Yoong, Samchon mohon.. Bicaralah masalah mu pada Samchon.. Bukankah nanti Samchon bisa membantu mu?”

“Tidak.. Samchon, Yoona tak apa.. Samchon tak perlu mengkhawatirkan apapun.. Aku hanya bertanya saja.”

“Lalu kenapa kau menangis eoh?”

Yoona terdiam
Gadis itu terlihat sangat terkejut dengan apa yang baru saja Jong Woon katakan.. Ini yang kedua kalinya dia mengatakan kalau Yoona menangis.. Apakah begitu terasa kalau Yoona memang menangis?

“Oh.. Aku tak menangis Samchon.. Aku hanya lelah dan ingin beristirahat.. Jadi bisakah Samchon juga segera beristirahat.. Aku tak apa.. Jadi bukankah Samchon tak khawatir lagi sekarang?”
Ujar Yoona mencoba sebaik mungkin mengeluarkan suaranya.. Namun tetap saja, getaran serta lirih dari nada suaranya tak masih terdengar.. Dan tentu saja hal itu semakin membuat Jong Woon khawatir dan ingin tahu apa yang tengah menimpa keponakan nya itu.

“Lalu kenapa kau terus memunggungi Samchon? Jika kau baik-baik saja harusnya kau berkata seperti tadi sembari menatap Samchon, tersenyum dan memberikan kecupan selamat malam pada Samchon.. Tapi ini.. Sungguh,, katakan apa yang terjadi pada mu Sayang, Samchon memohon sekarang.”
Cerocos Jong Woon panjang lebar, sembari menatap Yoona dengan tatapan lirihnya.

Sementara Yoona yang mendengarkannya.. Kini terlihat memejamkan matanya, serta mengepalkan tangan nya kuat.. Terlihat dari raut wajahnya kini, gadis itu tengah kesal.

“Aku hanya lelah Samchon.. Tapi aku tak apa, hanya butuh istirahat.. Jadi aku tak bisa melakukan semua itu.. Tapi benar.. Aku hanya lelah, percayalah.”
Jawab Yoona terdengar dingin, gadis itu terlihat tengah menahan kekesalan nya, serta tangis nya yang entah kenapa sebenarnya ia ingin sekali mengeluarkan nya sekarang juga, dihadapan Paman nya ini.

“Kau bohong Yoong.. Samchon tahu kau bohong.. Oh Samchon mohon, jangan sembunyikan apapun dari Samchon.. Itu membuat Samchon khawatir Sayang.”

Ujar Jong Woon lagi kini sembari mendekatkan tangan nya pada tubuh Yoona, mengusap puncak kepalanya lembut, begitu sangat lembut, membuat Yoona dengan sekuat tenaga mencoba menahan tangis nya yang serasa akan pecah saat ini juga.. Ia ingin sekali mengatakan semuanya, menangis pada Paman nya,, namun ia tak mau satu orang pun melihat nya lemah kali ini.. Sudah cukup kemarin ia dirawat dirumah sakit.. Membuat khawatir semua orang, dan terlihat seperti gadis lemah yang selalu butuh perlindungan dari orang-orang didekatnya..

Tidak..
Kemarin adalah kali terakhirnya orang-orang melihat nya lemah.. Kemarin adalah terakhir kalinya orang-orang mengkhawatirkan nya..

Ia harus hidup menjadi Yoona baru sekarang..
Yoona yang akan lebih kuat setiap harinya.

“Yoong?”

Tapi tidak bisakah suasana juga juga mendukung nya untuk selalu lebih kuat dari sebelum nya?

Yoona mengeratkan pegangan tangan nya pada selimut yang kini menggulung tubuh nya.. Sangat erat bahkan begitu kuat..
Oh tidak bisakah Paman nya itu mempercayai ucapan nya saja? Tersenyum lalu segera pergi dari sini sekarang juga..

Sungguh dengan adanya dia disini.. Yoona malah merasa semakin lemah dan membutuhkan banyak orang untuk menguatkan nya kembali..

“Tidak Samchon.. Aku benar-benar baik-baik saja..
Jawab Yoona mencoba untuk meyakinkan Jong Woon..

