Tanpa kategori

[Fanfiction] Mine Chapter 8

MINE
Fanfiction By
The Litlle Prince

athumbcut_170509-090156-01.jpeg

Cast
Chio Siwon // Im Yoona // Tiffany Hwang // Choi Sooyoung // Cristina Fernandez Lee // And Other Cast.

Happy Reading

*

*

*

“Kau harusnya tak usah menyesali apapun.”

Suara seorang wanita cantik yang kini terlihat duduk manis diatas kursi yang menghadapkan nya langsung pada langit biru yang indah didepan nya.

“Tapi kenyataan nya, aku menyesali semuanya.. mengapa aku bertemu dengannya, menyayanginya, lalu kehilangannya, aku merasa Tuhan jahat pada ku, mengapa hanya pada ku.”

Jawab pria tampan berambut acak-acakan seraya terus mengambil nafasnya. Wanita cantik yang sedari tadi berada disisinya sekarang telah mengalihkan perhatian sepenuh nya pada pria yang berstatus suaminya tersebut. Ia memandang wajah suaminya dengan penuh prihatin, sebelum akhirnya menghembuskan nafas berat lalu kemudian terdiam.

Diam memikirkan apa yang harus dikatakannya kemudian? Membiarkan suaminya terpuruk tanpa sepatah kata pun? Bukan kah ia akan terlihat sangat jahat?

“Apa yang paling kau sesali?”

Akhirnya suara si wanita terdengar kembali memecahkan keheningan , yang membuat sang suami akhirnya mengalihkan tatapan sepenuh nya pada perempuan yang tak lain adalah istri sahnya itu.

Mereka kembali terdiam sembari bertukar tatapan masing-masing, sebelum akhirnya Siwon, pria itu mengeluarkan jawabannya.

“Kenyataan bahwa aku tidak pernah bisa memperlihatkan dunia yang selalu ia potret dicameranya, adalah hal yang paling ku sesali. Andai aku bisa membeli satu hari saja hari milik Tuhan, aku akan membelinya untuk Anna, aku akan meperlihatkan semua sudut dunia yang luas padanya, meskipun aku akan jatuh miskin sekali pun.”

Yoona, wanita itu kembali menghembuskan nafas beratnya. Ia kemudian menggerakan kedua tangannya untuk menggenggam tangan Siwon.

“Tolong mengertilah, ini adalah jalan terbaik dari semua jalan yang Tuhan berikan. Jangan menyalahkan siapapun dalam kondisi apapun. Sampai kapanpun kau menyesal itu hanya akan jadi penyesalan, tak akan ada yang berubah.”

Siwon terdiam.

“Siwon dengarkan aku. Jika kau bertanya mengapa Tuhan mempertemukan mu dengan Anna, sampai memberikan rasa kasih untuknya, lalu kemudian mengambilnya adalah pelajaran baru untuk mu, Jika Tuhan tak pernah mempertemukan diri mu dengan Anna, kau tak akan pernah percaya jika kau bisa menyayangi seseorang selain Tiffany, kau tau? Tuhan melakukan nya untuk apa? Untuk membuat mu sadar, didunia ini selain Tiffany, banyak hal yang bisa kau sayangi. Dan kenapa Tuhan kemudian menjemput Anna secepat kilat? Itu untuk memperlihatkan pada mu, jika kehilangan bukan akhir dari dunia. Seperti kau yang dulu tiba-tiba kehilangan Tiffany, pun sekarang kau kehilangan Anna, hanya satu yang berbeda. Untuk Anna kau tak akan pernah bertemu dengannya lagi. Percayalah dia berada ditempat terindah sekarang, dia sudah melihat semua isi dunia tanpa perlu lelah berjalan, Tuhan hanya begitu menyayanginya sehingga ia tak ingin Anna mu berlelah-lelah hanya untuk melusuri dunia.”

Mata Siwon terlihat berkaca, pun Yoona yang sekarang telah meneteskan air matanya. Dan benar, semua yang dikatakan Yoona benar, lagi apa yang ia lakukan? Membiarkan istrinya menguatkan nya padahal ia yakin Yoona lebih tersiksa darinya, wanita itu telah terbiasa dengan Anna, dia merawatnya. Lalu bagaimana mungkin Siwon merasa menjadi orang yang paling tersakiti? Bukan hanya dia, Ibunya, Sooyoung, bahkan Ayah nya sekalipun yang awalnya tak setuju dengan kehadiran Anna pun menangis tersedu di pemakaman.

