[FF] Mine | Chapter 2

Mine

Fanfiction By

The Little Prince

siwon_mamacita_png_by_hyukhee05-d7whx9i.png

***

Cast

Im Yoona // Choi Siwon // Hwang Min Young // And Other Cast.

***

Happy Reading

*

*

“Ku pikir kau akan bermalam di kamar ku saja malam ini.. Selain belum dibersihkan aku juga ingin bercerita banyak dengan mu.”

Ujar Sooyoung seraya masih mengambil langkah tegas dan beriringan dengan Yoona yang juga berjalan disisinya.

“Ku pikir aku akan pergi malam ini.”

Sooyoung menghentikan langkahnya seketika, begitupun Yoona yang juga terpaksa harus menghentikan langkahnya,
Mereka berdiri berhadapan kini.

“Kau benar-benar ingin pergi?”

Sooyoung menatap Yoona.

“Apa kau berpikir aku wanita murahan juga?”

Sooyoung menggeleng seketika, ia benar-benar terkejut dengan apa yang Yoona ucapkan baru saja.

“Aku benar-benar tidak bohong, aku bukan wanita seperti itu.”
Jelas Yoona singkat dengan masih menatap Sooyoung dengan wajah seriusnya.

“Apa— ”

“Awwhh–”

“Oppa–”

Yoona juga Sooyoung benar-benar kaget dengan kedatangan Siwon yang tiba-tiba saja datang meraih lengan Yoona, memegangnya keras, lalu menyeretnya dengan kasar mengikuti langkahnya.

Sempat memanggil sang kakak namun tak dihiraukan, akhirnya Sooyoung hanya dapat diam dengan hanya menatap cemas pada tubuh Yoona yang berada dibelakang langkah Siwon, yang terseret semakin jauh.

“Sebenarnya ada apa ini?”
Gumam Sooyoung lirih.

***

Brakk..

Suara dentaman keras dari sebuah pintu yang baru saja tertutup, membuat gadis bertubuh mungil yang berada dibelakang tubuh Siwon memundurkan langkah nya seketika itu juga. Raut wajah tenangnya kini lenyap, pikiran nya benar-benar melayang layang sekarang.. Siwon membawanya kedalam sebuah kamar?
Kamar dengan warna gelap, dihiasi dengan lampu yang cukup temaram, menambah kekhawatiran dalam diri Yoona kini.

Siwon berbalik kembali berhadapan dengan Yoona, membuat gadis itu dengan secepat mungkin beralih dari ketakutan nya, dan mencoba sebisa mungkin untuk mengembalikan wajah tenangnya.

“Apa yang kau lakukan?”

Suara dingin itu langsung menusuk kedalam indra pendengaran Yoona.

“Kau membuat Ibu ku menyerah secepat itu? Apa sihir yang kau punya?”

Yoona menaikan sebelah alisnya dengan tenang.

“Kau tahu? Secara tak langsung kau telah menghina ketegaran ibu ku? Apa kau tahu secara tak langsung kau telah merendahkan nya dengan kata-kata mu yang menusuk? Apa kau ta—”

“Aku tak tahu itu.”

Siwon terdiam dengan menatap Yoona tajam.

“Yang aku tahu hanya, ibu mu percaya jika aku bukan wanita murahan, dan dia sadar jika katanya itu yang terlalu murahan untuk ku.”

Bukkhh..

Yoona meringis menahan rasa sakit dipunggung nya, ketika Siwon dengan kasarnya menarik tubuhnya, dan melemparnya pada dinding kamarnya, pria itu lalu menghimpit tubuh kecil itu.

“Apa baru saja kau mengatakan jika ibu ku murahan?”
Tanya Siwon dingin seraya menatap tajam kedalam mata Yoona.

“Katanya.. Bukankah tadi aku mengucapkan nya?”

Siwon diam tak menjawab ucapan Yoona.

“Jika kau marah lantaran ucapan ku pada ibu mu yang menurut mu kurang sopan karna telah mengalahkan egonya.. Lalu kenapa kau tak melepaskan ku untuk pergi, atau bahkan mungkin kau bisa melempar ku keluar sekarang juga, aku tak akan mempermasalahkan itu.”

“Kau.”

Siwon menatap nya tajam, bahkan tangan kirinya yang berada dibelakang tubuh Yoona telah meremas baju pendek gadis itu.. Hal itu tentu saja sedikit membuat Yona takut, tapi tidak akan, dia tak akan terlihat lemah.

“Min Young? Kau datang ketempat menjijikan itu dan membawa ku pulang hanya karna memikirkan Min Young? Seseorang yang kau cinta kah? Seseorang yang sangat kau lindungi namun tak ingin melindungi hati mu? Seseorang yang mengusir mu dari hatinya.. Seseorang—-”

Ucapan nya terhenti, gadis itu benar-benar tersentak kini.. Ia tak pernah percaya jika pria dihadapan nya akan melakukan hal semenjijikan ini? Bukankah pria itu sudah jinak tadi?

Siwon mencium Yoona kasar.. Ia benar-benar menghela ucapan Yoona kini.. Tak tahu apa yang harus dilakukan, akhirnya ia melakukan nya, tak perduli pada Sooyoung, ataupun rasa ibanya pada wanita itu.. Ia tetap tidak mau mengungkit seorang Min Young..

Yoona.
Siapa dia? Dia hanya orang baru yang sekali mendengar nama Min Young diucapkan ibu Siwon.. Namun wanita itu telah mengerti inti masalah dari hidup Siwon? Tentang Hwang Min Young.

“Berhenti menyebut namanya,”

Yoona menatap Siwon dengan kedua matanya yang mulai berkaca namun tak sedikitpun menjatuhkan air mata, ketika pria itu melepaskan ciuman mereka.
Yah Siwon mencium nya dengan sangat kasar, tidak kah ia berpikir bahwa Yoona adalah seorang manusia? Meskipun Siwon menemukan nya ditempat hina, tapi bisakah ia memperlakukan nya sama seperti manusia lainya?

