[Fanfiction] My Dear | Saquel

Fanfiction By

The Little Prince




  • Im Yoona || Choi Siwon


°°

°°

°°

Happy Reading^^

°°°

•••••


“Dia Tiffany, kekasih ku..”

Dan seketika detik itu, semua harapan ku bagaikan terbang menjadi debu-debu tak berguna.

Dia menolong ku sebagai seorang jaksa dipengadilan, dia perlahan-lahan membawa ku masuk dalam dunianya, dia yang dengan tangan besarnya menggenggam tangan ku..
Dia memberikan banyak makanan pada ku, dia membawa ku bertemu kembali dengan Ayah ku, dia memberikan kasih sayang sebuah keluarganya pada ku saat Ayah ku akhirnya terkubur dalam tanah, saat aku menangis karna Ayah, saat aku ketakutan, saat aku menjadi bahagia..
Dia, dia ada disamping ku..

Setelah semua itu, salahkah aku jika mengaguminya? Dia bersikap pada ku seolah-olah aku yang paling ia cintai, dia menemani ku ditaman, mendengarkan lagu bersama, dan membawa ku tinggal dirumahnya, tidakkah itu menimbulkan perasaan aneh pada ku? Dia memberikan semua hal yang ia punya didunianya untuk ku.. ku pikir ini cinta, ku pikir dia melihat ku sebagai seorang wanita.

Aku tidak gila, aku melihat kekhawatiran dimatanya setiap kali menatap ku, aku tidak bodoh, untuk mengerti semua perhatinnya..
Hanya saja aku tak tahu harus mulai dengan kata apa?

Dia menganggap ku sebagai seorang adik.

Yah, seorang adik..
Adakah seorang jaksa cerdas yang jatuh hati pada wanita yang tinggal di rumah sakit jiwa?
Aku tidak gila, aku bisa mengerti bahasa manusia, dan aku juga punya cinta. Tapi mana bisa aku disebut gadis normal saat aku menghabiskan setengah dari kehidupan ku dengan melamun didepan kaca rumah sakit jiwa?

Hujan bahkan tak berhenti untuk sekedar membiarkan ku berjalan lebih cepat.
Dress putih dengan tinggi dibawah lutut, payung merah, air mata, aku pergi dengan semua itu.. entah kenapa disaat aku bahkan tak berhak atas rasa sakit ini, aku bahkan tak bisa berhenti menangis.

Dia gadis pintar yang sangat cantik, apa yang bisa Siwon lihat dari ku, selain gadis gila dari rumah sakit jiwa.

Ku pikir hari saat hujan turun itu adalah waktu terindah, tapi nyatanya? Ini sangat dingin, aku bisa berjalan tanpa alas kaki diatas aspal disaat matahari bersinar cerah, tapi sekarang begitu dingin dan berat.

Tuhan.. kenapa harus aku yang jatuh cinta padanya?
Ini menyakitkan.. aku merasakannya karna aku tidak gila..

****

“Oemma pikir Yoona adalah pilihan mu.”

“Saat aku melihatnya, aku seperti melihat Sooyoung.. aku merasa harus melindunginya.”

Nyonya Choi mengangguk pelan.

“Dia gadis yang sopan, sejak kapan kalian saling menjalin hubungan?”

Dan Tuan Choi mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.

“Sebelum aku mengenal Yoona, kami sudah berkencan, hanya saja dia mengambil kuliah di china.”

Tuan Choi mengangguk paham.

“Semoga hubungan kalian tetap baik.. Appa mendukung pilihan mu.”

Siwon tersenyum lebar, lalu mulai meminum teh nya.

“Emmm.. ngomong-ngomong, bagaimana perkembangan Yoona? Apa yang dikatakan Dokter?”

Nyonya Choi lalu menatap hangat putranya itu.

