[FF] Mine | Chapter 7

Fanfiction By
The Little Prince


••

Cast

Im Yoona || Choi Siwon || Tiffany Hwang || Choi Sooyoung || Cristina Fernandez Lee || And Other Cast.

A/N : Tulisa yang bercetak miring merupakan Flashback

••

••

Happy Reading~

••

••

Pagi berawal seperti biasanya, matahari terbit dari sebelah timur, embun membasahi daun-daun diluar rumah, dan aku menguap saat bangun tidur.
Semua berjalan seperti biasanya, hanya saja wartawan-wartawan itu masih saja tinggal didepaan rumah, seperti tak ada lagi yang mereka perdulikan selain ucapan seorang Choi Siwon.

“Kau akan berangkat?”

Tanya ku pada Siwon yang kini terlihat sedang memakaikan dasi dilehernya, raut wajahnya masih saja datar hingga sekarang.
Dan aku tau benar apa yang membuatnya menjadi kembali dingin.

“Kau pikir aku hanya akan tidur sepanjang hari.”

Aku kemudian terdiam saat dirasa suasana mulai memanas, tidak-tidak. Aku tidak akan mengganggu singa yang sedang merasa terancam.
Sehingga dengan mengabaikannya, akupun berjalan keluar dari kamar Siwon, dan masuk kedalam kamar yang berada tepat disebelah kamar Siwon.

Harum aroma Lavender langsung menyeruak dihidung ku, menyapa tenggorokan ku, dan menenangkan pikiran ku.

Aku tersenyum kala mendapati seorang gadis kecil yang sudah beberapa hari ini mengisi kamar bernuansa biru baby ini, sedang menyisir rambutnya seraya berdiri didepan jendela besar disisi ranjangnya.

Choi Anna.
Putri kecil ku, yang beberapa hari ini memanggil ku Oemma dengan suara lembut dan bibir kecilnya.

“Anna-ya.”

Aku memanggil nya dengan suara kecil ku, mencoba untuk tidak membuatnya terkejut.
Dan dia, dengan perlahan membalikkan badannya menghadap kearah ku yang berdiri tak jauh darinya.

“Oemma–”

Dia tersenyum cantik saat mengatakannya, sangat teramat cantik.
Aku ikut tersenyum, dan lantas berjalan pelan mendekatinya, membungkukkan tubuh ku, dan memandang wajah teduhnya.

“Bagaimana malam mu dikamar ini.”

Tanya ku seraya menggenggam tangannya.
Dia tersenyum dan masih memandang kelain arah.

“Aku masih merasa asing bu– maksud ku Oemma– aku bahkan tidur sangat larut semalam.”

Aku kembali tersenyum kecil, lalu meraih wajahnya untuk menghadap kearah ku. Dan dia kemudian tersenyum polos saat sadar jika dia salah mengarahkan tatapannya.

“Tak apa, kau akan merasa lebih baik perlahan-lahan.”

Jawab ku kemudian, yang kini entah kenapa memunculkan air mata saat aku kembali memandang wajah cerahnya.

“Emm, tapi aku bersyukur semalam Soo Unnie tidur dengan ku.”

“Soo–”

“Sooyoung Aunty Sayang, bukan Unnie, dia Aunty mu.”

Aku mengalihkan perhatian ku cepat, dan.

Oh Choi Siwon.
Baru saja aku akan kembali bertanya, pria itu sudah memotongnya.
Dia berjalan pelan seraya menebarkan senyum manisnya, dan menyingkirkan ku dari posisi ku saat dia sudah berada dihadapan Anna.

Cih..
Tadi saja didalam kamar bersama ku dia sok cool. Apa yang sebenarnya dia pikirkan?

“Appa.”

Suara Anna riang saat Siwon membawa tubuh mungil Anna kedalam gendongannya.

Namun bukan semakin bersemangat karna mendapat keriangan dari Anna, Siwon malah terlihat mamajukan bibirnya membentuk sebuah kekesalan.
Oh bahkan dia tidak malu dengan tubuh besarnya saat melakukan ekspresi itu. Andai Anna melihatnya, dia pasti akan tertawa sangat lama.

“Kenapa masih Appa? Kau harus memanggil ku Daddy Sayang.”

Oh,
Aku tak habis pikir.
Dasar Choi Siwon alay.

Anna menggelengkan kepalanya, dan Siwon semakin menekuk wajahnya.

“Hei Suami ku, janganlah keras kepala. Ku pikir Anna lebih nyaman dengan panggilan yang ku sarankan.”

Dan akhirnya aku mengeluarkan suara ku, yang memang aku sudah merasa gatal dengan sikap sok manis Siwon.

Pria itu lalu melemparkan tatapan tajamnya pada ku, yang ku jawab dengan delikan pundak ku.

“Tidak mau tau. Intinya Anna harus memanggil ku Daddy, itu lebih keren.”

Timpalnya, lagi-lagi masih keras kepala.

“Appa–”

Dan aku hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala ku saat melihat kelakuan Siwon dan Anna pagi ini.
Siwon bahkan memberikan ciuman bertubi-tubi pada wajah Anna saat Gadis kecil itu masih tak mau memanggilnya Daddy, dan terus menerus memanggilnya Appa.

Ya Tuhan.
Jika Anna cukup untuk kebahagiaan Siwon, maka ku mohon biarkan dia terus disisinya.
Dan jika cinta Siwon cukup untuk Anna, tolong jadikan itu sebagai hal yang akan mempertahankannya.

Entah kenapa hati ku bergetar saat melihat tawa Siwon melebur bersama tawa Anna.
Setetes air mata kemudian jatuh membasahi pipi ku.

Anna yang malang.

***

“Bolehkah aku duduk?”

Siwon mengalihkan perhatiannya pada ku , yang kini berdiri diambang pintu kaca balkon kamarnya.

Dan tanpa menunggu persetujuan Siwon yang aku yakin sedang tidak sibuk, karena tak ada sesuatu hal pun yang pria itu kerjakan selain duduk diatas kursi santai dilantai balkon kamarnya, hanya memandang redup langit hitam yang menyisakan setengah dari lingkaran bulan, dan dua bintang yang berkelip mendampinginya.

Aku lalu duduk disalah satu kursi kosong disebelahnya, mengangakat serta kaki ku, menekuknya, dan memeluk erat lutut ku. Cuaca malam diluar cukup dingin.

