[Colaboration | FF | Love Friend | 2

Love Friend

Fanfiction By

Karmila & The Little Prince

love-fridn.png

**

Cast

Im Yoona // Choi Siwon // Tiffany Hwang // Lee Donghae // Jessica Jung // Other Cast.

**

Summarry

Sahabat adalah bagian lain dari cinta.

**

A/N :
Sekali lagi ini adalah ff kolaborasi yang awal ceritanya beride dari Karmila 🙂

Chapter 1

**

Happy Reading

**

**

**

Di sebuah ruangan kampus dua orang yeoja
sedang duduk bersebelahan salah
satu yeoja itu sesekali memberenggutkan
wajahnya lucu dan sukses membuat
yeoja yang lainnya terkikik geli

“Kau puas eoh ?”

“Hahaha mian fanny-ah aku berkata jujur”

“Tapi jangan di depan kekasihku”

“Tenang saja si ijah ijah itu tak akan
memutuskanmu gara gara Hong bin sunbae”

“Santai sekali kau, kau tau Siwon oppa sangt
sulit di bujuk”

“Hahahaha berikan saja dia ice cream”

“Yakkk kau fikir dia Yuta”

Tawa Yoona semakin pecah kala melihat
wajah Tiffany yang semakin
memberenggut, keakrapan mereka memang
selalu jadi tontonan yang menarik,
pasalnya wajah cantik mereka memang
menjadi idaman setiap mahasiswa

“Selamat siang”

Sapaan manis seorang namja menghentikan
kegiatan mereka

“Donghae oppa!”

Pekikan keduanya mengagetkan Donghae
yang memasang senyum semanis mungkin

“yakkk! Pekikan kalian sangat merdu sampai
membuat telingaku merah”

Masih dengan tersenyum donghae duduk di
depan kedua yeoja yang masih
menatap terkejut kearahnya

“Wae ? kenapa menatapku seperti itu ? aku
tau aku tampan, dan cukup tampan
untuk menjadi suami seseorang”

Sambil menggerling jahil ucapan Donghae
mampu membuat Yoona tertunduk malu

“Mwo ? suami ? kau bahkan belum punya
pekerjaan oppa”

“Yakk Tiffany-ssi aku memang belum punya
pekerjaan sekarang, tapi satu
semester lagi aku akan lulus dan akan
meneruskan perusahaan appa, jadi sah
sah saja aku sudah memikirkan seorang istri”

“Ck yeojachingu saja tak punya”

“yakkk Fanny-ah kau selalu mengejeku, lagi
pula aku sudah mempunyai target
untuk menjadikanya kekasihku”

“Mwo?”

Kali ini perkataan Donghae berhasil membuat kedua yeoja itu terpekik kaget

“Nugundde?”

“Kalian kompak sekali”

“Katakan oppa, siapa orangnya”

“Kau ingin tau sekali Yoong, apa kau cemburu eoh?”

Yoona hanya diam sedangkan Donghae masih tersenyum jahil dan sesekali masih
menatap kesetiap penjuru ruangan seolah
mencari sesuatu

“siapa oppa?”

Kali ini Tiffany yang mendesak Donghae untuk mengatakan siapa sebenarnya
orang yang di sukai Donghae,

jika bukan Yoona Tiffany sangat ikut
merasakan
betapa sakitnya hati sahabatnya ini, pastinya
dia tau Yoona sangat menyukai
Donghae, bukanya dia menutup mata, semua
orang pasti tau gerak gerik Yoona
yang sangat berbeda jika sudah bersama
Donghae salah tingkah dan pipi
memerah, sayangnya Donghae tak pernah
memandang sahabatnya itu, Donghae
sangat tertutup kepada yeoja hanya dirinya
dan Yoona lah yang bisa dekat dengannya

“yakkk jangan bertele tele siapa orangnya
bodoh”

“aish kalian menggangguku!”

“Oppa! Sebenarnya kau mencari apa ?”

“apa Jessica tak masuk hari ini ?”

“Mwo ? Jessica ?”