“Ketika ucapan tegar hanya sekedar kedok untuk menutupi kesedihan.. Lalu sampai kapan akan terus berada dalam kebohongan?
Menyiksa diri.. Meracuni jiwa.. Menelan pahit.. Mengorbankan perasaan.. Sampai kapan?
Yoong Samchon tahu kau berbohong.. Seberapa kuat pun kau mencoba menegarkan nada bicara mu.. Samchon tahu ada hal yang mengganggu fikiran mu sekarang.. Kau adalah anak dari kakak ku.. Aku sangat menyayangi mu.. Aku tahu bagaimana diri mu ketika bahagia.. Begitupun ketika sedih dan terpuruk.. Aku tahu Yoona.. Aku menyangi mu.. Jadi tidak bisakah kau membagi sedih mu pada ku? Pada Samchon?.. Ku mohon Yoona.. Kita sudah lama terpisah.. Samchon sudah lama tak berada disisi mu ketika masa-masa sulit mu.. Jadi tidak bisakah mulai dari sekarang Samchon menjadi bagian dari diri mu? Memeluk mu ketika kau merasa kedinginan.. Menghibur mu ketika kau menangis? Merawat mu ketika kau sakit.. Kau keponakan ku yang sangat aku Sayang.. Terbukti tak ada yang boleh memanggil ku Samchon selain diri mu, meskipun pada kenyataan nya Donghae, Kang In, Leeteuk, dan Heechul adalah keponakan ku juga.. Tapi mereka tetap memanggil ku Hyung dan Jong Woon.. Aku selalu memarahi mereka ketika mereka memanggil ku Samchon.. Apalagi pada Kang In, Heechul, Leeteuk yang mempunyai usia lebih tua dari ku.. Tapi pada mu,, aku tak pernah memarahi atau melarang mu untuk memanggil mu Samchon.. Karna aku sangat menyayangi mu.. Sangat menyayangi mu.. Kau bahagia memanggil ku Samchon dari sejak kecil.. Dan aku tidak mau merusak kebahagiaan mu itu.. Karna aku menyayangi mu.. Kau dengar? Aku menyayangi mu.. Samchon sangat menyayangi mu.. Jadi.. Bisakah kau mengatakan semua kerisauan mu pada Samchon?”
Ucap Jong Woon panjang lebar, sembari terus mengusap puncak kepala Yoona yang tertutupi selimut tebal dengan mata yang mulai berkaca.. Serta senyum yang sesekali terlihat menghiasi ceritanya, senyum yang terlihat bahagia namun lirih, ketika mengatakan ‘Sejak Kecil’ … Entah kenapa selalu ada hal yang mengganggu kepalanya ketika ia mengenang masa kecil Yoona yang begitu ceria..

“Tidak bisakah Yoong?”

Ucapnya lagi, kini terdengar mulai melemah bahkan hampir tak terdengar..

Sementara Yoona.. Gadis itu bahkan kini telah menangis terisak didalam gulungan selimutnya.. Air matanya turun semakin deras ketika mendengar penuturan Jong Woon baru saja.. Sebegitu khawatirkah Samchon nya itu?

“Yoon—–”

“Yah !!! Iya!! Iya Samchon !! Aku mempunyai masalah !! Begitu banyak masalah !!! Samchon dengar? Apakah Samchon sudah puas? Aku memiliki banyak masalah !!! Banyak— hiksss— masalah—”

Ucap Yoona dengan nada suara yang terdengar meninggi, dan terisak.. Membuat Jong Woon terkesiap.. Bahkan terdiam seketika itu juga..

“Yoong…”

Panggil Jong Woon lemah.. Sembari menatap tubuh Yoona yang terlihat bergetar dibawah gulungan selimut kini.. Tangan nya bahkan telah berhenti mengusap puncak kepala Yoona.. Dia hanya mampu terdiam terpaku..

“Samchon menyayangi ku!! Samchon bilang Samchon menyayangi ku.. Samchon bilang ingin merasakan sedih dan bahagia ku!! Aku tengah bersedih sekarang Samchon!! Banyak masalah dalam kepala ku yang membuat otak ku terasa penuh.. Sahabat yang membuat ku merasa tak berarti.. Siwon Oppa yang membuat ku pusing.. Ketenangan yang aku butuhkan.. Masa lalu yang terus menerus datang menghantui ku.. Semua itu terus berputar dalam kepala ku sekarang !! Apa kau dapat merasakan nya? Apa Samchon sudah dapat merasakan nya sekarang? Dan apa Samchon tahu !!! Aku membutuhkan Appa sekarang.. Bukan yang lain.. Aku— aku— ingin Appa sekarang– aku ingin Appa berada disini sekarang– memeluk ku, dan memberi ku semangat sekarang.. Aku ingin seperti yang lain nya.. Bersama Ibu dan Ayah mereka ketika mereka merasa berada dititik tersulit.. Tapi aku mengerti Eomma tak akan mungkin merengkuh ku sekarang.. Karna ia sudah mempunyai kehidupan baru bersama orang yang lebih ia butuhkan sekarang.. Jadi aku hanya meminta Appa berada disini sekarang.. Tapi pada kenyataan nya, keinginan ku memang sulit sekali terkabul… Appa terus marah pada ku karna kejadian itu.. Hanya karna kesalahan yang tidak aku sengaja.. Dia jadi semarah ini?..”

