[FF] Mine | Chapter 1

Fanfiction By

The Little Prince.

dress-girls-generation-hyoyeon-idol-Favim.com-2803947.jpg

__

Cast

Choi Siwon // Im Yoona // And Other.

__

Summarry

Aku mencintai diri mu..
Haruskah ada alasan untuk itu?

__

Happy Reading

*

*

Dentuman keras suara musik yang berasal dari sebuah club mulai terdengar menggema di telinga Choi Siwon, kala pria itu dan beberapa anak buahnya yang mengekori langkahnya dibelakang memasuki ruangan itu.

Mata elang nya kini bahkan telah bergerak-gerak menelusuri setiap sudut dalam club itu, dari mulai sebuah bar yang bersimpangan langsung dengan lantai dansa, ruang sepi di pojok kanan club yang terlihat lebih temaram dari pojok lain nya juga tak luput dari pandangan nya, hingga ia melihat seorang wanita bertubuh cukup gempal yang baru saja keluar dari arah koridor club yang ia tahu disana tersedia cukup banyak kamar tidur membuatnya akhirnya menghentikan tatapan nya yang sejak tadi menelusuri setiap sudut club itu. Yah tatapan nya berakhir ketika ia melihat wanita itu. Untuk beberapa detik ia hanya diam mematung sembari menatapnya, namun tak lama, pada detik berikutnya ia akhirnya memilih untuk beranjak dari tempatnya kini berdiri, bukan untuk menghampiri wanita menor bertubuh gempal itu, tetapi malah berjalan menghampiri sofa mewah yang berada di pojok kanan club itu, tempat yang lebih gelap dari pojok lain nya.

Ia kemudian mendudukan tubuh kekarnya diatas sofa empuk itu, di ikuti dengan kurang lebih lima pengawalnya yang kemudian berdiri di sisi kanan dan kiri sofa yang tengah ia duduki.

Tatapan nya kembali tertuju pada wanita bertubuh gempal yang kini telah terlihat duduk diatas kursi meja bar yang berada disebrang lantai dansa, beberapa orang menemaninya disana, sesekali wanita itu meneguk minuman yang berada dalam gelas kaca dihadapan nya. Dan itu membuat Siwon tersenyum ketika memperhatikan nya.

Ia lalu menjentikan satu jarinya, yang membuat seorang dari pengawalnya menghampirinya, dan seoalah mengerti apa yang dimaksudkan sang majikan, pengawal itu langsung mendekatkan telinganya pada wajah Siwon.

“Panggil dia kemari.”

Setelah mendengar perintah tuan nya itu, ia lantas mengangguk dan tanpa menunggu lama lagi melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu, seperti apa yang diperintahkan tuan nya, ia harus membawa wanita gemuk itu pada nya.

Siwon lalu kembali menyunggingkan senyum kecut nya ketika ia melihat langkah pengawal nya yang semakin menjauh dari pandangan nya.

Yah, inilah dunianya..
Ini kembali terulang,
Sejak tiga tahun berlalu, ia tak pernah menginjakkan kakinya ketempat kotor ini. Sejak ia mengenal seseorang yang benar-benar ia cintai.

Namun tiga tahun rupanya bukan waktu yang lama untuk membangun benteng cinta yang kuat bersama wanita pujaan nya itu, wanita yang telah merubah segala hal dalam hidupnya, karna pada kenyataan nya, wanita itu lebih memilih pria yang baru dikenalnya untuk menjalani hidup dengan nya dibandingkan dia sang kekasih yang notaben nya telah mencintainya selama tiga tahun bahkan sampai sekarang.

Ia tak pernah menyangka, waktu tiga tahun hanya mampu menciptakan cinta yang dangkal diantara mereka, sehingga hanya diterpa angin kecil sekali saja cinta itu langsung terbang mencari tempatnya yang lain.

Kekuasaanya, rupa rupawan nya, kemandirian nya, bahkan cintanya, tak mampu untuk terus menggenggam tangan kekasih nya itu. Ia telah melepaskan nya, tapi tidak dengan rasa cintanya itu, ia masih berada disana, ditempat terdalam dihati Siwon.

