[FF] Hello Brother 8

image

°°

Cast

Im Yoona || Choi Siwon || Kim Jong Woon || Kim Heechul || Kang In || Lee Donghae || Park Jung Soo ||  Kim Taeyeon || Jessica Jung || And Other Cast.

°°

Story By

Daawa A

°°

Sumarry

Bukankah kebohongan adalah dosa? Tuhan bahkan melarang keras seseorang untuk melakukan kebohongan? Lalu kenapa semua orang senang sekali membohongi ku? Hidup dalam cerita apa aku ini?

Bahkan dunia tempat bernafas ku pun dikelilingi dengan kepalsuan.

«« Im Yoona »»

°°

°°

Happy Reading ^^

°°

°°

©||©

Ini semua adalah kebohongan besar.. Kepalsuan yang selama ini melingkupi kebahagiaan ku..

Apa arti aku disini sebenarnya? Hanya seorang anak gadis yang coba dilindungi oleh ayahnya? Tanpa perduli bagaimana cara melindunginya?

Atau seorang putri raja yang tidak perlu mengetahui apapun yang menimpa keluarganya bahkan masa lalunya?

“Appa… Appa.. Hikss… Aku— aku tak dapat— hikss.. Melihat apapun.. Appa aku kenapa? Kau disi—ni kan? Peluk aku Appa… Tak ada yang bisa ku lihat disini.. Ini sangat gelap… Hikksss— ku mohon hentikan ini Appa… Nyalakan lampunya Appa.. Hikss .. Aku mohon..”

Celotehan itu.. Tangisan itu.. Ketakutan itu.. Suara itu…

Semuanya menyakiti ku sekarang..

Kenapa dulu aku sangat bodoh ? Harusnya aku mengerti keadaan ku dulu.. Sehingga tak ada ruang untuk ayah ku berbohong..

Sungguh… Satu kenyataan lagi.. Satu lagi yang membuat ku mengerti…

Mengerti kenapa Appa tak pernah membahas tentang kecelakaan itu.. Mengerti kenapa Paman dan Bibi Choi begitu menyayangi ku..
Dan mengerti.. Kenapa Siwon Oppa Mencintai dan menyayangi ku selama ini..

Semuanya karna satu nama.. Satu nama yang menyimpan banyak kenangan didalamnya…

“Aku tak mengerti kau mudah sekali ditipu Hyung.”

Aku menghentikan gerakan tangan ku yang baru saja akan memutar knop pintu kerja Ayah ku.. Ketika aku mendengar suara Jong Woon Samchon dari dalam.

“Aku jadi bodoh Jong Woon ah~”

Aku terdiam ketika mendengar suara Appa menimpali ucapan Samchon.

“Aku sarankan agar kau mengatakan semua ini pada Yoona.. Agar dia tak terus menerus khawatir karna sikap diam mu Hyung.. Dia benar benar terganggu karna sikap mu..”

Aku mengeratkan genggaman tangan ku pada knop pintu yang kini berada dihadapan ku..

“Tidak Jong Won.. Aku tak akan mengatakan apapun untuk sekarang padanya.. Aku tak ingin membebaninya.”

“Terserahlah.. Aku hanya menyarankannya..”

Aku memejamkan mata ku kuat… Benar benar.. Apa yang mereka pikirkan tentang diri ku?

Menghembuskan nafas ku dalam.. Aku lalu kembali melakukan tujuan awal ku.. Mendorong pintu ini.. Lalu meminta maksud dari semua ini.

“Oh Yoona..”

*****

Jong Woon.. Itu adalah suaranya.. Suara dengan nada penuh keterkejutan ketika ia melihat Yoona membuka pintu ruang kerja sang kakak dan berdiri diam disana dengan raut wajah yang sulit sekali ia artikan.. Matanya bahkan terlihat sembab kini.. Dia menangis?

“Yoona Sayang.”

Kini giliran Tuan im yang menyapa gadis itu.. Berbeda dengan Jong Woon yang tak dapat menyembunyikan keterkejutannya karna kehadiran Yoona.. Tuan Im Justru dengan lancarnya menyembunyikan kegugupannya dengan menyapanya sembari tersenyum lembut dan melangkah gugup kearah Yoona..

“Kau kesini Sayang… Ada apa?”

Tanya Tuan im ketika ia telah berhadapan dengan sang putri… Namun pria paruh baya itu kemudian mengerutkan keningnya ketika ia  tak mendengar jawaban apapun dari Yoonanya.. Gadis itu hanya terus diam sembari menatapnya dengan mata sembabnya

“Hei… Kenapa eoh? Putri Appa kenapa tak menjawab pertanyaan Appa?”

Tanya Tuan Im lagi yang malah membuat mata Yoona semakin berkaca…

“Sayang.. Kenapa kau menangis emm? Apa sesuatu menyakiti mu?”

Yoona masih diam menatap Tuan Im dengan air mata yang mulai terlihat mengalir dari pelupuk matanya..

“Yoon—–”

“Yah sesuatu menyakiti ku Appa?”

Tuan Im membulatkan matanya kaget ketika Yoona akhirnya bersuara menghela ucapannya… Bahkan pria itu langsung memegang pundak Yoona ketika gadia itu mengatakan jika ia tersakiti..

“Benarkah? Dimana? Dimana yang sakit eoh? Siapa yang telah menyakiti mu? Membuat mu menangis? Katakan pada Appa Sayang.”

Tanya Tuan im bertubi tubi sembari terus menatap Yoona dengan tatapan yang terlihat khawatir..

“Dimana Sayang? Katakan pada Appa.. Apakah jantung mu? Paru paru? Kau sulit bernafas? Atau lambung mu? Appa mohon katakan sesuatu Sayang..”

Cerocos Tuan Im tak sabar menanti jawaban Yoona yang kini malah terus menetesk air matanya… Membuat nya semakin menkhawatirkan putri tercintanya itu.

“Sayang kau mendeng—–”

“Sakit sekali Appa… Sangat sakit.”

Tuan Im benar benar kalut kini… Ketika ia mendengar jawaban Yoona baru saja..
Bahkan bukan Tuan Im saja yang merasakan kekhawatiran itu.. Tapi juga Jong Woon yang bahkan kini telah berdiri disamping Tuan Im..

“Ayo.. Kau sakit Sayang.. Kita pergi ke rumah sakit sekarang.. Appa tak ingin sesuatu menyakiti mu.”