“Dia baik Oemma, hanya saja dokter bilang kalau dia masih tak bisa menerima kepergian ayahnya begitu saja, dia hanya tak boleh terlalu banyak melamun.. dan dokter juga menyarankan untuk membawanya jalan-jalan bertemu orang banyak, agar dia bisa kembali bersosialisasi.”

Jelas Siwon pajang lebar.

“Dia masih takut bertemu orang asing.”

Suara Tuan Choi menimpali.

“Mungkin sebentar lagi tidak Ap–”

“Appa.. Oemma, apa kalian melihat Yoona Nuna?”

Siwon menghentikan ucapannya kala sang adik bungsu Tae Gu menghela ucapannya seraya berlari menuruni tangga menghampiri ketiga orang yang sedang serius mengobrol.

“Nuna mu ada dikamarnya Sayang..”

Nyonya Choi mengusap pelan rambut bocah lelaki itu saat Tae Gu telah berada dihadapan nya.

Tae Gu yang mendengar ucapan ibunya itu lantas menggeleng pelan.

“Tidak Oemma, aku sudah mencarinya.. dia menyuruh ku mengambil gambar yang ku lukis disekolah tadi, tapi saat aku kembali dia sudah tak ada.”

Dan seketika raut wajah Siwon juga kedua orang tuanya berubah terkejut.

“Tae Gu-ahh apa kau sudah mencarinya dengan baik?”
Tanya Siwon cepat, dan Tae Gu menggeleng pelan.

“Beberapa menit yang lalu aku ke kamar Yoona Nuna, aku ingin mendengar lagi cerita pangeran kodok yang belum ia selesaikan, tapi Nuna malah menyuruh ku mengambil gambar ku dulu, sebelum aku pergi dia memeluk ku dan mengatakan menyayangi ku, dan setelah aku kembali dia tak ada.”

Jelas Tae Gu panjang lebar yang malah membuat Siwon juga Nyonya dan Tuan Choi berkerut bingung.

“Dia berbicara pada Tae Gu?”

Tae Gu kembali mengangguk menjawab ucapan sang ayah.

“Dia mulai berbicara pada ku saat aku menangis dan bersembunyi di bawah meja di dapur, saat itu aku mendapat nilai matematika jelek aku takut Appa memarahi ku.”

Tae Gu menunduk saat mengatakan rahasianya itu.

“Tae Gu-ah,, kenapa kau tak mengatakan Apapun pada Hyung? Harusnya kau mengatakan jika Yoona Nuna berbicara pada mu.”

Siwon memegang pundak Tae Gu, mencoba untuk membuat adiknya itu menatap padanya.

“Mianhae Hyung.. itu karna Yoona Nuna tak ingin siapapun tahu kalau dia berbicara—”

Siwon masih menatap pada Tae Gu yang semakin menunduk dan bahkan telah menangis.

“Dia tidak gila, kenapa kalian terus membawanya ke rumah sakit untuk terapi? Itu membuatnya terganggu– Nuna mengatakan banyak hal yang membuat aku suka padanya, tidak ada orang gila yang seperti itu— dia membantu ku mengerjakan PR, dia selalu mendongengkan cerita baik.. Hyung apa kau membawanya lagi ke rumah sakit? Jangan lakukan itu bawa Nuna pulang segera.”

Dan barulah Tae Gu mendongak menatap Siwon dengan mata sembabnya.
Tak menghirukan Siwon dan Tae Gu yang betah terdim seraya saling berpandangan, Tuan Choi lebih memilih untuk bangkit dan berlari ke lantai atas untuk memastikan bahwa ucapan Tae Gu memang benar, Nyonya Choi mengekor dibelakangnya.

Dan ketika telah berada didalam kamar Yoona, Tuan Juga Nyonya Choi langsung menelusuri setiap sudut kamar itu, dan yang mereka dapatkan adalah apa yang dikatakan Tae Gu benar.

“Dia pergi?”

***

Musim Semi, Musim Gugur, Musim Salju, Musim Hujan, Musim Panas.