Sepucuk undangan Pernikahan beratasnamakan Hwang Min Young bahkan telah sampai padanya, tapi bukan bersama namanya, melainkan dengan nama yang lain, dengan cinta nya yang lain.

Ingin sekali ia menghajar pria yang kini telah mencuri hati wanita pujaan nya, tapi apa daya tak ada hak sama sekali untuk itu sekarang. Karna pada kenyataan nya Min Young telah memutuskan tali cinta dengan nya. Ia tak bisa melakukan apapun kini, meskipun tangan nya benar-benar ingin menghabisi pria itu.

Sungguh benar-benar, kepalanya kembali panas ketika memikirkan hal itu, apalagi jika ia kembali teringat dengan pernikahan wanita itu yang akan dilangsungkan esok hari.

Pria itu mengambil nafas panjang, kehidupan urakan nya akan kembali dimulai kini, ia telah kehilangan tujuan hidupnya kini.

“Selamat malam Tuan Choi. Pengawal anda bilang anda memanggil saya? Apa ada yang perlu saya bantu? Saya benar-benar tak menyangka anda memanggil saya—”

“Siapa wanita itu?”

Tak ingin mendengar basa-basi wanita yang ternyata telah berdiri dihadapan nya lebih panjang lagi, ia kemudian memilih untuk menghela nya.

“Ah nde?”

Siwon mengalihkan tatapan nya pada wanita dihadapan nya itu, raut wajah nya berubah menjadi terlihat muak ketika melihat wajah sok manis wanita ber make up menor tersebut.

Dan benar saja, hanya dengan tatapan nya, wanita itu langsung mengalihkan ara pembicaraan nya.

“Ah, apa menurut anda wanita dengan baju merah itu? Bukankah anda mengenalnya? Itu Hyuna.”
Ucapnya kemudian, ketika ia mengalihkan pandangan nya memperhatikan setiap wanita yang ia yakini adalah anak asuhnya.

“Bukan dia, seseorang yang tidak pernah ku temui disini sebelumnya, yang keluar dari arah koridor tadi bersama mu.. Yang sekarang sedang berbincang di meja bar denga laki-laki hitam itu.”

Wanita itu kemudian kembali memperhatikan apa yang sebelumnya di ucapkan Siwon, dan ia kemudian tersenyum ketika mengerti siapa wanita yang dimaksud Siwon.

“Yoona.”
Wanita itu kemudian kembali mengalihkan perhatian nya pada Siwon, yang kini telah kembali memperhatikan wanita disebrang lantai dansa itu.

“Namanya Im Yoona, aku mendapatkan nya satu minggu yang lalu, dan baru membawanya kemari malam ini, dia anak asuh baru ku, dan masih gadis.”

Siwon menatap wanita itu ketika ia mengucapkan kata terakhirnya.

“Aku tak pernah meminta seorang gadis sebelum nya pada mu, tapi untuk pertama kalinya, malam ini aku meminta itu.”

Wanita itu menunjukan ekspresi terkejutnya dengan menutup bibirnya yang sedikit terbuka dengan tiga jarinya ketika mendengar permintaan nya baru saja.

“Tapi dia–”

“Aku akan membayar dengan sangat mahal.”

“Tapi pria itu sudah membayar dengan sangat mahal.”

Siwon menatap jengah pada wanita itu.

“Dua kali lipat dari bayaran pria itu.”

Dan berhasil, wanita gemuk itu tersenyum kini.

“Dua kali lipat untuk memerawaninya, dan Empat kali lipat untuk membawanya pulang, untuk mu, sampai kau bosan Sayang.”

Siwon tak menjawab ucapan wanita itu lagi, pria itu hanya terus melemparkan tatapan tajamnya pada wanita itu, sampai akhirnya wanita itu membalikkan tubuhnya, dan berjalan menjauh dari tempat Siwon kini berada. Berjalan lebih jauh untuk menghampiri gadis yang Siwon inginkan.

