[FF] Mine | Chapter 3

Mine

Fanfiction By

The Little Prince
thelittleprince_minecopy.png

Cover By

purplerabbitville / DIS

Thank Buat Cover Keren nya ^^

**

Cast

Im Yoona // Choi Siwon // Tiffany Hwang // Other Cast.

**

A/N : Maaf jika dalam tulisan ini terlalu banyak Typo, dan mungkin akan mengganggu kenyamanan membaca kalian 🙂

**

**

Happy Reading

**

**

**


***

“Kenapa kau mau menolong ku?”

“Karna aku bisa.”

“Aku mungkin telah banyak menyakiti mu–”

“Sangat, tapi itu bukan masalah untuk aku dapat menolong mu.”

Siwon menghela nafasnya dalam, pria itu lalu melirik gadis cantik yang kini duduk di sisinya didalam mobil.

Banyak hal yang ingin sekali Siwon tanyakan pada gadis itu, hanya ia pikir tak sekarang.

Ia kembali menghela nafasnya.

“Kau tak mengenal ku.”

Siwon kembali bertanya, yang membuat Yoona akhirnya mendongak menatapnya.

“Kau Choi Siwon, aku tahu nama mu.”
Gadis itu menjawab datar.

“Hanya nama? Kau pikir sebuah pengenalan hanya dengan nama?”

Yoona terlihat sedikit berpikir, dan itu membuat Siwon menyadari jika itu terlihat lucu, wajah berpikirnya benar-benar terlihat lucu dan menggemaskan.

“Tidak aku bahkan tahu jika kau pria pemaksa yang membeli ku dengan—”

“Kau tak akan melupakan itu?”

Potong Siwon cepat.

“Itu terlalu menyakitkan.”

“Meskipun kau menolong ku?”

“Aku tetap tak bisa melupakan nya.”

Siwon terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya lemah.

“Itu sangat menyakitkan.”

Ujar Siwon kemudian.

“Murahan lebih menyakitkan.”

Siwon terdiam.

“Tapi aku tidak seperti itu, jadi aku akan mencoba melupakan nya.”

Siwon kembali mengangguk-anggukan kepalanya, dengan masih menatap Yoona.

“Terima kasih.”

Sebelah alis Yoona terangkat.

“Kau mengatakan nya?”
Tanya Yoona tak percaya.

Siwon lalu menunduk, menatap pada kedua tangannya yang saling bertaut.

“Untuk mencoba melupakan murahan, dan untuk hari ini di gereja.”

Yoona tersenyum simpul, memperhatikan pada Siwon yang terlihat lega namun juga merasa sedih.

Flashback

“Dia Yoona.. Im Yoona.”

Min Young menatap Siwon khawatir, pelukan erat dari tangan nya sedikit demi sedikit mulai melonggar.

“Siwon–”

“Kekasih ku.”

Dan pelukan Min Young terlepas. Kedua mata bulatnya menatap tak percaya pada Yoona yang kini menatap Siwon, dan kemudian beralih kembali menatap pada Siwon yang juga menatapnya.

“Oppa kau–”

“Kenapa dengan pernikahan mu?”

Siwon mengalihkan pertanyaan yang membuat Min Young terdiam, dengan air mata yang kembali membasahi pipi mulusnya.

“Secepat ini inikah?”

Kini giliran Siwon yang terdiam dengan hanya menatap Min Young.

“Pernikahan ku telah gagal Oppa!! Dan kau– apa yang kau lakukan, membawa seorang gadis yang kau anggap kekasih mu diacara pernikahan ku? Kau—”

“Anggap? Dia kekasih ku! Dan pernikahan mu gagal? Kenapa bisa seperti itu!”

Min Young menatap Siwon tajam.

“Kau jahat!”

Siwon memejamkan kedua matanya kuat, ini semua menyakitkan, kata-katanya, rasa sakitnya, dan air matanya.. Ingin sekali rasanya Siwon memeluk wanita dihadapan nya itu, menenangkan nya.. Dan memberinya kehangatan.. Tapi ia tak bisa!!

“Kau mencintai ku! Kenapa kau mendustai diri mu seperti ini– katakan pada ku jika dia hanya pelarian mu karna aku meninggal kan diri mu, kau masih mencintai ku– tidak bisa seperti ini, pernikahan ku gagal dan kau malah memiliki kekasih baru? Secepat itukah kau melupakan ku? Aku yang merubah mu menjadi pria yang lebih baik, cinta ku merubah hati keras mu! Kau lupa itu? Aku akui aku memang telah jahat pada mu! Tapi tidak bisa seperti ini, tidak bisa secepat ini kau melupakan ku! Aku—”

“Kenapa tidak bisa?”

Dirasa Siwon sudah tak bisa mengungkapkan apapun lagi, Yoona akhirnya memilih untuk mengeluarkan suaranya. Semua orang terdiam dengan menatapnya, termasuk Min Young dan juga Siwon yang berada disisinya.

Yoona terlihat menghela nafasnya, ia menatap Min Young dengan tatapan tegasnya, dan jari jemarinya mempererat genggaman tangannya di tangan Siwon. Siwon tak boleh kalah, cinta memang dapat menaklukan segalanya, namun Yoona ingin segalanya menaklukan cinta sekarang.