Oh Tuhan mengapa Siwon merasa Dunia tak menginginkannya menginjak tanahnya. Setiap yang ia cintai setiap yang ia sayangi, pergi dengan cara yang begitu menyiksanya.

Flashback

“Siwon— aku takut—“

Siwon pria itu semakin mempercepat larinya disepanjang koridor Rumah Sakit, terus menempelkan telepon genggam ditelinganya dan mencoba menenangkan wanita yang ia yakini telah bergetar ketakutan diseberang sana.

“Tolong, aku mohon Yoona.. kau harus tetap berdiri untuk Anna, sungguh untuk gadis kecil kita.”

Suara Siwon sembari terengah-engah.

“JANGAN COBA-COBA MEMBAWA SIAPAPUN!!”

Yoona, wanita itu kembali meringis khawatir seraya masih menempelkan telpon genggam ditelinganya. Berada dilantai teratas sebuah gedung Rumah Sakit membuat kakinya bergetar, namun melihat seorang wanita yang bersama Anna diujung gedung membuat jantung nya seakan ingin lari dari tempatnya.

Ia takut. Yah sekian lama ia hidup didunia, hari ini adalah hari yang paling menakutkan, Yoona pikir ketakutan terbesarnya cukup berakhir di club itu, namun tidak. Ini adalah hal paling mengerikan yang datang menyapa kehidupannya.
Menghadapi mantan pacar suaminya yang dengan gilanya menculik Anna nya dan membawa gadis kecilnya itu keatas gedung teratas Rumah sakit, dan berdiri diujung lantainya.

“Tiffany tolong lepaskan dia, aku memohon.”

Suara Yoona bergetar seraya masih menggenggam ponsel nya.

“Kalau begitu lepaskan Siwon.”
Tiffany tersenyum masam seraya semakin menguatkan pegangannya ditubuh Anna, gadis kecil yang sekarang bahkan tengah mengatur nafas nya diujung gedung.

“Kau tak mengerti Tiffany.”

Yoona putus asa, ia kembali menjatuhkan air matanya.

“Unnie.. Ibu ku menangis? Bukankah kau bilang permainannya bukan seperti ini, kau harusnya membuat ayah dan ibu ku terkejut bukan menangis.”

Suara Anna akhirnya, terdengar pelan, sangat pelan, hanya Tiffany yang bisa mendengar suara gadis kecil itu.

“Permainan nya berubah Sayang, tidak lagi seperti tadi. Sekarang karena aku tau ibu mu merebut kekasih ku, aku akan mengubah permainan nya jadi menakutkan.”

Raut wajah Anna berubah seketika, bibirnya yang pucat semakin memucat, tubuh kecilnya bergetar hebat, bahkan kedua bola matanya telah berkaca-kaca, Anna tidak mengerti apa yang saat ini sedang terjadi, siapa Tiffany dan kenapa wanita
itu melakukan semua ini sehingga membuat ibu sambung nya menangis?

“Unnie.. aku ingin berhenti—“

Suara Anna terdengar mulai bergetar sama seperti anggota tubuh nya yang telah lebih dulu bergetar ketakutan.

“Nanti sebentar lagi, setelah Ayah mu datang dan memutuskan semuanya, kita akan mengakhiri nya, secara baik-baik, atau tidak baik.”

“Oemmaaa—Oemma—Oemma— Aku takut..”

Suara gadis itu telah tertelan tangisannya. Air mata telah jatuh dari pelupuk matanya. Dan Yoona, sungguh telah merasa jika gadis kecil itu mulai khawatir dan takut.

“Tiffany, ku mohon, kau hanya tidak dapat mengerti.”

“APA YANG HARUS KU MENGERTI—APA HAH?”

“TIFFANY!!”

Dan akhirnya, suara yang sedari tadi Yoona tunggu kedatangannya pun terdengar, wanita cantik itu dengan seketika mengalihkan pandangannya pada Siwon suaminya yang sekarang berada beberapa meter dibelakangnya.

“Siwon—“ suara Yoona pelan tak terdengar.