Namun sialnya, ketika langkah wanita gemuk itu tinggal bebapa langkah lagi dari tempat dimana kini Yoona berada bersama seorang pria.. Tubuh kecil gadis itu telah terlebih dulu direngkuh oleh pria yang duduk dan mengobrol disisinya, dan betapa kesal nya Siwon ketika dengan tiba-tiba pria itu mencium kasar bibir Yoona.

“Sssstt.. Sial!”
Gumam Siwon kesal.

“Ehh..”

Siwon menyesalkan tubuh gemuk wanita itu sekarang, yang membuat langkahnya menjadi berat. Sungguh tidak bisakah ia bergerak lebih cepat sebelumnya? Yah meskipun wanita itu telah berhasil melepaskan ciuman itu dengan menarik bahu Yoona, Siwon masihlah terlihat sangat kesal.

“Itu menjijikan.”
Gumamnya lagi.

Seharusnya wanita itu menarik Yoona sebelum bibirnya dicium oleh pria sialan itu.
Pikir Siwon dalam hati.

Terlihat ada sedikit perbincangan antara wanita itu dengan pria hitam yang tadi mencium Yoona, terjadi sedikit perselisihan, namun dengan kata-kata pintarnya, akhirnya wanita bertubuh gempal itu mampu membawa Yoona menjauh dari pria itu.

“Aku membawanya.”

Siwon mendongak menatap dua orang wanita yang baru saja tiba dihadapan nya, dia kemudian tersenyum dengan tanpa berniat beranjak dari sofa yang tengah ia duduki.

“Aku membayar dua kali lipat, tapi aku tak mendapat ciuman pertamanya.”

Wanita gendut itu terlihat sangat terkejut dengan apa yang baru saja diucap Siwon, sedangkan gadis yang Siwon yakini adalah Yoona, hanya terus menundukan wajahnya tanpa berniat menatap padanya.

“Tapi Tuan–”

“Bersihkan bibirnya.”
Ucap Siwon menghela perkataan wanita itu, seraya melemparkan sebuah sapu tangan bermotif bunga padanya, dan tepat mengenai dada wanita itu yang langsung di ambil oleh wanita itu.

Dan tanpa menunggu lama ia langsung mengarahkan tangan nya yang memegang sapu tangan pemberian Siwon pada bibir Yoona, menempelkan nya disana, bukan hanya menempelkan tapi mengusap-ngusap kasar bibir gadis itu dengan sapu tangan dalam pegangan nya, dan itu tentu saja membuat Yoona sesekali meringis kesakitan, dan apa yang dilakukan Siwon? Pria itu hanya terus duduk sembari memperhatikan apa yang dilakukan wanita itu pada Yoona menggosok-gosok bibirnya dengan sapu tangan, sampai bibir merah itu mulai menjadi pucat pasi, bahkan kering.

“Sudah cukup.”

Wanita itu menghentikan aktifitasnya seketika itu juga, dan lantas langsung membuang sapu tangan yang ia pakai untuk membersihkan bibir Yoona dengan cepat.. Ia tersenyum pada Siwon, sedangkan Yoona kembali menundukan wajah murung nya.

“Kau, sekarang kemarilah.”

Yoona tak bergeming, ia tak memperdulikan perintah Siwon. Gadis itu hanya terus diam disamping wanita gendut itu.

Dan hal itu tentu saja membuat wanita disampingnya cemas dengan kelakuan gadis asuh nya itu, sedang kan Siwon, tentu saja pria itu menampakan wajah muaknya.

“Kau tak mendengar ku?”

Yoona mendongak menatap Siwon ragu.

“Kau tak dengar!!”

Yoona menegakkan tubuh nya mendengar bentakan Siwon, ia akhir nya memilih untuk mulai melangkahkan kakinya mendekat pada Siwon, namun karna langkah nya yang lamban membuat Siwon benar-benar kesal, dan akhirnya pria itu menggerakan tangan panjangnya untuk menarik lengan Yoona yang memang tinggal dua langkah mendekat padanya, dan kemudian menjatuhkan tubuh gadis itu pada pangkuan nya.

