Protected: [Fanfiction | SERIES] My Dear 3 END

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Yang tak termiliki

s1600/13.jpg

Karna kamu, tak ada cinta baru dalam hati ku.
Mungkin bulan terus berganti, tahun menjadi habis berganti tahun baru, menit berganti dengan jam di hari baru, kehidupan menjadi dewasa sedikit demi sedikit.. Harapan tumbuh satu persatu. Keinginan menghilang perlahan lahan berganti keinginan baru..

Tapi, apapun yang telah ku lalui.. Pergantian tahun, bulan, menit, jam, detik, hari.. Pengalaman-pengalaman datang silih berganti membentuk sebuah kedewasaan, tak sedikit pun satu ruang dalam hati ku yang semula memang ku biarkan terisi oleh mu, berganti dengan nama lain, tak sedikitpun suatu ruang yang merekam kenangan-kenangan kita dalam otak ku menghilang bahkan memudar.

Tentang kita yang pernah saling bertatap tak percaya kala melihat tas selempang bermotif kotak-kotak coklat pudar yang kita pakai itu begitu sama.

Tentang diri mu yang dengan tingkah malu-malu memberikan buku milik ku.

Tentang kamu yang dengan tiba-tiba menuliskan surat untuk ku.

Tentang kamu yang dibulan ramadhan itu tiba-tiba mengirimkan sebuah pesan singkat bernada santun ‘Assalamualaikum’ yang mengawali sebuah komunikasi diantara kita.

Tentang warna ‘Ungu’ yang kau bahas. Tentang photo yang kau minta namun tak sempat ku beri. Tentang takbir mu yang kau minta untuk aku mendengarkan nya dimalam terakhir bulan ramadhan. Tentang kembang api yang kau lihat waktu itu. Juga dengan,

‘Seperti adam yang bertemu hawa’
Kau mendeskripsikan aku dengan diri mu seperti itu kan? Kau ingat?

Dengan tulisan konyol teman sekelas kita yang selalu menuliskan nama kita disetiap mereka punya kesempatan untuk melakukan kejahilan. Tentang godaan guru-guru yang juga entah kenapa begitu suka membuat pipi ku bersemu. Juga tentang manfaat sholat sunat empat rakaat yang kau suruh untuk aku mengamalkan nya setelah sholat isya?

Banyak hal lagi tentang mu yang masih ingin ku tuliskan. Tapi kau tak akan membacanya juga kan? Ini meluap begitu saja, entah kenapa akupun tak tahu, setiap hari memikirkan diri mu membuat ku menjadi emosional, terlebih saat melihat postingan gambar mu yang tersenyum kearah kamera.

Haaaahhh..

Bahkan aku menarik nafas begitu panjang ketika melihatnya. Kau tahu rasanya?
Bahagia dengan rasa sakit. Pernah merasakan rasa yang seperti itu?

Aku ingin melihat gambar senyum mu lebih lama. Tapi entah kenapa, titik kecil yang berada jauh dalam hati ku mendorong ku untuk menjatuhkan setetes air mata ketika terus memperhatikan nya.

Apa yang membuat ku sampai menangis? Entah karna terlalu merindukan mu? Entah karna melihat senyum lebar mu? Atau karna kembali mengingat pada kenyataan jika hanya aku yang menyimpan cinta ini?

Tak bisa mendapatkan hati mu adalah salah satu hal yang membuat ku ingin sekali menjerit pilu.
Tapi kemudian segumpal kesadaran yang entah dari mana datang, menepuk pundak ku. Membuat ku menyadari satu hal, jika dia berada jauh diatas langit. 🙂

Tahu daun yang jatuh tertiup angin? Aku bagaikan daunya.. Angin adalah gumpalan itu, yang melempar ku jauh keatas tanah, yang kemudian membuat ku tersadar dan berterima kasih. Namun bedanya, aku tak seperti daun yang setelah menyadarinya, menerimanya, dan membusuk menjadi pupuk tanah. Aku adalah seorang gadis yang ketika sadar dengan perbedaan, hanya mampu diam, dan terus mencintai.

Kau tahu. Setelah beberapa tahun ini aku masih bertahan dengan harapan, keinginan, dan cinta yang sama. Dalam setiap harapan hari ku ada nama mu didalam nya. Aku berjalan begitu jauh membentuk sebuah kedewasaan dengan terus menyimpan nama mu disetiap langkah ku. Entah cinta macam apa yang Alloh berikan pada ku. Sehingga untuk melupakan mu bahkan menjadi lebih menyakitkan dari pada menyadari kenyataan bahwa kau menjadi seseorang yang tinggal jauh diatas ku.
Melupakan mu, menjadi hal yang lebih menyakitkan dari pada menyadari jika kau adalah satu pohon dengan aku daun nya, yang dengan satu jentikan pun kau mampu membuang ku.

Ya Alloh..
Memang menyakitkan mencintai seseorang yang bahkan tak tahu tentang cinta ku untuk nya itu nyata. Tapi mungkin akan lebih menyakitkan jika dia mengetahui cinta ini, dan kemudian bersikap tak perduli.

Terima kasih telah membuat ku merasakan bagaimana rasa sakit berharap pada seorang manusia Ya Alloh.. Terima kasih telah membuat ku merasakan bagaimana rasa bahagia mempunyai cinta untuk seorang manusia Ya Alloh.. Terima kasih telah membuat ku merasakan bagaimana rasanya memempertahankan cinta yang hanya dari ku saja.

Tak apa 🙂 jika Engkau hanya mengikhlaskan dirinya untuk menjadi kenangan ku saja 🙂 tak apa jika Engkau hanya ikhlas untuk aku mengharapkan nya saja 🙂

Mencintainya memberi ku satu rasa sakit juga kebahagiaan.

Terima Kasih Ya Alloh, Engkau masih menganugrahi ku sebuah rasa.

Seperti Adam dan Hawa yang saling mencari. Akankah kita berakhir seperti mereka?

Kau yang jauh diatas langit, dengan aku yang terkubur menjadi pupuk bumi.

Karna Alloh,
Aku masih menyimpan rasa cinta menyakitkan ini untuk mu. 🙂

Apakah kita akan bersama-sama menceritakan kenangan tentang tas selempang itu? atau terus melalui hari dengan hanya menceritakan nya saja dalam kenangan disaat kita mengingatnya?
Aku tak pernah tahu itu.

Hanya mencintai mu. Aku ingin kau tahu itu, lalu kita bersama-sama, itu harapan ku. 🙂