“Kenapa kau berpikir melebihi takdir Tuhan? Kau tahu perbedaan antara cinta dan benci sangat tipis, jika cinta melukai cinta, maka mudah sekali untuk menjadi benci. Banyak orang mengatakan jika melupakan tak semudah saat mencintai, tapi bukankah kebencian lebih buruk dari sekedar melupakan? Saat seseorang terlukai dengan cintanya sendiri, ia akan membenci, dan pada saat ia merasakan kebencian, ia bahkan tak perduli dengan melupakan? Berarti juga tak perduli dengan mencintai.. Kau mungkin hebat karna bisa mengendalikan Siwon hanya dengan cinta mu, tapi bukankah itu telah kau hapuskan dengan meninggalkan nya? Cinta macam apa seperti itu? Kau mencintai seseorang dengan cepat, juga menyakiti seseorang dengan cepat, lalu apakah kau pikir Siwon tak dapat melakukan nya? Siwon mungkin masih menyimpan cinta untuk mu, tapi tidak kah kau berpikir berapa banyak kebencian dalam cintanya itu? Jika kau bisa menyakiti, kenapa dia tidak?”

Siwon menatap Yoona dengan tatapan tak percayanya. Begitupun dengan Min Young dan semua orang yang berada disana, tak terkecuali Nyonya dan Tuan Hwang.

Yoona kembali membuat Siwon takjub padanya, bahkan mungkin bukan hanya Siwon sekarang.

Dan hal itu membuat Siwon semakin yakin jika gadis itu terpelajar, juga bertanya-tanya kenapa dia bisa berada disebuah tempat menjijikan?

“Aku turut sedih dengan kejadian hari ini yang menimpa mu, begitupun dengan Siwon mungkin? Tapi bagaimanapun juga, itu tak akan menjadi alasan bagi Siwon untuk menghapus semua hal tentang diri mu yang menyakiti hatinya, dan meninggalkannya pergi.. Secepat saat dia mencintai mu, apakah mustahil untuk mu jika dia merasakan hal yang sama pada ku kali ini?”

Min Young semakin menatap Yoona dengan mata sembabnya.
Berbeda dengan Siwon yang telah menghembuskan nafas beratnya.

“Terima kasih telah mengundang kami.”

Siwon akhirnya kembali menemukan suaranya, ia menepuk bahu Min Young lembut, yang membuat wanita itu kemudian mendongak padanya, dan berakhir dengan menatap matanya.

Siwon tersenyum, sebuah senyum palsu untuk menguatkan mungkin?

“Meskipun ini menjadi menyakitkan untuk mu, tapi aku berharap semoga kau cepat pulih dan melupakan segalanya, ini menyakitkan dan akan menjadi sangat menyakitkan jika kau terus memikirkan nya.. Semoga kau bisa tabah.”

Siwon tersenyum pada Min Young yang masih saja tak berbicara dan hanya menatapnya tak percaya.

“Sekali lagi, kami turut bersedih untuk mu.”

Dan itu yang terakhir dari Yoona yang membuat Min Young memusatkan padangan padanya, dan sesaat setelahnya, air mata kembali jatuh membasahi wajahnya. ia benar-benar tak percaya, Siwon yang begitu mencintai nya, malah memilih untuk meninggalkan nya?

Flasback End

“Kau tak bilang jika Min Young itu Tiffany Hwang?”

Yoona memecahkan keheningan, setelah kediaman diantara keduanya tercipta beberapa menit yang lalu.

Siwon lalu mendongak menatapnya, wajahnya datar.

“Ku pikir kau tak pernah melihat televisi.”

Yoona mengangkat sebelah alisnya, gadis itu menatap Siwon dingin.

“Bagian dari diri ku yang mana, yang membuat mu berpikir jika aku sekuno itu?”

Yoona mendengus.

“Dari cara bicara mu, sepertinya kau tidak tertarik tentang Tiffany.”

Oh..
Ayolah, orang yang tidak menonton televisi pun pasti akan tahu siapa itu Tiffany Hwang. Salah satu personel dari group vokal TaeTiSeo, seorang artis yang memainkan beberapa drama dan memiliki suara emas.. Siapa yang tak tahu padanya?

“Aku menonton beberapa berita tentang politik, debat pemilihan presiden, sesekali menonton drama, juga mendengar beberapa lagu dan MV TaeTiSeo, menurut ku mereka wow.”

Yoona berbicara dengan wajah datarnya, dan Siwon berkerut menatapnya.

“Kau mengagumi TaeTiSeo?”

Yoona menggeleng cepat.

“Tidak, maksud ku, tidak seperti para Fans mereka, aku hanya mendengarkan beberapa lagu mereka di Televisi.”

Siwon menganggukkan kepalanya pelan. Ia kembali menatap Yoona.

“Tak pernah melihat ku bersamanya di televisi? Maksud ku acara gosip mungkin?”

“Aku tak tertarik untuk hal itu, lebih tepatnya tak punya banyak waktu untuk melihatnya.”

“Jadi kau tak pernah melihat ku bersama Min Young di televisi?”

“Jika kau sama menjadi selebriti mungkin aku akan melihat mu meskipun hanya sekali, ataupun mengingat nama mu, tapi aku benar-benar belum pernah melihat mu.”

Oh Siwon mendengus sebal.

“Aku selalu menemani Min Young untuk acara-acara penghargaan, musik ataupun drama, aku berjalan bergandengan dengan nya kau benar-benar tak pernah melihat ku?”