“Kenapa kau mengulur waktu Sayang.”
Suara Siwon kemudian sembari menyentuh lembut pipi gadis itu yang malah mencoba menghindari sentuhan nya.
Dan Siwon tentu kesal dengan hal itu. Ayolah suasana hatinya sedang tak baik kini.

“Kau lincah juga ternyata, gerakan mu membuat ku semakin tergoda kau tahu?”

Yoona menutup rapat matanya ketika Siwon menyentuh permukaan kulit pahanya yang memang tak tertutupi apapun karna ia memakai baju yang sangat pendek kini. Dan itu benar-benar membuat Yoona ingin sekali menjerit, menampar pria itu, lalu lari secepat mungkin meninggalkan tempat ini.

Namun dia tak bisa.

“Bagaimana kalau langsung mencium mu? Itu akan sangat menyenangkan.”

Ucap Siwon lagi sembari bergerak mencoba menggapai bibir Yoona dengan bibirnya, namun sekali lagi wanita itu menghindar dengan mencoba menjauhkan wajah nya dari Siwon.

Siwon mengeluarkan umpatan kecil nya kini.
Dan wanita bertubuh gempal yang kini masih berdiri dihadapan Siwon juga terlihat sangat was-was melihat kelakuan Yoona.

“Sepertinya kau juga tipe orang yang pemalu.”

Suara Siwon lagi, yang kemudian kembali mengarahkan bibir nya untuk mencium bibir gadis itu, namun dia terus menghindar, Siwon mencobanya beberapa kali, namun hasilnya tetap sama, gadis itu menghindarinya.
Hingga akhirnya Siwon menyerah, dan menghembuskan nafasnya kasar. Ia kemudian berdiri dengan Yoona yang hampir saja jatuh dari pangkuan nya jika saja tangan kekar pria itu tak memegang pergelangan tangan nya.

“Empat kali lipat untuk mendapatkan nya.”
Ucap Pria itu kemudian dengan suara dingin nya, sembari berjalan membawa Yoona meninggalkan tempat itu.

Benar-benar Wanita yang sekarang masih mematung di hadapan sebuah sofa malah tersenyum lebar melihat kepergian Yoona juga Siwon.

“Aku akan mendapatkan empat kali lipat? Bukankah itu terlalu mahal untuk gadis sekurus dia?”
Ujar wanita itu pelan sembari tersenyum lebar memperhatikan punggung Yoona yang semakin lama semakin menjauh.

****

“Pakai ini.”

Yoona mendongak menatap Siwon. Kini mereka telah berada di depan pintu sebuah rumah besar, yang Yoona tidak tahu dimana alamat dirinya kini berada.

“Kau tak mendengar ku? Ambil dan pakai ini atau ak—”

Yoona dengan gerakan secepat mungkin mengambil jas hitam yang Siwon sodorkan padanya, pria itu mulai mengancam, dan dia hanya bisa menuruti semua itu. Dan itu kembali membuat hati terdalam nya kembali merasakan rasa sakit, lelaki dihadapan nya itu membelinya dengan uang? Dan bibinya memberikan nya begitu saja? Oh ia bahkan tidak dapat berpikir, apa yang sebenarnya ada dalam otak bibi nya itu.

“Hah.. Bukan apa-apa aku memberikan nya, hanya saja kau terlihat masih polos dan sangat pemalu, melihat pakaian mu yang minim ini, itu sangat tidak cocok untuk wajah dan tubuh mu. Dan lagi semua orang dirumah akan tahu jika kau masih gadis, jadi itu terlihat tidak akan sopan dimata mereka.”

Yoona kembali mengalihkan pandangan nya dari Siwon ketika ia telah melekatkan jas besar Siwon ditubuhnya. Dan apa yang terlihat kini, wajah kesal Siwon yang terlihat sangat jelas tergambar diwajahnya kala Yoona kembali mendiamkan nya, tanpa berniat membalas sepatah kata pun yang Siwon suarakan padanya.