Tiffany dan Yoona terpekik kembali, tak
percaya dengan apa yang di
dengarnya, pasalnya Donghae tak pernah
peduli dengan yeoja manapun di
universitas mereka, walaupun banyak yang
mengidolakanya tapi Donghae tak
pernah menatap barang sedikitpun dari
mereka, tapi kini Jessica ? darimana
Donghae tau tentang Jessica?

“Nde? Jessica apa dia tidak masuk hari ini?”

“Oppa? Jangan jangan kau…”

“Menyukai Jessica-ssi ?”

Tak menjawab kini Dongahe menyunggingkan senyuma manisnya, tanpa
bertanyapun mereka sudah tau jawabanya,
berbeda dengan Dongahae yang
tersenyum senang, Tiffany menatap
sahabatnya prihatin yang sedang diam
menatap Donghae yang masih mencari ke
penjuru ruangan

“Benarkan op..oppa?”

“Nde! Kalian benar, argh aku tak menyangka
jika ada mahasiswi yang sangat
cantik tapi dingin sepertinya, benar benar
membuatku penasaran, kalian mau
membantuku kan ?”

“Nde ?”

“Ck kalian selalu saja kompak menjawab, jadi
bagaimana kalian mau membantuku kan ?”

“ANDWAE!”

Pekikan Tiffany mampu membuat Yoona dan
Dongahe terlonjak karena kagetnya

“Yakkk kenapa kau hobby sekali memekik, kau tak sadar itu membuat telingaku
sakit eoh ? aku heran kenapa Siwon masih
betah denganmu”

“Yakkk! Kenapa kau membawa bawa Siwon
oppa?”

“Sudahlah kalian selalu bertengkar dengan
masalah yang sepele seperti ini”

“Kau dengar, harusnya kau seperti Yoona
yang sabar bukan malah selalu
membuatku terkejut, oh Yoong kau memang
yang tercantik dan terbaik”

Donghaememasang aegyo seimut mungkin membuat
Yoona tertunduk malu,
sedangkan Tiffany hanya memalingkan
wajahnya ingin muntah melihat expresi
Donghae

“Jadi bagaimana kalian ingin membantuku
mendekatinya kan?”

“Sudah kukatakan Tidak kan oppa”

“Ayolah Fanny-ah”

“Tidak!”

“Yoong kau mau kan ?””

“nde?”

Yoona menatap Donghae yang memasang
wajah memelas di depannya

“Ne.. aku … mau”

“Jinjja?”

“Yoong?”

Donghae memekik keras sambil berdiri karena sangat senang sedangkan Tiffany
menatap tak percaya Yoona yang kini
tertunduk dalam

“Gomawo Yoong, aku pergi dulu, jangan lupa
janjimu eoh, annyeong”

Donghae berlari dengan semangat
meninggalkan Yoona dan Tiffany yang kini
saling menatap dengan datar

“kenapa kau menyetujuinya ?”

“wae? Aku salah ya ?”

“Kau mengorbankan perasaanmu Yoong?”

Yoona menghembuskan nafasnya lelah, ingin
menangis, sakit memang tapi dia
akan menahannya, dia tak mau jadi bahan
guyonan Tiffany nantinya

“kau tau ada kalanya kita mengalah demi
orang yang kita cintai”

“tapi ada juga kalanya kita bertindak egois”

“kau ingin aku egois? Memaksa orang yang
aku cintai tinggal bersamaku dan
menderita di sampingku ? itu malah jadi pusat kesakitanku”

“jika itu harus kenapa tidak, sesekali buat
dirimu bahagia Yoong, jangan
fikirkan selalu kebahagiaan orang lain, kau
akan selalu sakit bahkan bisa
lebih sakit dai ini”

Ingin Yoona membalas tapi di urungkan karna
ponsel Tiffany yang berdering,
sekilas dapat dia lihat nama sahabatnya
tertera di layar ponsel Tiffany

“semoga kau dapat memilih langkah yang
tepat, aku pergi dulu”

Tiffany beranjak meninggalkan Yoona yang
terpaku di tempat duduknya

“Yeoboseo oppa?”