Yoona menaikan kedua bahunya santai.

“Mungkin aku akan mengingat mu jika melihatnya, tapi aku benar-benar tak pernah melihat mu bersama Tiffany, lagi pula aku tak seantusias orang-orang lain mengenal Tiffany, aku bahkan tak tahu jika dia punya nama lain, Min Young.”

Hah..

Siwon menghembuskan nafasnya kasar, pria itu menghempaskan punggungnya disandaran kursi mobilnya. Ia benar-benar tak mempercayai ini, semua orang di seluruh pelosok korea selatan, bahkan dibeberapa negara didunia mengetahui jalinan hubungan antara dirinya dan Min Young, tapi dia? Dimana sebenarnya wanita ini tinggal?

“Kau benar-benar! Diujung mana dari negara korea selatan kau tinggal sebenarnya.”

“Busan.”

Oh lihatlah, dia terlihat polos ketika mengatakan nya, dan itu membuat Siwon kembali mendengus.

“Oh ya, aku tak melihat media di dalam gereja tadi.”

Yoona kembali bertanya mengabaikan ekspresi Siwon.

“Bukankah tadi yang berkerubun didepan gerbang gereja adalah media?”

Yah,
Siwon bahkan terus menggerutu karna supirnya tak bisa menjalankan mobilnya saat berada didepan gerbang gereja

“Bukan itu, maksud ku, mereka tak meliput kejadian didalam gereja, ku pikir itu aneh untuk seorang Tiffany yang notabennya adalah bintang besar.”

“Tentu saja, bagaimana mungkin pihak dari agensi yang menaungi Tiffany membiarkan media mewawancarai mereka ketika mereka bahkan tengah berduka, dan lagi itu akan merugikan untuk agensi.”

Yoona mengerutkan keningnya, wajahnya menampakan raut kebingungan

“Maksudnya?”

Yoona masih tak dapat mengerti, dan itu terlihat sangat lucu.. Ketika ia mengatakan ‘Maksudnya’ itu lucu menurut Siwon.

“Jadi maksudnya, ketika ada hal buruk yang terjadi pada artisnya, saham agensinya akan ikut bermasalah.. Kadang naik ataupun turun secara drastis, tapi ku pikir soal Tiffany ini akan membawa dampak buruk bagi agensi juga TaeTiSeo.”

Yoona mengangguk-anggukan kepalanya lemah.

“Emm.. Jadi seperti itu.. Apa kau masih mencintai Tiffany?”

Siwon diam mematung kenapa gadis ini mengungkitnya lagi? Raut wajah nya berubah mengeras, ada rasa sakit dalam hatinya ketika mendengar ucapan Yoona baru saja.

“Gila saja jika aku melupakannya dalam waktu singkat.”

Siwon mengalihkan perhatian nya dari Yoona wajah nya kembali menjadi kaku.

“Ku pikir juga begitu.”

Yoona menaikan kedua bahunya santai.

Mereka lalu sama-sama terdiam setelahnya. Membiarkan keheningan menguasai suasana disekitar mereka kini, sampai pada saat mobil yang mereka tumpangi akhirnya berhenti melaju.

Mereka lalu keluar dari dalam mobil, berjalan beriringan menuju kedalam rumah besar keluarga Choi dengan masih saling diam.

“Kalian sudah pulang?”

Sambutan dari Nyonya Choilah yang pertama kali mereka dengar saat masuk kedalam rumah. Terlihat jika wanita paruh baya itu baru saja keluar dari ruang keluarga,

Siwon menghembuskan nafasnya ketika sang ibu berjalan mendekat kearahnya.

“Kenapa? Sesingkat itukah acara pernikahan seorang selebriti?”

Siwon masih diam dengan hanya menatap sang ibu, tak beda hal nya dengan Yoona yang juga membisu disamping Siwon,

“Apa yang terjadi?”

Siwon kembali menghela nafasnya dalam, ia kembali terdiam sesaat, dan akhirnya ia bersuara menjawab pertanyaan dari ibunya.

“Pernikahan nya batal.”

Dan spontan saja Nyonya Choi yang mendengar jawaban Siwon membulatkan kedua matanya kaget, seraya memegang dadanya dengan tangan kanan nya. Ia memandang tak percaya pada Siwon.

“Apa yang kau maksud, pernikahan Min Young yang tengah kau ceritakan bukan? Kenapa– kenapa—”

“Pengantin prianya tak datang.”

Siwon menghela ucapan Nyonya Choi, yang wanita itu sendiri tidak tahu harus berekspresi bagaimana sekarang, senang karna pernikahan nya batal, atau takut jika putra semata wayangnya itu akan melakukan hal-hal yang membuat ia kembali tersakiti. Oh satu hal yang Nyonya Choi sangat takutkan ketika mendengar jawaban Siwon, satu hal jika kenyataan nya putranya itu sangat mencintai Min Young.

“Lalu– kau–”

Nyonya Choi tak dapat melanjutkan katanya.

“Yoona berbicara hal yang luar biasa disana.. Tak ada yang terajadi pada ku Oemma”

Nyonya Choi mengalihkan perhatian nya pada Yoona yang juga tengah melemparkan tatapan padanya.

“Aku masih dapat merasakan sakit saat Min Young meninggalkan ku, aku belum melupakan nya, dan Yoona menguatkan itu.”

Nyonya Choi kembali mengalihkan perhatian nya pada Siwon yang kembali berkata.