“Apa kau bisu?”

Yoona menunduk dalam ketika mendengar pertanyaan kasar Siwon baru saja. Kembali tak menjawabnya.

“Ku rasa tidak.”
Celetuk Siwon kesal, sembari dengan cepat membuka lebar pintu dihadapan nya, tanpa mengetuknya, ataupun menyuruh salah satu pelayan dirumah itu membuka nya.

“Siwon.”

Baru saja bayangan nya muncul diantara kedua pintu itu, sebuah suara penuh dengan nada kecemasan telah didapatkan kedua telinganya.

Dan tanpa menunggu waktu lama lagi salah seorang wanita paruh baya kemudian berjalan cepat mendekat kearah Siwon. Ia menengadah menatap pria itu seraya menyentuh wajah nya dengan kedua lengan nya. Wanita itu menatap cemas padanya kini.

“Anak ku. Apa yang kau lakukan? Kemana saja kau ini, apa kau tahu Oemma sangat mencemaskan diri mu, banyak hal buruk yang berputar dikepala Oemma saat ini.”
Ucap wanita paruh baya itu yang diyakini adalah ibu dari Siwon.

“Ne, Siwon-ah.. Apa kau tak melihat jam yang melingkar ditangan mu? Kenapa sudah selarut ini kau baru pulang.”
Timpal seorang pria paruh baya yang berdiri disamping wanita itu. Tuan Choi ayah Siwon.

“Oppa—”

Siwon mengangkat tangan kirinya, dan Sooyoung sang adik yang baru saja akan mengucapkan sebuah kalimat untuk melengkapi omelan ayah dan ibunya, menghentikan ucapan nya seketika.

“Ini Yoona.”

Tuan dan Nyonya Choi juga Sooyoung terdiam seketika, mereka mematung menatap pada seorang gadis yang baru saja Siwon menariknya dari belakang tubuhnya. Sungguh mereka tak menyadari jika disana ada seorang wanita.

“Ini yang pertama kalinya sejak kau putus dengan Min Young, kau membawa lagi seorang wanita jalang kerumah ini.”

Mendengar ucapan prontal Nyonya Choi, sontak saja membuat semua orang yang berada disana melemparkan tatapan mereka padanya, tak terkecuali Yoona, yang memang ia yakini kata-kata itu dijuruskan untuknya.

“Oemma—”

“Kenapa kau seperti ini lagi Siwon.”

Ucap sang ibu kemudian sembari memegang bahu kokoh putranya itu dengan kedua tangan nya.

“Oemma–”

“Tolong berhenti sebelum kehidupan mu kembali hancur seperti sebelu kau bertemu dengan Min Young.”

“Tolong dengarkan aku dulu Oemma!! Ini Yoona—”

“Dan dia adalah seorang wanita bayaran yang kau bawa kerumah untuk ditiduri? Apakah itu yang kau maksud?”

Oh,
Siwon menekan kedua pelipisnya keras.. Sungguh niat awalnya memang seperti itu, tapi ketika ia bersama Yoona dalam mobil tadi, membuatnya merasa kasihan pada gadis itu. Ia melihat Sooyoung dalam diri gadis itu.

Dan sekali lagi, Yoona menatap tak percaya pada Nyonya Choi, memang benar semua yang dia katakan tentang dirinya.. Tapi sungguh itu kembali menyakiti hati nya lagi.

“Sayang, jangan dulu berkata seperti itu, dengarkan apa yang ingin Siwon katakan tentang wanita itu, ku mohon jangan marah dulu.”

Dan kini Yoona dapat menilai jika Tuan Choi adalah pria sosok yang lebih tenang, dan menghargai orang lain..

“Bagaimana mungkin aku tidak marah ketika melihat putra ku kembali membawa wanita murahan kerumah ini—”

“Oemma!! Ku mohon diamlah, dan berhenti menyebutnya murahan!”