Ucap Tuan Im lagi sembari dengan cepat meraih lengan Yoona dan membawanya melangkah bersama.. Namun baru saja dua langkah mereka berjalan.. Tiba tiba saja Tuan im menghentikan langkahnya karna Yoona nyapun mengunci langkahnya kini..

Pria itu lalu berbalik.. Dan sekarang ia bahkan menemukan sesuatu yang lebih parah… Sang putri menatapnya dengan tatapan yang menyakitkan.

“Appa khawatir padaku?”
Suara Yoona parau ketika Tuan Im baru saja akan bersuara kembali..

“Apa yang kau katakan? Appa tentu saja sangat mengkhawatirkan mu Sayang.. Kau putri kecil ku—–”

“Aku sudah dewasa Appa.. Aku telah bertunangan.. Appa tak melihat ku memakan permen ataupun meminta susukan sekarang?”
Ucap Yoona menghela kata Tuan Im dengan nada suara bergetar dan masih menatap Tuan Im dalam.

“Apa yang kau katakan Sayang—–”

“Aku bilang aku sudah dewasa Appa… Jadi sekarang berhenti membohongi ku dan katakan apa yang terjadi pada perusahaan mu?”

Tuan Im dan Jong Woon benar benar tersentak sekarang.. Mereka benar benar sangat terkejut mendengar pertanyaan yang keluar dari suara Yoona..

“Yoona apa yang kau tanyakan? Tak ada apapun yang terjadi pada perusahaan”

Merasa jika sang kakak tak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan Yoona… Akhirnya Jong Woon mengeluarkan suaranya menjawab pertanyaan Yoona..

“Bukakah sudah ku katakan.. Berhenti membohongi ku… Dan juga jangan katakan apapun Samchon.. Aku tak sedang membutuhkan jawaban mu detik ini.. Karna Appa yang akan menjawabnya dia sangat menyayangi ku..”

Timpal Yoona sinis yang membuat Jong Woon tak percaya kata itu keluar dari ucapan seorang Im Yoona untuknya.. Namun ia memilih untuk diam sekarang Yoona terlihat sangat marah kini.

“Apa yang kau katakan pada Samchon mu? Itu tidak sopan Yoona.. Yoona ku tidak seperti ini.”
Ucap Tuan Im mencoba mengalihkan topi pembicaraannya.

Namun bukannya menanggapi kata Tuan im yang tak penting itu… Gadis itu malah tersenyum sinis..

“Yah Appa.. Yang sekarang berdiri dihadapan mu ini bukan Yoona mu.. Bukan Yoona mu yang bisa kau bohongi berulang ulang.. Bukan Yoona mu yang akan diam ketika kau mengatakan tak apa apa.. Bukan Yoona mu yang selalu mengiyakan semua ucapan mu.. Aku bukan Yoona mu Appa!!!”

Tuan Im juga Jong Woon menatap tak percaya pada Yoona.

“Apa yang kau katakan Yoona!! Ada apa dengan mu? Apa yang sebenarnya kau inginkan?”

Suara Tuan Im yang mulai tak terkontrol..

“YANG AKU INGINKAN.. KATAKAN APA YANG TERJADI PADA PERUSAHAAN MU!!!”

Tuan Im benar benar terkejut mendengar terikan Yoona.. Anak gadis yang ia lindungi kini meneriakinya?

” Apa yang sebenarnya terjadi pada mu!!! Kau membentak Appa mu?”
Tanya Tuan Im tak percaya.

“Lalu apa yang terjadi pada mu Appa sehingga kau terus membohongi ku eoh?”
Ucap Yoona menimpali..

“Yoona!!! Apa yang kau katakan? Appa hanya menyembunyikan hal ini dari mu! Dan lagi pula jika kau tahu apa yang terjadi pada perusahaan Appa… Apa yang
akan kau lakukan? Kau bahkan tak akan membantu apapun.”
Ucap Tuan im mulai tersulut emosi.

“Heehh.. Katakan pada ku.. Sudah sejauh mana Samchon.. Jung Soo.. Donghae.. Dan Kang In Oppa membantu mu? Apa mereka sekarang telah menyelesaikan semua permasalahannya? Dan lagi.. Appa bilang Appa hanya menyembunyikan ini dari ku? Hanya ini yang Appa rahasiakan dari ku? Tidakkah Appa melupakan kebohongan yang lainnya?”

“YOONA—-”

“APPA BILANG APPA MENYAYANGI KU.. LALU APAKAH INI JENIS KASIH SAYANG MU YANG SESUNGGUHNYA? AKU ANAK MU APPA!! PUTRI MU.. KELUARGA DIRUMAH INI.. TAPI APA ARTI DIRIKU DISINI? HANYA HIASAN? AKU TAK PERNAH TAHU APAPUN TENTANG KELUARGA INI.. SEMUA MASALAH YANG MENIMPA RUMAH INI TAK PERNAH MELIBATKAN KU.. UNTUK IBU KU !! AKU BAHKAN TAK
PERNAH TAHU KENAPA DIA MENINGGALKAN KU.. KARNA PERTENGKARANKAH? KEKERASANKAH? ATAU DIA MEMANG TAK INGIN HIDUP BERSAMA KU DAN MEMILIH MEMILIKI ANAK LAIN.. KATAKAN PADA KU !! APA ARTI AKU DISINI APPA…hikss..”
Teriak Yoona keras sampai membuatnya terisak kini.. Mendengar semua keluhan Yoona benar benar membuat Tuan im merasa sangat bersalah kini.. Bahkan Jong Woob hampir menangis ketika Yoona kembali mengusik tentang ibunya.

“Yoona… Kau.. Yoona.. Appa melakukan semua itu karna Appa tak ingin membebani mu.. Appa takut keadaan mu akan buruk jika mengetahui semuanya—-”

“Ya.. Ya.. Ya.. Jangan katakan itu pada Yoona !! Aku takut ia akan jatuh sakit jika mendengar ini.. Jangan katakan itu pada Yoona aku takut jantungnya kembali sakit..Jangan katakan apapun pada Yoona !! Ia terlalu beresiko jika mendengar kata masalah !!! ”

Ucap Yoona marah menghela ucapan Tuan Im yang bahkan mulai melembut tadi..