Tempramental, Egois, Pemaksa, Tak Sopan.

Itulah yang Yoona tangkap dari diri seorang Choi Siwon di hari pertama perjumpaan mereka.

“Aku telah menukar mu dengan uang-uang ku yang sungguh sangat bernilai bagi ku.. Jadi berusaha lah untuk menjadi senilai dengan uang-uang ku yang telah aku buang hanya untuk mendapat kan mu. Hanya berusaha untuk dapat menyamai, karna kau tak akan pernah setara dengan uang yang telah ku keluarkan untuk mendapatkan mu.”

Kembali menyakiti hati terdalamnya. Serendah itukah dirinya?

“Orang yang tak tahu arti manusia didunia tak akan pernah mendapatkan cinta dari dunia! Bagaimana mungkin bisa kau mencintai wanita jika kau tak bisa mencintai manusia? Tidak akan pernah ada cinta yang dapat menerima cinta mu, jika kau tak punya kasih sayang untuk melindunginya. Tak ada Min Young untuk mu, jika kau bahkan tak dapat menjaga kehormatan serang manusia!”

“Kau—”

Siwon mengangkat telunjuknya dan menujuk tepat didepan wajah Yoona, namun dengan gerakan cepat dan tegas, Yoona menyingkirkan nya dengan telunjuknya juga, lalu malah berbalik menunjuk Siwon.

“Kau, dengarkan aku baik-baik.. Aku memang tak bisa menjadi seperti uang-uang yang kau punya, yang dengan mereka kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau! Tapi ingat.. Aku punya harga diri yang tidak kau tanamkan dalam uang-uang mu. Tak perduli seberapa banyak itu, jika hanya kau pakai untuk menyakiti manusia, kau tak akan pernah bahagia!”

Siwon terdiam dengan hanya menatap Yoona tajam.

“Jangan samakan aku dengan hal-hal yang kau banggakan, jika kau tahu aku tak akan pernah bisa menyamainya.. Aku adalah aku! Im Yoona.. Jika kau tak mau melepaskan ku! Aku akan mengendalikan mu! Camkan itu!!”

Siwon benar-benar sudah tersudut dengan ucapan-ucapan Yoona.. Pria itu bahkan hanya dapat bungkam dengan melemparkan tatapan tajamnya pada Yoona yang tak kalah menatap nya dengan tajam pula.

“Simpan ini..”
Yoona melepaskan jas hitam Siwon yang melekat ditubuh kurusnya. Dan memberikan nya pada Siwon yang bahkan tak mengulurkan tangan nya, sehingga ketika gadis itu menyampirkan dilengannya, jas hitam itu terjatuh begitu saja ke atas lantai.

“Jika kau berpikir dunia ku tak akan pernah bisa menyamai dunia mu.. Jangan pernah berikan aku hal-hal dari dunia mu itu, dan jangan paksa aku masuk kedalam dunia mu.”
Ujar Yoona lagi, sebelum akhirnya ia mendorong kuat tubuh Siwon, kemudian berlalu dari hadapan pria itu.

Brakk..

Suara keras pintu itu kembali terdengar saat kembali tertutup.

“Kenapa aku?”
Gumam Siwon pelan seraya mengusap wajahnya frustasi.

****

“Apa kamar tamu tak cocok untuk diri mu?”

Yoona menghentikan langkahnya yang baru saja akan sampai didepan pintu keluar, ketika mendengar suara dingin Nyonya Choi yang ia pikir ucapan wanita paruh baya itu adalah untuk dirinya. Yoona lantas membalikan tubuh nya, dan pikiran nya tak salah.

Nyonya Choi yang berdiri tak jauh darinya sembari memegang segelas air putihlah yang menghentikan langkahnya.

“Kau bisa mengeluh—”

“Aku ingin pergi.”

Nyonya Choi terlihat menaikan satu alisnya.

“Pergi? Apa maksud mu? Aku telah menerima diri mu untuk tinggal disini, lalu kenapa kau malah ingin pergi?”
Tanya Nyonya Choi dengan wajah tenang nya.

“Aku tidak ingin disini.”

Singkat, dan jelas.. Itulah jawaban yang diberikan Yoona.
sehingga kalimat itulah yang membuat Nyonya Choi akhirnya bergeming, wanita paruh baya itu berjalan mendekat pada Yoona.

“Kau tidak bisa pergi.”

Yoona mengalihkan tatapan nya pada mata Hana..

“Kau tak bisa pergi.”
Nyonya Choi kembali berucap, kini dengan penuh penekanan, bahkan tangan nya yang lain kini telah meraih dan memegang kuat tangan Yoona.

“Nyonya aku tak dapat tinggal dan menyesuaikan diri ku ditempat ini.. Aku akan pergi dari sini.”

Nyonya Choi mengeratkan pegangan tangan nya di pergelangan tangan Yoona.
Mereka saling melemparkan tatapan satu sama lain.

“Kau datang kesini bersama putra ku, dan aku menerima mu dengan tidak banyak pertimbangan, dan karna itu lah.. Aku tidak mau kecewa karna telah memperbolehkan mu menginjak rumah ku tanpa berpikir lagi.”

Yoona terlihat menghembuskan nafasnya lirih, dan bersamaan dengan itu raut wajahnya tiba-tiba saja berubah melembut.

“Nyonya, maafkan aku jika aku mengecewakan diri mu, tapi aku benar-benar tak cocok berada ditempat ini, aku—”

“Tak perduli Siwon mendapatkan mu dari mana, tempat seperti apa yang cocok untuk mu aku tak tahu.. Tapi percayalah pada ku, jika disini adalah tempat terbaik untuk mu.”
Ucap Nyonya Choi menghela perkataan Yoona yang kini terlihat menampakan wajah gusarnya.

“Tapi Nyonya, cobalah untuk mengerti—”

“Dalam hidup ku tak pernah ada penolakan dari semua orang untuk setiap perintah ku, tapi aku sudah kalah satu kali tadi, saat aku berkata jika kau tak boleh menginjakkan kaki mu dalam rumah ini.. Dan aku tak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, yang membuat pendirian ku runtuh!”