Dapat Yoona lihat punggung Tiffany yang
semakin menjauh
Andaikan dia seperti sahabatnya
Andaikan Donghae seperti Siwon yang selalu
ada dan peka
Andai ya Andai
Berandai andai memang mudah tapi
menjalaninya sangat susah,, berfantasi
memang indah tapi kita juga harus siapkan hati yang kuat untuk terluka nantinya
Dongahe memang bukan Siwon
Dongahe juga bukan orang yang selalu tau
perasaan yang dia alami
Tapi setidaknya Donghae ada di dekatnya,
taka pa dia menyiksa diri dengan
membantu kebahagiaan Donghae, dia iklas,
sahabat juga indah dari pada
sepasang kekasih

****

Senyum cerah terpatri diwajah cantik Yoona kini ketika baru saja kakinya menginjak lantai kelasnya pagi ini.

Siapa yang akan tahu?
Hatinya sakit kini.. Namun entah kenapa dan bisikan dari mana, senyum itu tiba-tiba saja menghampiri wajahnya ketika ia melihat Jessica yang kini terduduk di salah satu kursi didalam kelasnya.

Keadaan didalam kelas masihlah sepi ketika Yoona berjalan mendekat kearah Jessica, dan mulai menyapa teman kampusnya itu yang memang kurang dekat dengan nya. Hanya saja jika Dosen membagikan tugas kelompok dia selalu bersama dengan Sica.

“Kau baik hari ini?”

Yoona memilih untuk mendudukan tubuh nya dikursi samping Jessica.

“Tentu, kau?”

Jessica menjawab seraya melemparkan tatapan matanya pada Yoona, ia tersenyum.

“Aku sangat baik.”

Senyum Yoona sedikit kaku ketika mengatakan nya.

“Oh yah, kemana Tiffany? Biasanya dia selalu bersama mu.”

Dan Yoona merasa mengobrol dengan Jessica itu sangat aneh, emm, lebih menjurus pada kaku.

“Dia datang sebentar lagi mungkin..”

Jawab Yoona singkat yang dijawab dengan anggukan oleh Jessica.

“Emm,, Sica–”

“Nde?”

Jessica kembali mengalihkan perhatian nya pada Yoona.

“Bisakah aku meminta nomor ponsel mu?”

Jessica menaikan sebelah alisnya.
Dia lalu tersenyum setelahnya.

“Oh, tentu boleh.”
Jawab Sica singkat. Lalu kemudian gadis berambut coklat itu mengeluarkan ponsel dalam saku celana nya, namun belum sempat ia menekan ponselnya suara cempreng Tiffany telah menggema didalam kelas membuat semua murid yang telah datang mengalihkan perhatian mereka padanya sesaat.

“Yoona!!”

Dia berteriak dengan riang nya tanpa memperdulikan teman-teman nya yang telah menggerutu kesal karna teriakan nya itu.

“Ada apa?”

Yoona bertanya dengan suara malasnya pada Tiffany yang tiba-tiba saja berlari kearahnya dan mengambil kursi disebelah Yoona lalu mendudukinya tanpa memperdulikan pada Jessica yang kini menatapnya aneh.

“Aku sangat senang!!”

Oh Yoona memutar kedua bola matanya bosan.

“Aku tahu itu! Tapi kenapa?”

Tiffany tersenyum lebar. Sebelum akhirnya ia memberikan ponselnya pada Yoona.

Dan..

“Fanny? Hong Bin?”

Yoona terperangah tak percaya ketika ia melihat isi dalam pesan di ponsel Tiffany, ia menatap sahabatnya itu menuntut jawaban darinya, yang gadis itu malah tersenyum-senyum tak jelas pada Yoona.

“Iya Yoona!! Hong Bin Seunbae ternyata— dia!! Ohh bahkan dia mengajak ku menonton film.. Aku sangat senang kau tahu?”

Yoona masih menatap Tiffany dengan raut wajah terkejutnya. Sementara Jessica, gadis itu kini telah beralih setelah sebelum nya menggeleng-gelengkan kepalanya malas ketika ia mendengar nama Hong Bin, yang memang semua teman dikelasnya tahu jika Tiffany menyukai Hong Bin, hanya Donghae dan Yoonalah yang tahu jika sebenarnya gadis blasteran itu telah memiliki kekasih yaitu Choi Siwon.