“Kau bergantung pada Yoona.”

Siwon terdiam dengan pertanyaan sang ibu baru saja. Namun beberapa detik kemudian ia langsung menggelengkan kepalanya pasti.

“Tidak, tentu saja. Aku masih mencintai Min Young.”

Ada raut kekecewaan di wajah Nyonya Choi ketika mendengar jawaban Siwon.

“Kata Yoona yang menurut mu luar biasa, dan kekuatan nya yang meyakinkan diri mu bahwa Min Young menyakiti mu, tak berpengaruh apapun?”

Siwon diam, ia tak menjawab ucapan Nyonya Choi kini. Pria itu hanya menatap ibunya itu dengan tatapan dingin nya,

“Nyonya, hati seseorang tak bisa takluk hanya karna satu kata, ataupun satu pertemuan.. Begitupun cara nya merasakan, tak mungkin bisa melupakan atau jatuh cinta begitu cepat. Tolong hargai niat Siwon yang ingin mencoba melupakan Min Young, tak perlu memaksanya untuk menghapuskan cintanya. Jika memang cintanya harus hilang, maka itu akan terjadi perlahan.”

Nyonya Choi kembali beralih pada Yoona, ia menatap Yoona dengan raut wajah penuh ketegasan, ada kekecewaan disana, itu tak bisa disembunyikan.

“Wanita itu telah menyakiti anak ku.. Aku hanya tak ingin itu kembali terjadi.”

Yoona tersenyum lembut pada wanita itu, yang kemudian membuat hatinya menghangat.. Hana mulai nyaman dengan Yoona semua yang gadis itu katakan untuk membuatnya tenang telah berhasil. Nyonya Choi kembali menambah kekaguman nya pada Yoona.

“Siwon tak akan membuat keluarga yang mencintainya tersakiti.. Percayalah jikapun Tuhan menakdirkan kembali Min Young bersamanya, itu tak akan menjadi menyakitkan.”

Mata Nyonya Choi berkaca ketika mendengar penuturan lembut Yoona baru saja, dan tanpa menjawab lagi ucapan Yoona wanita itu malah kembali menghadapi tatapan dingin Siwon. Dan dengan gerakan cepat yang sangat tiba-tiba Nyonya Choi menarik tangan kiri Siwon, menggenggam erat pergelangan tangan nya, dan menaruh telapak tangan putranya diatas kepalanya.
Dan raut wajah Siwon berubah mengeras ketika ibunya melakukan hal itu. Nyonya Choi juga Siwon saling melempar tatapan kini, sementara Yoona, gadis itu tentu saja hanya dapat diam mematung seraya menatap khawatir pada mereka.

“Berjanjilah pada Oemma, seberapa besarpun cinta mu untuk Hwang Min Young, jangan pernah lupakan rasa sakit yang pernah ia berikan untuk mu!”

Tatapan Siwon berubah menjadi kosong.

“Berjanjilah Siwon.”

Mata tegas Siwon mulai berkaca.

“Aku sangat mencintainya.”

Setetes air mata tiba-tiba saja mengalir membasahi wajah Nyonya Choi, dan itu tentu saja membuat Siwon terkejut, dan Yoona terlihat menatap tak percaya padanya.

“Oemma–”

Nyonya Choi mengeratkan pegangan tangan nya dipergelangan tangan Siwon yang baru saja hendak menjauhkan tangan nya dari kepala sang ibu.

“Dia menyakiti mu Siwon, menyakiti Oemma, Appa, Adik mu.. Cinta macam apa yang seperti itu?”

“Oemma..”

Tatapan Siwon berubah melembut.

“Jika bukan sebagai ibu, berjanjilah pada seorang wanita tua yang teramat menyayangi mu, jika kau tak akan membuat keluarga ku tersakiti, terutama putra ku.”

Siwon masih menatap Nyonya Choi dengan matanya yang berkaca, namun beberapa detik kemudian, ia menunduk, dan akhirnya berucap.

“Aku tak akan melakukan nya lagi.”

Nyonya Choi terdiam dengan masih menatap Siwon dan mempertahankan telapak tangan putranya itu diatas kepalanya.

Siwon terlihat menghembuskan nafas beratnya ia masih menunduk dalam.

“Aku tidak akan menyakiti diri ku dan kalian kembali dengan hal dan masalah yang sama. Aku berjanji akan melupakan nya Oemma..”

Siwon lalu mendongak, tepat kedalam matanya, Pria itu menatap sang ibu dalam. Ada rasa sakit dalam tatapan nya itu.

“Aku berjanji Oemma, untuk ibu ku, ayah ku, dan adik perempuan ku.”

Nyonya Choi langsung menutup matanya erat, setetes air mata kembali mengalir dikedua pipinya, bibirnya melengkung membentuk senyum kelegaan.
Sedikit demi sedikit genggaman tangan nya dipergelangan tangan Siwon merenggang, hingga akhirnya benar-benar terlepas.

“Terima kasih– terima kasih.. Untuk menjadi putra ku, dan membuat ku bahagia.”

Siwon kembali menghembuskan nafas nya untuk yang kesekian kalinya, sebelum akhirnya ia meloloskan setetes air mata, dan memeluk ibunya, memeluk wanita paruh baya itu dengan sangat erat dan penuh kehangatan.