“Yoong–”

“Hanya karna aku tak sengaja mabuk.. Ia jadi semarah ini Samchon… Pulang larut malam setelah aku tertidur.. Dan diam saat sarapan di satu meja bersama ku.. Dia menyayangi ku Samchon.. Aku tahu itu.. Dia sangat menyayangi ku.. Tapi apa ini.. Bahkan ketika aku membutuhkan nya dia masih mempertahankan egonya..”
Ucap Yoona terdengar sangat marah bahkan terisak hebat.. Namun tetap tak membuka selimut tebal yang kini melilit tubuh nya.. Gadis itu malah semakin mengeratkan selimut itu sembari terus menangis terisak..

“Tidak begitu Sayang.. Appa memiliki banyak pekerjaan.. Ia tak marah pada mu percayalah pada Samchon.”

“Pekerjaan Samchon bilang? Pekerjaan apa yang membuat dia lupa kalau dia memiliki seorang anak disini? Pekerjaan apa yang membuat dia lupa jika ada seorang anak yang membutuhkan dirinya disini? Pekerjaan macam apa yang membuat dia lupa jika dia memiliki seorang anak yang harus ia perhatikan setiap hari nya? Apa Samchon tahu? Appa adalah orang yang paling aku Sayang.. Dan aku ingin dia selalu merengkuh ku ketika aku berada dalam masalah sulit.. Aku egois memang.. Karna selain Appa masih ada kalian yang akan merengkuh ku ketika aku berada dalam hal sulit.. Tapi tidak bisakah Appa saja? Appa yang dulu juga mengajari ku naik sepedah, Appa yang dulu mengobati luka setiap aku terjatuh? Appa yang dulu juga selalu menghapus air mata ku ketika aku menangis.. Appa yang dulu memarahi setiap anak yang membuat ku sedih.. Appa yang selalu melindungi ku.. Tidak bisakah Appa saja Samchon.. Aku ingin tidur tenang dalam pelukan Appa malam ini.. Aku selalu tenang jika menjalani masalah dengan Appa yang selalu disamping ku.. Aku ingin– Appa disini sekarang Samchon.. Aku ingin Appa kembali mengatakan ‘Semua akan baik-baik saja besok’ … Dia selalu mengatakan hal itu ketika aku berada dalam ke khawatiran.. Aku ingin Appa— Ap—pa.. Samchon— hiksss—-”

Ungkap Gadis itu panjang lebar.. Dengan Jong Woon yang hanya mampu terdiam kaku sembari menatap tubuh nya yang bergetar hebat karna tangisnya sekarang..

Tak ada lagi yang mampu pria itu katakan sekarang.. Hanya air mata yang terus mengalir ketika mendengar setiap penuturan lirih yang keluar dari bibir keponakan nya itu..

Yah.. Dia tahu.. Bahkan sangat tahu benar, hanya Hyung nya lah yang selalu mampu membuat gadis ini tenang.. Hanya didekat Hyung nya lah ia melihat gadis itu merasa terlindungi.. Sebelum pada akhirnya ia mengenal Siwon..

.

.

.

*

*

*

TBC

*

*

*

__________

Hiii !!!

IM COMEBACK !!!

Wkwkwk.. Cerita apa an nih?
Gak tau kenapa jadinya kayak gini 😀

Padahal udah pada nunggu lama 😦 #EmangAdaYangNungguin ???
Hahahahaha

Adohh jadi gak enak.. Tapi gak apa lah yah.. Karna ini juga ada beberapa hal yang membuat saya telat post FF/FF saya..
Selain FF yang pertamanya kehapus.. Aku juga sempet sibuk *curhat

Oke deh..

Semoga suka aja yah..

Selamat bertemu kembali..

#Anyeong ❤