Aku mulai melewati semua musim itu tanpa diri mu..
Satu tahun berlalu, dan aku tak percaya masih bisa bernafas tanpa mu.

Siwon..
Choi Siwon..
Satu Tahun berlalu, pernahkah satu hari kau habiskan untuk memikirkan ku saja?
Siwon, Satu Tahun berlalu, pernahkah satu kali saja menghabiskan hari mu untuk mencari ku yang tiba-tiba hilang dari jangkauan mu.
Siwon, Satu Tahun berlalu, apakah sampai sekarang kau tak tau alasan terbesar ku pergi dari hidup mu?

Satu tahun berlalu..
Taukah kau aku masih hidup sampai sekarang, disini, ditempat ini, disebuah kota kecil di Jeju, diantara pantai indah, pepohonan rindang, dan suasana tenang.

Suster Jung.
Jung Ahjuma yang membawa ku kemari.
Yah, saat hari itu, aku menangis mendatangi Jung Ahjuma dirumah sakit, aku tinggal selama dua minggu dirumah nya di Seoul, dan setelah itu dia membawa ku pindah ke jeju, dia bilang ingin menghabiskan masa pensiun nya dikota kelahirannya.

Tau kah kau,
Ada kebun teh disepanjang jalan menuju gereja kecil yang terletak ditengah-tengah bukit, yang disanalah tempat aku biasa menghabiskan pagi ku untuk berdoa, mendoakan Appa, Oemma, Tae Gu, Bibi dan Paman Choi, juga Dirimu.

Tau kah kau,
Aku punya sepedah putih, yang selalu ku pakai kemanapun ku pergi, Jung Ahjuma yang memberikannya pada ku.

Tau kah kau,
Aku masih mendengarkan My Dear sampai sekarang?

Tau kah kau,
Aku sekarang membantu Jung Ahjuma melayani pembeli di kedai pangsit kecil-kecilannya

Tau kah kau,
Aku suka sekali mendengar bunyi lonceng gereja, setiap kali seseorang menyentuhnya saat akan masuk.

Tau kah kau,
Aku diam-diam selalu merindukan mu saat malam menjelang..

Ahh–
Tapi rasanya kau tak akan mau tau semua hal itu.
Apa yang aku lakukan,
Dimana aku,
Dan baikkah aku.
Aku tau kepergian ku pasti membuat mu membenci ku.
Gadis gila tak tau diuntung ,
Benarkan?

Aiihhh..
Tapi Nyatanya aku tetap berharap kau ingin tau semua itu.

Siwon,
Apakah kau telah bahagia bersama Tiffany-tiffany itu?
Mungkin kau telah tunangan dengannya? Menikah? Atau mungkin akan memiliki bayi?
Apapun itu, aku akan selalu berharap jika kau bahagia, selalu.

Aku menarik nafas dalam, lalu membuka kedua bola mata ku perlahan, aku lalu melepaskan tautan kedua tangan ku, sebelum akhirnya bangkit dari kursi panjang didalam gereja ini. Berjalan perlahan menuju pintu keluar, sekali lagi aku menyentuh loncengnya.

Tingg

Suaranya halus, dan aku kemudian tersenyum melanjutkan langkah kaki ku.
Aku telah menyelesaikan doa pagi ku.
Meraih sepedah ku, lalu menggandengnya, berjalan pelan untuk kembali ke rumah.

Berjalan seperti ini, selalu membuat ku memikirkan sesuatu dan berandai.

Andai Siwon datang kehadapan ku, mengatakan selama ini mencari ku, merindukan ku, lalu berlari memeluk ku.

Oh,
Aku tersenyum hambar khayalan apa itu? Apakah akan seperti itu jika kami kembali bertemu?
Aku menggeleng pelan, dan kembali melanjutkan langkah ku.
“Yoona.”
Deg..
Aku menghentikan langkah ku didepan gerbang gereja.

Suara itu..
Khayalan kah?
Apakah aku mulai mengkhayalkan suaranya?
Ini mimpi?