“Bagaimana Anna?”

Aku mengalihkan perhatian ku padanya, dia masih sibuk mamandangi bulan dan bintangnya.

“Emm, besok dia akan mulai terapi pertamanya. Untuk guru privatnya Appa sudah mengaturnya.”

Dan yang aku bingung, bukannya mengangguk manis, dia malah mendengus.

“Aku sudah tau itu lebih dulu dari mu. Yang aku maksud sekarang Anna dimana? Dia sudah tidur?”

Oh, aku menggaruk kepala ku yang tak gatal, dan Siwon menatap ku untuk sesat, tersenyum meremehkan ku, lalu kembali memandangi langit hitam didepannya.

“Sooyoung menemaninya. Semalam dia juga tidur bersama Anna.”

Siwon menganggukan kepalanya.
Ia lalu terlihat menghembuskan nafasnya berat.

Kami terdiam cukup lama setelahnya, memandang langit hitam dengan dua bintangnya yang mulai semakin meredup, sebelum akhirnya aku mengeluarkan suara ku.

“Tiffany–”

“Kanada..”

Dan dia menghela kata ku, aku mengalihkan perhatian ku padanya, memandangnya dengan raut wajah kebingungan.

“Maksud mu?”

Ia kembali menarik nafas dalam, sebelum akhirnya mengalihkan perhatiannya pada ku, memandang ku dalam dengan mata sayu dan wajah yang terlihat lelah.

“Tiffany, dia dikanada sekarang.”

Aku tentu saja terkejut, bahkan sangat terkejut sekarang.

“Kau– kau tau dari mana?”

“Tadi siang aku pergi ke Apartemen salah satu asisten nya.”

Oh Tiffany!
Benar-benar diluar pikiran ku,
Membuka aibnya sendiri pada seluruh media,
Membiarkan Siwon menderita, dan sekarang?
Apa dia lari dari masalah?

Aku memijat pelipis ku yang entah kenapa terasa berdenyut sekarang.

“Dan kau– dia meninggalkan mu dengan semua wartawan-wartawan yang bahkan tak lelah mengejar mu siang dan malam?.”

Suara ku pelan, seraya mengusap wajah ku dengan kedua tanganku.

“Aku bahkan sedikit demi sedikit kehilangan partner kerja.”

Timpal Siwon, yang entah kenapa malah semakin menatap ku lekat.

Aku mengedip-ngedipkan kedua mata ku cepat, dan mengalihkan perhatian ku dari Siwon.
Perasaan kacau tadi hilang seketika, berganti dengan rasa tak enak saat Siwon terus saja menatap ku seperti itu.
Apa ada kotoran di wajah ku?

“Emm.. Apa kau punya sosial media?”

Tanya ku lagi tanpa mau menatapnya.

“Ada Instagram.”

Jawabnya cepat.
Yang astaga!
Entah aku salah lihat atau apa, dia melemparkan senyum manisnya pada ku saat aku tak sengaja mengalihkan pandangan ku lagi padanya.
Oh Tuhan!
Im Yoona! Kenapa jadi seperti ini, Tidak-tidak, bahkan jantung ku berdebar cepat sekali saat ini hanya karna senyum kecilnya yang aku juga belum tau itu pasti atau tidak.

“Emm– kalau begitu kenapa tak coba kau cari informasi disana? Mungkin Tiffany mengunggah–”

Oh!
Yoona bodoh!
Aku langsung menghentikan kataku, menggigit bibir ku kuat, dan memalingkan wajah ku.
Mana ada orang yang sedang lari dari media mengekspos sesuatu tentang harinya ke media! Bodoh! Bodoh! Bodoh!

“HAHAAAHAAAA,,”

Dan akhirnya aku mendengarnya,
Siwon menertawaiku!
Upphh..
Aku menghembuskan nafas ku sesaat, sebelum akhirnya memalingkan kembali wajah ku padanya, yang sekarang masih tertawa renyah.

“Yakk, Im Yoona, guru pintar yang suka sekali mengeluarkan kata tegas, kau sebenarnya kenapa? Di depan ku apa kau merasa gugup.”

Aku membelakkan kedua mata ku, dan memundurkan wajah ku yang terkejut saat Siwon memajukan tubuhnya mendekati ku.

“Apa kau merasa jika jantung mu berdebar kencang sekarang?”

“M–mwoo?”

Pria ini bahkan mengedipkan sebelah matanya padaku?

Oh Choi Siwon!
Aku dengan cepat berdiri, mengerjapkan mata ku cepat, lalu tertawa dan memandangnya remeh.

“Ayolah Tuan Choi! Berhenti sok keren didepan ku! Aku bahkan tak bisa bereaksi apa-apa hanya karna mu.”

Ucap ku tegas, sebelum akhirnya berbalik dan melangkahkan kaki ku untuk pergi dari hadapannya.

Namun belum juga aku menginjak langkah kedua, dia Siwon, telah lebih dulu memegang lengan ku. Menarik ku pelan yang kemudian membuat aku akhirnya kembali menghadap dirinya, dekat, begitu dekat, mata kami saling berpandangan sekarang. Dia bahkan mengalungkan lengan kirinya dipinggang ku, dan Oh..
Dia kembali tersenyum untuk ku?
Ku mohon Choi Siwon, jangan dengar suara jantung ku yang bergemuruh sekarang.

“Siwon–ssi–”

Dan akhirnya aku tersadar dari keterkejutan ku, dan dengan gerakan cepat aku meronta meminta Siwon untuk melepaskan ku,
Namun bukannya melepaskan ku, dia malah semakin mempererat pelukannya pada pinggang ku, menatap ku intens, dan akhirnya perlahan-lahan aku tak punya lagi daya untuk menghalau pelukannya, aku menunduk semakin dalam perdetiknya kala ia semakin intens menatap ku dengan senyum misteriusnya.
Entah tengah takut atau apa, aku benar-benar tak bisa membalas tatapannya, benar! Jantung ku yang berdetak lebih dari biasanya membuat ku tak mampu mendongakkan wajah ku. Perlahan-lahan tangan ku yang sedari tadi meronta mencoba menjauhkan tubuhnya dari ku melemas, keduanya sekarang telah bersandar cantik didada bidangnya.

“Aku akan pergi.”