Tak ada jawaban dari Yoona, dia hanya terus diam seraya menatap lirih pada Nyonya Choi yang masih setia memegang erat pergelangan tangan nya.

“Diri mu tak bisa menolak!”

Dan Yoona kalah.
Ia benar-benar tak akan bisa pergi kah? Sebenarnya apa yang dipikirkan Nyonya Choi sekarang? Bukankah beberapa jam lalu wanita itu membenci nya? Tapi sekarang lihatlah.
Wanita paruh baya itu bahkan harus menarik dengan kuat tangan Yoona untuk dapat membawanya masuk lebih jauh kedalam rumah besar itu.

“Nyonya–”

Yoona memanggilnya saat dia membawanya berjalan menaiki satu persatu anak tangga, namun tak ada jawaban dari wanita paruh baya itu, ia hanya terus menarik tangan Yoona untuk dapat mengikuti langkahnya.

“Nyonya ku mohon, cobalah untuk mengerti—”

“Kau tak suka kamar tamunya? Kau bisa tidur dikamar lain, kamar mana yang kau inginkan? Oh dan kau juga bisa tidur di kamar Sooyoung, atau kamar Siwon, aku tak akan mempermasalahkan itu.”

Ucap Nyonya Choi ketika mereka sudah berada di lantai atas, dia masih berjalan menyeret Yoona dibelakangnya.

“Tidak Nyonya aku—”

“Kau akan bermalam dikamar Siwon.”
Putus Nyonya Choi yang kemudian membawa Yoona berbelok ke kamar Siwon, dan hal itu tentu saja membuat Yoona terkejut bahkan gadis itu membulatkan matanya tak percaya.

Bagaimana mungkin dia akan kembali masuk kedalam kamar itu? Bukankah tadi dia telah keluar dengan penuh percaya diri? Dan apa yang akan pria itu lakukan? Mengingat tadi ia mencium Yoona dengan begitu kasar bahkan sampai melukai bibirnya.. Lalu jika dia akan tidur disana apa yang akan terjadi? Tidakkah pria itu akan marah karna Yoona telah mengeluarkan kata-kata kasar padanya tadi?

Oh ..
Yoona menggigit bibir nya ketika Nyonya Choi mendorong pintu kamar Siwon tanpa mengetuknya terlebih dahulu, dan..

“Oh, Oemma..”

Dapat mereka lihat tubuh Siwon yang kini berdiri didepan pintu kamar mandi, dengan memakai jubah hitam selutut, tengah melemparkan pandangan nya pada Sang ibu juga Yoona yang berdiri didepan pintu kamarnya.

“Kau membawanya kemari tapi kau tak bertanggung jawab!”

Siwon mengerutkan keningnya mendengar ucapan ibunya itu, sementara Yoona, gadis itu terlihat menunduk dalam.

“Kau membiarkannya pergi? Setelah kau menghancurkan ego ku untuk tidak membiarkan nya tinggal?”

Oh, Siwon mendesah pendek.. Raut wajah nya berubah melembut.

“Maafkan aku Oemma, ku pikir dia berada di kamar tamu, aku tak pernah berpikir jika dia akan tidak nyaman disana dan kemudian memilih pergi.”
Jelas Siwon santai dengan masih berdiri ditempatnya.

“Jika benar begitu, sekarang biarkan ia tidur disini, kau sudah tahu kamar tamu tak nyaman untuk nya bukan?”

Siwon menatap ibunya dengan raut wajah tak percayanya, apa yang ibunya katakan baru saja?

“Oemma?”

Siwon lalu melangkahkan kakinya mendekat pada sang ibu.

“Jangan banyak bertanya lagi, Oemma harus segera pergi, Appa mu pasti telah menunggu airnya.. Dan lagi pakaikan dulu kemeja mu padanya, dia tidak mungkin tidur dengan memakai pakaian nya sekarang.”

Yoona mendongak menatap Nyonya Choi.

“Apa yang Oemma katakan?”

Sementara Siwon masih bingung dengan keadaan nya kini.

“Dosa apapun yang akan kalian lakukan.. Aku tak akan menghalanginya, asalkan jangan pernah berpikir ataupun membiarkan gadis ini pergi.”

Oh yeaahh!!
Apakah Siwon harus bersorak atau marah?
Ibunya menyukai Yoona? Seorang gadis pemberontak?

Siwon menatap sang ibu untuk beberapa saat, lalu pada menit berikutnya ia mengalihkan tatapan nya pada Yoona yang juga ternyata menatapnya, dan pria itu langsung memberikan senyum lebarnya pada Yoona.

“Ohh, Oemma sangat manis, aku tak akan membiarkan nya pergi, sepertinya Yoona ku benar-benar akan nyaman jika bersama ku.”
Ucap Siwon seraya menatap Yoona dengan mengedip-ngedipkan matanya lucu, namun bagi Yoona itu menjijikan.

“Ayo kita istirahat Oemma ku pasti sudah lelah.”

Ujar Siwon lagi sembari menggapai lengan Yoona yang malah ditepis dengan cepat olehnya.
Dan gadis itu kemudian beralih pada Nyonya Choi yang ternyata tengah melemparkan tatapan bingung nya pada Yoona.

“Maafkan aku Nyonya, bukan aku bermaksud tak sopan pada mu tapi, bisakah aku tidur dikamar lain?”

Nyonya Choi menatap tegas Yoona.
Satu lagi yang gadis itu perlihatkan padanya, dia benar-benar bukan gadis yang seperti dalam pikiran Hana.

“Kau tak nyaman dikamar tamu.”

Yoona menatap Nyonya Choi lembut.
Ia bahkan tak pernah menginjakan kakinya dikamar tamu, mana mungkin bisa menyimpulkan akan nyaman ataupun tidak.

“Sooyoung, bagaimana dengan kamarnya, tadi ia menawarkan pada ku untuk—”

“Kau begitu mengesankan ku Yoona.. Aku benar-benar menginginkan diri mu.”