Siwon, pria itu pun dengan langkah pasti berjalan perlahan mendekat kearah sumber keributan itu terjadi.

“Tiffany, ku mohon jangan libatkan Anna dalam semua ini.”

Tiffany tersenyum masam mendengar Siwon, seraya semakin mempererat pelukannya ditubuh Anna seakan-akan wanita itu ingin meremukan gadis kecil yang berada dalam pelukannya.

“Jelas-jelas karena kedatangannya kau semakin tak bisa melepas wanita itu meskipun kau tak mencintainya, jangan paksa dirimu Siwon! Harusnya kau kembali pada ku jika kau masih mencintai ku, bukan malah mengagunggkan ego mu dan tetap bersamanya, dengar Siwon, aku bersedia kembali pada mu.. ku mohon Siwon aku membutuhkan mu.”

“Appa—tolong aku— tolong aku Appa.”

Suara Anna pelan di ujung bangunan. Siwon mengusap wajahnya kasar, pikirannya benar-benar kacau sekarang, apa yang harus dia lakukan entahlah, dia benar-benar bingung.

“KAU BENAR-BENAR TAK INGIN MELEPASKAN NYA SIWON KAU SUNGGGUH KEJAM.”

Pekik Tiffany kasar, seraya kembali mundur selangkah. Yoona yang melihat nya pun langsung melangkahkan kakinya, mencoba menghentikan gerak Tiffany yang membawa tubuh putrinya semakin jauh.

“BERHENTI YOONA!!”

Pekiknya lagi, yang kemudian membuat Yoona berhenti ditempatnya.

“SIWON APA YANG KAU LAKUKAN? ANNA DISANA!” Dan seakan hilang akal, Yoona akhirnya membentak Siwon dengan sangat keras, entahlah melihat Siwon yang hanya berdiri kebingungan membuat Yoona semakin kalut, pria itu harus melakukan sesuatu bukan?

“Apa yang aku harus lakukan Yoona?” ucap Siwon sambil menatap putus asa pada sang istri.

“Cari bantuan— Anna ku disana—“

“Selangkah saja kau pergi dan melibatkan orang lain disini, anak mu akan ku bawa mati.” Timpal Tiffany keras, dan hal itu telah sukses membuat Yoona kembali menangis tersedu.

“Kalau begitu lepaskan dia.” Jawab Siwon tak kalah keras.

“Sebelum wanita itu melepaskan mu juga, anak ini tak akan pernah ku lepaskan Siwon!”

“DIA SAKIT. DIA BUTA.”

Dan dua kalimat itu mampu membungkam mulut Tiffany, matanya dengan terburu-buru ia arahkan pada Yoona, mencoba memperjelas apa yang baru saja dia dengar.

“Kau—kau JANGAN PERNAH KAU BERKILAH PADA KU!” jawab Tiffany dengan penuh kemarahan.

“Kanker—“

Dan seketika itu juga, tangan Tiiffany yang sekarang berada diantara leher dan dagu Anna bergetar hebat, suara kecil itu sukses membuatnya mengalihkan perhatian nya, kali ini Anna yang menjawab, gadis kecil itu berucap dengan suara bergetar, seraya memegang lengan Tiffany dengan jari-jari kecilnya.
Dan Yoona, wanita itu bahkan kembali terisak hebat saat mendengar suara parau putrinya, ia merasa sekarang ia adalah si bodoh yang membiarkan anaknya berada diambang kematian.

“Tak perlu membunuh ku Unnie— karena Tuhan pun sudah rindu pada ku, entah sekarang bersama mu, atau dengan penyakit ku, aku tetap akan mati jika itu yang kau ingin kan, hanya jika aku menunggu panggilan Tuhan mungkin aku masih bisa memeluk Appa dan Oemma, tapi jika aku harus pergi dengan mu, mungkin aku sudah tak punya lagi kesempatan.” Ucap Anna panjang lebar.

“Apa yang kau katakan.” Suara Tiffany semakin bergetar.

