[ Fanfiction | SERIES ] My Dear 2

My Dear

Fanfiction By

The Little Prince
my-dear.png

**

Cast

Choi Siwon // Im Yoona // And Other.

**

Apa kau melalui hari yang sulit?
Kau bisa mengeluh kepadaku
Apa sesuatu hampir membuatmu menangis?
Tidak apa-apa, lihat aku

Mulai sekarang, pikirkan 3 hal yang benar-
benar menyenangkan
Air hangat, cuaca yang bersinar, dan aku di
luar jendelamu

Sudah kubilang, kau dapat melihat kecerahan
hanya saat kau berada dalam kegelapan.

**
A/N : MAAF banget kalau kebanyakan Typo 😦
**

Happy Reading

**

**

**

Hari berjalan begitu cepat, jam per jam waktu ku habiskan setiap hari tanpa menghitung jika ini sudah menjadi begitu panjang.

Menuntut, membela, dan mengadili seseorang dipengadilan, menceritakan pekerjaan dengan ayah, mendapat pelukan hangat ibu ketika pulang, makan bersama adik-adik ku, bermain musik dan lagu, istirahat, dan tentu menemui gadis hari rabu yang sekarang aku tahu namanya Im Yoona, aku akan bertemu dengan nya tiga kali dalam satu minggu, di hari senin, rabu, dan minggu, memutarkan lagu untuknya, dan melihat dia tertidur, aku kadang menceritakan dongeng ataupun cerita ku, menegenalkan siapa aku, dan tentang riwayat hidup ku, dia tak pernah menjawab memang, tapi dia selalu menggenggam hangat tangan kanan ku, dia kadang menatap dalam kemata ku, dan satu lagi, dia menjadi sangat suka My Dear itu menenangkan memang.

Untuk Suster Jung, dia juga akan menceritakan sedikit demi sedikit tentang kehidupan Yoona sebelumnya, kadang aku menangis ketika mendengarnya, menurut ku tak ada cerita bahagia yang Suster Jung tahu tentang Yoona, semua ceritanya sangat menyedihkan.

Seperti yang ia katakan dari cerita terakhir yang ia tahu tentang Yoona minggu lalu, tentang kasus pelecehan seksual yang coba dilakukan kakak tiri lelaki, gadis hari rabu itu yang beruntung pembantu rumah tangga menolongnya, sehingga hal yang tidak di inginkan tak terjadi.

Yah, gadis hari rabu itu hidup bersama seorang ayah kandung, seorang ibu tiri, dua kakak perempuan, dan satu kakak lelaki, seperti layaknya dalam dunia sinetron, ibu tiri juga saudara-saudaranya tak menyukainya, saat ayahnya pergi untuk urusan bisnis ke luar negri, kakak lelakinya itu membawa Yoona ke rumah sakit jiwa yang dimana gadis itu sekarang tinggal, menurut asisten rumah tangga gadis hari rabu itu, ayah gadis itu tak mengetahui jika putri kandungnya tengah menderita di sebuah rumah sakit jiwa sekarang, keluarga tirinya mengatakan hal-hal menjijikan tentang Yoona yang membuat ayah nya enggan untuk mencarinya. Dan lagi luka-luka yang Yoona punya saat ia masuk kedalam rumah sakit jiwa, itu karna pukulan yang ia terima dari ibu juga kadang saudara tirinya.
Itu sudah termasuk penyiksaan bukan? Apalagi gadis hari rabu itu dipaksa saat harus tinggal dirumah sakit itu, sehingga dengan entah itu rasa iba atau sebuah kebaikan hatiku, aku tertarik untuk menyelidiki kasusnya, sehingga di tiga minggu masa perkenalan ku dengan nya, aku mulai mencari tahu tentang keluarganya, dimana tempat semula ia tinggal, saudara-saudaranya, juga ayah dan Ibu tirinya, dan informasi yang kudapatkan dari penyelidikan ku dan tim ku adalah jika Ayah dari gadis hari rabu itu kini tengah sakit, terbaring lemah diatas ranjang karna penyakit stroke yang ia idap.

Aku tidak tahu hal selanjutnya setelah itu, tidak tahu bagaimana bisa ayah gadis itu menjadi sakit, ataupun apakah ia masih mengingat putrinya yang disebut saudara-saudara tirinya pergi dengan lelaki jalang.

Hahh..

