Tanpa kategori

[Fanfiction Oneshoot] One Day For You

The little prince
Present.
[Fanfiction] One Day For You.

DSnlQL_VoAUebEv

Cast :

Choi Siwon And Lim Yoona.

Author :

The Little Prince

Summary :

Aku ingin memberikan hal berbeda dari semua hal yang mereka berikan untuk mu, sebuah hari spesial dari seluruh hari spesial di hidup mu, karena aku mencintai mu, aku ingin terlihat berbeda dari yang lain di mata mu. (Lim Yoona.)

Tak perlu berlebihan sungguh, kau adalah diri mu, jadilah seperti itu setiap hari, karena aku menyukainya. (Choi Siwon.)

*

*

*

Happy Reading Dear ^^

Continue reading “[Fanfiction Oneshoot] One Day For You”

Advertisements
Chapter

[Ficlet] No Other (?)

Fanfic By :

Ranny.S

¤¤

Main Cast : Yoona Lim, Choi Siwon, And Other Cast.

A/N : Penulis baruuu! Anyeong, salam kenal prince, princess, ranny suryani disini, karya pertama ku, mohon di mengerti jika jelek atau jalan cerita kurang memuaskan, okelah, happy reading aja yahh..

¤¤¤

“Kau dari mana?”

Siwon diam, ia tertegun dengan apa yang baru saja dikatakan Yoona. Dengan ekspresi wajah kesal juga dengan suara dingin Yoona berada dihadapannya sekarang.

“Yoong, aku–”

“Siwon, aku menunggu mu 3 jam, dan selama itu akhirnya kau tak datang juga menemui ku! Dan apa sekarang ini? Kau datang ke Apartemen ku dan meminta maaf? Kemana saja diri mu saat aku menunggu tadi direstoran?”

Maki Yoona, mengeluarkan amarahnya.

“Yoona, kau jangan salah paham dulu Sayang, tadi aku–”

“Sibuk syuting? Ada tambahan scene? Lalu kenapa kau tak bisa membalas satupun pesan ku? Harus nya kau mengirim setidaknya satu pesan saja pada ku, jika aku tak perlu menunggu mu.”

“Yoong–”

“Sebegitu menyenangkan kah bekerja dengan Liu Wen?”

“IM YOONA!!”

Dan pada akhirnya Siwon pun mengeluarkan rasa kesalnya. Yoona benar-benar tak memberinya kesempatan bicara sedikit pun, dan Siwon tak bisa bersabar untuk itu. Tapi hey!
Siapa yang sebenarnya berhak marah sekarang? Wanita mana yang tak kesal dibuat menunggu tiga jam tanpa kepastian? Dan sekarang tanpa tau malu datang ke Apartemennya tanpa permisi lalu meminta maaf?

“Sekarang kau marah pada ku?”
Suara Yoona kemudian dengan senyum meremehkan.

“Bukankah aku benar? Kau menjadi seperti ini sejak syuting dengan artis china itu? Sungguh Siwon ini bukan yang pertama kalinya kau syuting, tapi sejak bekerja sama dengan artis itu kau jadi lebih melupakan ku.”

“Yoong, bukan begitu, kau harus mendengarkan ku! Aku sungguh sangat sibuk tadi–”

“Kau berbohong Oppa!”

“Aku bersumpah demi kau Yoona!”

“Dan aku juga bersumpah demi diri mu, jika kau datang kesini sekarang, karena Jiwon! Aku mengirim pesan padanya, dan kau langsung datang! Kau melupakan janji mu Siwon.”

“Yoona ku mohon.”

“Entahlah Siwon, sekarang lakukan apa yang ingin kau lakukan. Aku akan berada dikamar sekarang, aku lelah.”
Ucap Yoona lemah, lalu tanpa menunggu lagi suara Siwon, ia melangkah pergi menuju kamarnya, menutup pintu dengan sangat pelan lalu menguncinya.

Sungguh, menghadapi Siwon yang sekarang sangat menyakitkan untuknya.

“Maafkan aku Yoong.” ucap Siwon setelah cukup lama terdiam memperhatikan pintu kamar Yoona yang sekarang telah terkunci rapat. Siwon menghembuskan nafas beratnya, sebelum akhirnya menjatuhkan tubuhnya keatas sofa yang berada tepat disebelah kirinya.
Ia memejamkan matanya sembari sesekali memijat pelipisnya, sungguh rasa sungkan nya kini merugikan untuk dirinya sendiri, sangat merugikan nya.