“Kanker, penyakit itu merusak tubuh ku Unnie, dia selalu menyakiti ku saat mereka sedang bangun dalam tubuh ku, apa Unnie tak kasihan pada ku? sakitnya kanker telah kurasakan beberapa tahun, dan aku juga harus merasa sakit saat mati sekarang? Saat tubuh ku terpental diatas aspal, saat tubuh ku melayang diudara, Unnie tubuh ku akan remuk, kau tak kasihan jika aku mati nanti wajah ku tak cantik?” celoteh Anna tanpa ada sedikitpun kesalahan pada ucapannya.

“Tiffany ku mohon dengarkan dia—berikan dia pada ku emm?” ucap Siwon seraya merentangkan tangannya dari kejauhan, mata Tiffany berkaca-kaca sekarang.

“Tapi aku hamil.” Jawab wanita itu pelan, air matanya mulai berjatuhan.

“Aku akan berada disisi mu mulai saat ini.” Jawab Yoona meyakini, dia juga merentangkan tangannya pada Tiffany.

“Kemarilah, kau bisa membesarkan anak mu dengan kedua tangan mu sendiri—aku akan selalu ada disamping mu—“ ucap Yoona lagi dengan penuh kepercayaaan.

“Apa aku bisa Yoona?” tanya Tiffany seraya menatap Yoona lembut.

“Kau bisa—jadi kemarilah.” Jawab Yoona tak kalah lembut seraya masih merentangkan tangan kanannya, dan perlahan-lahan berjalan mendekat keujung gedung dimana Tiffany dan Anna berada disana.

“Bisakah aku mempercayai mu Yoona? Dua sahabat artis ku bahkan mengecewakan ku—“

“Aku bukan mereka Tiffany— kemarilah, dan mulailah hidup mu lagi.”

“Yoonaa—“ dengan panggilan lembut itu, Tiffany akhirnya melepaskan tubuh Anna yang langsung digapai Siwon, dan wanita itu sendiripun langsung berlari memeluk Yoona, ia terisak hebat setelah nya, menangis menumpahkan segala rasanya pada Yoona.

Dan akhirnya hari itu berakhir dengan penuh kelegaan, Tiffany yang mulai bisa menerima kembali keadaanya, dan Anna yang kembali pada peluk Siwon, Ayah sambung baginya.

Senin 05 maret 2018.

Pagi itu suasana Rumah sakit dirasa begitu sunyi, seluruh anggota keluarga Choi ada disana, Tuan dan Nyonya Choi, Sooyoung, juga Siwon dan Yoona, mereka berdiri didepan ruang rawat Anna dengan penuh kegelisahan, Bahkan Sooyoung, anak gadis dari keluarga itu tak mau berhenti untuk sekedar duduk seperti yang lainnya, dia terus mundar-mandir didepan pintu ruang rawat itu, seraya terus menggigit jari jemarinya.

Dan suara tarikan dari sebuah pintu yang terbuka akhirnya memecahkan kesunyian disana, Siwon yang sedari tadi duduk menunggu dengan perasaan kacau pun, dengan segera berlari kecil mendekat pada seorang Dokter juga dua suster yang mengekori langkah dibelakangnya.

“Bagaimana? Apa keadaanya baik-baik saja?”

Dokter itu melepaskan tatapan penuh kekecewaan pada Siwon. Lalu dia menepuk bahu Siwon dua kali, dan kemudian menghembuskan nafas berat.

“Maafkan aku Tuan, aku tak bisa menjanjika apapun sekarang, hanya teruslah berdoa.”

Jawab Dokter itu dengan pelan.

Ya, tepat pukul Lima pagi tadi, Anna mengeluhkan rasa sakit yang hebat diseluruh tubuhnya, dan tak hanya itu, dia bahkan menangis pada Siwon dengan isakan yang teramat sangat keras.

“Appa—hikss—hikss—ini sangat sakit—“

“Maafkan Daddy Sayang—jika saja bisa, Daddy akan menghilangkan rasa sakit itu untuk mu.”

Siwon bahkan menjatuhkan air matanya saat mengatakan nya.

“Tapi dia satu-satunya putri ku.”

Ucap Siwon lagi, seraya menatap pria berjubah putih itu dengan mata sayu nya. Dua hari belakangan ini Siwon memang tak bisa tidur dengan nyenyak.

“Maafkan aku Tuan.”

“Apa seorang Dokter bisa putus asa.”

Suara Siwon yang mulai terdengar serak.
Dokter itu menunduk dalam, lalu kembali menjatuhkan tatapan nya pada Siwon.