“Nde–”

Aku entah kenapa, seketika itu juga aku mendongakkan kepala ku dan akhirnya menatap dia.
Menatap Choi Siwon, yang masih setia memasang senyumnya pada ku.
Baru saja, entah karna euforia ku, halusinasi, atau salah dengar, suaranya begitu lembut mengalun dikedua telinga ku, dia berucap lembut pada ku.

“Entah sekarang kau tak punya rasa apapun saat bersama ku, atau kau belum menerima ku dalam kehidupan mu, aku akan tetap menunggunya, menunggu rasa itu muncul dalam diri mu. Kita sudah sepakat untuk berkomitmen, jadi tolong hargai komitmen itu, ku akui aku yang lebih dulu merasakan hal ini pada mu, tapi aku tak mau hanya merasakannya sendiri, kau juga harus merasakannya Yoona.”

“Siwon–ssi–”

Sungguh lidah ku langsung kelu saat Siwon tiba-tiba saja meraih wajah ku dengan tangan kanannya, dan mempererat pelukan dipinggang ku dengan tangan kirinya, wajah kami perlahan-lahan semakin mendekat tiap detiknya, aku bahkan bisa merasakan nafas rasa mintnya diwajah ku.

“Maafkan aku karna telah membawa mu dalam kehidupan ku yang kacau ini.. membawa mu pada masalah-masalah yang seharusnya aku hindari saat membuat komitmen bersama mu.. maaf membuat mu meragukan ku.. tolong belajar menerima ku mulai sekarang, dan akupun berjanji pada mu akan menyelesaikan semuanya, pergi menemuinya adalah hal yang ada dipikiran ku sekarang.”

“Siwon–ssi–”

Aku kembali menghentikan ucapan ku saat jari-jarinya yang berada diwajah ku tiba-tiba saja menekan kedua bagian pipi ku dan membuat bibir ku mengerucut maju, dia masih melemparkan tatapan tajam nya pada ku, dan aku?
Apalagi yang bisa ku lakukan selain mengerjap-ngerjapkan kedua mata ku, dan mencari objek untuk menghindari tatapannya.

“Aku sudah tidak sabar untuk menemuinya. Dan aku sungguh tak sabar untuk cinta mu. Aku menemuinya untuk menyelesaikan semuanya, dan kembali dengan harapan besar dari mu.”

Oh, apa yang sedang ku dengar sekarang?
Siwon– Siwon–
Apa yang sedang dia katakan?
Cinta?

“Aku mencintai mu Yoona, tapi cinta ku saja tak akan cukup untuk kita berdua.. jadi tolong cintai aku.”

Dan aku melebarkan kedua mata ku, saat Siwon entah bagaimana telah mendaratkan bibirnya diatas bibir ku, dia mengecupku lama, yah hanya mengecup, namun perlahan-lahan ia menggerakkan bibirnya diatas bibir ku, yang kemudian membuat aku terkejut setengah mati saat aku sadar apa yang sedang dia lakukan pada ku. Aku mencoba mendorong tubuhnya dengan kedua tangan ku saat Siwon tiba-tiba melumat bibir bawah ku.
Oh tapi sepertinya keadaan tidak berpihak pada ku, bukannya semakin kuat mendorongnya, tangan ku entah kenapa menjadi melemas, kaki ku bahkan bergetar, andai saja Siwon tak memeluk ku seposesiv ini, sudah pasti aku akan terjatuh diatas lantai.
Sepertinya takdir guru bukan berpihak pada kekuatannya, tapi pada otaknya, yang sekarang entah kenapa otak ku malah kosong melompong, tak ada ide untuk menjauhkan Siwon dari tubuh ku.
Dan akhirnya tanpa kusadari aku membiarkannya begitu saja, membiarkannya mencecap seluruh rasa bibir ku, entah itu lipstik atau apa, Aku membiarkannya saja, membiarkannya mencium seluruh permukaan bibir ku dengan intens, aku bahkan membiarkannya menggigit bibir atas ku, tak menolak atau pun membalasnya, aku hanya membiarkannya, mungkin karena aku ingin terbiasa dengannya, atau mungkin aku ingin mulai merasakan kehadirannya perlahan-lahan, ataukah mungkin aku mulai membuka hatiku?

Dia melepaskan ciumannya dengan cara yang begitu lembut menurut ku, membuka matanya perlahan, dan pelan-pelan dia melepaskan tekanan jarinya dikedua pipi ku yang membuat bibir ku mengerucut.

Aku membalas tatapannya, dan dia tersenyum dengan penuh pesona pada ku.

“Siwon-ssi? Panggilan macam apa itu? Kau bisa memanggilku dengan sedikit maniskan? Setiap detik ketika bersama ku, bukan hanya didepan Anna saja.”

Aku mengerjap-ngerjapkan mata ku cepat, tubuh ku merinding seketika.
Oh Choi, kau membuatku kembali gugup.

“Perlahan-lahan tanpa kau sadari, kau baru saja menerima ku.”

Ucapnya serak, lalu kembali mengecup bibir ku cukup lama, sebelum akhirnya melepasnya dan melepaskan pelukannya ditubuh ku.

Dia tersenyum kembali, sebelum akhirnya melangkah pergi menjauh dari ku, yang sekarang hanya dapat terdiam mematung tanpa gerak sedikitpun.

“Apa yang terjadi pada ku sebenarnya?”

***

Pagi hari di kanada tak jauh seperti pagi di Soul.
Matahari bersinar cerah, orang-orang berlalu lalang dipinggir-pinggir jalan bersiap-siap untuk memulai aktifitas pagi mereka, ada yang menunggu bus untuk kesekolah, ataupun pergi bekerja.

Aku menghembuskan nafas ku pelan, berdiri didepan sebuah gedung Hotel besar di kawasan Kota Quebec, Kanada, sendiri, tanpa Yoona, Anna, maupun keluarga ku.
Tiffany benar-benar telah membuat ku gila, aku bahkan harus mengeluarkan uang ratusan juta hanya untuk dapat bertemu dengannya?
Ayolah siapa dia?
Dia hanyalah orang yang menghancurkan masa depan ku!
Aku bahkan harus membayar orang-orang untuk menemukannya di negara yang bahkan aku tak tau dengan jelas semua kota-kotanya.

Apa yang sebenarnya dia inginkan?
Mempermainkan ku?
Dia berhasil!