“Yoona—-”

“Di mata Appa sampai sekarang aku hanya anak kecil yang akan berhenti menangis jika Appa memberikan permen pada ku.. Di pikiran Appa sampai saat ini aku adalah anak gadis mu yang akan terus merepotkan Dokter Dokter di Rumah Sakit jika aku mengetahui semua masalah di rumah ini.. Tolong Appa jangan anggap aku anak kecil berpenyakit mulai kini.. Aku telah dewasa.. Dan bantu aku untuk meyakini jika diriku ini telah sehat sehingga kau tak perlu mengkhawatirkan apapun lagi tentang ku Appa.”

“Yoona.. Appa mohon—-”

“Aku yang sekarang memohon pada mu Appa.”

Sela Yoona cepat dengan suara keras dan bergetarnya sembari menyatukan kedua tangannya yang juga masih memegang secarik kertas yang mulai semakin lusuh didepan Tuan Im..

“Aku mohon Appa berhentilah membohongi ku”

Sambung Yoona dengan suara yang mulai melembut yang kemudian membuat Tuan Im mendesah kasar dan lantas menurunkan tautan tangan Yoona.. Berganti menggenggamnya..

“Ini hanya masalah perusahaan Sayang … Kau tak usah membesar besarkannya emm? Lupakanlah.. Appa mohon.”

Jawab Tuan Im sembari menatap kedua mata Yoona dalam.

“Hanya masalah perusahaan?”

Ulang Yoona lagi mencoba meyakinkan sang ayah yang kemudian mengangguk mengiyakan ucapannya..

“Hanya itukah kenyataan yang coba Appa sembunyikan dari ku?”

Tanya Yoona lagi dengan suara yang semakin memelan.

“Tidak Sayang kau tak mem—-”

“Ku mohon Appa.”

Ucap Yoona lagi lagi memotong ucapan sang ayah..

“Hanya itu Sayang… Hanya masalah perusahaan—–”

“PERUSAHAAN !! PERUSAHAAN!! PERUSAHAAAN !! AKU BILANG BERHENTI MEMBOHONGI KU!! BERHENTI MENJADI PEMBOHONG APPA!! ”

Tuan Im terdiam seketika itu juga.. Ia juga Jong Woon benar benar tak dapat mengerti situasi ini sekarang.. Sikap Yoona benar benar tak dapat mereka terka kini.

“Yoona… Samchon mohon ada apa dengan mu.”

“AKU MUAK SAMCHON.”

Jong Woon tersentak kaget saat dia membuka suaranya dan Yoona kembali menjawabnya dengan teriakannya.. Bahkan gadis itu berbalik menatap Jong Woon dengan tatapan marahnya.. Dan Jong Woon pun langsung mengunci mulutnya seketika itu juga .

“Untuk terakhir kalinya Appa.. Aku bertanya pada mu.. Apa lagi?”

Beralih dari Jong Woon.. Yoona kemudian kembali mendesak Tuan Im dengan pertanyaan pertanyaan tak terduganya.

“Yoona Appa benar—–”

“CUKUP APPA !!! CUKUP !!”

Tuan im diam terpaku melihat Yoona kini yang berteriak histeris dan mengambil dua langkah menjauhinya..

“BERHENTI APPA !! BERHENTI KU MOHON !! BERHENTI MENYEMBUNYIKAN SEMUANYA !!! INI SEMUA SUDAH CUKUP !! KAU MEMANIPULASI SEMUANYA.. HIDUP KU KAU ISI DENGAN KEBOHONGAN .. MULAI DARI MASA LALU KU.. CAHAYA KU.. BAHKAN NAFAS KU… KAU ISI SEMUA DENGAN KEBOHONGAN.. BERAEAL DARI KECELAAN ITU.. KEMATIAN YURI EONNIE.. DAN KEHIDUPAN KU.. KENAPA APPA? KENAPA KAU TAK BILANG JIKA SETENGAH DARI PENYEBAB KEMATIAN YURI EONNIE ADALAH AKU !! ”

“Im Yoona !! Apa yang kau katakan?”

Tanya Tuan Im setelahnya.. Bahkan pria paruh baya itu menatap sang putri dengan tatapan tajamnya.

“Yang aku katakan adalah apa yang Appa sembunyikan.”

“Yoona—”

“Setelah.. Hikss.. Tulang sumsum belakang aku dan Yuri Eonni .. Kau menyembunyikan kenyataan lainya.”

Deg..

Tuan Im tediam tak percaya jika Yoona kini kembali mengungkitkan hal itu..

“Yoona..”

“HIDUP KU.. DIRI KU.. NAFAS KU.. BAHKAN CAHAYA TENTANG DIRI KU KAU SEMBUNYIKAN DARI KU !!! ”

Teriak Yoona sembari melemparkan gulungan kertas lusuh yang sedari tadi berada digenggamannya tepat mengenai dada Tuan im.. Yang kemudian membuat Tuan Im bagaikan terlindas kereta kini.. Bukan karna kelakuan Yoona padanya.. Tetapi karna kertas yang kini telah tergeletak dilantai.. Lebih tepatnya ketika ia melihat sebuah tanda cap Rumah Sakit yang masih dapat terlihat jelas meskipun kertas itu telah digulung menjadi lusuh..

Dunia disekitarnya terasa akan hancur kini.. Yoonanya.. Kesayangannya.. Belahan jiwanya.. Dia mengetahui kenyataannya? Sekarang? Inikah waktunya?

“Appa sembunyikan kenyataannya dalam ruangan gelap diantara tumpukan buku berdebu.. Ruangan yang paling aku hindari?”

Diam..
Tuan Im benar benar diam sekarang.. Tak ada jawaban yang keluar dari suaranya sekarang.. Begitupun Jong Woon.. Tidak ada kata yang dapat ia keluarkan untuk membela sang kakak kini.. Ini benar benar mengejutkan.. Bahkan tak pernah dikiranya..

“Tapi seperti kata sejarah.. Serapi rapinya Appa menyembunyikan bangkai hewan walaupun tikus sekalipun.. Lambat laun orang orang akan tahu itu.. Semakin lama.. Baunya semakin menyengat dan menusuk.. Dan semakin lama baunya akan membuat semua orang menggerutu jika mencium baunya.. Kenapa Appa? Kenapa?”

Lagi dan lagi.. Tak ada suara jawaban yang menjawab ucapan Yoona… Terkhusus Tuan Im yang mana kata Yoona adalah untuknya..