“Anna ingin bertemu dengan Ayah juga Ibu nya.”

Dan Siwon akhirnya putus asa, ia menunduk dalam, dan kemudian meneteskan air matanya. Wajahnya memerah, dan nafas nya ,mulai terasa tersenggal, air mata tak hentinya jatuh membasahi hidung mancungnya. Dan akhirnya, setelah cukup lama terdiam, Yoona pun menyentuh lengan kekar Siwon.

“Anna mungkin sangat merindukan mu, jangan biarkan dia menunggu terlalu lama.”

Siwon lalu menghapus air matanya, lalu menegapkan tubuhnya, dan berbalik memperhatikan keluarganya yang berdiri dibelakang tubuhnya. Disana sang ibu tengah terduduk diatas kursi seraya menangis, sama seperti ayahnya yang tengah terduduk seraya menunduk dalam, juga Sooyoung yang berdiri menatap nya dengan wajah berlinangan air mata.

Sooyoung lalu mengangguk lemah pada Siwon, dan akhirnya pria itu memantapkan hati nya untuk mengikuti arahan sang Dokter, menemui Anna, putri kecilnya, yang teramat sangat dia sayangi entah kenapa.

Rambut yang semakin tipis, wajah yang semakin pucat, dan tubuh yang semakin lemah, itulah Anna nya sekarang, dia bernafas pendek-pendek saat Siwon telah berdiri dihadapan nya, peralatan medis saling berebut mendapat tempat ditubuh kecilnya, hati Siwon terenyuh kembali saat menyaksikan itu semua, melihat Anna nya sekarang, sangat begitu menyiksa batin nya.
Siwon duduk seraya mengusap pelan kening gadis kecil itu, Yoona yang berdiri disebelahnya terus mengusap tangan kecil Anna dengan sangat lembut, mereka hanya
diam dengan terus memusatkan perhatian pada Anna.

“Gumawo Oemma.”

Mata kecilnya terbuka perlahan-lahan, lalu dengan bibir manis nya suara itu terdengar mengalun ditelinga Siwon juga Yoona, ya memang sejak saat Siwon juga Yoona masuk kedalam ruang rawat nya, Anna sudah dalam keadaan sadar. Yoona mencoba sebisa mungkin untuk tersenyum pada putrinya, lalu kemudian mengangguk pelan, seolah-olah Anna tengah melihatnya sekarang.

“Kau harus sembuh—“

Ucap Yoona dengan suara yang mulai bergetar. Dan Anna menarik bibir manisnya, dia tersenyum kecil mendengar jawaban ibu sambungnya itu.

“Gumawo, Appa—“

Dan akhirnya, air mata itu kembali lolos dari mata seorang Choi Siwon, dan bukan hanya dia, Yoona juga, dia menangis sekarang, ia bahkan menangkup bibirnya dengan pergelangan tangan kirinya, sementara tangan nya yang lain masih setia mengusap tangan kecil Anna.

“Mian—mianhae—Appa—mianhae—“

Dan Yoona akhirnya tak sanggup lagi untuk tetap berdiri disana, dia dengan cepat berjalan menuju jendela besar diujung ruang rawat itu, lalu menangis pilu tanpa suara disana.

“Dad—“

Sungguh, ingin rasanya Yoona dan Siwon menjerit saat itu juga, menangis menumpahkan segala beban yang dirasa menggunung dipunggung mereka. Tapi tidak, mereka tetap menangis dalam diam, mempertahankan keinginan mereka demi Anna.

“Apa Daddy senang sekarang—aku memanggil mu Daddy—aku rasa juga ternyata itu lebih indah dibanding Appa, Daddy benar—daddy”

Ayolah, katakan pada Siwon sekarang, apa dia terlalu perasa? Ia menangis tanpa jeda saat Anna tersus berceloteh, apa dia terlalu dramatis dalam situasi ini?

“Dad, Oemma.. apa kalian masih disini?”

Dan Siwon dengan cepat menghapus air matanya dengan kedua tangannya, berbeda denga Yoona yang masih bertahan menangis diujung jendela.

“Daddy disini sayang—“

Anna lalu tersenyum kecil.