Nyonya Choi melemparkan tatapan tajamnya pada Siwon. Bukankah yang ia dengar tadi adalah sebuah bentakkan?

“Siwon-ah—”

“Soo.. Tolong bawa dia kekamar tamu, aku akan berbicara dengan Appa dan Oemma.”

Sooyong yang sedari tadi terdiam dibelakang Nyonya Choi pun bergeming, dan mulai melangkahkan kakinya mendekat pada Yoona. Gadis bertubuh tinggi itu kemudian tersenyum pada sebelum akhirnya memegang lengan Yoona lembut.

“Ikutlah dengan ku.”
Ucapnya pelan sembari menatap dalam mata Yoona.

“Tunggu dulu Soo..”

Semua orang kembali memusatkan perhatian nya pada Nyonya Choi.

“Kamar tamu terlalu sopan untuk wanita murahan seperti diri nya, tolong mintalah kamar pada Paman Koki dan—”

“Oemma!!”
Siwon berteriak menghentikan ucapan menyakitkan ibunya itu. Dan lengan Tuan Choi refleks saja memegang kuat lengan Siwon dan memundurkan tubuhnya dari sang ibu,

“Siwon.. Tenanglah, kau akan bicara dengan Appa.. dan kau Hana, diamlah berhenti mengatakan sesuatu yang akan menyakiti semua orang.”

“Yeobo..”

“Ku mohon.”

“Tapi aku hanya ingin menjelaskan pada wanita murahan—”

“Aku bukan wanita murahan.”

Semua orang yang berada disana mengalihkan tatapan nya pada Yoona dengan cepat.. Tak terkecuali dengan Siwon yang benar-benar tak percaya jika gadis itu telah mengeluarkan suaranya.

Nyonya Choi terdiam menatap pada Yoona, begitu pun yang lainya.

“Aku bukan Wanita murahan yang telah beberapa kali kau sebutkan, hanya saja aku tinggal ditempat yang salah dan murahan tadi, sehingga tanpa memikirkan hal yang lain nya putra Nyonya ini berani sekali menukar saya dengan uang, yang tidak seberapa.”

Siwon menatap Yoona tajam. Berbeda dengan Nyonya dan Tuan Choi juga Sooyoung yang terlihat terkejut mendengar ucapan Yoona.

“Aku tak pernah memaksa putra Tuan dan Nyonya untuk membeli ku dan membawa ku pulang. Tanpa nya mungkin aku tadi telah dapat keluar dari tempat memuakkan itu sendiri.”

Hah.. Siwon menatap Yoona tak percaya, kenapa gadis itu jadi sombong sekali, apa katanya menyelamatkan dirinya sendiri? Bahkan tanpa Siwon dia tak akan pernah bisa keluar dari tempat itu.

“Kau bilang apa? Hey, sadarlah! Aku yang—”

“Ketika bibi ku lengah, bukankah aku bisa lari, dan hanya tinggal menendang pria itu?”

Siwon terdiam, sungguh bukankah sedari tadi gadis itu hanya diam?

“Jika Nyonya tidak suka saya disini, saya dengan senang hati akan pergi sekarang juga, dan Nyonya bisa pegang ucapan ku, anda tidak akan pernah melihat ku lagi, dan akan saya pastikan tak akan ada lagi nama murahan yang anda suarakan pada ku.”

Semua orang termasuk Siwon benar-benar tertohok dengan apa yang baru saja mereka dengar dari Yoona, raut wajah tegas tanpa sedikit pun ketakutan terpatri disana ketika mengucapkan katanya.

Satu yang Siwon dapat lihat dari pancaran matanya, dan juga satu yang dapat ia simpulkan dari setiap kalimat yang Yoona ucapkan.

Dia terpelajar.

“Soo.. Bawa dia ke kamar tamu.”

Tak ada yang tidak terkejut mendengar ucapan Nyonya Choi baru saja.

Apakah wanita itu sedang merasakan pusing kini?