“Dan kau menjawab?”
Yoona akhirnya mengeluarkan pertanyaan nya. Dan itu membuat Tiffany kembali tersenyum lebar.

“Ya.. Ya Yoona– kami akan menonton film nanti malam.. Dan—”

“Ikut aku.”

Yoona memotong ucapan Tiffany, gadis itu berdiri cepat dan langsung menyambar tangan Tiffany untuk ikut berdiri dan menyeretnya mengikuti langkah lebar Yoona. Hal itu tentu saja membuat Tiffany terkejut.

“Yoona? Yakk! Im Yoona untuk apa kau membawa ku ketoilet?”

Tiffany menggerutu kesal ketika Yoona menutup pintu toilet dibelakangnya. Gadis itu membawa Tiffany ketoilet oh sebenarnya dia kenapa?
Tiffany mengerucutkan bibirnya kesal, kedua tangan nya menyilang didepan dada.

“Yoona! Sebenarnya ada apa ini kau—”

“Bagaimana dengan Siwon?”

Tiffany terdiam ketika Yoona bertanya tentang kekasihnya.

“Kau senang mendapatkan ini semua setelah kau bersama Siwon?”

Tiffany menunduk tak mampu menatap wajah sahabatnya yang kini terlihat kesal.

“Kau tahu aku sangat menyukai Hong Bin Seunbae dari dulu, aku tak tahu jika dia juga tertarik dan ingin lebih dekat dengan ku. ku pikir dia hanyalah harapan ku sehingga aku menerima cinta Siwon, tapi ternyata— Yoona—”

“Tiffany..”

Yoona menyentuh pundak sahabatnya itu lembut yang kemudian membuat Tiffany lantas mendongak dan kembali menatap Yoona, wajahnya sudah kembali melembut kini.

“Aku kenal Siwon.. Kami saling mengenal tepatnya, dan aku yakin lebih dari diri ku kau sangat tahu Siwon, bagaimana kebaikan nya, kesetiaan nya, dia sangat baik Tiffany.. Ku mohon jangan menyakitinya seperti ini.”

Tiffany meraih tangan Yoona ia menatap Yoona dengan wajah sendunya.

“Aku sangat menyukai Hong Bin Seunbae Yoona—”

“Lalu Siwon?”

“Dia tak mengetahuinya–”

“Kau?–”

“Ku mohon Yoona-”

Tiffany menghela ucapan Yoona, ia mengeratkan genggaman tangan nya pada tangan Yoona.

“Aku hanya ingin tahu saja bagaimana rasanya dekat dengan seorang Hong Bin, kalau aku merasa tak nyaman aku tak akan menghiraukan nya lagi—”

“Kalau sebaliknya?”

Tanya Yoona memotong.
Dan Tiffany terlihat menghembusakan nafasnya mendengar pertanyaan itu.

“Upphh– kau memang keras kepala!”

Tiffany mendongak dengan cepat, ekspresi wajahnya berubah drastis.

Yapp..
Yoona tak akan tahan melihat Tiffany putus asa.

“Ohh– Yoona kau memang sahabat ku.”

Tiffany langsung menghambur memeluk Yoona yang kini terlihat memutar kedua bola matanya malas.

“Jangan permainkan hati orang yang melindungi mu terlalu lama.”

Tiffany mengangguk dalam pelukan nya. Ia tersenyum lebar.

“Siwon meminta ku untuk makan bersama sore nanti ku harap kau bisa membantu ku–”

Yoona terperangah mendengar ucapan sahabatnya itu, dan dengan gerak refleks yang begitu cepat ia mendorong tubuh Tiffany untuk menjauh darinya. Pelukan mereka terlepas. Dan apa yang dapat Yoona lihat sekarang? Senyum lebar Tiffany.

“Kau—”

“Hanya gantikan posisi ku untuk sore sampai malam nanti.. Kau kan sahabat kecilnya, kalian bisa mengobrol nanti, ku lihat kalian juga sangat akrab.”

“Kau gila!! Oh bagaimana mungkin ini.. Apa sebenarnya yang kau pikirkan?”

Yoona menatap tak percaya pada Tiffany.