“Dad—bisakah kau memegang tangan ku sekarang?—“

Dan Siwon langsung menggerakkan jemarinya untuk meraih tangan kecil Anna.

“Daddy bersama mu Sayang.”

“Oemma—Bisakah kau meniup pelipis ku? aku merasa pusing—“

Siwon dan Yoona saling berpandangan, Siwon mengangguk pada Yoona, dan wanita itu malah menggeleng dengan masih berderaian air mata. Siwon lalu menatap Yoona dengan pandangan memohon, dan setelah beberapa detik berlalu, akhirnya Yoona mengikuti apa yang menjadi permintaan Anna, dia berjalan mendekat pada Anna, dan mendudukan tubuh nya dikursi sebelah kanan ranjang bersebrangan dengan Siwon.

Yoona lalu mulai mendekati pelipis Anna, meniupkan angin disana, bibirnya
bergetar hebat saat mencoba meniupkan angin untuk nya.

“Daddy—bisakah kau mendekat?”

Anna berucap seraya memejamkan matanya. Dan Siwon dengan segera menuruti permintaannya, dia memajukan badan nya.

“Aku mulai sedikit lelah—“ suara Anna memang mulai terdengar melemah, dan hal itu tentu saja membuat Siwon panik, dia bahkan hampir berdiri dari duduk nya, namun Yoona mencegahnya, dia memegang lengan Siwon, dan akhirnya membuat pria itu kembali mendudukan tubuhnya. Dan Yoona dengan gerakan pelan mengarahkan tangan kanannya untuk memencet tombol merah disamping ranjang, dan kembali meniup pelipis Anna dengan bibir yang masih bergetar, Siwon akhirnya kembali menjatuhkan air matanya, dia kembali menggenggam tangan kecil Anna, dan memajukan tubuhnya mendekat kembali pada Anna.

“Dada ku— kepala ku—perut ku— semuanya terasa sakit—“

Yoona hampir saja terisak, namun dengan sekuat tenaga ia mencoba menahan nya, dan tetap meniup pelipis Anna.

“Daddy memegang tangan mu—“

“Aku takut Dad—“

“Apa yang harus Daddy lakukan?”

“Han—nya—tetap di—sini—“

Dan saat Anna menyelesaikan katanya, pintu ruangan pun tiba-tiba terbuka. Disusul dengan munculnya beberapa perawat dan Dokter juga Keluarga Siwon, mereka satu persatu menatap Anna dengan perasaan khawatir.

“Oemma—dada ku—sesak—“

“Ahh—“

Dan akhirnya Yoona tak dapat melanjutkan tiupan nya, dia menangis, menutupi mulutnya dengan kedua tangan nya, dan Sooyoung langsung berlari memeluknya, membawa tubuhnya menjauh dari Anna.
Dan Dokter yang ada disanapun langsung bertindak, mereka mencoba sebaik mungkin merawat Anna. Tanpa membiarkan Siwon menjauh dari putri kecilnya itu.

“Da—ddy—“

Doter Pria yang berada dihadapan siwon pun mengangguk, dan akhirnya Siwon semakin mendekatkan telinga nya pada bibir kecil Anna.

“Oe—mma—“

Setetes Air mata jatuh membasahi pipi Anna, itu milik Siwon.

“Ne—“

Dan akhirnya Siwon menemukan suaranya.

“Sakit—sangat—Bolehkah aku—men—an—gis—“

“Menangislah—menangislah—menangislah Sayang.”

“Gumawo—Daddy—“

Anna lalu membuka matanya, dan seolah-olah dapat melihat bayang Siwon ia menjatuhkan air matanya.

“Any—eo—ng—Dad—Oem—“

Titttt—

Dan seketika itu juga seluruh sudut dalam ruangan itu riuh dengan suara tangisan, Siwon bahkan tak melepaskan pelukan nya dari tubuh Anna saat Dokter menyatakan jika putri kecilnya itu sudah tiada, dia menciumi wajah pucat Anna bertubi-tubi, bahkan membasahi wajahnya dengan linangan air mata milik nya, Nyonya Choi pingsan seketika itu, dan Yoona menangis tanpa henti.

Anna, saat kau menutup mata mu, itu adalah hal yang membuat Siwon selalu merasakan luka mendalam. Mereka melepaskan kepergian Anna denga penuh luka.