“KENAPA APPA TAK TERUS TERANG JIKA BUKAN HANYA NAFAS YURI EONNIE SAJA YANG IA SUMBANGKAN UNTUK KU.. TAPI CAHAYANYA JUGA? KENAPA APPA TAK BILANG JIKA MATA KU JUGA ADALAH SUMBANGAN DARI YURI EONNIE.. KENAPA APPA? Kenapa—–”

Jatuh.. Yoona benar benar menjatuhkan tubuhnya diatas lantai dingin sekarang.. Bukan hanya tubuhnya.. Tapi hidupnya telah jatuh kini.. Semuanya beratakan..
Yang ia anggap tulus.. Ternyata palsu.. Yang dia anggap kenyataan ternyata hanya manipulasi.. Dan yang ia anggap berarti.. Bahkan tak memiliki sedikitpun arti..

Semuanya berbicara kini.. Masa lalu.. Kenyataan.. Dan arti..

“Appa.. Kenapa kau membunuh nyawa seseorang hanya demi hidup ku? Yuri Eonnie kesayangan semua orang.. Dan kau membiarkannya memberikan nafasnya untuk ku? Selama ini.. Siwon Oppa.. Paman dan bibi Choi.. Hanya menyayangi ku karna aku adalah penerima sumbangan Yuri Eonnie? Mereka tak tulus menyayangi ku? Kasih sayang mereka hanya kepalsuan.. Apa Appa tak kasihan pada ku yang akan hidup dalam kebohongan selamanya? Kenapa Appa– appa— hikss— membiarkan ku menangis— sakit Appa.. Aku tak bisa bernafas kini.. Bagian terdalam dari hati ku benar benar terluka kini.”

Tuan Im memejamkan matanya kuat.. Terlihat setetes air mata kini mengalir dari sudut matanya.. Sekarang.. Ayah mana yang akan tetap bisa berdiri dalam situasi seperti ini? Mengetahui anaknya tersakiti karnanya bagaimana bisa ia masih bertahan?

“Mianhae— Jeongmal Mianhae..”

Hanya itu… Tak ada yang lain.. Katanya terasa terkunci.. Suaranya terasa tercekat.. Dan tindak kan pun tak bisa ia lakukan sekarang.. Tubuhnya bergetar melihat tangisan pedih sang putri tangisan yang diciptakan dirinya..

“An—nhii— Anni—oo— Aku– hikss– aku— tak—bisa ber—nafas— aku— nafas ku—- hikss—”

Isak Yoona pilu sembari memukul mukul dadanya yang ia rasa telah menyumbat nafasnya kini..

“Appa—–”

“YOONAA..”

Bersamaan dengan teriakan Jong Woon.. Semuanya menjadi gelap bagi Yoona.. Dadanya yang sesak membuat matanya tak bisa lagi terbuka menjadikannya harus kembali pasrah.. Jika sakitnya kembali mengalahkan dirinya.

««

««

««

“Kau tahu Yoona? Eommonim membelikan baju baru untuk ku.. Abeoji juga membelikan sepatunya sangat cantik.”

Ucap seorang gadis kecil yang kini tengah menikamati makan siangnya di kantin sekolahnya ditemani oleh seorang gadis kecil lagi.. Dan seorang remaja pria.

“Benarkah? Hemm.. Yoona hanya memberikan ikat rambut dihari ulang tahun mu kemarin Unnie.”

Jawab gadis kecil yang lainya.. Yoona.. Gadis itu bahkan terlihat menekuk wajahnya ketika mengatakan hal itu..

“Annio.. Itu masih lebih baik dibandingkan Siwon Oppa yang bahkan tak memberikan apapun pada ku.”

Tinpal Yuri gadis kecil itu.. Sembari melemparkan tatapan matanya pada Siwon..

“Mwo? Siwon Oppa tak memberikan apapun?”

Tanya Yoona tak percaya sembari membulatkan matanya lucu bahkan dia menatap Siwon yang duduk disebelahnya.

“Berhenti menatap ku seperti itu.. Bukankah aku memang begitu.”

Suara Siwon akhirnya dengan menampakan wajah datarnya.. Dan sedetik kemudian.. Dia berdiri dan lantas mengambil langkah untuk berjalan meninggalkan tempat Yoona dan Yuri kini berada..

“Kenapa dia selalu begitu?”

Tanya Yoona polos dengan masih menatap punggung Siwon yang berjalan semakin menjauh

“Akupun tak tahu Yoong.. Dia selalu begitu pada ku.. Bahkan menurut ku dibanding pada ku.. Dia lebih perhatian pada mu.. Buktinya tak sedang ulang tahun mu pun dia suka sekali memberikan sesuatu pada mu..”

Jawab Yuri kemudian sembari kembali melahap makan siangnya.

Yoona mematap Yuri polos.. Lalu memgedip ngedipkan matanya.

“Annio.. Dia melakukan itu pada ku karna aku adiknya.. Dia bilang begitu.. Dia adalah jodoh mu mana mungkin dia lebih menyayangi ku..”

“Heemm.. Aku juga berfikir begitu.. Yoong.. Apa kau tahu? Aku menyayanginya.. Ketika Abeoji bilang jika sudah dewasa Siwon Oppa akan menjadi jodoh ku aku sangat bahagia.”

“Kau sangat menyayanginya Unnie?”

Tanya Yoona lagi dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Ya aku sangat menyayanginya.. Kau juga kan? Sebagai kakak tentunya,”

Ucap Yuri penuh semangat yang langsung dijawab Yoona dengan gelengan kepala yang lebih semangat pula..

“Annio.. Aku hanya menyayangi satu pria.. Dan itu adalah Ayah ku ..”
Jawab Yoona cepat sembari tersenyum lebar memperlihatkan deretn gigi putihnya.

“Ohh aku lupa.. Hihihi baiklah.. Kalau begitu Siwon Oppa jadi hanya harus menyayangi ku.”

“itu lebih baik Unnie..”

“Sangat baik.. Dan aku sangat menyayanginya..”

Hitam kini mulai bercahaya..

Setitik demi setitik cahaya itu mulai masuk kedalam penglihatan Yoona..gadis cantik yang sedari tadi tertidur damai diatas ranjang Rumah Sakit.

Lengguhan pelan yang keluar dari suaranya.. Membuat pria tampan yang sedari tadi terduduk disamping ranjangnya sembari menatap wajah gadisnya itu dengan menggenggam tangannya.. Sedikit kaget mendengarnya.. Namun sedetik kemudian dia tersenyum melihatnya.