“Yoongg–”

“Fanny—”

“Kaulah sahabat terbaik ku.”

Hah..
Yoona memejamkan matanya singkat, ia menekan kedua pelipisnya dengan tangan kanan nya.

“Hanya jangan kecewakan hati seseorang yang mencintai mu.”

Dan Tiffany akhirnya kembali melebarkan senyumnya. Benar-benar adakah hal yang lebih menyenangkan dari pada ini?

Oh Tuhan..
Ini sangat indah.
Teriak Tiffany dalam hatinya seraya kembali memeluk erat tubuh Yoona yang sesekali ia berjingkak dalam pelukan sahabatnya itu.

***

‘Oppa.. Maafkan aku tiba-tiba saja aku tak bisa datang, aku harus pergi dengan Oemma untuk menemui Jeon Sang Eonnie.. Aku menyuruh Yoona yang menemui mu, dia akan mengobrol dengan mu 🙂 selamat bertemu besok 🙂 ‘

Siwon menghembuskan nafasnya ketika membaca pesan yang dikirimkan kekasihnya itu. Ia lalu meletakan ponsel pintarnya diatas meja makan didepan nya.
Ia lalu menatap pada Yoona yang kini duduk didepan nya.
Mereka tengah berada di sebuah rumah makan yang terlihat sederhana sekarang, meskipun begitu, tempatnya tetap bersih.

“Apakah ada?”

Siwon mengangguk menjawab pertanyaan Yoona.

“Ya, aku tak membuka ponsel ku dari tadi, jadi aku tak tahu jika Tiffany tak akan datang. Jika aku cek ponsel ku sebelum kesini mungkin kau tak perlu datang.”

Yoona menaikan sebelah alisnya.

“Kau tak suka aku yang menemani mu makan?”

“Tidak!! Tentu saja.”
Siwon langsung menjawab. Ia terlihat panik ketika mengatakan nya.

“Maksud ku, aku tak ingin merepotkan mu jadi kau tak perlu datang kemari.. Ku pikir masih banyak hal yang lebih penting dari pada menghabiskan waktu dengan ku.”

Yoona terlihat menghembuskan nafasnya lega.

“Ku pikir aku sangat buruk sehingga kau tak mau bertemu dengan ku.”

“Mana mungkin begitu! Aku akan berbicara dan bertanya banyak hal sekarang! Kau tak bisa menghindar.”

“Omo-omo.. Ternyata kau seantusias itu.”

Siwon melebarkan senyumnya.
Ia lalu mengangguk-anggukan kepalanya lucu.
Sikap hangatnya tercipta karna Yoona.

“Aku akan memesan makanan.. Kita bisa mengobrol sambil makan?”

Giliran Yoona yang mengangguk kini, ia bahkan menampakkan raut wajah seimut mungkin pada Siwon.

“Aigoo-aigoo..”

Siwon memajukan tubuhnya untuk dapat meraih kepala Yoona, ia mengsuap-ngusap rambut gadis itu lembut.

“Dari kecil ekspresi mu bahkan tak berubah. Kau masih berekspresi menjijikan jika sedang lapar.”

Dan Yoona langsung menepis tangan Siwon yang masih mengelus rambutnya. Bibirnya mengerucut lucu, wajahnya berubah memberenggut kesal.
Dan itu malah membuat Siwon terkikik geli ketika melihatnya.

“Jika kau tak segera memesan makanan—”

“Aku memesannya sekarang.”
Potong Siwon cepat, yang kemudian memanggil seorang pelayan untuk menyiapkan pesanan nya.

Siwon menegakkan punggungnya ketika seorang wanita paruh baya menghampirinya dengan membawa beberapa makanan yang ia dan Yoona pesan.

“Wow.. Kau tahu aku sangat lapar?”

Kicau Siwon seraya duduk bersila ketika semua makanan yang ia pesan telah tertata rapih dimeja didepan nya.

“Kau memesan sebanyak ini?”

Yoona menatap Siwon dengan raut wajah takjubnya.

“Jangan bilang kau tak seantusias dulu saat mendapat gratisan.”

Ahh..
Yoona terlihat menahan tawanya ketika mendengar ucapan yang disertai kedipan nakal dari sahabatnya itu.