Aku mengikuti langkah seorang pelayan lelaki yang membawa ku menuju lantai lima gedung ini, dia adalah salah seorang teman dari Taemin, yang tak lain adalah orang yang ku suruh untuk mencari keberadaan Tiffany, yang benar saja, pelayan disini tak akan mungkin memeberi tau orang lain tentang privansi termasuk nomor kamar maupun lantai dimana klien mereka tinggal, jika bukan atas kehendak klien itu sendiri.

Aku menolak saat pelayan pria itu berniat membantu ku untuk membuka pintu hotel dihadapan kami sekarang, dengan kunci cadangan mungkin?
Aku ingin mengejutkan wanita itu. Jadi aku harus benar-benar membuatnya terkejut.
Jadi aku hanya menyuruh pelayan itu memanggil Tiffany dari layar interkom diluar pintu masuk, agar wanita itu membuka pintunya.

Dan..

Tepat!

Dia disini, benar-benar disini. Demi apapun, setelah aku pulang ke seoul nanti, aku akan memeluk Taemin!
Oh Tuhan terima kasih.
Kau menolong ku.

Wajahnya menjadi sangat tegang sekarang, tatapannya benar-benar tak lepas dari ku. Ia bahkan berdiri kaku sekarang.
Dia benar-benar terkejut?

“Anyeonghaseo.. Hwang Min Young–ssi.”

Ucap ku dengan penuh penekanan seraya menatap tajam kearahnya, sesaat setelah pelayan pria itu menghilang dibalik lift.

“Si–siwon?”

Matanya berkaca?
Oh aku tersenyum sinis.

“Yah, aku Choi Siwon.”

Jawab ku, seraya tersenyum tajam padanya.

“Siwonn–”

Namun, aku benar-benar tak menyangka ini akan terjadi. Dia berlari dan memelukku?
Oh Tuhan apa-apaan wanita ini?

“Aku merindukan mu– aku merindukan mu– aku tau kau akan mencari ku Siwon, aku tau kau masih mencintai ku– aku—”

“Omong kosong Tiffany!”

Aku dengan cepat menghalau katanya. Mendorong tubuhnya menjauh dari ku, dan melangkah mundur satu langkah. Aku menatap marah padanya!

Sungguh, aku benci saat matanya menatap ku!

“Siwon–”

Suaranya bergetar.
Tapi entah kenapa, aku tak merasakan apapun lagi selain amarah sekarang. Tidak kasihan atau apapun, aku hanya marah!

“Inikah cara mu balas dendam pada ku Tiffany? Karna aku tak ingin kembali pada mu? Pada orang yang hanya mengingat ku saat dia tersakiti, dan membuang ku saat dia bertemu bahagianya.”

Dan benar!
Aku tak dapat menahannya lagi. Ini harus segera selesai.

“Siwon, aku–”

“Kau hamil, dan aku harus bertanggung jawab? Kau ditinggalkan oleh ayah bayi mu dan aku yang harus menggantikannya? Siapa aku dalam hidup mu sebenarnya? Buangan? Oh aku sungguh tersinggung.”

“Siwon, ku mohon dengarkan aku–”

“KAU—”

Aku kembali menghela katanya, berteriak keras, dan mengangkat jari telunjuk ku tepat didepan wajahnya.

“Kau yang harus mendengarkan aku Tiffany. Kau yang harus diam.”

Air matanya menetes kemudian. Tapi kembali, aku tak bisa menghentikannya hanya karna sebuah air mata yang aku tak bisa jamin keasliannya.

“Apa salah ku yang membuat mu tersakiti Tiffany? Apa kesalahan ku yang membuat mu ingin sekali menghancurkan masa depan ku! Sekarang, jika tanpa mu, aku mungkin telah bahagia dengan pilihan ku!”

“AKU MENCINTAI MU SIWON! AKU MENCINTAI MU! TIDAKKAH KAU MENGERTI ITU?”

Oh!
Aku mengusap wajah ku kasar.

“Lalu, apakah kau mengerti, hari disaat kau meninggalkan ku, aku sungguh sangat mencintai mu? Dan apakah kau mengerti, setelah kau melepaskan ku aku sungguh sangat membenci mu?”

Dan dia terdiam menatap ku dengan pandangan tak percayanya, air mata semakin deras membasahi wajahnya, dan aku sungguh muak dengan itu, aku bahkan menangis siang dan malam saat dia meninggalkan ku. Hari ini, aku adalah pria kejam.

“Tiffany, ada dua hal tentang cinta dalam dunia ini, cinta adalah awal tumbuhnya kasih sayang, dan cinta adalah awal tumbuhnya kebencian mendalam. Dan kau memilih yang kedua.”

Lanjutku tajam.

“Tiffany, memang benar dulu kau adalah satu-satunya alasan aku untuk berubah. Kau adalah satu-satunya cinta yang ku miliki, kau adalah satu-satunya kebahagiaan yang ku punya. Tapi sampai pada detik dimana kau meninggalkan ku. Akupun akhirnya melepaskan kepercayaan itu. Aku membuka mata dan hati ku lebih luas, dan aku akhirnya menemukan jawaban lain. Jika aku adalah yang membuat diri ku sendiri berubah, aku yang atas kemauan ku akhirnya terbiasa hidup tanpa mu, aku yang atas kemauan ku akhirnya melupakan cinta palsu mu. Kau hanya masa lalu mengerikan untuk ku. Jadi berhenti Tiffany, berhenti sampai kau jadi mengerikan saja dimata ku. Aku tak mau kau menjadi alasan masa depan ku hancur!”

“Siwon–”

“Satu lagi, kau pernah bertanya, mana mungkin aku bisa mencintai Yoona secepat itu? Tentu saja itu mungkin. Dan terima kasih. Itu berkat diri mu, berkat rasa sakit bertubi-tubi yang kau tanamkan dihati ku, berkat cinta palsu mu, yang membuat keyakinan ku kuat, untuk mencari cinta yang lebih layak ku cintai dari pada cinta mu, cinta yang lebih baik dari pada cinta mu!”

Ucap ku lagi, dengan panjang lebar.

“Kembali ke korea, dan selesaikan semuanya!”

Aku memberikan jeda.

“Berhenti membuat rasa benci ku tumbuh semakin banyak!”