Yoona menatap Nyonya Choi bingung, sementara Siwon yang juga berdiri dihadapan ibunya itu kini terlihat berdiri kaku, seraya menatapnya dengan tatapan terkejut.

“Ikutlah dengan ku.”
Ucap Nyonya Choi lagi kini sembari berbalik mengambil langkah untuk meninggalkan kamar Siwon, yang kemudian diikuti oleh Yoona dibelakangnya.

Sementara Siwon, pria itu masih saja berdiri terpaku sembari menatap kosong pada arah pintu kamarnya.

“Apa yang dia lakukan?”

***

“Apa yang salah dengan baju-baju ini.. Tubuh mu lah yang terlalu kurus.”

Pagi dirumah besar keluarga Choi hari ini benar-benar berbeda. Itu karna adanya Yoona disana.

Nyonya Choi yang jika pagi menjelang biasanya melayani sang suami dan anak-anak nya di meja makan, kini beralih mengacak-ngacak lemari milik anak putrinya, Sooyoung yang kini juga berada disana bersama Yoona.

“Sudahlah Nyonya, Aku bisa memakai pakaian yang mana saja.. Tak perlu yang terlalu indah.”

Nyonya Choi menghentikan gerakan tangan nya yang tengah memilah semua baju yang berada dilemari Sooyoung, wanita paruh baya itu kemudian membalikan tubuhnya menatap pada Yoona yang kini tengah duduk diatas ranjang Sooyoung bersama putrinya.

“Apa yang kau katakan? Kau akan memakai baju kebesaran diacara pemberkatan Min Young? Itu akan memalukan Yoona, kau tahu dia adalah wanita yang sangat dicintai putra ku dan malah meninggalkan nya, apa yang akan dia katakan tentang diri mu jika penampilan mu sangat tak pantas. Putra ku bisa malu karna mu.”

Oh,
Yoona bahkan tak tahu yang mana itu Min Young, dan apa perdulinya jika Siwon malu dihadapan wanita itu.

“Baiklah.”
Ucap Yoona akhirnya, yang kemudian membuat Sooyoung menyentuh tangan nya dan mengusapnya. Dia tersenyum pada Yoona.

“Oemma jangan khawatir, dia lebih cantik dari Min Young, bagaimana pun gayanya.”

Timpal Sooyoung menenangkan sang ibu. Yang kemudian membuat Nyonya Choi akhirnya diam dan memilih kembali berfokus mencari baju yang pas untuk tubuh Yoona, juga indah untuk acara pemberkatan mantan kekasih putranya itu.

“Ahh, aku menemukan nya.”

Sooyoung juga Yoona langsung mendongak menatap Nyonya Choi yang kini telah berjalan mendekat kearah ranjang dengan membawa sebuah dress putih yang terlihat indah ditangan nya.

Sooyoung lalu tersenyum melihat apa yang sang ibu bawa.
Dress putih miliknya yang dua tahun lalu ayah nya belikan untuk ia pakai diacara pernikahan sepupunya.

“Itu sudah kecil ditubuh ku, dan pasti akan pas di tubuh mu Yoona.”

Nyonya Choi mengangguk cepat mengiyakan ucapan sang putri.

“Aku memakaikan pakaian bekas untuk mu bukan karna tak dapat membeli yang baru, tapi kita tak mungkin mencari nya sekarang di butik, mengingat beberapa jam lagi acaranya akan dimulai.”

Yoona menatap tak enak pada Nyonya Choi.

“Ini bahkan terlalu berlebihan untuk ku.. Ku pikir aku akan pulang pagi—”

“Setelah pulang dari acara pernikahan Min Young, kita akan bicara.. Sekarang pakailah ini, dan aku juga Soo akan mendandani mu.”

Yoona menghela nafasnya panjang, sebelum akhirnya mengangguk dan kemudian mengambil dress putih yang disodorkan Nyonya Choi, dan berjalan kearah kamar mandi untuk bersiap memakainya.

Beberapa menit dihabiskan Yoona dalam kamar mandi untuk melekatkan dress putih milik Sooyoung ditubuhnya.

Dan selama satu jam berlalu, dihabiskan Sooyoung dan sang ibu untuk mendandani Yoona.

Pagi ini banyak yang dilewatkan Nyonya Choi demi hanya untuk membuat Yoona terlihat sempurna, termasuk mengantarkan Tuan Choi kedepan rumah seperti biasa ketika sang suami hendak pergi ke kantor, ia benar-benar menghabiskan paginya untuk Yoona.

Dan yang terjadi pada Yoona akhirnya adalah,

“Sempurna.”

****

“Siwon.. Apa yang sedang kau lakukan di dalam?”

Untuk ketiga kalinya Nyonya Choi berteriak memanggil Siwon yang berada dibalik pintu kamarnya yang kini bahkan terkunci rapat.

Tak ada jawaban sedikit pun yang Siwon suarakan dari dalam kamarnya, ketika sang ibu bahkan telah bersungut kesal didepan pintu kamarnya.

“Oemma, untuk menunggu Oppa tak bisa, aku akan pergi dengan Paman Lee saja.”

Sooyoung yang memang menunggu sang kakak untuk berangkat bersama menuju kampus nya yang memang jalan nya searah dengan gereja yang dipakai untuk pemberkatan pernikahan Min Young, akhirnya menyerah untuk menunggu sang kakak.

Entah apa yang dilakukan kakaknya didalam kamar itu, apakah ia sedang memakai gaun cantik ataupun sedang mencari cara untuk bunuh diri, ia tak bisa lagi untuk menunggu lebih lama.

“Hah.. Kakak mu memang menyusahkan, mungkin ia masih mandi.. Pergilah sebelum kau terlambat, kakak mu akan pergi terlambat.”
Jawab Nyonya Choi kemudian, seraya menatap Sooyoung lembut. Sehingga setelah mendengar jawaban dari sang ibu, akhirnya Sooyoung memilih untuk langsung pergi, tanpa banyak bertele-tele lagi, meninggalkan Yoona dengan ibu nya yang masih bertahan untuk meneriaki kakak nya agar segera keluar.