“Hahh.. Dulu itu aku masih kecil yang aku tahu hanya makan, tentang membayar aku tak perduli itu.”

Siwon mendengus ketika mendengar Yoona yang mencoba berkilah.

“Dan sekarang?”

“Jika aku mendapatkan nya lagi aku hanya merasa senang.”

Dan Yoona tersenyum riang seraya mengambil sumpitnya ketika mengatakan jawabanya.
Hal itu kembali membuat hati Siwon menghangat sehingga yang pria itu lakukan adalah kembali tersenyum seraya memperhatikan Yoona yang telah memulai acara makan nya.

“Kau tubuh menjadi sangat cantik eoh?”

Siwon mengatakan nya dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Tentu, ini gen.. Kau tak menyangka kan?”
Yoona menjawab dengan masih fokus pada makanan nya.

“Ya, kau sangat hitam dulu!”

Dan itu berhasil membuat Yoona teralih. Gadis itu bahkan menatap Siwon tajam, yang pria itu malah tak menghiraukan nya.

“Jangan membahas masa lalu yang kelam-kelam.”

Siwon langsung menutup mulutnya dengan spontan, pria itu menelam makanan nya dengan cepat tanpa perduli apakah sudah terkunyah dengan benar atau tidak. Ia lalu meraih segelas air putih dan langsung menegak nya dengan cepat.
Lalu yang terjadi selanjutnya

“Hahahahaha—”

Tawa Siwon pecah, pria itu tertawa keras tanpa perduli pada beberapa orang yang memperhatikan nya dengan tatapan anehnya.

Yoona semakin dibuat kesal dengan kelakuan sahabatnya itu.

“Jadi kau menganggap itu sebagai kenangan kelam? Buruk?”

Yoona mengambil sendok yang berada disamping mangkuknya, gadis itu memajukan tubuhnya dan

Pletakk.

“Awwwhh–”

Ia memukul kepala Siwon pelan. Namun membuat pria itu dengan tingkah lebaynya menggadu dan mengusap-ngusap kepalanya.

“Bisakah aku makan tanpa kenangan kelam ku kalau begitu?”

Siwon kembali terkekeh dan melupakan kepalanya.

“Kau menyetujui itu kelam. Kalau begitu kembalilah makan.”

“Kau tumbuh menjadi lebih menyebalkan.”

Ucap Yoona seraya melahap nasinya.

“Itu menyenangkan.”
Jawab Siwon enteng seraya kembali menyuapkan daging panggangnya.

“Menjadi menyebalkan?”

Siwon mengangguk, lalu menelan makanan nya.

“Ku tahu akan menyiapkan ini semua ketika berpikir akan bertemu dengan mu di Seoul.”

Yoona mendongak, ia menatap Siwon dengan alis yang terangkat.

“Kau mempersiapkan hal menyebalkan untuk menggoda ku sejak masih di USA?”

Siwon mengangguk ringan.

“Dan aku melakukan nya sekarang, ku pikir tak akan melihat mu lagi saat aku tahu jika keluarga mu telah meninggalkan rumah yang dulu.”

Yoona mendengus, ia lalu kembali melahap makanan nya mencoba untuk tak menghiraukan pria itu.

“Dan kau tahu hasilnya begitu wow!! Ternyata itu menyenangkan. Aku tak pernah bisa bersikap seperti ini pada Tiffany, Ayah ku atau Ibu ku.”

“Kau menyebalkan.”

Ucap Yoona tanpa memperhatikan wajah Siwon.

“Tak ada seorangpun yang bisa berekspresi seperti mu saat merasa kesal.”

Yoona tak menghiraukan Siwon lagi, ia benar-benar sudah merasa malas dengan nya, dengan candaan nya tepatnya. Sehingga dari pada menanggapi Siwon ia lebih memilih untuk berfokus pada makanannya.

“Bagaimana keadaan keluarga mu.”

Siwon kembali bertanya setelah beberapa menit terdiam.

“Baik.”

Yoona menjawab ketika ia hendak mengambil gelas minuman nya.

“Kau pindah rumah, apakah karna Paman Im pindak kerja.”