Mereka berpelukan dengan penuh kasih, dihadapan Yoona yang kini bahkan hanya menunjukan ekspresi datarnya. Tidak tahu apa yang sekarang gadis itu pikirkan, hanya saja, entah kenapa itu membuat hatinya bergemuruh, luapan kasih sayang yang ditunjukan Siwon dan Ibunya, benar-benar membuat hati terdalam nya menjerit.

Ia menyesalkan takdirnya, yang bahkan tidak bisa memberinya kebahagiaan dan kasih sayang seperti yang ia lihat kini.

Jujur, antara bahagia dan pedih.. Yoona merasakan pedihnya kini.

Dengan hanya tersenyum menatap mereka.. Itu akan membuatnya terlihat baik-baik saja dimata mereka.

***

“Aku sengaja membelikan ini untuk mu Yoona.. Ini akan cocok untuk mu.”

Nyonya Choi menampakkan wajah riang nya ketika mengatakan itu seraya membuka satu persatu kantung belanjaan yang kini berjajar penuh diatas ranjang nya.

Berbeda dengan Nyonya Choi yang begitu semangat dengan ceritanya, Yoona gadis yang terduduk cantik ditepi ranjang hanya terus menatap wanita paruh baya itu dengan wajah sendunya.

“Yoona, kau terlihat tak bersemangat, apa kau tak suka ini semua?”

Nyonya Choi menghentikan aktifitasnya, yang semula menunjukan berbagai baju cantik pada Yoona yang ia beli dua jam yang lalu, ketika dirasa Yoona tak seceria dirinya.

“Tidak.”

Yoona menjawab singkat, ketika Nyonya Choi berjalan mendekat kearahnya.

Raut wajahnya berubah kembali tegas, ketika wanita paruh baya itu mendudukan tubuhnya disisi Yoona. Menatap Yoona dengan tajam.

“Apa yang kau pikirkan?”

Yoona menatap Nyonya Choi sungkan. Sebelum akhirnya ia menjawab pertanyaan wanita itu.

“Aku akan pulang Nyonya.”

Ada pancaran kekagetan dalam mata Nyonya Choi ketika Yoona mengatakan ucapan nya baru saja. Mereka saling melempar tatapan kini.

“Apa yang kau katakan!”

Yoona menghembuskan nafas beratnya, ia menunduk ketika mendengar ucapan tajam yang keluar dari suara Hana.

“Aku akan pulang Nyonya.”

Suara tegasnya kembali menjawab. Dan itu benar-benar membuat Nyonya Choi merasa jika hal itu sangat konyol.

Wanita paruh itu tersenyum sinis. Ia semakin tajam menatap Yoona.

“Kau akan kembali ketempat dimana Siwon untuk pertama kalinya menemukan mu!”

Yoona mendongak dengan cepat. Matanya langsung bertemu dengan tatapan menakutkan dari Hana.

“Kau telah membuktikan jika kau bukan wanita murahan tapi sekarang—-”

“Rumah ku dibusan.. Ayah ku membesarkan ku disana.”

Nyonya Choi diam seketika itu juga. Ia menangkap cahaya kepedihan dalam mata Yoona.

“Aku tak mempunyai seseorang yang ku kenal satu pun disini. Kalian adalah orang asing.. Tak seharusnya aku berada disini. Itu terasa menyusahkan.. Biarkan aku pergi, tak akan seperti ini Nyonya. Aku tak berhak menerima kebaikan ini dari mu.”

Nyonya Choi masih terdiam dengan hanya menatap Yoona dengan pandangan kosongnya.

“Kalian sangat baik, terima kasih sudah merawat ku dengan baik di seoul selama seminggu belakangan ini, dan aku harus benar-benar pergi.”

Yoona menghembuskan kembali nafasnya, tangan nya saling bertaut. Ia gugup sekarang, lebih menjurus pada tidak enak pada Nyonya Choi yang kini bahkan terlihat sangat kecewa dengan apa yang baru saja ia katakan.

“Ayah mu berada dibusan? Kau punya keluarga.”

Akhirnya Hana kembali menemukan suaranya.

Yoona menganggukkan kepalanya lemah dengan masih menundukan kepalanya.

“Makamnya tepatnya.. Aku punya keluarga dibusan.. Hanya saja satu persatu dari mereka meninggalkan ku dan kini hanya tinggal diri ku saja.”

Yoona mendongak setelah menagatakan nya, ia tersenyum pada Nyonya Choi, yang Wanita paruh baya itu yakini jika itu adalah sebuah senyum keterpaksaan.

“Tapi meskipun begitu, aku tetap harus kembali.. Hidup ku berawal dari sana.”

“Dan akan berakhir disini.”

Yoona terdiam. Ia menatap Nyonya dengan raut wajah terkejutnya.

“Nyonya aku—”

“Katakan apa yang menarik dari rumah mu dibusan? Tidak ada siapa-siapa lagi kan? Lalu kenapa kau malah ingin kembali kesana!”

Nyonya Choi menaikan nada suaranya. Ia menatap Yoona dengan raut wajah penuh kemarahan. Kenapa? Yoona bertanya-tanya dalam hatinya.

“Apa yang biasa kau lakukan disana!! Tanpa ayah dan ibu mu bahkan saudara, bagaimana kau bisa bertahan hidup! Dan kenapa kau bisa berada ditempat menjijikan itu jika kau benar-benar mencintai busan!”