Nyonya Choi sedikit menarik nafasnya, ketika ia melihat tubuh Sooyoung yang mulai berjalan menjauh darinya.
Wanita paruh baya itu kemudian kembali beralih pada pintu kamar Siwon yang masih saja tertutup rapat. Terlihat sekali dari raut wajahnya jika ia benar-benar kesal kini.

“Siwonn!! Apa kau masih tidur? Apa yang sedang kau lakukan didalam?”
Teriak Nyonya Choi seraya memukul keras pintu kamar Siwon dengan kedua tangan nya, namun hasilnya masih saja tetap sama, tak ada jawaban sedikit pun dari dalam kamar.

Yoona masih saja terdiam disisi Nyonya Choi, dengan sesekali melirik pada wanita paruh baya itu dengan sudut matanya.

“Hah.. Oemma akan mengambil kunci cadangan.”
Teriak Nyonya Choi lagi, sembari mengalihkan perhatian nya pada Yoona.
Wanita itu tersenyum.

“Siwon tak suka jika seseorang membuka kamarnya dengan kunci cadangan, ia tak suka kamarnya terbuka tanpa perintahnya, aku peringatkan itu pada mu, tapi karna waktu nya mendesak aku akan memakai kuncinya.”

Jelas Nyonya Choi pada Yoona yang masih berdiri dengan wajah gusarnya.

“Nyonya tak khawatir kalau-kalau dia akan bunuh diri didalam mungkin? Mengingat Min Young—”

Nyonya Choi menepuk lengan Yoona lembut seraya masih tersenyum.

“Dia tak akan melakukan itu, apalagi mengingat dia telah membawa seorang gadis kemari.”
Jawab Nyonya Choi pelan, yang setelahnya berjalan pelan menuju sebuah meja berukuran sangat kecil di sudut ruangan itu, ia kemudian berjongkok untuk membuka laci meja itu, dan kemudian mengambil sesuatu disana, berdiri kembali, lalu berbalik dan berjalan kembali menuju kamar Siwon.

“Oemma membuka nya.”
Teriak Nyonya Choi yang masih tak menerima jawaban dari dalam kamar Siwon, dan benar saja tanpa ragu wanita paruh baya itu memasukan kuncinya, dan memutarnya, namun baru saja ia akan memutar kembali kuncinya seseorang menghentikan gerakan nya. Paman Koki siapa lagi.

“Nyonya, Seseorang datang untuk menemui anda.”
Jelas paman koki ketika Nyonya Choi telah beralih padanya.

“Siapa? Pagi-pagi begini?”

Paman Koki terlihat tersenyum pada Yoona, sebelum kemudian beralih pada Nyonya Choi.

“Nyonya Jung Anna, dia ingin bertemu dengan Anda Nyonya.”
Jawab Paman Koki lembut, yang kemudian membuat Nyonya Choi terlihat menghela nafas panjang.

“Katakan aku akan menemuinya sebentar lagi.”
Perintah Nyonya Choi tegas, yang membuat Paman Koki mengangguk, dan kemudian berbalik, berjalan menuruni tangga meninggalkan Yoona juga Nyonya Choi.

“Yoona.”

Gadis itu beralih pada Nyonya Choi yang berdiri dihadapan nya.

“Nde–”
Jawab nya pelan.

“Bukalah pintu nya, dan temui Siwon, Aku harus turun untuk menemui tamu ku.”

“Ne?”

Gadis itu terlihat terkejut.

“Kau tak memahami perintah ku?”
Tanya Nyonya Choi dengan suara tegas nya.

“Oh, aku akan membuka nya.”

Putus Yoona akhirnya, ketika dirasa ia tak mau lagi bertele-tele.

Nyonya Choi tak berkata lagi ketika mendengar jawaban dari Yoona, ia hanya menatap nya sekilas, lalu setelah itu berbalik dan mulai melangkah mengikuti lankah paman koki yang Yoona yakini telah sampai didasar tangga.

Yoona terlihat menghela nafasnya, ketika ia melihat Nyonya Choi semakin jauh melangkah dan akhirnya hilang dibawah tangga.

“Aku benar-benar ingin pulang ke busan.”
Bisik Yoona pelan dengan memperlihatkan wajah sedihnya, sebelum akhirnya kembali berfokus pada kunci pintu kamar Siwon, Gadis itu lalu menyentuh kunci pintu itu, dan mutarnya sebelum kemudian ia menekan knop pintunya dan mendorong pintu bercat hitam itu.

Kacau!

Satu kata yang dapat Yoona suarakan dalam hatinya, ketika pintu itu akhirnya terbuka dan menampakan situasi didalam kamar.

Dengan masih berdiri ditempat yang sama, Yoona menelusuri setiap sudut kamar itu dengan mata tajam nya.

Lampu yang temaram, ditambah dengan gorden-gorden yang belum dibukakan, semua barang berserakan dilantai, botol-botol minuman yang dibanting meninggalkan pecahan-pecahan kaca yang tajam disetiap sudut lantai ruangan itu, belum lagi bekas-bekas rokok, juga bau nya yang membuat kamar itu terasa semakin pengap dan menjijikan.

Yoona kemudian kembali menggerakkan matanya menelusuri sudut lain nya dikamar itu, dan matanya akhirnya tertumbuk pada seseorang dengan penampilan kacau nya duduk bersandar dibawah ranjang yang keadaannya sama kacaunya dengan pria itu.

Tangan nya menggenggam sebuah botol minuman beralkohol, dan tangan nya yang lain menggenggam sebuah photo yang sudah lusuh keadaan nya dengan sangat erat.

“Aku mencintai mu.. Sangat mencintai mu.”

Rancau nya yang terlihat tak perduli dengan keberadaan Yoona disana.

Dan gadis itu akhirnya memilih untuk menutup pintu dibelakangnya, melawan semua bau yang membuat paru-parunya sesak, hanya demi untuk mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi pada pria itu.