Dan pertanyaan Siwon kali ini entah kenapa tiba-tiba saja membuat wajah nya mengeras. Ia terlihat terdiam sesaat menatap Siwon. Dan pada detik berikutnya, ia menelan air yang sudah terlanjur masuk kemulutnya dengan sekali tegakkan.

Dan yang terjadi kepada Siwon ketika melihat kekakuan diwajah gadis itu adalah bingung.
Yah pasalnya ia tak merasa ada yang salah dengan pertanyaan nya. Tapi apakah itu menyinggung Yoona?

“Emm— tidak.”

Jawab Yoona gugup setelah cukup lama terdiam.
Siwon menatap Yoona tak enak.
Sungguh apa yang salah? Wajah nya berubah menjadi sedih, karna pertanyaan Siwon?

“Oh yah kau suka kentang kan? Dulu ibu ku selalu memasak kentang untuk mu… Makanlah.”

Dan pada akhirnya Siwon mencoba untuk mengalihkan perhatiaan Yoona, ia menyodorkan sepiring kentang goreng yang juga ia pesan karna tahu jika Yoona suka sekali kentang goreng saat kecil.

“Tidak.”

Siwon menaikan sebelah alisnya, moodnya benar-benar menjadi buruk kah karna pertanyaan nya?

Pria itu menggaruk tengkuknya gugup.

“Tidak?”
Siwon mencoba memperjelas. Dan Yoona memberi anggukkan untuk itu.

“Tidak, maksud ku, emm dulu saat Bibi Choi pindah, aku mencoba memasak kentang goreng, itu kurang matang, dan rasanya–”

Yoona memberikan jeda seraya menampakkan raut wajah jijik nya.

“Oohh!! Kau membuat ku mengingat lagi rasanya Siwon!! Itu menjijikan!”

Dan Siwon terkekeh ketika melihat ekspresi Yoona kini, Yoona bahkan mengepak-ngepakkan tangan nya seolah-olah itu sangat menjijikan.

Oke, suasanya kembali menghangat.

“Sepertinya banyak yang berubah dari kebiasaan mu eoh?”

Yoona menatap Siwon lucu, lalu kembali mengangguk-anggukkan kepalanya ringan.

“Semakin aku tumbuh dewasa, banyak hal yang berubah.”

Siwon menghembuskan nafas lega mendengar jawaban Yoona.

“Wah sepertinya aku harus mengadakan pertemuan lagi dengan mu, satu sore tak cukup untuk aku mengetahui perubahan itu.”

“Boleh, ayo bertemu lagi, dan ayo makan lagi.. Hahaha..”

Yoona tertawa ketika mengakhiri katanya, dan tak berbeda dengan Siwon yang juga tertawa karna jawaban Yoona baru saja.

Dan inilah mereka, setelah sekian lama tak berjumpa, sahabat tak merubah namanya dengan begitu saja.

Ada hal yang tak bisa disampaikan dalam sebuah pertemuan mereka, tapi akan ada saatnya mereka saling mengatakan hal yang tak bisa dikatakan saat pertemuan pertama.

“Kita akan bertemu lagi.”

Dan Siwon tersenyum ketika mengatakan nya, yang dijawab dengan anggukkan antusias dari Yoona.

Nyaman.

Itulah yang coba mereka berikan untuk satu sama lain.

*

*

*

TBC~

*

*

*

Haiiii..
Gimana-gimana? Kolaborasi nih #gayanya hahay, kalau bagian aku jelek mohon maklum yah, 😀 perdana loh penulis amatiran kolaborasi sama penulis wow 😀

Semoga suka yah ❤

Advertisements

29 thoughts on “[Colaboration | FF | Love Friend | 2

  1. Cha'chaicha says:

    Wah jadi fany akan selingkuhkah? tapi gpp deh biar putus sama siwon oppa *eh, untung juga donghae suka sama sica, tapi semoga kalo fany beneran selingkuh dan yoona rahasiain ini siwon oppa ngga marah ke yoona

    Like

  2. Fatimah says:

    Ya ampun fany selingkuh dari won oppa..tpi gpp biar yoona eonni sama won oppa hehe…
    Kan mereka udah sahabatan dari kecil jdi cocok klw mereka pacaran…
    Kayaknya nya ada ybg d sembunyikan dari yoona eonni..???
    Penasaran…lanjut thor..!!!