Nafas ku rasanya mulai sesak dengan keadaan yang menimpa gadis itu, bagaimana mungkin dia bisa bertahan disaat hidupnya berlatar bagaikan sebuah drama, dia hidup dengan orang-orang yang sama sekali tidak memperdulikan nya, ibu dan saudara tiri yang hanya ingin kepuasan, hampir dilecehkan, mendapat kekerasan, mungkin jika aku menjadi gadis itu aku telah gantung diri, bagaimana mungkin ia tidak menjadi depresi dengan keadaan nya, dikurung bertahun-tahun dalam ruang yang dimana dimaksudkan untuk orang-orang gila? Bagaimana bisa ia tak ikut gila? Aku tak tahu apa yang terjadi pada ku sampai-sampai bisa aku tertarik pada seorang yang tidak ku kenal sama sekali, bahkan tak sama sekali merespon setiap ucapan ku, rasa iba, atau apapun itu, aku hanya selalu ingin melindungi nya saat dari pertama aku melihat kilatan takut dari matanya.

Yoona..

Hujan kembali turun ketika aku kembali menemuinya sore di hari senin itu, dia termenung disisi jendela besar dalam ruangan nya seperti biasa, rambut panjangnya dikepang dua, ia memakai dress tidur panjang berwarna pink pudar dikedua telinganya terpasang earphone berwarna merah muda, dan tangan nya menggenggam erat sebuah ponsel pintar berwarna putih yang aku yakini itu milik Suster Jung, ia bertelanjang kaki, mata indahnya sesekali mengerjap melihat keluar jendela berembun, kepalanya mengangguk-angguk pelan mengikuti alur alunan musik ditelinganya.
Apa ia mendengarkan My Dear lagi? Ku pikir ia, terlihat dari bibirnya yang mengatup rapat, yah aku mulai tahu jika ia akan mengatupkan bibirnya saat suara Yesung mengalunkan ‘Hmm.. Hmm.. Hmm..’ part yang ia sukai dilagu My Dear, dia mengulang lagu itu setiap hari, aku senang dia menyukai lagu yang ku sarankan.

Aku masih terus berdiri didepan pintu, dengan kedua tangan yang berada dalam saku, memperhatikan Gadis hari rabu itu yang tak kunjung menyadari jika aku ada didekatnya sekarang, hanya memperhatikan wajah diamnya, itu sudah membuat ku tersenyum lebar, aku tak pernah bosan melihat diamnya, matanya yang berkilau, bibirnya yang pucat, rambut panjangnya, hidung mancungnya, aku suka semua itu, terlebih tangan hangatnya yang akan menggenggam tangan ku disepanjang tidurnya, tentu dihari-hari tertentu ketika aku datang.

Aku tak pernah bergerak dari tempat ku sejak saat satu jam yang lalu aku sampai disini. Namun satu kerutan dikeningnyalah yang kemudian membuat ku bergeming, dan memilih untuk mendekat kearahnya. Berjalan pelan, lalu setelahnya menyentuh kedua pudaknya ketika aku telah berdiri dibelakangnya.

Seperti biasa, ia tak pernah terkejut sekalipun aku menyentuhnya secara tiba-tiba, wajahnya masihlah akan terlihat datar, dan kemudian akan membalikan tubuh nya setelah beberapa saat ia hanya terdiam, menatap kedalam mata ku, lalu meraih jari-jari tangan ku, dan menggenggamnya.. Akan selalu seperti itu.

Aku tersenyum padanya saat ia kembali menyimpan tangan ku didadanya. Mengusap rambut halusnya, dan sedikit memberi cubitan dipipinya.

“Mendengarkan My Dear lagi?”

Seperti biasa, dia tak akan menjawab, hanya terus menatap kedalam mata ku, dan kemudian mengeratkan genggaman tangan nya ditangan ku. Dan itu sudah cukup untuk membuat ku mengerti jika ia mengatakan ya, ia tak akan melakukan semua itu jika jawaban nya adalah tidak.

“Lalu kenapa mengerutkan kening mu? Lagunya berhenti?”

Dan kini dia hanya menatap ku saja. Jawaban nya berarti tidak, lagunya masih mengalun.

“Bukan? Lalu kenapa mengerutkan kening emm?”

Dan aku benar-benar dibuat terperangah dengan apa yang dia lakukan, melepaskan satu earphone ditelinga nya, dan menempelkan nya ditelinga ku, sungguh aku hanya mampu mengedip-ngedipkan kedua mata ku seraya menatapnya, inikah bentuk jawaban nya? Oh Tuhan! Entah kenapa aku begitu senang.
Ia menundukan kepalanya dan kembali mengambil tangan kanan ku yang sempat ia lepaskan ketika memasangkan earphone ditelinga kiri ku. Ia kemudian menyalakan ponsel ditangan nya, dan..