“Aku– aku mencintai mu– aku mencintai mu–”

Yoona terlihat meringis kala melihat tangan Siwon yang mengerat kala mengucapkan kata-katanya, bukan apa-apa, Yoona hanya merasa ngilu melihat botol dalam genggaman pria itu yang bisa-bisa saja pecah karna genggaman nya yang terlalu erat.

Gadis itu berdiri didekat tubuh Siwon, dan ia kembali mengetahui sesuatu, jika pria itu menangis, dan ia tahu benar apa yang pria itu tangisi.

Prakkk..

Yoona menutup matanya dengan begitu rapat, ketika Siwon meloloskan botol dalam genggaman nya, hanya untuk menyaksikan botol itu terbanting dan kemudian pecah berkeping-keping.

Sehancur itukah hati pria itu?
Sekacau inikah keadaan seorang pria yang ditinggalkan wanita tercintanya?

“Kenapa, kenapa, aku sangat– mencintai mu–”

Yoona menatap sendu pada Siwon yang kembali merancau dengan air mata yang terus mengalir dikedua pipinya.

“Aku– mencintai mu– mencintai mu.”
Rancau nya lagi seraya memukulkan tangannya pada lantai.

“Kenapa dia meninggalkan ku? Apakah cinta ku tak cukup untuk dirinya?”

Yoona memejamkan kedua matanya hanya untuk meloloskan air mata yang menggenag di kelopak matanya, ketika bayangan itu tiba-tiba saja muncul dipikiran nya.

Ia menggelengkan kepalanya, sebelum kembali membuka matanya. Ia kembali menatap Siwon.

“Kau bilang mencintai ku!! Kau bilang— kau wanita menjijikan!! Kenapa aku sangat mencintai mu!!”

Cukup sudah Yoona tak dapat melihatnya lagi, gadis itu dengan cepat berjongkok dihadapan Siwon, memegang erat pergelangan tangannya yang mengayun di udara ketika baru saja pria itu akan mendorong meja nakas di samping nya.

Siwon menatap Yoona tajam, begitu pun Yoona, gadis itu menatap Siwon tak kalah tajam.

“Siapa kau, lepaskan aku!!”
Suara Siwon tajam dan menusuk dengan masih menatap dalam mata Yoona dibawah lampu yang temaram.

“Sadarkan diri mu!”
Tutur Yoona tegas, yang malah membuat rahang Siwon mengeras.

“Ku perintahkan lepaskan aku!!”

“Aku mau kau sadar!!”

Siwon mendengus kesal, dengan masih menatap Yoona tajam.

“Aku sekarang adalah Choi Siwon!”
Ujar Siwon dingin.

“Dan aku Im Yoona!”

Sssttt..
Siwon benar-benar sedang tak ingin berdebat kini.

“Lepaskan aku atau—”

“Atau?”
Ulang Yoona tajam.

Siwon mengepalkan kedua tangan nya keras.

Dan..

Plakkkk..

Yoona semakin keras memegang pergelangan tangan Siwon, matanya membulat sempurna, bibir tipis nya mengatup kuat, wajahnya telah berpaling dari Siwon kini..

Ia berpaling lantaran tamparan keras yang diberikan tangan Siwon yang lain nya pada wajahnya.

Siwon menamparnya? Pria yang membawanya kemari dan membuatnya terkurung dalam rumah besar ini, menamparnya?

“Kau!! Siapa kau berani memerintah ku? Aku membawa mu kemari, nikmatilah semua ini, dan jangan pernah mengganggu ku! Kau bisa memakan makanan yang lezat, banyak hal yang bisa kau nikmati disini, maka dari itu, nikmati apapun itu yang ada disini, tapi jangan pernah mengusik ku!! Aku tak suka itu!!”

Yoona mendongak, dan kembali beralih menatap Siwon yang juga masih menatap nya tajam.

“Wanita murahan!!”

Plakkk..

Mata tajam Siwon membulat sempurna.

Yoona menampar Siwon!
Kesabaran nya telah habis, tak ada lagi kata luluh untuk seorang Choi Siwon.

Tanpa menunggu Siwon mengucapkan protesnya, Yoona dengan segera berdiri, dengan masih memegang erat pergelangan tangan nya.

Dan tanpa peringatan juga dengan tiba-tiba, Yoona menarik lengan Siwon dengan kuat, yang berhasil membuat lelaki itu bangkit dengan sempoyongan, dengan tanpa kata juga tanpa mendengar gerutuan Siwon, Yoona menyeret tubuh Siwon dengan kasar, gadis itu membawa Siwon menuju kamar mandi, dan..

Bukkhh..

Yoona mendorong tubuh Siwon dengan sangat keras, membuat tubuh Siwon jatuh dengan begitu mudahnya keatas lantai kamar mandi yang begitu dingin, pria itu menatap samar pada Yoona yang kini terlihat memegang Shower, gadis itu berdiri tegas dihadapan Siwon. Dan tanpa aba-aba Yoona tiba-tiba saja menyalakan shower yang tengah ia pegang, dan mengarahkan nya pada Siwon.

“Apa yang kau lakukan!!”

Teriak Siwon keras, sembari mencoba untuk bangkit namun Yoona tak membiarkan itu, Yoona kembali mendorong Siwon agar pria itu kembali terduduk di lantai dingin itu.

Yoona mengarahkan kembali shower itu pada Siwon terlebih pada wajahnya, Yoona benar-benar membuat seluruh tubuh Siwon basah.

“Apa kau sudah gila?”
Pekik Siwon kesal, ketika Yoona baru saja melemparkan shower ditangan nya kesembarang arah. Gadis itu lalu berjongkok dihadapan Siwon, membalas tatapan tajam pria itu.

“Kenapa kau menyia-nyiakan hidup mu seperti ini?”
Tanya Yoona dengan suara tajamnya.
Tatapan Siwon yang tajam entah kenapa tiba-tiba saja meluluh, dan berubah kembali menjadi sendu.

“Aku mencintai nya.”
Ucap Siwon pelan.

Yoona menghembuskan nafasnya kasar, gadis itu bahkan harus menarik kerah kaus putih Siwon, agar pria itu kembali menatap nya.