Siwon akhirnya bermalam di apartemen Yoona, ia tidur beralaskan sofa panjang berwarna putih yang sebenarnya terlalu kecil untuk menampung tubuh nya.
Dan dengan masih menginginkan permintaan maaf dari kekasihnya Yoona, pria itu bangun sangat pagi, ia merapikan seluruh sudut diapartemen Yoona tanpa terkecuali, membersihkan seluruh piring kotor, mencuci pakaian dengan mesin cuci, sampai membuat sarapan spesial khusus untuk Yoona dia melakukan nya, sungguh ia benar-benar sangat merasa bersalah, sehingga tanpa tau apa yang harus dia lakukan untuk mendapat maaf dari Yoona, ia akhirnya melakukan semua itu tanpa berpikir lagi.

“Oppa?–”
Siwon untuk sesaat menghentikan aktifitas tangan lincahnya yang sedang meracik teh hijau kesukaan Yoona. Ia mendongak saat dirasa seseorang mengeluarkan suaranya, dan tak lama kemudian dia tersenyum.

“Ya, ini aku Sayang, apa yang sedang kau lihat disana? Kemarilah, aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu.”
Ucap Siwon dengan semangat menggebu.

Yoona menghela nafas berat, dan hari itu akhirnya berakhir dengan Siwon yang mendapat maaf dari Yoona, ya mau tak mau gadis cantik itu akhirnya memaafkan Siwon, meskipun sangat kesal, tapi dia tetap punya hati nurani, ia tidak mungkin mengabaikan Siwon yang kala itu bahkan rela mati-matian membuatkan sarapan untuknya. Yoona yakin Siwon benar sangat menyesal.
Dan dia cukup percaya jika Siwon mungkin takan lagi mengecewakan nya.

¤¤¤

Siwon ku tak mungkin lagi mempermainkan kepercayaan ku, Siwon ku tak mungkin lagi menyakiti ku, Siwon ku tak mungkin lagi melakukan hal yang sangat tak ku sukai.

Tapi sekarang yang ada dihadapan ku benar-benar sangat kembali mengecewakan ku, kembali mencabik-cabik hati ku, sangat tak ku sukai. Memang benar, tak akan pernah ada manusia yang dapat membaca pikiran manusia lain, memang benar, mempercayai manusia itu kadang menyakitkan, dan Siwon? Haruskah kau lagi yang menyakiti ku kepercayaan ku? Siwon? Apa ini? Yang aku lihat sekarang?

“Yoong–” bahkan manager ku yang sekarang berada disamping ku memandang prihatin pada ku Siwon. Tidakah kau prihatin juga pada ku? Atau setidaknya pada perasaan ku?

Aku mengeluarkan ponsel dari saku mantel hitam yang sedang ku pakai, menyalakan nya, lalu memulai mengetik huruf-huruf yang ingin ku kirim pada mu.

‘Kau sedang dimana Oppa?’

Siwon, lihatlah tangan ku bahkan bergetar saat menyatukan kata itu dilayar ponsel ku, mata ku bahkan berkaca-kaca saat menunggu balasan pesan mu, hanya satu yang ku harapkan sekarang, kau jangan berbohong, itu sangat melukai ku.

Drttt..

Aku sesegera mungkin mengalihkan perhatian ku pada ponsel ditanganku, dengan was-was aku membuka pesan dari mu. Dan–

“Aku di bandara Sayang, bukankah kau tau aku ada jadwal pemotretan diluar?”

badan ku melemas seketika itu juga.. Oh Siwon kau kembali berbohong? Jelas kau ada tak jauh didepan aku berada! Kenapa kau berbohong, jelas kas sedang mengobrol ringan dengan manager si artis china itu, aku melihatnya sekarang! Dirumah sakit ini. Di hadapan ku.
Dengan tangan yang mulai bergetar hebat aku kembali membalas pesan nya.