‘Jigeumbuteo se gaji, cham joheun geosman
saenggak haebwayo Ttatteuthan gonggi, nunbusin nanssiwa chang bakke nae moseup (Mulai sekarang, pikirkan 3 hal yang benar-
benar menyenangkan Air hangat, cuaca yang bersinar, dan aku di luar jendelamu
)’

bait dari lagu My Dear yang ia perdengarkan pada ku, wajahnya kemudian kembali menengok keluar jendela untuk beberapa saat, dan kembali beralih pada ku, menatap ku lagi, sinar yang dipancarkan kedua matanya menuntut penjelasan ku.

‘Dan aku diluar jendela mu?’

Apakah mungkin?

“Kau mencari ku diluar jendela mu?”

Dia menatap ku dalam, dan kemudian mengeratkan genggaman tangan nya.

Dia ingin aku selalu berada diluar jendelanya setiap mendengarkan My Dear? Apa lagunya adalah ungkapan perasaan ku untuk membangkitkan semangatnya?

aku menghembuskan nafas lemah ku, dan kemudian mengangkat tangan kiri ku untuk kembali mengusap pucak kepalany lembut, aku tersenyum lebar padanya.

“Aku disini sekarang. Tapi jika kau ingin aku berada diluar jendela yang kau tatap, aku bisa melakukan nya.”

“Emmm..”

Dia bergumam? Oh ini keajaiban atau suatu kemajuan? Ia menjadi semakin ajaib merespon setiap ucapan ku!
Tuhan!

Aku menatapnya dengan kedua mata ku yang entah kenapa mulai terasa pedih dan berkabut. Bahagia yang semacam apa ini Tuhan? Yang benar-benar membuat ku tersentuh.

Gadis hari rabu itu menatap ku dalam diam untuk beberapa saat, sebelum kemudian menarik lengan ku untuk mengikuti langkah kakinya yang mulai berjalan mendekat kearah ranjang, earphone nya terlepas begitu saja dari telinga ku ketika itu.

Ia kemudian melepaskan genggaman tangan nya dijari ku, dan naik keatas ranjang, menatap ku untuk beberapa saat, lalu kemudian menepuk-nepuk ranjang kosong disampingnya. Aku menaikan sebelah alis ku meminta penjelasan.

“Kau ingin aku ikut naik?”

Dia lalu menggerakan tangan nya untuk kembali meraih lengan ku, menatap ku dalam, dan kembali mempererat genggaman nya.

Aku terkekeh dengan mata yang masih berkaca. Dan tanpa membuat nya harus menunggu lama aku kemudian memilih untuk menuruti keinginan nya, naik keatas ranjangnya melepaskan sepetu hitam ku dan kembali menatapnya yang juga menatap ku, kami saling melempar tatapan untuk beberapa detik sampai saat gadis itu melepaskan satu earphone ditelinga kirinya, dan menaruh ponsel putih itu disisi ranjang.
Aku kembali berkerut bingung, namun dia tanpa mengerti kebingungan ku malah merebahkan tubuhnya, setelah sebelumnya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sebatas pinggang dan tertidur dengan tubuh menyamping pada ku. Dia menatap ku dan kembali menaruh tangan ku didadany, mendekapnya erat.

“Kau akan tidur?”

Dia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya lucu. Oh bolehkan aku menyentuh itu saat dia mengerjapkan nya?

“Kau tak akan bisa tidur tanpa My Dear, apakah kau berpikir untuk membuat ku menyanyikan nya sekarang?”

Dia mengeratkan pelukan nya ditangan kiri ku, dan aku kembali terkekeh karna tingkah nya itu sungguh sangat manis, sekarang bagaimana bisa aku menolak? Dan juga aku tak pernah menolak apa yang ia inginkan dari ku, lebih tepatnya tidak pernah bisa.

“Baiklah, untuk mu, hanya untuk mu oke?”

Suara ku terasa bergetar ketika mengatakan nya, mata ku bahkan telah sulit membendung air mata yang sejak tadi berusaha untuk turun membasahi pipi ku. Sehingga kini tanpa perintah lagi, air mata itu keluar begitu saja, setetes yang membuat hati ku kemudian bergetar hebat.

Aku merebahkan tubuh ku disisinya, tertidur menyamping kearahnya, dan tanpa ku duga, benar-benar aku tak pernah menduganya, dia menggerakan lengan kanan nya untuk memeluk pinggang ku, aku menatapnya dengan tatapan takjub, apakah ini bentuk kenyamanan nya ketika berada disisi ku? Ia merasa amankah bersama ku? Seperti aku yang selalu ingin membuatnya merasa begitu? Aman dan terlindungi.