“Dan kau jadi gila?”

Siwon terdiam dengan tatapan sendunya.

“Min Young? Siapa dia? Wanita yang menghancurkan cinta dan harapan mu?”

Siwon mendongak menatap Yoona dengan mata kosongnya.

“Tidak bisakah kau melupakan nya saja? Kau tahu? Karna wanita itu, sekarang kau terlihat seperti gila? Kau merepotkan ibu mu, ayah mu, membuat adik mu terluka.. Hidup bukan seperti ini.. Dan cinta? Cinta macam apa yang membuat mu bahkan menjadi selemah ini? Min Young telah menghancurkan hati mu! Tapi tidak bisakah kau menghentikan nya sampai seperti itu saja? Jangan memperdalam kehancuran mu dengan diri mu sendiri.. Kenapa cinta jadi sebodoh ini?”

Yoona memukul keras kepala Siwon dengan tangan nya.. Tapi pria itu, tak seperti tadi, ia hanya diam dengan tanpa berniat menatap Yoona, meskipun tangan gadis itu masih berada di bajunya.

“Sadarlah, kau sudah terlalu bodoh sekarang! Dengar aku baik-baik! Wanita itu telah menghancurkan diri mu! Dan kau, jangan biarkan wanita itu puas karna kau berhasil hancur karna dia! Lelaki bukan seperti ini. Ini salah Siwon! Kau menyakiti diri mu!”

Siwon mengalihkan tatapan matanya pada Yoona.

“Kau—”

“Aku Yoona! Kau membuat ku terkurung disini, dan aku akan mengendali kan mu.”

Yoona melepaskan pegangan tangan nya dibaju Siwon, kedua tangan nya beralih untuk meraup wajah Siwon. Mereka saling melempar tatapan satu sama lain.

“Yoona..”
Gumam Siwon lemah.. Matanya terlihat berkaca kini.

“Aku bukan siapa-siapa disini, untuk mu, aku hanyalah seorang wanita yang kau beli dengan uang mu, dan kemudian membawa ku untuk kau tiduri dikamar mu! Meskipun kau tak melakukan nya.. Tapi tolong dengarkan aku sebagai seorang Im Yoona, ibu mu, ayah mu, adik mu, mereka sangat baik, dan begitu menyayangi mu.. mereka tak ingin kau terluka ataupun tersakiti, tapi kau menyakiti diri mu sendiri jika seperti ini.. ku mohon, ini bukanlah cinta, jika wanita itu mengakhirinya, kenapa kau tidak?”

Tutur Yoona lembut, yang masih membuat Siwon terdiam dengan hanya menatap matanya.

“Siwon—”

“Yoona–”

Yoona terdiam.

“Aku mencintainya..”

Yoona semakin diam, dengan masih menangkup wajah Siwon dengan kedua tangan nya.

“Tolong aku..”

Yoona mempertajam pendengaran nya, apa maksud Siwon?

“Kau–”

Siwon meraih kedua tangan Yoona, dan menangkupnya dengan kedua tangan nya.

“Ku mohon, tolong aku..”

****

Sebuah Gereja yang di hias dengan begitu cantik khusus untuk sepasang kekasih yang akan menjalin sebuah hubungan keluarga, akan terlihat begitu ramai dengan orang-orang berpakaian serba putih dan hitam yang melemparkan senyum mereka pada sepasang kekasih yang berdiri didepan altar seraya mengucapkan janji suci pada satu sama lain dihadapan Tuhan..

Bunga-bunga segar yang berjejer disetiap sudut ruangan akan menambah kebahagiaan pada siapapun orang yang melihatnya meskipun sekejap..

Alunan musik klasik dari biola, akan terdengar mengalun indah ditelinga semua orang ketika sang pengantin pria berdiri tegak didepan altar untuk menunggu ratu nya yang tengah berjalan diiringi oleh ayahnya disampingnya.

Namun semua itu tak berlaku untuk acara pernikahan Min Young..

Gereja yang seharusnya dipenuhi orang-orang yang tersenyum bahagia, kini bahkan terlihat sepi dengan hanya meninggalkan keluarga dan beberapa sahabat Min Young..

Tak ada senyuman disini..
Tak ada pancaran kebahagiaan yang di berikan bunga-bunga indah disetiap sudut ruangan gereja itu..
Tak ada do’a yang dipanjatkan untuk sepasang kekasih yang akan membina sebuah rumah tangga..

Semua berlinangan air mata, entah itu keluarga, teman, sahabat, ataupun Min Young sendiri, yang kini bahkan terlihat terduduk diatas lantai dingin didepan altar seraya menangis tersedu disana.

“Kenapa—- Oemma—”

Wanita paruh baya yang duduk disisi kanan nya mengambil tubuh Min Young kedalam pelukan nya, dia merengkuh tubuh putrinya itu dengan sangat erat dan penuh kasih.

“Tenanglah Sayang–”

“Oemma–”

Tak ada lagi suara setelah itu, Tuan Hwang pun selaku ayah hanya dapat terus terdiam tanpa tahu apa yang dia pikirkan kini, selain Min Young, apa yang mampu dia lamunkan lagi?

“Kenapa Oemma— kenapa seperti ini– aku– aku–”

“Tiffany?”

Semua orang yang berada disana tak terkecuali Min Young, dengan bersamaan mengalihkan perhatian mereka pada seorang gadis yang kini berdiri didepan pintu masuk Gereja yang terbuka lebar , bersama seorang pria bertubuh tegap disisinya..

Namun ternyata bukan si gadis yang baru saja bersuara memanggil namanya, yang membuat perhatian Min Young teralih, melainkan pria yang menggandeng tangan gadis itu yang benar-benar mampu membuat Min Young teralihkan.

Siwon Yoona..
Yah mereka berdualah yang membuat perhatian semua orang yang berada disana teralihkan.

Yoona mendongak menatap Siwon dengan kening yang berkerut, namun Siwon, pria itu tak sedikit pun menatap Yoona. Ia hanya terus memandang lurus kedepan, kearah dimana Min Young kini berada.