“Yoona.. Yoona.. Sayang apakah kau mendengar ku? Bukalah mata mu ku mohon.”

“Aku sangat menyayangi Siwon Oppa Yoong.”

Kata itu.. Suara itu.. Masa itu.. Benar benar mengiringi nya sekarang.. Matanya yang perlahan lahan terbuka.. Akhirnya dapat menyamarkan suaranya.. Namun tidak dengan ingatannya.. Yang terus mengganggu otaknya..kata itu bersarang dikepalanya.

“Yoona..”

Dan ini semakin menguatkannya.. Semakin menguatkan ingatannya.. Ketika ia membuka matanya dan yang ia lihat adalah pria tampan yang berada tepat didepan wajahnya..

Pria itu..

“Aku menyayanginya Yoong”

“Aku sangat menyayanginya.”

“Abeoji bilang. Dia adalah jodoh ku.”

“Yoona.. Kau membuka mata mu.. Syukurlah.. Oh aku benar benar lega sekarang.”

Ucap Choi Siwon.. Pria tampan itu sembari mengecupi wajah Yoona dengan penuh kasih.

“Kau baik baik saja kan? Katakan pada ku kau baik baik saja?”

Ucap Siwon lagi sembari terus menatap yoona dengan wajah bahagianya..

“Oppa—”

“Cukup.. Cukup.. Oppa akan memanggil Dokter sekarang.. Aboji dan yang lainnya juga ada di sini.”

Potong Siwon cepat yang setelah nya dia hendak mengambil langkah cepat untuk pergi.. Namun ketika baru saja ia berbalik untuk pergi Yoona telah terlebih dahulu menghentikannya.. Dengan menggenggam lengannya.

“Ada apa emm?”

Tanya Siwon akhirnya sembari kembali berbalik dan mengusap wajah Yoona lembut.

“Kau haus?”

Suara Siwon lagi sembari menegakkan tubuhnya hendak mengambil gelas berisi air yang berada diatas nakas.
Namun gerakannya kembali terhenti karna lengan Yoona yang kembali menyentuh lengannya.

“Kenapa emm? Kau merasakan sesuatu meny—-”

“Ayo kita hentikan.”

Siwon terdiam seketika itu juga . Pria itu mengerutkan keningnya bingung.. Benar benar tak mengerti dengan apa yang Yoona katakan..

“Yoona.. Apa— apa yang kau maksud Sayang?”

“Ayo kita hentikan Oppa…”
Ucap Yoona lagi semakin memperjelas katanya yang malah semakin memperjelas kerutan bingung dikeningnya..

“Oh ayolah sayang.. Apa yang coba kau katakan.”

“Dia sangat menyayangi mu.. Dan aku telah menganggapnya sebagai Eonnie ku sendiri.. Dia— dia sangat menyayangi mu..”

“Oh tidak Yoona.. Kau belum sadar sepenuhnya ternyata.. Kau menjadi tidak beres.. Sekarang kembalilah beristirahat Oppa akan memanggilkan dokter.”

Ucap Siwon menjawab kata Yoona yang menurutnya membingungkan.. Dia lalu dengan cepat berbalik dan mengambil langkah lebar meninggalkan Yoona dalam ruangan itu..

“Yuri Eonni..”

Siwon detik itu juga menghentikan gerakan tangannya yang baru saja hendak membuka gagang pintu ruangan itu..

“Dia sangat menyayangi mu.. Yuri Eonnni— maka dari— itu— ayo kita hentikan.”

°

°

°

Masa lalu memang selamanya akan menjadi kenangan.. Tapi jika yang harusnya menjadi kenangan masa lalu itu disembunyikan apakah ada cara lain untuk melupakan?

Jika semua orang mengatakan seburuk apapun masa lalu kita tak perlu berlarut didalamnya.. Tapi jika kenyataan nya sebaliknya apa yang harus dilakukan? Bukankah yang menjalani hidup adalah yang yang merasakan? Begitupun sebaliknya.. Jadi kenapa orang orang begitu mudah mengatakan perihal masa lalu orang lainya yang bahkan tidak ia rasakan?

Apa perduli mereka tentang masa lalu kita? Yang terlupakan atau yang baru datang?
Tak perduli seberapa tersakiti kita dengan masa lalu.. mereka hanya akan mengatakan..

‘Bersabarlah.”

Flashback

.

.

“Yuri.. Yuri.. Yuri !! Kapan dia menjadi tak berbeban untuk mu? Kenapa setiap hal selalu kau sangkut sangkutkan dengan Yuri.. Apa tak ada masa depan di kepala mu yoona? Kau hanya selalu mengatakan masa lalu.. Kapan kau akan mengerti aku diri ku? Tanpa nama yuri apakah kita bisa bahagia? Hanya aku dan kau? Tidak bisakah Im Yoona !! ”

Teriak Siwon.. Pria yang kini berdiri dihadapan yoona

“Tapi aku menggunakan—”

“Kau menggunakan matanya kini.. Aku tahu itu—”

“Kau tahu? Tapi tak coba memberi tahu ku? APA APA AN INI? SEMUA ORANG TAHU TAPI AKU YANG BRRSANGKUTAN LANGSUNG TAK TAHU APAPUN? KENAPA KALIAN SEMUA JADI PEMBOHONG?”

Teriak Yoona penug emosi ketika ia tahu jika Siwon Juga mengegahuinya..

“Ku mohon Yoona.. Apapun ang ku tahu.. Dan apapun anggota tubuh nya yang melekat pada tubuh mu bisakah kau mensyukurinya saja? Tak perlu apapun lagi Yoona !! ”

“Apa kata mu mensyukuri? Apa aku harus mensyukuri kebohongan semua orang untuk ku? Apa aku harus mensyukuri kepalsuan yang dibuat semua orang untuk cerita hidup ku? Dia adalah sahabat ku yuri eonnie ku.. Dan aku membunuhnya.. Aku terlibat dalam kematiannya dan kau suruh aku melupakan semuanya? Apa yang kau katakan.. Apa kau ada saat itu? Saat truknya melempar Yul eonnie? Saat genggaman kami terlepas? Saat nafasnya mulai tersenggal dan saat ia menutup matanya?–”

“CUKUP YOONA !!”

Teriak Siwon tak tahan lagi mendengar ucapan ucapan yoona kini..