Aku menelan salavia ku, untuk sekedar membuat hati ku yang bergetar bisa sedikit tenang, aku menghela oksigen disekitar ku untuk sekedar agar suara ku tak bergetar ketika mulai kembali berbicara untuk nya, mata ku semakin berkabut, ada rasa senang dan sakit secara bersamaan sekarang, aku tak tahu kenapa, hanya saja itu pasti karna Yoona, Gadis hari rabu ini.

“Nanti, jika aku bertanya pada mu, dan kau ingin menjawab iya tolong anggukkan saja kepala mu, dan jika kau ingin menjawab tidak, maka gelengkan saja kepala mu Arrasseo?”

Suara ku bahkan malah semakin terdengar bergetar dan begitu menyedihkan sekarang. Oh lihatlah, mata polos itu kembali menatap ku dalam. Rasa seperti apa ini Tuhan? Aku ingin menangis ketika melihatnya.

Dia mengerjap pelan, dan mengeratkan genggaman tangan nya ditangan ku. Aku hanya dapat menghembuskan nafas lemah ku menanggapi kelakuanya.

Aku lantas membalas pelukan nya dengan membawa tubuh nya kedalam pelukan ku dengan tangan kanan ku, menenggelamkan wajah nya didada ku, dan–

“himdeun haruyeossnayo?
(apa harimu nampak begitu sulit?)
naegen tujeong buryeodo dwaeyo
(adakah yang ingin kau keluhkan)
tto ulkeokhaessdeon iri maemdolgo issnayo
(mungkin kau ‘tak bisa melupakan hal-hal yang baru saja terjadi)
gwaenchanhayo nareul bwayo
(tapi tidak apa-apa, coba lihatlah aku)”

Aku mulai melantunkan bait pertama lagu My Dear, dan dapat ku lihat, Gadis hari rabu yang berada dipelukan ku perlahan-lahan mulai menutup matanya sedikit demi sedikit, seraya semakin mengeratkan genggaman tangan nya di tangan ku.

“jigeumbuteo se gaji cham joheun geosman
saenggak haebwayo
(mulai sekarang coba pikirkan tiga hal baik
yang telah terjadi)
ttatteushan gonggi
(udara akan menghangat)
nunbusin nalssiwa chang bakke nae moseup
(cuaca yang cerah dan tampilan memukauku diluar jendela)”

Aku memejamkan mata ku yang menjadi kembali perih, mengusap-ngusap punggungnya, dan membuang nafas ku sebelum akhirnya kembali melanjutkan lagunya.

“malhaessjanhayo eoduwojyeoya biccnaneun
geol bol su issdago
(aku mengatakan padamu, haruslah gelap
untuk bisa melihat hal-hal yang gemerlap)
byeolbicci moineun gos
(dimana bintang-bintang berkumpul)
nan yeogieseo gidarilgeyo
(disanalah aku akan menunggumu)
du nuneul gamgo nara ollayo
(tutup matamu dan terbitlah)
naega anajulgeyo
(aku akan memegangimu)
chang teume seumin dalbicceul tago naegero
ogo issnayo
(akankah kau datang padaku melalui cahaya
bulan dijendela)
byeolbicci moineun gos
(dimana bintang-bintang berkumpul)
nan yeogieseo gidarilgeyo
(aku akan menunggu disini)—-”

Suara ku mulai terasa bergetar, entah kenapa setiap bait dari My Dear yang kunyanyikan terasa sangat menyedihkan untuk ku pribadi, entah karna lagu kesukaan Yoona, atau memang aku sedang berada dalam Mood melankolis, sehingga seluruh hal yang kulalui hari ini terus terasa menyakitkan, dan menggetarkan hati ku.

Hah..
Dari berbagai cerita menyedihkan dari orang-orang yang ku kenal, kenapa aku akan terus menangis jika mendengar kisah Gadis hari rabu ini, apa yang ia miliki sehingga mampu membuat diri ku merasa sangat prihatin, bahkan ia mampu membuat suara ku menjadi terus menerus bergetar ketika menerima setiap respon positif yang ia berikan untuk jawaban dari pertanyaan ku.

“du nuneul gamgo, nara ollayo
(tutup matamu dan terbitlah)
naega anajulgeyo
(aku akan selalu ada)
naui noraega kkeutnal ttaejjeumen
(pada saat laguku berakhir)
haessal nunbusigessjyo
(matahari akan bersinar terang)”

Dan dapat ku rasakan kemudian nafasnya yang mulai teratur menyapa dada ku, matanya tertutup damai, dan itu kembali membuat air mata ku tiba-tiba saja jatuh mengaliri pipi ku.