Ini memang aneh, mereka tahu jika mereka telat datang keacara pemberkatan pernikahan Min Young, tapi kenapa ketika mereka datang semuanya yang berada disana malah sedang menangis bukan tersenyum bahagia?
Dan Yoona tahu Siwon sama bingung nya seperti dirinya, tapi bukan kah ia lebih tahu siapa Min Young dibanding dirinya? Tidak bisakah ekspresinya tidak begitu? Sebenarnya ada apa ini?

Dan lagi kenapa Siwon tak berbicara sebelumnya jika Min Young adalah Tiffany?

Yoona masih melemparkan tatapan cemasnya pada Siwon yang tak mau mengalihkan perhatian nya dari Min Young, sampai pada saat,

“Siwon Oppa–”

Yoona mengalihkan perhatian nya pada Min Young, yang kini bahkan telah bangkit, dan berjalan sedikit-demi sedikit, dan..

“Oppa..”

Wanita rapuh itu memeluk Siwon tanpa memperdulikan pada wanita lain nya yang tengah menggandeng mesra lengan kekar Siwon..

“Dia– dia tak mencintai ku– Oppa– dia– tak– datang– diaa hilangg– dia– per–gi–”

Min Young semakin mengeratkan pelukan nya ditubuh Siwon, yang bahkan tak bergerak sama sekali, pria itu tak menjawab ataupun membalas pelukan Min Young, ia hanya terus menatap lurus kedepan, dengan tanpa bergerak sedikit pun.

Sementara Yoona,
Gadis itu tentu terlihat sangat risih, ia bahkan beberapa kali melemparkan tatapan nya pada Siwon ataupun Min Young yang seperti tak memperdulikan nya.
Yang kemudian membuat ia akhirnya memilih untuk menurunkan lengan nya yang melingkar dilengan Siwon, membiarkan Min Young dan Siwon bersama tanpa nya.. Mereka membutuhkan waktu banyak untuk menjelaskan semua bukan? Entah apa yang telah terjadi Yoona ataupun Siwon tak pernah tahu itu.

Yoona terlihat menghembuskan nafas panjang ketika ia benar-benar menurunkan tangan nya dari lengan Siwon.
Namun kemudian ia langsung diam, ketika tiba-tiba jari jemari Siwon menghentikan gerakan tangan nya, telapak tangan nya yang besar dengan seketika menggenggam tangan Yoona, ketika gadis itu hendak melepaskan gandengan tangan nya.

Yoona mendongak dengan wajah datarnya kembali memperhatikan Siwon yang masih saja berdiri kaku di sisinya, dengan tiffany yang masih memeluk nya erat.

“Tolong aku..”

“Siwon–”

“Ku mohon tolong aku.”

“Aku mencintainya–”

“Jadi tolong aku– kendalikan aku–”


Yoona tertegun menatap pada tangan Siwon yang semakin erat menggenggam tangan nya, disaat Min Young bahkan semakin erat memeluk tubuh pria itu.

‘Aku akan mengendalikan mu’

Gumam Yoona dalam hati, disertai dengan gerak jari-jari tangan nya yang menggenggam tangan Siwon erat..

Dan perlakuan Yoona itu akhirnya berhasil membuat Siwon beralih, perhatian nya beralih pada Yoona..

Mereka saling melempar tatapan satu sama lain, saling mengeratkan genggaman satu sama lain, dan..

“Dia Yoona.. Im Yoona..”

Isakan Min Young terhenti secara tiba-tiba, pelukan nya mulai merenggang, dan dirasa Siwon mulai terlepas dan menjauh dari tubuh nya perlahan..
Dan akhirnya pelukan erat itu berubah menjadi sebuah tatapan, bingung serta penuh tanda tanya.

Min Young menatap Siwon lekat, hanya pada Siwon, wanita itu benar-benar tak memperdulikan Yoona yang berada dekat disisi Siwon.

“Oppa–”

Siwon mengalihkan tatapan nya pada Yoona, pria itu menatap Yoona tajam, sehingga dengan gerakan refleks Min Young mengikuti arah pandang Siwon, dan wanita itu berhasil teralih.

“Dia Yoona, Im Yoona..”

*

*

*

TBC~

Advertisements

109 thoughts on “[FF] Mine | Chapter 2

  1. Oh euneo says:

    Daebak yoona bsa melelehkan ibu yoona hanya dlm 1malam seperti cinta 1 malam. Hehehe
    Yoona bantulah siwon yg terpuruk oleh cintanya, dan jgn coba2 buat kabur dari rumah siwon.
    Mungkin sebentar lgi ny.choi bakal nikahin yoonwon .. hehehe😆

    Like

  2. YoonaChoi says:

    yaampun knapa skrng eommanya siwon jdi berbalik bersikap baik bagaikan ibu mertua? tpi baguslah brarti eommanya siwon udh mulai sayang ama yoona, smoga aja siwon ga goyah lgi sama tiffanny

    Like

  3. Indrhii says:

    Mungkin minyoung kna karma krh udh ninggalin siwon…n siwon plisss jgn goyah atau luluh lg….hrs n ttp yoona…n ny.choi trs prtahanin yoona utk disisi siwon yaa…aku ngk rela siwon blik k minyoung…

    Like

  4. michael says:

    min young itu menganggu yoonwon aja. masak seenaknya dia mau kembali ke Siwon.. Siwon rapuh banget untung ada Yonna bisa nguatin

    Like

  5. Iyooh ayee says:

    Eomma siwon plin plan .. udh sinis sekarang malah suka, untung yg dibawa sama siwon cakep, lbh cakep dari si mantan.
    Nah yg jadi pertanyaan siapa calonnya Min young, udah cantik2 malah ditinggal
    Mubajirkan….

    Like

  6. Nhiina says:

    Dan daddy pun nyerah sama mommy… 😁
    Mommy bner”,tegas..
    Dan mommy hrus bber” kndalikan daddy supya jgn kmbli lgi ke min young…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s