“Soo, apakah kau tak mendengar apa yang Oemma katakan?”

“Oh..”

Sooyoung menatap sang ibu. Lalu kemudian dia tersenyum..

“Aku akan membawanya Oemma..”
Ucap Sooyoung akhirnya.
Namun saat gadis jangkung itu baru saja hendak mengajak Yoona untuk melangkah, Yoona sendiri langsung menghentikan langkah nya.

“Sudah ku bilang, aku bukan Wanita murahan.”

*

*

*

Haiiii~ sengaja gak tbc in supaya kalian baca.. Tadinya aku mau ngepost MLG dulu sampai The End, tapi yah karna imajinasi MLG masih di awang-awang dan tiba-tiba pen nulis cerita kek gini, yah jadinya di post ajah yang ada di otak ku 😀 jangan pada ngedemo dulu yah nanyain mana DIAMOND sama MLG, nanti akunya bingung, kan kasian yah aku 😀
Okey deh,, ikutin ajah yah cerita-cerita disini (kalau mau itu juga) xixixi.. Karna mungkin aku post ff nya jadi gak beraturan maksud ku, semampunya otak ku..

next diamond insyaalloh yah aku gak janji..

*

*

*

tbc<3

Advertisements

129 thoughts on “[FF] Mine | Chapter 1

  1. ari tri says:

    Apa yg dipikirkan Ny. Choi ketika menyebut Yoona dgn sebutan “jalang”??Setelah Yoona mmbuka mulut bahkan Siwon baru sadar klo Yoona seorang terpelajar.

    Like

  2. Derazvnna says:

    Ku kira yoona emang kerja di tempat seperti itu, ternyata engga.. gatau nya yoona berani sama terpelajar.. mantap deh yoong eunni.. ny. choi kayanya tipikal orang yg keras kepala..

    Like

  3. Oh euneo says:

    Yoona kerja di bar mungkin ada maksud tertentu, tp gara2 itu yoona jd bsa ketemu sama siwon.
    Tp knp siwon langsung ngajak yoona ke rmhnya ? Ny.choi bakal luluh kah dgn yoona yg sebenernya wanita baik2 tp terjebak di tempat yg buruk ?

    Like

  4. YoonaChoi says:

    yaampun ko aku gak tegaya yoona peran bgitu😞, kasian yoong nya, mudah”an siwon bisa jaga yoona Dan ga nyakitin yoona ya..

    Like

  5. Indrhii says:

    Penasaran sama alasan yoona knp bisa ad d klub mlem it…trs kok yoona manggil wanita gemuk itu bibinya…yg lbh pnsaran saat ny.choi blg stlh putus dgn minyoung kau mmbwa wanita jalang lg krmh ini? Ap sblm’a minyoung pnya latar blkg yg sama ky yoona…trs dr cara yoona bicara yg kata siwon terpelajar…gmn sma masa khdupan yoona sblm’a…pnsran…crta’a seru bgt…n baru bca ff yw lg stlh sekian lama ngk baca…

    Like

  6. Iyooh ayee says:

    Beda bgt memang cara ngomong orang yg berpendidikan.
    Jadi pertanyaan kenapa tiba2 yoona nangkring di club malam?
    Harusnya itu bibir dibersihin pake alkohol aja biar higenis

    Like

  7. Nhiina says:

    Ceritanya bner” keren…
    Kata”nya unn… Keren bgt…
    Apalagi waktu mommy ngebantah omongannya ny.choi..
    Wiissss.. Daebak!!

    Like

  8. devitanitedelf says:

    Dari pagi udah ubek blog yg lain eh ternyata nemu ff bagus banget disini..
    Suka banget sama pairing cast nya, uhh hidden couple nya SM :v
    Ngebayangin bibir yoona dibersihin cuma make sapu tangan doang apa ga lecet itu?? Sakit banget pasti..
    Siwon yg kesannya arogant tapi bisa gamon juga kkkkk

    Izin baca chapter selanjutnya kak ☺

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s