Apa gadis ini terlalu menyedihkan bagi ku? Kenapa aku terus tersentuh seperti ini bahkan dengan hanya melihatnya tertidur damai? Apa setiap hal yang ada padanya akan membuat air mata ku mengalir seperti ini?

Gadis hari rabu ini..
Apa sebenarnya yang ku rasakan untuknya?
Sebuah rasa kasihan? Prihatin? Keperdulian? Atau ketertarikan?

Hah..

Aku bahkan harus mengambil nafas dalam ketika memikirkan semua itu.
Membantu untuk memberi pelajaran pada orang-orang yang telah membuatnya jadi semenyedihkan inilah yang menjadi tekad ku sekarang, tak perduli itu rasa kasihan, prihatin, ataupun ketertarikan, aku hanya ingin membuatnya kembali tersenyum, mungkin seperti hari-hari biasanya yang pernah terasa bahagia, sebelum mengenal ibu dan saudara tirinya, juga diri ku.
Aku benar-benar ingin melihat senyum yang benar-benar tak ada beban didalamnya, senyum yang di iringi kata ‘Aku bahagia, untuk hari ini’.

*

*

*

TBC~

***

HEYYY!!

#HAPPYRANNYSURYANIDAYY!!

Hahay, yang lagi sakit ditodong sama yang beberapa hari lalu ulang tahun ya jadinya gini..
Buat debsi juga yang nanya-nanya my dear mulu, kayak nya jatuh cinta #cielah -,-
Buat semuanya juga yang kangen aku! Maafkan nited yang satu ini yang sekarang jarang nyapa lewat #HappyMalamMingguan
Yah soalnya akunya kemarin kena juga sama sakit, bahkan harus cek-cek dulu ke dokter, yang ternyata dokternya galak banget -_- salah ambil nafas ajah kena bentak 😀 harus istirahat juga, jadi ini ff perdana kali yah setelah qw sakit 😀
Nah buat anak kuh.. Udah yah, nodongnya nanti-nati ajah lagi 😀

Buat nited semua, minta doa nya juga biar aku cepet pulih, jadi bisa #HappyMalamMingguan lagi bareng aku.

Yaudah lah kalau gitu, perasaan curhatnya kebanyakan, nanti jadinya banyakan curhat dari pada cerita dari ff nya hahay.

Oke.
Anyeong ❤

Advertisements

59 thoughts on “[ Fanfiction | SERIES ] My Dear 2

  1. Fatura Farr says:

    Perasaan aku udah pernah komen part ini tapi kok gaada ya kkkk biar afdol komen lagi aja deh kkkkk
    Sukakkkkk sama ceritanya, tapi Yoonanya blm bersuara juga, gws Yoona semoga kembali normal kkkkkkk ditunggu sweet momentnya thor ; )

    Like

  2. viana says:

    oh jadi gara2 keluarganya tiri itu makanya yoona bisa jadi kaia gini dan harus berada di RSJ… ya ampun kasian bgtt… siwon semoga bisa membantu yoona pulih kembali dan membalas apa yg telah dilakukan oleh ibu dan saudara tirinya itu. yoona jg udah banyak perkembangan udah bisa merespon siwon dan semoga bisa cepat sehat… buat author selalu semangatt..fightingg!

    Like

  3. Nhiina says:

    Jadi mommy kyak gini karna ulah mama dan saudara tirinyaa???
    Hiikss..jahat banget…
    Dan akhirnya mommy udah rada nyaman sama daddy..

    Like

  4. Sofwa YAS says:

    Ahh kasian banget yoonanya sungguh kejam ibu tiri dan saudar2nya ditambah ayahnya yoona sedang sakit ntah ghemana reaksinya yoona klw tau appanya sakit stroke
    Semoga siwon oppa bisa menyembuhkan yoona fri trauma&depresinya and bisa happy ending

    Like

  5. rissafebriasnan says:

    Daebak thor ff kali ini beda dengan ff yang lain… 😀
    Bener2 genre yang beda , dan alur cerita yang belum pernah ada di ff lain..
    Keren thor…
    Semoga karyamu semakin bagus 😀
    dan membuat para pecinta yoonwon bahagia dengan ceritanya 😀

    Like

  6. raniyoonaddict02 says:

    pelan pelan terbongkar dan sisi simpati siwon disini sweeet banget, suka sama cara dia terpaku ke yoona dan tertarik utk melindungi.

    fav !

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s