“KAU JODOHNYA.. DIA MENYAYANGI MU KELUARGA MU MENYAYANGI NYA.. MASIH DAPAT KU INGAT BIBI CHOI MEMELUKKU DAN MENGATAKAN JIKA AKU YURINYA.. KALIAN KANYA MENYAYANGI AKU KARNA MATA DAN SUMSUM KU ADALAH MILIK YURI EONNIE.. KAU MENYAYANGI YURI EONNIE DAN ORANG TUA MU HANYA MENYAYANGINYA.. MEREKA MELIHAT KU SEBAGAI YURI MEREKA—”

“KAU TAK MENDENGAT KU IM YOONA !! HENTIKAN.. HENTIKAN.. APAPUN YANG KAU KATAKAN AKU TAK AKAN PERNAH MUNDUR.. KAU YOONA KU APAPUN YANG KAU MASALAH KAN .. KAUAKAN TETAP MENJADI YOONA KU.. MILIK KU”

Dan semuanya hancur.. Untuk menghindarpun Tuhan tak mengizinkannya.. Masa lalunya akan selalu mengiringi masa depannya.. Siwon Paman dan Bibi Choi akankah mereka menjadi masa depan Yoona? Dan selamanya menganggap Yoona adalah Yurinya?

“Satu lagi..”

Suara Siwon kembali dengan suarayang mulaii melembut ketika ia baru saja akan membuka pintu Ruang rawat Yoona

“Yuri telah mati.. Itu adalah takdir Tuhan.. Aku tak bisa membiarkannya hidup dan melenyapkan mu pula.. Pikirkan jika Yang hidup dan kau yang lenyap apakah ia kan semenderita diri mu?”

Yoona terdiam mencoba menahan isakannya yang ingin sekali ia keluarkan kini..

“Aku akan keluar dan memanggil dokter juga menemui yang lainya.. Berbaringlah.. Aku mencitai mu..”

Yoona memejamkan matanya kuat.. Duania memang suka melihat tangisnya..

Flashback End

“AAAAAAAAKKKKKKHHHHHHHHH…”

Teriak Yoona kencang.. Ketika sudah cukup lama ia hanya berdiam diri diantara hamparab rerumputan hijau yang tumbuh tepat tanah Sungai Han..

“Apakah ada teriakan sekencang itu keluar dari seseorang yang sedang tidak sehat?”

Hah?

Yoona dengan secepat kilat mendongakkan wajahnya menengok kearah belakangnya.. Dan

Oh..

Benar benar harusnya jika ingin pergi dia jangan memilih kota kota dikorea..

“Aku ternyata memiliki daya ingat yang bagus.. aku masih mengingat semuanya.. kau akan kesini jika tengah kesal..”

Ucap pria itu yang ternyata adalah Heechul.. sembari mengambil langkah lebar berjalan mendekat kearah Yoona.. tersenyum padanya.. dan lantas duduk diatas hamparan rerumputan tanah sungai han.. terduduk disisi Yoona..

“Aku sedang marah bukan kesal.”

jawab Yoona ketus dengan nada suara bergetar khas orang yang sedang menangis.

“Oh.. aku salah..”
Jawab Heechul sembari mencoba terkekeh senang..

“Oh ya.. apa kau tahu Yoong? sekarang orang-orang sedang kelimpungan mencari mu.. apa lagi ketika mereka sada kunci mobil Jong Woon yang dia taruh di ruang rawat mu hilang beserta mobilnya.. ku pikir kau coba bunuh diri dengan mobilnya..”

Ucap Heechul memulai ceritanya.. mencoba menghhibur Yoona yang bahkan tidak tertarik dengan ceritanya.. Gadis itu malah terlihat terus menekuk wajahnya.. sembari sesekali terlihat meneteskan air matanya.. pandangannya masih saja kosong.. pikirannya tak bisa diajak santai kini..

“Appa mu menangis.. kau tahu?”

Ucap Heechul lagi.. setelah sebelumnya ia mengambil nafas panjang melihat reaksi Yoona..

“Aku tidak tahu jika ini sangat berat bagi mu.. aku tidak bisa merasakan itu.. aku han
ya melihatnya dari mata mu.”

Kata Heechul lagi.. Sembari menggenggam tangan Yoona erat.. dan hal itu membuat Yoona menangis di iringi dengan isakan.. walaupun terlihat dari raut wajahnya jika dia mencoba menahannya.. gadis itu bahkan masih enggan mengalihkan wajahnya pada Heechul.

“Sangat sakit emm?”
Tanya Heechul lembut yang malah semakin membuat Yoona terisak..

“Lebih dari apapun.. hikss—- sakit—-sang—-at.”

Jawab Yoona akhirnya setelah cukup lama bungkam.. meskipun ia masih tak menatap langsung pada Heechul.

“Kalau begitu.. katakan pada ku apa yang harus ku lakukan agar rasa sakit mu bisa memudar perlahan lahan.. dan tangis mu bisa mereda lambat laun.”

Pinta Heechul lembut.. sembari menguap ngusap rambut Yoona dengan penuh kasih.. memberinya senyum penuh pengertian.

“Katakan sesuatu pada ku.. Maksudnya.. Jelasnya.. dan Artinya.. Tanpa bentakan.. tanpa kemarahan.. dan tanpa kebohongan.. aku butuh kata—”

Jawab Yoona lemah.. dengan masih menatap lurus pada hamparan air sungai dihadapannya..

“Benarkah? baiklah kalau begitu.. sekarang kemarilah.. aku akan memeluk mu.. agar kau bisa merasakan detak jantungku apakah aku berbohong.. Kemarilah aku akan memberikan kata yang kau inginkan..”

Yoona akhirnya mengalihkan wajah penuh air matanya pada Heechul yang kini justru tengah mengembangkan senyumnya.

“Kau akan mendengarkan kata ku? aku berjanji tidak dengan bentakan.. kemarahan.. dan kebohongan.”

Ucap Heechul lagi yang langsung disambut baik oleh Yoona.. meskipun dengan tangisnya gadis itu berhambur kedalam pelukan Heechul menangis dalam diam dipelukannya..

“Maksudnya—kata—katakan pad–a ku—maksudnya.”

Heechul tersenyum lembut sembari mengelus nhelus punggung Yoona ..