Ucap ku kemudian dengan memandangnya tajam dan penuh penekanan, sebelum akhirnya menegakkan punggung ku, berbalik dan melangkah pergi.
Aku bahkan mendengar suara tangis Tiffany yang sekarang bahkan terisak sangat kencang.

Tuhan, Ku harap ini adalah akhir.

****

BREAKING NEWS

Berpelukan dengan Tiffany disalah satu hotel di kanada, Siwon kuatkan Rumor yang beredar?

Choi Siwon.

Pria itu terlihat berlari tergesa sesaat setelah melewati pintu salah satu Rumah Sakit di kota Seoul.

Menabrak beberapa orang di lorong Rumah sakit yang membuatnya akhirnya diteriaki bahkan dimaki, hampir terjatuh saat tak sengaja menabrak kursi di samping dinding-dinding Rumah Sakit.

Yah, Seoul.
Ia telah kembali, Siwon telah kembali menginjakkan kakinya lagi ditanah kelahirannya ini.
Dan sebuah Rumah Sakit?
Jawabnya adalah Anna.
Yah, harusnya pagi ini dia baru akan bersiap terbang dari Kanada menuju Seoul, tapi karna Anna, semuanya jadi tak sesuai jadwal, ia justru mengabil jadwal penerbangan dijam lain, sehingga paginya ia akhirnya tiba di Seoul.

Ia bahkan tak dapat memakan apapun saat didalam pesawat hingga sekarang, tak ingat makan ataupun minum, yang ada di pikirannya sekarang hanyalah Anna! Oh, bahkan Tuhan belum juga menyudahi hukuman nya.

“Yeobseo..”

“Siwon-ssi–“

“Oh, sekarang saat aku tak berada disisi mu , kau baru tau rasanya merindukan ku?”

Yoona yang menelpon.

“Siwon-ssi–“

“Bahkan kau tak memikirkan tagihan telpon yang kata mu akan mahal, begitu merindukan ku kah?”

Siwon kembali menghela dengan godaan nya.

“Anna–”
Suara Yoona lagi dengan nada yang begitu lirih .

Dan Siwon diam seketika itu juga. Gurat kebahagiaan yang baru saja terpatri diwajahnya hilang dalam sekejap.

“Anna?”

Suara Siwon mencoba meminta penjelasan lebih, tangannya bahkan entah kenapa tiba-tiba saja bergetar. Yah, selalu begitu saat dia merasa ketakutan.


“KENAPA DIAM! ADA APA DENGAN ANNA?

Oh Tuhan!

Siwon menjambak rambutnya dengan kasar saat suara percakapannya dengan Yoona melalui telpon kemarin, kembali terngiang ditelingannya.

Ya Tuhan, Anna.
Selamatkan dia Tuhan.

Ia bahkan kembali memohon untuk gadis kecil itu.
Beribu-ribu permohonan terus ia ulang-ulang untuk gadis kecilnya, berharap satu kali saja Tuhan mendengar jeritan hatinya.

Siwon menghentikan kedua kakinya saat setelah ia melihat sosok wanita yang tak bisa dia pungkiri lagi telah mengisi hatinya itu, tengah menangis tersedu dalam pelukan Sooyoung, didepan Ruag Icu, dengan Nyonya Choi yang juga tengah terduduk lemas diujung kursi.

Siwon kemudian melangkahkan kakinya kembali.
Kini berbeda, ia hanya melangkah kecil dan pelan, kali ini kakinya terasa berat penuh beban.
Air matanya bahkan telah berjatuhan membasahi wajahnya.

“Yoona–”

Suaranya pelan tertahan.

Yoona mendongak, dan ia semakin terisak saat matanya tepat menatap Siwon. Sooyoung yang berada disampingnya pun tak jauh berbeda kondisinya dengan Yoona, wajahnya memerah, dan matanya membengkak.

“Oppa..”

Sooyoung yang pertama kali berjalan padanya, lalu memeluk tubuh sang kakak dengan erat.

“Oppa–”

Sooyoung menangis semakin terisak dalam pelukan Siwon.

“Apa yang terjadi pada Anna Soo? Kenapa ini bisa terjadi saat aku tak ada?”

Siwon akhirnya menemukan suaranya. Dan Yoona yang berdiri tak jauh dari mereka malah kembali menjatuhkan air matanya.

“Dimana Appa?”

Tanya Siwon lagi, saat merasa jika ketiga wanita dihadapannya tak dapat menjawab pertanyaannya.

“Aku disini.”

Dan Sooyoung langsung melepaskan pelukannya ditubuh Siwon, saat suara Tuan Choi terdengar dibelakang tubuh Siwon.
Dan benar saja, pria paruh baya itu berdiri tak jauh dari mereka kini.

“Suami ku, apa yang dikatakan Dokter?”

Nyonya Choi yang pertama kali menyerbu sang suami dengan pertanyaan-pertanyaannya, ia bahkan terlihat berlari tergesa saat melihat Tuan Choi.

“Hana-ya…”

“Appa–”

Siwon memanggil sang ayah dengan putus asa.
Tuan Choi memejamkan matanya kuat, sungguh ini adalah pertama kalinya ia merasa takut melihat keluarganya yang rapuh.

“Kangker nya menyebar dengan sangat cepat, dia kritis.”

Oh, ketiga wanita itu menjerit pilu, berbeda dengan Siwon yang sekarang bahkan diam tak berdaya, ketiga wanita itu mengekspresikan sakit hati mereka melalui tangisan.

Sungguh, Siwon tak dapat lagi berpikir apapun sekarang, ia baru saja menikmati hari cerahnya bersama Anna, dan sekarang dia harus kehilangannya?

Oh Tuhan! Apa lagi sebenarnya ini?

“Apa ini Yoona? Apa lagi yang kau sembunyikan dari ku tentang Anna?”

Siwon menatap Yoona dengan tajam, rahangnya mengeras dan wajahnya memerah.

“Sungguh selain buta, aku tak tau hal ini Siwon!”

Siwon tersenyum sinis.

“Ketua panti tidak mengetahuinya juga?”

Yoona mendesah putus asa, sungguh bagaimana lagi caranya menjelaskan pada Siwon, jika ia benar-benar tak tau apapun?