Seseorang dengan suara lembut itu?

Aku memejamkan mata ku kuat, aku berkhayal!

“Yoona.”

Aku dengan cepat membuka kedua mata ku.

Tapi aku mendengarnya lagi.
Mendongakkan kepala ku, dan mulai mencari seseorang dengan suara itu.
Namun tak ada siapapun.

“Yoona..”

Itu semakin dekat..
Suaranya semakin dekat..

Dan dengan masih membawa bersama sepedah ku, aku kemudian memilih untuk berbalik kembali kearah gereja, dan..

Aku langsung terdiam mematung ditempat ku, mengeratkan pegangan kedua tangan ku pada sepedah putih ku, dan memandang seseorang yang berdiri didepan ku itu dengan tatapan berkaca.

Ini bukan mimpi?
Dia nyata?
Dia menemui ku?
Mencari ku?

Choi Siwon.
Jaksa dermawan yang selalu ku dambakan kedatangannya, dia ada dihadapan ku sekarang?

“Yoona..”

Kembali, suara beratnya, kembali memanggil nama ku.
Kedua kakinya selangkah-selangkah berjalan mendekati ku.

Hari ini, dia memakai kemeja putih, celana bahan hitam, sepatu hitam mengkilap, rambutnya sedikit panjang, dia memiliki janggut diwajahnya sekarang, benarkah dia? Choi Siwon?

“Yoona–”

Suaranya lagi, semakin dekat, dan melangkah lebih dekat pada ku yang masih diam mematung ditempat ku.
Dan akhirnya..

“Yoona–”

Dia datang pada ku, suaranya bergetar, matanya berkaca, dia menyentuh tangan ku yang masih memegang erat stang sepeda ku.
Apa itu tanda dia merindukan ku?

“Yoona–”

“Kau– siapa kau?”

Karna aku tak ingin lagi merasakannya, rasa sakit itu.
Karna aku masih dapat mengingat rasanya, rasa sakit itu.
Karna aku masih dapat merasakannya, rasa sakit itu, masih tertoreh didalam hati ku.

Karna aku tak ingin lagi melihat mu bersama yang lain.
Karna aku ternyata mencintai mu.
Karna aku ternyata cemburu.

Dan akhirnya, itulah kata yang aku ucapkan saat kembali bertemu dengan mu.
Karna diri mu hanya memanggil nama ku.
Karna diri mu tak mengatakan merindukan ku.
Karna diri mu ternyata tak memeluk ku.

Kau menatap ku dengan mata yang semakin berkabut..
Suara mu tak ku dengar lagi..
Dan tangan mu tak ku rasa menyentuh tangan ku lagi..

Yoona.. Yoona.. Yoona..

Apa artinya itu?

Jika masih hanya seorang adik.. Maafkan aku, aku tidak bisa menerimanya..
Karna jujur, itu membuat ku sakit.

Mungkin dengan pura-pura tidak mengenal mu, hati ku juga akan pura-pura tidak mecintai mu.

Maafkan aku.
Ini bukan kesalahan mu.
Melainkan kesalahan ku yang tidak bisa membedakan Cinta dan Perhatian.

Maafkan aku.
Atas rasa yang terlalu berlebihan.

°°

°°


°°

The End ^^

Advertisements

22 thoughts on “[Fanfiction] My Dear | Saquel

  1. merdila says:

    Kasian yoona cinta+perasaanx bertepuk sbelah tangan gtu. Wonpa ngga ada kah rasa sdikit pun u/ yoong?
    Spertix perlu ad sequelx lgi nih, biar jls perasaan wonpa sebenarx u/ yoong

    Like

  2. evie says:

    Lah ini kenapa gantung lagi chingu,kirain mw d’buat happy ending atau di buat part lagi eh malah ending cuma panggil yoona doank…

    Chingu buat happy ending donk plisss 1 part lg yaaaa

    Like

  3. lasmaae says:

    Kirain siwon suka sama yoona.. tapi ternyata ada tiffany

    Tapi dwngan datangnya siwon ke jeju kayaknya emang siwon sudah menyukai yoona deh…

    Seq lagi plisss

    Like

  4. Cha'chaicha says:

    Yah ko siwon malah jadi pacar fany, siwon yg php atau yoona yg terlalu berharap, kenapa gantung ending’y thor? sequel lagi thor…

    Like

  5. Ulie says:

    . ouqh nyesek bgt tuch pasti y yoong saat tau wonppa hnya menganggap y adik n jauh lbh milih Fanny eonnie… 😢 jujur bgt nich q kira bkl happy end tp mlh gantung crta y n kurang puas nich… ☺

    Like

  6. R a n n y says:

    yaelah kebiasaan kalau bikin ending demen nya yg ‘gentung menggantung’,- dari awal udh degdegserr pas liat kalimat ini
    “Dia Tiffany, kekasih ku..” udh mulai gmna gtu kasian yunahh yunahh:( saqeulnya lagi mak ayolah pgn tau perasaan siwon pas yunah pergi menghilang selama satu tahun yayaya bikin lagi yaa?:)

    Like

  7. ari tri says:

    Ternyata Siwon telah memiliki kekasih…,kasihan Yoona.Selama tinggal dirumah Siwon,hanya Tae Gu kah yang mau Yoona ajak bicara?bahkan Yoona tidak ingin orang rumah Siwon tahu ia bisa bicara.Kasihan Yoona yang masih saja dibawa berobat ke rumah sakit Jiwa.Lalu benarkah Siwon mencintai kekasihnya??apa yang dirasakan Siwon untuk Yoona?apa hanya sekedar hanya kasihan dan benar benar hanya menganggap Yoona seorang adik??Masih adakah sequel lanjutannya thor???

    Like

  8. ayana says:

    aduh….
    berharap dibawahnya masih ada lanjutan ceritanya
    eh…. malah ketemu END.

    berharap cerita ini masih ada kelanjutannya.,
    masa akhirnya ngenes begini.
    please kasih sequal lagi,….

    Like

  9. ayana says:

    yach……
    berharap dibawahnya masih ada lanjutan ceritanya
    eh…. malah ketemu END.

    berharap cerita ini masih ada kelanjutannya.,
    masa akhirnya ngenes begini.
    please kasih sequal lagi,….

    Like

  10. kimyoorin says:

    Andweee…itu gimna aakhirnya..eonnii sequelnya knpa pendek banget…ya ampun eonniiii buat aku greget..itu gimna yoona siwon tiffany..eoonn aku sampe mukul2 kepala sendiri gegara sangat greget samaa ff eonnii…eonn please buat sequel yang jangan nggantung😭😭😭

    Like

  11. andrawiena says:

    koq masih gantung sih critanya thor 😦
    kasian yoona ternyata cuma dianggep adek doank
    harus ada lanjutannya nih thor..penasaran ama siwon setelah ktmu ama yoona

    Like

  12. Nhiina says:

    Yaaaa!! Eonn..
    Knapa langsung end gini????
    Gga happy ending???
    Eonn jan bikin aku baper dongg…
    Ahh.n ini pasti baru part 1 .. Iya kaan???
    Yoo wess.. Aku tunggu part 2 nya yaah…
    Aku TUNGGUUUUUU……

    Like

  13. ricka maulia says:

    kok nyesek yah pas yoona ngomong “siapa kau?” 😢
    emang sih cinta bertepuk sebelah tangan itu sangat tidak enak, rasanya sakit banget. perlu sequel lgi kakak author

    Like

  14. Nita28 says:

    Lah kok kenapa ini menyesakan sekali 😦
    Entah kenapa ini masih kurang adil untuk semua pihak. Boleh dong kalau cerita ini ada lanjutannya lagi soalnya ini beneran masih gantung banget ceritanya, masih perlu ada side story dari siwon selama yoona menghilang satu tahun itu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s