“Hemmm.. maksudnya.. adalah maknanya.. Kau bisa bernafas kini.. Bukan karna Yuri.. Tuhan yang menginginkannya.. Bukan juga karna yuri kau dapat melihat.. tapi karna Tuhan juga.. Bukan manusia yang menentukan hidup dan matinya seseorang.. tetapi Tuhan.. dia yang tahu mana yang harus dipertahankan dan diakhiri.. Ayah mu.. Siwon Oppamu.. Dan yang lainnya hanya mengikuti garis takdir Tuhan.. mereka ingin kau dan Yuri tetap bersama.. tapi jika Tuhan hanya mempertahankan mu? apa yang bisa dilakukan mereka?”

Ucap Heechul lembut mencoba memberikab pengertian pada Yoona yang terlihat begitu nyaman mendwngarnya.. ini yang dia inginkan.. pengertian.. bukan diam yang akan membuatnya cepat marah karna kesal..

“Kalau begitu.. kenapa Appa tak mengatakan yang sebenarnya pada ku? dan kenapa tak memberikan penjelasan lembut pada ku Oppa? aku bertanya padanya.. tapi dia malah terus berbelit.. dia seper—-”

“Dia hanya tak mau kau tersakiti.”

Potong Heechul cepat..

“Tapi aku malah lebih sakit.”
Timpal Yoona kemudian.

“Itu karna Ayah mu bukan Tuhan.. dia hanya merencanakan dan Tuhan yang akan merestuinya.. Tapi Tuhan tak merestuinya kala itu.. sehingga apa yang dia maksud untuk tidak membuat mu sakit.. malah sangat menyakiti mu.. Percayalah.. Kebohongan yang dilakukan semua orang Tua didunia pada anaknya.. adalah untuk kebaikan anaknya sendiri.. Aku tidak tahu kenapa Paman Im menyembunyikan semua ini dari mu.. yang aku tahu.. dia hanya ingin kau tak terbebani dengan masa lalu mu.. dia tak ingin kau merasa jika Yuri meninggal katna mu.. dia hanya ingin membawa mu berjalan perlahan lahan.. menjemput bahagia mu.. tanpa ada bayangan berat dari masa lalu mu.. dia sangat menyayangi mu.. kau permatanya.. jadi tak ada niat sedikit pun darinya untuk menyakiti mu dengan kenangan lampau.. dia hanya menjaga mu.. menjaga diri mu agar tak pernah merasa terbebani ataupun tersakiti.”

Yoona terlihat menarik sudut bibirnya untuk tersenyum kini… ini yang dia inginkan ketenangan…
dia bahkan terlihat menghembuskan nafas penuh kelegaan kini..
mendengar kata Heechul Oppanya.. benar benar membuatnya merasa mempunyai sandaran kini.

“Bagaimana dengan jelasnya?”
Tanya Yoona sembari memejamkan matanya dan mempererat pelukannya di tubuh Heechul.

“Jelasnya? emmm itu sederhana.. Tuhan memberikan Tulang sumsum belakang Yuri untuk mu.. karna Dia begitu mencintai mu. dia ingin kau menikmati duniaNya… Tuhan memberikan mata Yuri untuk mu.. karna dia begitu menyayangi mu. dia tak ingin diri mu tak bisa menikmati dunianya.. dan Yuri.. yakinlah pada ku jika ia bahagia disana.. dia memberikan nafasnya bukan tanpa masud.. dia memberikan cahayanya bukan tanpa arti.. dia memberikannya karna ia tahu.. Orang orang yang menyayangi mu tak ingin berpisah dari mu.. karna ia tahu.. kau dapat menyayangi orang orang yang sangat ia sayangi.. karna ia tahu.. kau lebih berarti bagi dunia.. hidup mu mempunyai masa depan.. dan lagi.. aku yakin dia tak pernah ingin menjadi kenangan dan mimpi buruk yang menghantui mu sepanjang masa.. dia hanya ingin.. kau mengingatnya sebagai seorang kakak yang menyayangi adiknya.. dan adik yang menyayangi kakaknya.. dia ingin menjadi kenangan indah untuk mu.. bukan beban untuk masa depan mu.. kau dapat memahaminya?”

Yoona mengangguk anggukan kepalanya pelan.. gadis itu tersenyum dalam pelukan Heechul..

“Artinya?”

Heechul terkekeh mendengar suara polos Yoona..

“Artinya tentu saja Semua orang yang kau sayangi bahkan lebih menyayangi mu..”

Jawab Heechul lembut.. lalu sedetik kemudian ia melepaskan pelukan Yoona pada tubuhnya.. menatapnya.. lalu mengusap sisa sisa air mata di pipinya.

“Dengar aku.. Ayah mu.. Siwon Oppa mu.. Bibi dan Paman Choi.. menyayangi mu karna kau adalah Yoona mereka.. bukan karna Yuri atau siapapun.. Dia hanya melihat Yoona mereka ketika melihat mu.. jadi mulai dari sekarang.. buatlah arti untuk hidup mu.. buatlah cerita untuk hidup mu.. bukan tentang beban mu.. sedih mu.. ataupub tangis mu.. tapi tentang indah mu.. dan syukur mu emm? ingat..Yuri percaya pada mu.. jika orang orang yang dia sayangi bisa bahagia karna hadir mu.. jadi bahagialah untuk mereka.. katakan pada hati mu.. Yuri adalah kenangan bahagiamu.. bukan beban hidup mu.. Arasseo?”

Ucap Heechul sembari menatap Yoona penuh harap.. dan kemudian Gadis itu mengangguk anggukan kepalanya polos sembari tersenyum cantik.

“Areasseo ! ”

Jawab Yoona bersemangat..
lalu kembali menghambur kedalam pelukannya.. kembali menangis.. bukan karna bebannya.. tapi karna kebebasannya.. ia benar benar merasa sangat bebas..

“Menangislah.. jika kau sudah puas.. baru kita akan pulang kembari ke Rumah Sakit.. berjanjilah pada ku.. setelah kita kembali kesana.. peluklah Ayah mu.. buatlah ketenangan untuknya.. dia akan tenang melihat mu bebas.. berjanjilah semua akan baik baik saja.”

yoona kembali mengangguk anggukkan kepalanya lembut..

“Aku—berjanji.. se–karang.. katakan pada ku— kau menyayangi ku Oppa.”

“Jika tidak.. aku tak mungkin ada disini. aku menyayangi mu Yoong.. Sangat.”

“Aku—hikss—aku juga—menyayangi mu–Sangat..”

°°

°°

°°

Ibarat malam..
akan gelap tanpa bulan..