‘Anak Nyonya dan Tuan Choi adalah seorang perokok pasif, ia mengidap kanker paru-paru stadium akhir’

Keributannya dengan Siwon berawal dari kejadian pagi tadi, yang Anna tiba-tiba saja pingsan dengan hidung yang mengeluarkan banyak darah. Mereka akhirnya membawa Anna ke Rumah sakit, yang disana akhirnya mereka tau apa yang menyebabkan Anna pingsan, dan mimisan.

Dia adalah seorang perokok pasif, Anna mereka mengidap kanker paru-paru stadium akhir.

Tak ayal ucapan Dokter itu membuat mereka terkejut setengah mati.

Seorang perokok pasif.
Anna sudah menjadi seorang perokok pasif sejak masih dalam kandungan.
Lebih jelasnya, anak malang itu telah coba dibunuh ibunya sendiri sejak dalam kandungan, Dokter yakin, ibunya adalah seorang perokok, yang saat dia mengandung Anna, dia masih setia menghisap rokok. Ditambah dengan lingkungan tempat Anna tinggal yang memang rentan terhadap asap rokok, yang kemudian semakin memperkuat pengembangan kanker diparu-paru nya.

Keajaiban Tuhan, karna Anna masih bisa lahir didunia meskipun dengan keadaan cacat.

“Ku Mohon Yoona! jika saja aku tau dari awal apa yang terjadi pada Anna, aku akan melakukan pengobatan sesegera mungkin!”

Yoona diam.
Wanita itu hanya bisa menangis sekarang, sungguh, ia bahkan lebih tersiksa dengan hal ini.

“Appa–”

Suara kecil itu kemudian menghentikan tangis Yoona juga membuat Siwon terdiam.

Anna.

Gadis itu berdiri diujung pintu kamar mereka dengan wajah pucatnya.

Apa dia mendengar keributan orang tuanya?

“Sayang_”

Siwon berjalan menghampiri Anna dengan cepat, meraih tubuhnya, lalu mengecupi wajahnya.

“Kau belum tidur Sayang.”

Suara Siwon melembut, dan Yoona masih saja menangis tanpa suara ditempatnya.

“Tolong jangan memarahi Yoona Oemma, dia tak tau apapun.”

Deg..

Anna mendengarnya?

“Anna-ya–”

“Hidung ku berdarah sudah sejak lama, aku juga sering pusing– dan aku tidak mengatakan apapun Mianhae..”

Bibirnya bergetar, dan Siwon benar-benar tak tahan dengan semua yang dia lihat kali ini.
Ia menghembuskan nafasnya, mencoba mereda emosinya.

“Kajja, Daddy akan tidur dengan mu.”

Suara Siwon akhirnya. Pria itu tersenyum, lalu membawa Anna pergi dari kamarnya, membiarkan Yoona sendiri, membiarkannya menangis sekencang mungkin.
Wanita itu sungguh menangis dengan kencang seperti anak kecil yang terjatuh dari sepedah, seperti anak kecil yang mendapat luka dilututnya, seperti anak kecil yang dipermainkan temannya.

Dia benar-benar merasa jika kini dia berada dititik keputusasaan.

****

“Ap–pa–”

Siwon mengerjap-ngejapkan matanya pelan.

“Ap–pa–pa–”

Ia mengangkat kepalanya yang sedari tadi telah bersandar diujung ranjang rawat Anna.
Menggeleng-gelengkan kepalanya sesaat sebelum akhirnya ia benar-benar tersadar dari alam mimpinya.

“App–ppa–”

Dan betapa terkejutnya ia saat melihat Anna telah membuka matanya dan tak lepas memandang dirinya.

“Anna– Choi Anna– sayang– Oh Tuhan terima kasih.”

Siwon bahkan kembali menjatuhkan air matanya saat ia menghujani kening juga rambut putrinya itu dengan ciuman.
Ia bahkan dengan cepat memencet tombol merah didinding disamping ranjang Anna nya, dan kembali menangis terisak seraya memeluk hati-hati tubuh Anna yang dipenuhi peralatan medis.

Beberapa saat seorang Dokter dengan asistennya juga dua orang suster datang kedalam ruangan yang hanya ada Anna dan Siwon didalamnya. Dokter Memeriksa gadis kecil itu, lalu memberi perintah kepada asistennya, dan berakhir dengan meminta Siwon untuk keluar bersamanya.

Keluarganya yang lain termasuk istrinya Yoona telah menunggu diluar ruangan dengan wajah penuh kecemasan.

“Apa yang terjadi padanya? Bukankah baik jika dia telah sadar?”

Siwon yang memang tak sabar dengan apa yang membuat wajah Dokter wanita itu terlihat penuh prihatin pun langsung menyerbunya dengan pertanyaan tajamnya.

“Memang benar Tuan Choi, ini kabar baik, tapi Saya minta kalian jangan terlalu berharap pada perkembangan baik ini.”

“Dokter, apa kau bermaksud membuat kami putus asa?”

Yoona merasa cukup tersinggung dengan apa yang baru saja dikatakan Dokter itu.

“Tidak Nyonya, hanya saja harapan anak anda untuk bertahan sangat kecil.”

“Tapi dia telah sadar!”

Nyonya Choi menimpali.

“Tetap saja kankernya masih bertahan, meskipun dia telah sadar Nyonya.”

Oh Sooyoung mendesis kesal.
Ia bahkan kembali menitikan air matanya.
Apa yang telah terjadi pada Keponakan barunya!

“Saya permisi.”

“Tunggu Dokter.”

Dokter itu menghentikan langkahnya saat Tuan Choi kembali memanggilnya, dia kemudian berbalik dengan ekspresi penuh penyesalan.

“Tidak bisakah kau melakukan operasi.”

Dokter wanita itu terlihat menghembuskan nafasnya perlahan.

“Itu tidak akan membantu banyak Tuan, kankernya benar-benar sudah menyebar, dan aku tak bisa melakukan hal yang gegabah, Kemoterapi bahkan tak bisa jadi jalan keluar.”

“Jadi kami hanya harus diam menunggunya mati?”

Siwon kembali bersuara dengan penuh kepedihan.

“Aku sangat menyesal Tuan.”

Akhirnya tak ada kata lagi yang bisa Dokter itu ucapkan selain kata penyesalan.
Dia membungkukkan tubuhnya begitu dalam dan lama, raut wajah nya benar-benar tak berdaya.

“Sekarang hanya keajaiban yang bisa ku harapkan.”