    Like

  3. melani says:

    Kenapa tiffany kayak gitu dia mau selingkuh gitu sama siwon.. kasihan yoonanya cintanya bertepuk sebelah tangan berharap dia jd suka sama siwon n sebaliknya siwon suka sama yoona biar dia gak di selingkuhi tiffany.. masih ada tulisan yg typo.. di tunggu kelanjutannya..

    Like

  4. yw says:

    kasihan yoona, cintanya bertepuk sebelah tangan ke donghae…
    padahal tiffany udah punya siwon, masih aja berharap sama hongbin
    semoga yoona buruan dapat pasangan, ntah itu donghae atau siwon

    Like

  5. isti says:

    hem keren…q pkr yoona ma siwon pcrn trnyt tdk…n q pkr donghae ska yoona…ad ap dg hub yoona n ayahnya???yoona siwon sahabat past ad rasa cinta yg tak mrk sadri

    Like

  6. Sakina A F says:

    tuh kan rumit…. donghae,, setelah membuat semua orang ketar ketir akhirnya memilih mbak jess… tiffany kalau gk ada cinta buat siwon udah siwon buat yoong aja… next part masih di tunggu yaaa…. FIGTHING AUTHOR SEMANGAT

    Like

  7. triyoona_im says:

    Terimakasih ya kolaborasi nya keren hhi..
    Duh fanny mau selingkuhin siwon nih?! Ya ampun haha, lucu liat kelakuan yoona sama siwon klo ketemu, tingkah mereka menggemaskan bikin senyunm” gaje hahaha
    Ditunggu next nya 🙂 dan semangata ya

    Like

  8. Nita28 says:

    Cerita yang fresh lagi yeayyy!! Tp kenapa posisi yoona disini kerasa miris ya, itu tiffany semoga bakal sama hong bin ajalah dan ngelepasin siwon biar nanti sama yoona.
    Next ditunggu thor ^^

    Like

  9. Nurul~937 says:

    Keren thor kolaborasinya,, itu tiffany selingkuh?? Wah ada rasa nyaman antara yoonwon. . Semoga endingnya yoonwon bisa bersama.. Author FIGHTING!! ^O^

    Like

  10. prita ayu nirwaningdyah says:

    ahhh semoga mereka segera menjalin hubungan karna kasian siwon oppa yang diselingkuhi sama tiffany, teganya tiffaby eonni awas aja kalo dia ditinggal sama siwon oppa baru tau rasa

    Like

  11. ayana says:

    hubungan pertemanan yang rumit.
    tiffany selingkuh? mungkin ini jalan buat siwon ma yoona bersatu. kan kalo fany ketahuan selingkuh nanti diputusin ma siwon. trus siwon ma yoona deh. xixixi….

    Like

  12. rini nurkhalida says:

    Berharap nnt siwon oppa suka sama yoona dan yoona suka jga dg siwon oppa, kasian yoona cintanya bertepuk sebelah tangan,
    Mudah2han endingnya yoonwon ya heheheh

    Like

  13. Betti rossida says:

    Ceritanya keren…mudah2an yoona dan siwon sering ketemu dan mulai deh ada perasaan nyaman.suka .lama2 tumbuh rasa cinta….ditunggu nextnya……

    Like

  14. Par Ryi An says:

    Hmmm makin menarik ajach ceritanya dan terima kasih buat author nya yg udah bikin donghae tidak memiliki perasaan lebih ke yoona dan fany yg kayaknya tidak begitu mencintai siwon, paling nggak dengan begini harapan buat yoonwon utk bersama terbuka lebar hehehehe 😉
    Ditunggu lanjutannya
    Fightinggg 😉

    Like

  15. Novia_22 says:

    Izin baca+koment ya ssaeng 😀
    Knp hdup yoona tragis amat ya? Kshan bget dia,
    Fanny selingkuhin siwon? Itu bgus biar yoona bsa sma siwon 😀
    Haeppa mati rsa ya sma org sktarnya?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s