‘Sepertinya kau berbohong tuan! Jelas kau berada dihadan ku sekarang! Dan aku da diseberang kiri mu!’

aku dengan cepat mengirim pesan itu padanya, dan beberapa belas detik kemudian, saat Siwon kembali membaca pesan dari ku, ia dengan wajah tegang nya mengalihkan pandangan nya pada ku. Dan Tuhan! Wajah nya benar-benar terlihat sangat terkejut!

“Yoona” aku dapat melihat bibirnya menggumamkan nama ku sebelum akhirnya aku melambaikan tangan seraya tersenyum lebar padanya, lalu beberapa detik kemudian aku menghapus senyum ku, dan menurunkan tangan ku, dan pergi, meninggalkan Siwon yang masih terdiam kaku ditempatnya.
Dia mengejar ku memang, tapi aku tak ingin berada di hadapan nya sekarang, jadi aku memilih untuk masuk kedalam mobil ku dengan cepat lalu melesat pergi meninggalkan nya.

‘Kau kembali mengecewakan ku! Aku ingin kau pergi saja sejauh mungkin dari tempat ku!’

itu adalah pesan terakhir yang ku kirim padanya, sebelum akhirnya aku memilih untuk menghindarinya, ya tiga minggu berlalu setelah kejadian itu, dan aku benar-benar tak bertemu dengannya lagi, tak menjawab telpon nya, pesan nya atau pun semua suratnya, aku benar-benar telah dikecewakan nya. Aku bahkan tak pulang ke apartemen ataupun rumah ku tiga minggu belakangan ini. Aku beristirahat dirumah ayah ku atau kakak ku, karena aku yakin jika aku pulang ke apartemen atau rumah ku, dia akan dengan mudahnya masuk dan memaksa ku memaafkan nya, aku tidak mau! Aku merasa sudah sangat lelah.
Namun setelah tiga minggu berlalu, setelah aku merasa Siwon tak lagi menghubungi ku, aku memutuskan untuk pulang ke apartemen ku, karena memang lokasi syuting ku dekat dengan apartemen yang ku tinggali, jadilah aku memutuskan pulang ke apartemen bukan ke rumah Appa maupun kakak ku.

Gelap adalah hal pertama yang menyambut ku, saat aku membuka pintu apartemen ku, tak ada suara maupun bisikan, hanya hening dan tenang.
Tapi suasana menjadi berubah seketika saat aku menyalakan lampu dan terang menyertai setiap ruang sampai kesudut apartemen ku.

Seorang pria bertubuh tinggi tegap berdiri tak jauh dari tempat ku berdiri sekarang. Rambutnya acak-acakkan, wajahnya terlihat lemas, dibawah matanya ada lingkar hitam menyeramkan, dan dia Siwon.
Aku menatapnya dalam diam, tak berkata maupun bergerak, berbeda dengan nya yang beberapa kali menghela nafas dalam.

“Aku mohon Yoona, maafkan aku, aku tak bermaksud sedikitpun untuk menyakiti mu. Maafkan aku, ku mohon.” dia memulai suaranya yang parau, dan aku? Lima menit bahkan telah berlalu, dan aku tak membuka sedikitpun suara ku, hanya terus menatapnya dengan pandangan dingin.

“Aku hanya merasa tak enak jika menolak. Yoong dia asing disini. Aku juga sebenarnya tak mau mengantarkan dia kemana-mana, tapi dia hanya mengenal ku dikorea, tapi Yoong sungguh, aku mengantar nya hanya atas dasar aku merasa tak enak sungguh Yoona.”

dia berkata dengan nada suara putus asa. Dan aku? Lagi-lagi tak dapat membuka suara ku. Hanya terus diam dan memandang nya.

“Yoona, ku mohon.”

Siwon menatap lesu pada ku. Dan aku tak dapat melakukan apapun. Apapun, tak dapat mengeluarkan satu kata pun untuk menjawab semua pertanyaannya.

Siwon entah kenapa hati ku menjadi punya dua pikiran tentang mu, kepercayaan ku sedikit-sedikit menjadi goyah, aku menjadi ragu, haruskah aku memaafkan mu? Jujur aku merasa tersisihkan, jujur aku merasa cemburu, tapi tak bisakah kau mengerti itu? Lalu menghargai perasaan ku?

Aku ingin memaafkan mu. Tapi entah kenapa mejadi sangat sulit, apa yang harus ku lakukan?

¤

¤¤

horee.. Selesai deh, pengen saquel?