Ibarat siang..
akan dingin tanpa mentari..

dan ibarat hujan..
akan kering tanpa air..

Semuanya menyatu.. bukan karna keterpaksaan tapi karna kebutuhan..

Semuanya memiliki arti.. karna hal terkecil dalam kehidupan itu berarti..

lepaskan tangis jika itu bisa mengurangi beban mu..

Tuhan menciptakan tangis dengan bahagianya..

susah dengan senangnya..

dan cobaan dengan jalannya..

Semuanya memiliki akhir.. deritapun ada akhirnya..

hanya satu yang harus kita tahu ketika tengah dirundung masalah.. Yaitu kunci pertama kehidupan.. Keikhlasan..

°°

°°

°°

TBC

°°

°°

Comback.. Comback.. Combackkkkk…

ancur yah? ngerasanya sih gitu.. haha

gimana kabarnya?

pada sehatkan????

apaan ini? aku gak dapet fell lagi buat ngobrol hahahha.. jadi lemot gue..

semoga suka deh yah

Anyeong ❤ ❤ ❤

Advertisements

73 thoughts on “[FF] Hello Brother 8

  1. phiaa says:

    ternyata begitu tah cerita masa lalu yoona dan yuri… ya gak salah jg cih appa yoona bohong kan demi kebahagiaan anakx sndri… wah heechul bijak bgd deh bisa nenangin yoona dgn sabar dan kasih sayang… jdi gk sbar baca lanjutanx nih…

    Like

  2. rindaade8 says:

    Akhirnya tau sudah cerita masa lalu yoona yuri , orang tua itu pasti melakukan yang terbaik buat anaknya .. yoona harus bisa dewasa juga menghadapinyaa
    Kereen thor .. semakin seruu

    Like

  3. tya says:

    akhir ny tau sudah Carita masa lalu yoona Yuri & appa yoona bohong buat kebaikan ny yoona….
    heechul oppa dewasa bnget bsa ngasih pengertian buat yoona semoga aj siwon and yoona bersatu dan yoona gk kebayang “lgi ma masa lalu nya 🙂

    Like

  4. yoongs says:

    Emang hidup dalam kebohongan itu gak enak, ya tapi mau gimana lagi. Setiap ortu di dunia pasti bakalan ngelakuin apa aja ke anaknya, walaupun itu gak bagus untuk orang lain. Akhirnya tau juga masa lalu yoonyul. Pengen banget ngeliat yoonwon bahagia, nikah gitu.

    Like

  5. viana says:

    aq jadi penasaran masa lalu mereka ber 3… kalau diliat sepertinya siwon malah menyukai yoona sejak kecil daripada dengan yuri yg akan dijodohkan ketika dewasa nanti… semoga yoona nggak mutusin hubunganya dng siwon….

    Like

  6. WindaMaydina says:

    Ternyata seperti itu masa lalunya Wonppa, Yoona eonni dan Yuri.
    Kasihan Yoona eonni, hidupnya dipenuhi dengan kebohongan, tapi itu semua demi kebaikannya juga.
    Semoga Wonppa sama Yoona eonni gak jadi putus.

    Like

  7. Tasya Harisya says:

    Ternyata masa lalu nya terluapkan d part ini, bener3 kejuran bangettt onnie bisa tau masa lalu yg sudah lama terpendam.. mungkin d sini pula awal yoona menjadi lebih dewasa nya..
    Author daebakkkkk…

    Like

  8. ch. nisa says:

    Setelah sekian lama… akhirnya baca lagi walaupun baca ulang dr awal tp gpp 😆 Akhirnya ya semuanya terbongkar…. tapi sebenernya marahnya yoona ke ayahnya agak berlebihan sih ✌🏻️ Kasian ayahnya gitu dan takutnya yoona jd anak durhaka >< tp ku mencoba mengerti dr povnya yoona yang mungkin emg kecewa bgt sih krn diboongin semua org cuma huhu kasian ayahnya yg cuma berusahaa buat ngelindungin yoona 😭😭 Habis ini minta maaf ya ayahnya yoona dan yoona nya 😊
    Masa aku ada feeling kalo sebenrnya siwon drdl udh sayang sama yoona…. bukan sama yuri 😆 Hehehe
    Ditunggu balesan email buat pw ch 9 sm 10 nya yaa hihi ^^

    Like

  9. Fatimah says:

    Ouh jdi mereka bertiga (yoona,siwon n yuri) berteman sejak kecil…
    Sumpah aq ikutan nangis pas yoona eonni meluapkan kekecewaannya…
    Apakah yoona eonni punya penyakit jantung…???
    Gx nyangka heechul oppa bisa sebijak itu..terima kasih ya thor sma kta2 part terakir nya buat saya itu sebuah motivasi buat saya (curhat.)…:-)

    Like

  10. Fitri Anita says:

    Ternyata begitu toh…
    Bca part ini benar2 menguras emosi dan air mata thor… mewek beneran bcanya!! 😭
    Yoona jngan mnta putus dunkz ma siwon… kacian won oppa?! 😢
    Semoga semua terselesaikan dengan baik dan bhagia y.. 😁

    Like

  11. karmilahale says:

    Yoong eonnie slalu trbebani dngan masa lalu.a, yg bkin nyesekk it ktika Yoong eonnie blang, dia hidup krna sumbangan dri Yul eonnie, tpi stelah di bri pngertian, smoga sja Yoong eonnie sdah tak trlalu trbyang dnga msa lalu.a

    Like

  12. maurerlee says:

    waah ternyata begitu banget yaa masa lalu yoona..kasian juga sih selama ini dibohongin tapi juga untuk kebaikan keadaan yoona sendiri sih…lanjut..semoga masalahnya cepet selesai dan yoonwon nikah deh

    Like

  13. Nita28 says:

    Oohh ternyata begitu, yuri mendonorkan sumsum dan matanya ke yoona. Duh part ini penuh emosi. Semoga yoona benar2 bisa menerimanya sekarang.

    Like

  14. Kimyoorin says:

    Jangan biar kan kebahagian menjatuh dari nya. .biar kan yoona eonni bahagia selamanya bersama siwon oppa..yang berlalu biar lah berlalu eonni..jalanai kehidupan yang sekarang😘

    Like

  15. michael says:

    yuri dan yoona bersaudara ? mata yoona skrg adalah mata yuri. memang knp kok yuri mendonorkan mata dan sumsumnya ke yoona ?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s