Mereka saling melempar tatapan tajam nya. Nyonya Choi dengan nafas yang mulai sedikit memburu, dan Yoona dengan sikap tenangnya.

“Aku adalah seorang guru dari sebuah sekolah luar biasa. Aku mengajari anak-anak yang begitu luar biasa disana.. Ayah ku meninggal tapi tidak dengan ibu ku. Mereka hanya berpisah, yang kemudian aku juga ayah ku tidak tahu dimana dia sekarang, sebulan setelah kepergian ayah ku, bibi ku yang menetap di seoul menemui ku di busan. Dan kemudian membawa ku ke seoul dengan alasan ingin mengurus ku, dan akan mendaftarkan ku menjadi guru disebuah sekolah dasar di Seoul, yang ternyata setibanya disini aku tidak dibutuhkan untuk mengajari ilmu pengetahuan melainkan bekerja ditempat hina, menjadi seorang wanita bayaran..”

Nyonya Choi terdiam. Ia melihat kepedihan di raut wajah Yoona ketika wanita itu mengatakan secara singkat cerita kehidupan nya.

“Itu adalah penjelasan nya, kenapa aku bisa sampai di Seoul.. Aku begitu menyedihkan memang. Tapi jangan katakan itu pada ku! aku tak pernah ingin menjadi menyedihkan dan konyol dimata semua orang.”

Suaranya bergetar. Nyonya Choi mendengar itu. Dan entah kenapa hal itu membuat seluruh tubuhnya meremang, bahkan membuat jantungnya berdebar begitu cepat.

“Biarkan aku pergi.”

Dan akhirnya kata itu keluar dari pita suara Yoona. Gadis itu akhirnya mengatakan nya seraya menggenggam kedua tangan Nyonya Choi.

“Tidak akan seperti itu Yoona.”

Yoona terdiam. Ia menatap Nyonya Choi bingung.

“Harus ku akui aku menyukai mu. Aku menyukai mu ketika kau bersama Siwon, aku menyukai mu ketika kau mengobrol dengan Sooyoung, aku menyukai mu ketika kau menonton berita atau sidang debat politik dengan suami ku, aku menyukai mu ketika kau mengobrol santai atau pun memasak dengan ku. Selama seminggu ini aku telah jatuh cinta pada mu Yoona, semua ketegaran dan ketegasan mu membuat ku kagum. Siwon membawa mu kemari, tanpa nya kau tak akan meninggalkan rumah ini.”

“Nyonya—”

“Kau akan pergi kebusan.. Hanya saja, bersama Siwon yang telah menjadi suami mu.”

Deg..

Mata Yoona membulat sempurna. Seluruh tubuh nya kini terasa kaku, kedua tangan nya bahkan dirasa mendingin dan bergetar.

Apa yang dikatakan wanita itu pada Yoona? Dia?

****

“Apa yang sebenarnya kau pikirkan Siwon!”

Siwon menaikan sebelah alisnya ia menatap Yoona yang kini juga melemparkan tatapan marah padanya. Mereka berada dikamar Siwon kini, dengan Siwon yang masih lengkap memakai pakaian kantornya.

“Apa?”

Yoona menghembuskan nafas kasarnya

“Siwon sebenarnya kau tidak tahu atau pura pura tidak tahu? Ibu mu berbicara tentang pernikahan konyol pada ku dan—”

“Aku pura-pura tidak tahu.”

Potong Siwon cepat seraya menyampirkan jas hitamnya diatas sofa.

Oh lihat bahkan pria itu sangat begitu santai ketika mengatakan nya. Berbeda dengan Yoona yang bahkan hampir gila dengan hanya memikirkan ucapan Nyonya Choi.

“Apa yang kau katakan Choi Siwon.”

Siwon menatap Yoona dengan tatapan santainya.

“Kau pikir apa? Kita akan menikah, itu itu adalah ide Oemma, yang disepakati langsung oleh ku.”

Oh..
Yoona mendesah kesal.

“Kau pikir kau siapa? Mengenal ku dalam jangka waktu satu minggu, dan memutuskan untuk menikahi ku tanpa meminta pendapat ku! Apa kau gila?”

Siwon membuka kancing tangan dikemejanya, dia bahkan tak menatap Yoona sama sekali.

“Siapa kau yang harus ku tanyai pendapat mu. Kau hanya kaki tangan ku yang harus mewujudkan keinginan ku! Aku membeli mu untuk itu.”

Oh Yoona bahkan tak menyangka ini. Bukankah Siwon sudah tak semenyeramkan ini kemarin? Lalu kenapa sekarang ia kembali berubah.

“Kau sudah gila? Apa akal mu sudah terbang jauh bersama Tiffany?”

Siwon menghentikan gerakan tangan nya yang baru saja akan membuka kancing kemejanya. Ia tak mendongak atau pun mengangkat sedikit saja kepalanya, ia hanya menggerakan matanya untuk menatap Yoona tajam.

“Kau mencintai Tiffany! Kenapa kau malah menikahi ku! Apa kau sadar apa yang kau lakukan? Kau membuat ku benar-benar merasa bodoh. Sadarlah Siwon jika kau benar-benar ingin melupakan Tiffany, jangan libatkan aku! Lupakan dengan hati mu sendiri, bukan dengan memanfaatkan aku! Tak ada sedikitpun dipikiran ku jika aku akan menikahi mu!”