*

*

*

TBC~

*

*

Next Chapter~

“ANNA! ANNA! DIMANA KAU!”

~~

“Tiffany Tolong lepaskan dia, aku memohon.”

“Kalau begitu lepaskan Siwon!”

“Kau tak mengerti Tiffany!”

“Apa yang harus ku mengerti hah? APA YANG HARUS KU MENGERTI–“

“DIA BUTA! DIA SAKIT!”

~~

“Bisakah aku mempercayai mu Siwon?”

“Kau menolak ku?”

“Hanya aku takut jika kau hanya lari pada ku.”

“Yoona–”

“Yakinkan aku untuk cinta mu itu.”

~~

Keajaiban tak terjadi.
Pada kenyataannya keajaiban itu tak datang,
Normal jika keajaiban tak terjadi,
Itu sebabnya namanya adalah keajaiban.
Itu adalah hal yang akan terjadi atau benar-benar tak terjadi.
Keajaiban adalah seperti itu.

*

*

Tolong Tinggalkan jejaknya^^
Akhir-akhir ini aku dibuat kesel sama berita-berita -_- yang tersebar dimana-mana, jadi dimohonkan untuk tidak membuat saya semakin GARANG! 😀

aku udah yah kasih kado wellcomebacknya haha
#WellcomebackSiwon

Advertisements

48 thoughts on “[FF] Mine | Chapter 7

  1. Fitri Anita says:

    Udh mw happy2 ma cerita yoona dan siwon eh ujung2nya di buat sedih ma anna 😢
    Authornya pinter bangrt buat penasran… pdhal chapter 7 nya bru di post dh mw minta lanjtannya thor 😅
    Pkoknya di tunggu y.. yg semangat!! 😙😙

    Like

  2. Phiaa says:

    Semakin seru aja nih ceritax… akhirnya siwon berani jg menghadapi fany dan sudah mulai mencintai yoona… sedih lihat anna kena kanker padahal baru aja seneng bisa dapat keluarga baru… ditunggu lanjutannya min…

    Like

  3. fatimah says:

    Yaaa awalnya happy2 ,udah seneng siwon oppa ngungkapin perasaannya sama yoona eonni,kenapa akhirnya jadi sedih2an,,huaaa pengen nangis aq,,,
    Apakah ada keajaiban untuk anna,,???
    Lanjut cepet ya thor,,

    Like

  4. dewi dizy says:

    Akhirnya ff yg di tunggu muncul juga…udh snng bngt yoonwon momentnya..eh malah du buat nangis ama anna..autor emang daebak..mengaduk”perasaan qu..next nya jngn lama”apa lg udh ada buat next capter..kan jd tambah penadaran

    Like

  5. Evie says:

    Ohh akhir siwon jadi adopsi anna.
    Hahaha segitu nya pengen di panggil daddy

    Ohh tiffany kau benar-benar cari masalah

    Seperti nya yuna perlu pmbuktian cinta siwon deh walaupun sebener nya yuna mulai cinta sama siwon

    Like

  6. ari tri says:

    Kenapa dengan Siwon??saat Yoona bertanya akan keberangkatannya kekantor,dijawab dengan dingin oleh Siwon.Tapi terlihat Siwon yang justru berintaraksi manis dengan putri angkatnya Anna.Siwon mencintai Yoona dan berharap mendapatkan balasan dari Yoona istrinya.Akhirnya Siwon bersedia juga menemui mantannya ke Canada untuk menyelesaikan masalah mereka.Tapi justru kabar sakitnya Anna yang membuatnya segera kembali ke Seoul.Ditunggu kelanjutannya….

    Like

  7. ulfa27 says:

    Siwon oppa dah mengungkapkan cinta ke yoona eonni,, tp sepertinya yoona eonni mulai mencintai siwon oppa deh.. Ya Tuhan tiffany culik anna ?? Pnsaran part slnjtny

    Like

  8. Kimyoorin says:

    Sebenernya siwon ada ikatan apa ya sama Anna kok bisa sayang banget. Kok jadi takut ya klo yoona cuma jadi pelarian siwon dari toifany. Ya Allah oppa jangan pernah kau sia siakan yoona eonno..dan buat nextnya Annak kek dibawa sama tiffannya ya..jangan kelmaan ya eonn ditunggu

    Like

  9. Deer yun says:

    Kasian yoonwon tdk cukup kah dengan mslh yg di timbul kan tiffAny eh sekarang anna kritis .tiffany wanita itu bnr2 licik bnget sbnr nya apa sih mau dia.
    Di tunggu kelanjutan nya

    Like

  10. Nited Yuliana says:

    Aahhh, waeeee? Kenapa bikin sedih?
    Di awal aja dibikin seneng dngen pernyataan Siwon ke Yoona & sikap Siwon yang tegas mau selesaiin masalah sama Tiffany tapi, kenapa dapet berita begini?

    Aaaahhh, weeeee? Kenapa? Kenapa harus Anna? Kenapa gak Tiffany aja? #eh? Jahat banget yaa aku, wkwkwkk

    SEMANGAAAAATTTT untuk lanjutannya deeekkkk 💪💪💪

    Like

  11. Par Ryi An says:

    Seneng akhirnya “Mine” publish juga
    Tapi kenapa ceritanya jadi sedih sich padahal awalnya udah seneng liat yoonwon yg makin akur ajach apalagi ditambah kehadiran anna jadi berasa keluarga kecil bahagia tapi makin kebawah malah dikejutkan dengan anna yg memiliki penyakit kanker bahkan sudah ke stadium akhir hikksssss… hiksss…
    Ayolach bikin keajaiban donk di part lanjutan nya, pleaseee…. 😦

    Ditunggu lanjutan nya
    Fightingggg 😉

    Like

  12. lasmaae says:

    Anna ku yanh malang 😢

    Asyik siwon sudah ungkapin cintanya. Tinggal nunggu yoona ajanyang ungkapin cintanya

    Andweee tiffamy jahat bnaget sie… udah hamil anak orangminta tanggung jawab siwon lagi.. kesel sama tiffany deh

    Like

  13. melani says:

    Masalah sama tiffany belum selesai trus media juga belum reda beritain rumornya sekarang malah annanya sakit parah jadi kasihan sama siwonnya.. tapi seneng siwon udah jujur sama perasaannya kalo dia udah mencintai yoona giliran yoonanya apa dia udah cinta siwon apa enggak.. di tunggu kelanjutannya..