Flashback End.

Siwon menatap Yoona dalam, lalu dengan tiba-tiba memeluk tubuh kurus itu dengan sangat erat, dan dia menangis terisak, bagaikan seorang bocah kecil, air matanya terus keluar tanpa perintah.

“Terima kasih—terima kasih sudah datang dalam hidup ku—terima kasih sudah menjadi istri ku—terima kasih untuk semuanya—maaf karena aku kau menjadi semenderita ini—maaf—karena aku—tubuh mu menjadi sangat kurus sekarang—maaf telah menjadi suami kejam untuk mu—maaf—“

Dan Yoona akhirnya tersenyum, ia juga sedih, ia juga menangis, tapi ia merasa sedikit lega sekarang, dan akhirnya, setelah cukup lama, ia bisa membalas pelukan pria itu, mengusap punggungnya, dan menenangkan nya.

“Terima kasih juga, karena kau selalu ada untuk kemudian menyelamatkan hidup ku

*

*

*

And Tbc~

*

*

*

Halloooo—Im Here..
Apa kahabar semuaaaa? Mine kembaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, dan mungkin mengecewakan, Mian. Semoga semua pembaca mine masih minat denga next chap dari ff ini. Aminnnnnnnnnn

Advertisements

13 thoughts on “[Fanfiction] Mine Chapter 8”

  1. Plis deh ini yang bikin ngeselin bgt udh di bikin mewek eh ujung ujung nya di bikin kesel sama sama tulisan tbc yang tidak di inginkan.. pendek bner mak belum puas bacanyaa:(
    ikut nyesek njirr Anna oh anna:( Plis cepet di lanjut lagi penasaran pen tau kelanjutan kisah yewe gmna setelah di tinggal anna & gmna sama tiffany yang lagi hamil bakal damai apa perang lagi :v kuy ah di antos juga requestan aku yang lain secepatnyaa:v akan ku teror lagi kau haha

    Like

  2. Awalnya Sdikt agak lupa ama critanya 😆
    Stiap baca ff ini slalu ikut mewek 😭😭
    Pokonya mesti di lanjut thor jgn end dlu critanya bnr” bagus,,,

    Like

  3. Aku ikutan menangis 😥 meskipun harus baca chapter sebelumnya karena sedikit lupa jalan ceritanya.
    Part ini semoga menjadi part akhir yg nyesek, part selanjutnya semoga happy2 aja :’)
    Intinya ditunggu Part selanjutnya. Semoga cepet publishnya juga. Ditunggu ya thor.

    Like

  4. Akhirnya berlanjut ceritanya…😉😉.
    Anna yang akhirnya meninggal karena penyakitnya..😢😢.
    Kasihan juga Siwon..,setelah ia begitu menyayangi Anna,ia harus kehilangan Anna.
    Bagaimana kelanjutan hubungan Yoona Siwon??Apa mantan Siwon tidak akan mengganggu hidup Yoonwon??
    Ditunggu kelanjutannya…😊😉

    Like

  5. Baru jg update udh disuguhkan dengan cerita yg sedih… sampe nangis eon bacanya… kasihan anna… semoga yoona dan siwon bisa bangkit kembali… ditunggu lanjutannya ya eon..

    Like

  6. Untung aja ngecek ini wp kalo kagak pasti ketinggalan dah ceritanya, hihihii

    Oh, kirain Tiffany bakal lanjutin rencananya tapi, alhamdulillah yaa dia masih punya rasa kemanusiaan apalagi terhadap anak kecil kek Anna. Duh, tadinya mau nangis tapi, kagak jadi. Hiikkksss
    Ini masih lanjut pan yak? Ditunggu untuk lanjutannya Daawaa, SEMANGAAAAATTTTTT 💪💪💪

    Like

  7. Asli ceritanya bikin pembaca mewek 😭😭 sangat menyentuh. Terima Kasih sudah melanjutkan cerita ini, awalnya sempet lupa sama alurnya 😁

    Di part yg akan datang jgn dibikin sedih lagi ya 😁

    Like

  8. setelah sekian lama ff ini hiatus akhirnya up lagi.
    berharap tiffani bener” sadar, dan hubungan yw makin baik….
    ditunggu kelanjutannya ya!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s