Siwon akhirnya mengangkat kepalanya. Dapat Yoona lihat mata tajamnya tertumbuk padanya.
Pria itu berjalan mendekat kearahnya dengan langkah tegas. Dan itu tak akan membuat Yoona takut. Meskipun ia yakini pria itu marah padanya kini.

“Aku tidak mencintai Tiffany!”

Siwon mengatakan nya tepat didepan wajah Yoona yang kini bahkan tak sedikitpun menurunkan wajahnya untuk menghindari tatapan Siwon. Kedua tangan wanita itu mengepal kuat disisi tubuhnya.

“Kenayataan bahwa Tiffany tak bisa menjadi milik ku membuat ku semakin yakin jika aku tak mencintainya!”

Dan yang kedua membuat keberanian Yoona menciut. Ia bahkan memundurkan tubuhnya penuh antisipasi.

Bagaimana tidak, Siwon mengatakan ucapan keduanya seraya membuka paksa kemeja putihnya dengan satu kali hentakan. Kancing-kancing dikemeja itu bahkan terlepas dan dilantai. Pria itu menatapnya tajam dengan kemeja yang terbuka dan menggantung indah ditubuh coklatnya. Itu benar-benar membuat Yoona takut.

“Kenayataan bahwa dia tak mencintai ku, membuat ku semakin yakin jika kita tak bisa saling memiliki.”

Yoona mundur selangkah, dan Siwon maju dua langkah.

“Kau mengungkitnya lagi Yoona! Dan itu membuat ku semakin yakin jika dia pernah membuat ku menangis sepanjang hari.”

Grep..

Gerakan Yoona terhenti, ketika Siwon menyentuh pinggangnya dengan tangan kirinya dan menghentakkan tubuh gadis itu agar semakin merapat pada tubuhnya. Siwon semakin tajam menatap Yoona yang kini bahkan mengalihkan tatapan nya. Tubuh nya bergetar Siwon dapat merasakan itu.

“Apa yang harus ku lakukan kalau begitu untuk mendapat persetujuan mu?”

Siwon menghembuskan nafasnya di telinga Yoona ketika mengatakannya, dan itu membuat tubuh Yoona meremang.

“Apakah harus seperti ini?”

Srekk..

Yoona membulatkan matanya kaget, kedua tangan nya yang semula berada disisi tubuhnya langsung bergerak memegang ikat pinggang Siwon yang memang gerak tangan nya hanya mampu bergerak sampai pinggang Siwon karna pelukan pria itu yang mengunci kedua tangannya. Gadis itu mencoba menjauhkan tubuh Siwon, namun itu tak terjadi, Yoona tak bisa melakukan nya. Ia tak bisa menjauh dari Siwon yang bahkan telah merobek lengan atas dari dress putihnya dengan sangat kasar. Yoona benar-benar berada dititik ketakutan nya kini.

“Siwon.”

“Panggil Oppa Sayang.”

Yoona menaikan bahunya mencoba menutupi telinganya yang kembali merasa geli karna hembusan nafas Siwon.

“Diantara kita memang tak ada cinta.”

Srekk..

Yoona semakin mengeratkan pegangan tangan nya di ikat pinggang Siwon, ketika pria itu kembali merobek bagian lengan atas sebelah kanan dari dress putihnya. Kini robekan nya bahkan lebih besar hingga menampakkan sedikit dari bagian dadanya yang menonjol.

“Apa aku harus meniduri mu dulu baru aku bisa menerima persetujuan mu untuk menikah dengan ku?”

Siwon menggerakan tangannya untuk untuk menyentuh tengkuk Yoona.

“Siwon ku mohon— tidak begini-”

Yoona mencoba menatap Siwon.

“Katakan apa yang terjadi?”

Siwon terdiam. Secara tiba-tiba pelukan nya di pinggang Yoona merenggang.. Dirasa Yoona tangan yang berada ditengkuk Yoona kini bahkan bergetar ketika Yoona melemparkan satu pertanyaan yang gadis itu pikir itu tak akan berpengaruh bagi Siwon.

“Terjadi sesuatu pada mu?”

Yoona kembali bertanya dengan suara yang terdengar sedikit bergetar.. Takut-takut jikalau Siwon malah akan semakin marah ketika mendengarnya.

Namun tanpa disangka Yoona, pria itu malah mendongak menjauhkan wajahnya dari telinganya. Pria itu menatap Yoona.. Tatapan nya melemah, apa dia terluka?

“Kau takut?”

Siwon bertanya yang kemudian membuat Yoona menatap Siwon penuh antisipasi.

“Aku membuat mu takut? Tapi kau telah berbuat baik pada ku!–”

Yoona terdiam, tangan Siwon masih setia menyentuh tengkuk nya.

“Maafkan aku.”

Siwon menunduk.

“Siwon–”

Dan tanpa disangka , pria itu tiba-tiba saja kembali meraih tubuh Yoona dan memeluk nya. Seketika tubuh Yoona menegang, tatapan nya berubah menjadi sebuah keterkejutan.

“Dia datang menemui ku dikantor.”

Yoona menggerakan sudut matanya untuk dapat melirik pada wajah pria itu yang kemudian itu sia-sia saja karna hanya rambut hitam milik Siwon yang dapat ia lihat.

“Dia menangis ketika duduk dihadapan ku.”

Yoona menaikan sebelah alisnya mulai merasa bingung dengan apa yang Siwon ucapkan.