    Like

  14. Cha'chaicha says:

    Akhirnya siwon oppa ungkapin perasaannya meskipun sepertinya yoona masih ragu, tapi kenapa anna sakit kasian banget apa ngga ada harapan buat anna, dichapter 8 apa anna diculik sama fany? ditunggu kelanjutannya.

    Like

  15. avechoi says:

    anaaaa?
    perlahan tapi pasti siwon oppa ngakuin persaannya ke yoona unnie,next mudah2an hubungan mereka makin membaik dan punya anak juga,heem tiffany jngan coba2 ganggu yoonwon ya,ditunggu next chapnya ya
    semangaaaaat,jangan hiraukan berita yang berada diluar selama jalur kuning belum melengkung masih akan ada harapan untuk pasangaan jni

    Like

  16. Kartika Choi says:

    Akhirnya chapter 7 nongol juga stlah lama ditunggu2, nyampe tiap hari ngintipin wp little prince mulu 😀😀
    Eiiiyyy siwon udah bilang cinta ke yoona ternyata ahaydeuh 😅😅 semoga aja cepet dpet balesan dari yoona kaya surat cinta untuk starla yg udh ada blsan nya 😂
    Walah kasian si anna nya udh mah buta ditambah sakit parah lagi, semoga ada keajaiban deh buat anna nya sembuh…
    Makasih daawaa udh update chapter 7 nya, ditunggu buat next chapternya 😊😊😊

    Like

  17. andrawiena says:

    akhirnya update jga lanjutannya…
    siwon udah bilang cinta ke yoona tpi yoonanya masih ragu hmmm
    moga2 aja deh yoona jg akhirnya cinta jga ama siwon
    kasian banget anna..bru aja diadpsi tpi ternyata sakit
    makin penasarannih ama lanjuta kisah yoonwon
    ditunggu banget lanjutannya yaa

    Like

  18. Sone.girl says:

    Keajaiban banget akhirnya chap 7 di post.
    Jujur yah, tiap malem tuh cari tau chap 7 udah di post belum ya. Bahkan lagi ujian pun tetep juga mantengin nih blog cuma mau tau next chap udah ada belom. Tiap malem yah tolong digaris bawahi. 😁
    Tapi yah gitu deh, buah dari kesabaran, ceritanya daebakk! No. 1! 👍
    Lanjut terus yah mohon dituntaskan sampai final. Keep strong tangannya buat ngetik cerita yg lebih panjaaaaang lagi 💪

    #Ps: btw, jarak posting per-chapter diperpendek yah kalo bisaaa. Pliss mohon banget. Kekeke

    Like

  19. ayana says:

    siwon udah ngungkapin perasaanya ke yoona,,,,
    dan kelihatannya yoona juga udah mulai fall in love ke siwon, tapi dilihat dari preview next chap yoona masih ragu ke siwon. apalagi dengan keadaan anna sekarang., jadi kasihan ma siwon. dan ditunggu next chap nya jangan lama-lama ya updatenya.

    Like

  20. muliafaefy says:

    Omg😱Anna kena kanker?

    Trus siwon udh mulai suka Ama yoona,Dan yoona jg😆Ugh…gk sbar pngn Liat next chapter nya😁

    Like

  21. Nita28 says:

    Setelah sekian lama akhirnya bisa baca part 7 ini. Ah daebak perasaan ku ikutan gak karuan baca part ini, lega iya sedih iya 😦 nasib Anna kenapa harus semenyedihkan seperti itu 😦
    Preview part selanjutnya bikin makin penasaran ih, knpa yoona seperti ragu.

    Like

  22. desyamanaf says:

    cie siwon udah ngungkapin perasaannya ke yoona, kapan tuh yoona ngebalesnya
    itu si tiffany ngapain di kanada? kabur kah??
    jadi anna itu sakit kanker paru”? kasian banget tuh bocah, dan aku liat spoilernya dia diculik sama tiffany kah???? #penasaran akut
    cepet di updatenya yaaaa FIGHTING

    Like

  23. nvrstaa says:

    Anna malang banget sih. Aku baru sadar ternyata ana di ff ini buta. Kasian banget. Wah ternyata siwon udah mencintai yoona duluan, balas cintanya siwon dong yoona jangan buat siwon nunggu, penasaran sama ana, dia ibunya siapa sih? Jangan jangan yoona lagi ibunya? Tapi masa sih? Aduh teka teki banget nih ff, baru apdet tapi seruuu lanjut yah eonn, cepetan hehhehehe

    Like

  24. Sone.girl says:

    Udah 2 bulan yah ternyata…

    Be positive, mungkin author lg sibuk :’)

    Hopefully tomorrow will be a very shiny day, so author can get brilliant idea for the next story.

    Azza azza hwaiting!^^

    Like

  25. ai juariah says:

    Knpa siwon selalu kasar sama yoona katanya sudah mulai mncintai yoona tp knp disaat tertentu selalu berkata kasar dan apa yg dilakukan tifany?lanjut….

    Like

  26. Fatura says:

    Jadi ikut tegang euy wkwkwk keren lah pokoknya. Tapi aku kasian sama Anna, jgn2 Anna meninggal. Ini lagi Tiffany, nyebelin bgtttttt! Semangat nulisnya, biar cepet update unnn:v

    Like

  27. Kindi says:

    Yoonwon so sweet banget.. kayanya yoona juga udah ada rasa sama siwon.. di tunggu moment yoonwon selanjutnya.. anna gimana??? Ngga rela kalau anna pergi dari hidup keluarga Choi.. semoga ada keajaiban…

    Like

  28. kimkyungin15 says:

    belum selesai masalah tiffany sekrng anna sakit semoga yoonwon cepat2 bahagia, pengen ada keajaiban klo anna sembuh. baca teaser selanjutnya jd tambah penasaran sama chapter berikutnya

    Like

  29. nitednited says:

    daebakk
    awalnya udah melting sama ketegasan siwon eh akhirnya mewek asdfghjk 😑 di tambah lg teaser nya yaampun selamat thor sukses bikin readers pengep :((( we lop u (?)

    Like

  30. nhia says:

    Satu masalhbelum kelar ditambah lagi anna dengan penyakitnya ya allah semoga siwon yoona kuat ya dan semoga mereka cepet saling mencintai

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s