“Si—siapa?”
Yoona mencoba mengeluarkan suaranya.

Siwon mengeratkan pelukan nya ketika mendengar pertanyaan Yoona. Mengunci tubuh gadis itu dalam pelukan nya.

“Tiffany.”

Suaranya parau.. Matanya tertutup rapat. Siwon mencoba untuk tidak mengeluarkan amarahnya kini, ketika menyebut kembali nama itu.

“Tiffany?—”

Yoona merasakan setetes air jatuh dipundaknya. Dan ia yakin itu adalah air mata Siwon. Oh ayolah apa yang telah terjadi tentang Tiffany yang membuat pria ini kembali menangis?

“Dia datang padaku hari ini. Menangis meminta maaf dari ku. Dia mengatakan semuanya pada ku, perselingkuhan, pengkhianatan, penyesalan, cinta dan—”

Siwon menghentikan ucapan nya. Nafasnya memburu ketika mengatakan itu, pria itu kembali menutup matanya seraya masih memeluk tubuh Yoona erat.

“Bagaimana mungkin orang yang mengkhianati cinta, berbicara tentang cinta? Siwon ketika kau berpikir ingin membuatnya merasakan sakit yang pernah kau rasa, kau jangan melibatkan yang lain nya.. Tidak aku ataupun siapapun. Itu malah akan membuat mu menyakiti satu orang lagi. Tidak Siwon jika kau berpikir aku harus menikah dengan mu karna ingin melihat Tiffany menderita karna kesalahan nya sendiri, itu tidak benar. Kita tak saling mengenal, siapa kau- siapa aku, kita adalah orang asing.. Selesaikan apa yang ingin kau selesaikan dengan Tiffany, jika kau masih mencintai nya katakan itu, jika kau sudah tak ingin kembali padanya katakan itu juga–”

“Aku mencintainya.”

Suara Siwon berat menghela ucapan Yoona, yang kemudian terlihat menghembuskan nafasnya setelah cukup lama terdiam dengan jawaban Siwon.

“Kalian masih saling mencintai.”

Ucap Yoona akhirnya, yang entah kenapa malah Yoona merasakan Jika Siwon terganggu dengan hal itu. Pria itu bahkan meremas punggungnya ketika Yoona mengatakan hal itu.

“Dia hamil.”

Dan..
Yoona terdiam. Tubuhnya kembali menegang. Matanya membulat sempurna, hatinya bergemuruh. Apa yang dia dengar?

“Bukan aku.. Aku sangat menghormatinya.”

Yoona masih tak menjawab, meskipun ia tahu Siwon benar-benar mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.

“Dia— dia bukan hanya telah mengkhianati ku! Tapi benar-benar telah menyakiti diri ku— aku— aku—”

Siwon mendongak menatap Yoona dengan matanya yang memerah dan berkaca.

“Aku harus bagaimana? Disatu sisi aku sangat mencintai Tiffany, tapi disisi lain, aku tidak ingin menerima Tiffany hanya karna dia ingin membersihkan namanya.. Yoona–”

Dan Siwon putus asa, tak tahu apa yang harus dipikirkan, apa yang harus dilakukan, dan apa yang harusnya ia mengerti.

“Aku punya kehidupan dan cita-cita, jika kau ingin menikahi ku karna Tiffany, aku benar-benar tak bisa.. Siwon dengan kau menikahi ku mungkin bukan hanya Tiffany yang akan kau lihat kehancuran nya.. Tapi aku juga.. Aku tak mencintai ku begitupula sebaliknya! Tak akan ada kebahagiaan yang tercipta. Ku mohon mengertilah.”

Siwon menatap Yoona dalam.

“Kau telah berjanji untuk mengendalikan ku.”

Yoona membalas tatapan Siwon.

“Tidak untuk menikahi mu.”

Dan tangan Siwon terlepas begitu saja dari tubuh Yoona, membuat gadis itu dengan cepat menggerakan kedua tangan nya untuk memegang bagaian depan dress nya.

“Aku mengerti.”

Siwon menunduk putus asa air matanya mengalir begitu saja.

“Maafkan aku untuk hal yang terjadi malam ini. Aku menyesal,”

Siwon menghembuskan nafasnya berat. Lalu setelah nya ia menarik keluar kemejanya, dan menyerahkannya pada Yoona.

“Pakailah, kau tak mungkin keluar dalam keadaan begini.”

Dan raut wajah Yoona berubah menjadi seperti sangat bersalah ketika Siwon membalikan tubuh nya dan mulai berjalan menuju kamar mandi, meninggalkan nya sendiri.

“Sekali lagi maafkan aku.”

Kata Siwon lagi sebelum akhirnya pria itu benar-benar masuk kedalam kamar mandinya.

“Kenapa dia begitu menyedihkan!”
Yoona bergumam untuk dirinya sendiri.

“Bahkan badan nya begitu besar, tapi kenapa dia begitu perasa! Apa cinta jadi segila ini?”

*

*

*

Tbc~

Advertisements

105 thoughts on “[FF] Mine | Chapter 3

  1. Iyooh ayee says:

    Wiiihhh kamret…
    Phany hamil, trus mw balikan?? Lah klo hamil ngomong dong sm yg punya benih, biar dia yg tanggung jawab.
    Oh yadisini cowoknya phani-ah siapa??
    Trus batalnya krn cowoknya knp?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s