#HappySiwonDay

image

Choi Siwon || Im Yoona

Photo Cr : Ocha Chaikimcha Cloundelfkim

“Oppa kenapa tak memberitahukan ini pada ku.. Oppa pikir aku bisa tenang jika aku tak tahu eoh? Kau benar benar menyebalkan.. Aku mengkhawatirkan mu kau tahu itu?”

Gerutu Im Yoona gadis cantik yang kini terlihat tengah terduduk diatas kursi yang terletak disamping ranjang putih yang dimana sang kekasih Choi Siwon berbaring dengan wajah pucatnya disana..

Tak banyak yang bisa dilakukan Siwon.. hanya menatap Yoona dengan tatapan sayunya dan sesekali mengusap mata gadis itu yang kini bahkan terlihat mengeluarkan air mata.

“Oppa bagaimana bisa begini? Dan bagaimana bisa tak memberitahu ku jika kau sakit.. Jika Jiwon tak memberitahu ku bagaimana? Kau akan terus mengatakan baik baik saja dan malah membuat hati ku semakin tak tenang.. Hikss..”

“ehhh.. Kenapa kau semakin keras menangis.. Aku tak apa Sayang.. Aku hanya kelelahan kau tak percaya emm?”

Suara Siwon akhirnya menjawab ucapan Yoona yang bahkan telah terisak sekarang..

“Lihat Oppa bahkan masih bisa duduk tenanglah.”
Lanjut pria itu sembari bangun dari posisi tidurnya dan mulai duduk.. Membuat Yoona kemudian merasa sedikit tenang..

“Tapi tetap saja kau telah berboh—-”

“Sssttt.. Ku mohon.. Jangan berkata apapun kecuali hal yang manis sekarang.. Lupakan oke? Sekarang kan kau sudah tahu Oppa sakit.. Tugas mu sekarang bukan menggerutu tapi mengobati Oppa.”
Potong Siwon cepat sembari menggenggam lengan Yoona..

“Tapikan—”

“Ku mohon Sayang..”

Potong Siwon kembali.. Yang kini membuat Yoona berhenti berucap dan kemudian hanya menatap Siwon dengan tatapan polosnya dan itu membuat Siwon terlihat menghembuskan nafasnya lega..

“Sekarang kemarilah..”
Ucap Siwon setelahnya sembari menepuk nepuk tempat kosong diatas ranjangnya..

“Kesana? Oppa bercanda.. Ini rumah sakit—”

“Jika rumah sakit memang kenapa kemarilah cepat.. Aku merindukan mu.”

Yoona memberenggut kesal

“Oppa suka sekali memotong ucapan ku..”
Suara Yoona ketus.

” Aissh kau selalu saja begitu.. Cepat kemari aku ingin memeluk mu jangan membahas apapu lagi Oppa mohon..”

Yoona terlihat memutar kedua bola matanya malas mendengar ucapan Siwon baru saja.

“Tapi Oppa—”

“Tenanglah tak ada siapapun lagi yang akan datang kemari sekarang.. Aku sudah memblokir semua orang yang ingin menjenguk ku.. Sekarang waktunya hanya untuk ku dan diri mu.. Cepatlah”

Yoona terlihat sedikit menyunggingkan senyum gelinya mendengar ucapan Siwon baru saja.. Gadis itu sedikit mengangguk nganggukkan kepalanya.. Sebelum akhirnya berdiri dari duduknya berniat mewujudkan keinginan sang kekasih.. Namun belum sempat Yoina menaiki ranjang yang Siwon juga berbaring disana.. Tangan nya sudah terlebih dahulu ditarik kuat dan membuat tubuhnya jatuh diatas tubuh Siwon.. Hal itu pula yang membuat Yoona kemudian berteriak kencang karna kaget..

“Oppa infus muuuu…”
Pekik gadis itu denga suara melengkingnya yang membuat Siwon kemudian mau tak mau harus menutup mulutnya dengan tangan kekarnya.

“Sssttt.. Jangan seperti itu. Ini rumah sakit Sayang.. Tenang infus ku tak apa.”

Ucap Siwon pelan sembari mengalungkan tangan kanannya pada pinggang rampi Yoona.. Memeluknya erat agar Yoona tetap berada diatas tubuhnya..

“Oppa apa yang kau lakukan.. Lepaskan aku ku mohon..”
Ucap Yoona dengan wajah memelasnya..

“Tidak sebelum kau mengatakan sesuatu..”

Jawab Siwon parau sembari mengusap pipi Yoona lembut dengan sesekali mengecup bibirnya singkat..

“Issshh.. Aku harus mengatakan apa eoh? Ku mohon Oppa jang–”

“Kau melupakan ku Sayang..”

Yoona terdiam seketika itu juga ketika Siwon berucap memotong perkataannya sembari menatapnya tajam..

“Ini sebabnya aku tak ingin kau mengetahui jika aku sakit.. Sayang kau sedang sibuk bukan? Drama china mu benar benar mengisi semua pikiran mu.. Kau pasti mengingatnya tadi sebelum kau mengetahui jika aku sakit.. Aku terlalu berarti eoh? Kau lelah Sayang.. Ini drama yang kau nantikan aku tak mau mengacaukan kebahagiaan mu itu.. Ini disini di pikiran mu sekarang hanya ada tentang aku yang tengah sakit bukan? Kau benar benar..”

“Oppa..”

“Aku mengacaukan pikiran mu Sayang.. Maafkan aku..”
Ucap Siwon lagi sembari masih menatap Yoona dengan tangan nya yang terus mengusap pipi Yoona lembut..

“Sekarang katakan sesuatu.”
Suara Siwon lembut yang kini membuat Yoona tersenyum dengan mata yang berkaca..

“Sanggeil Chukkae Hamnida Oppa.. Kau akan selalu sehat dan semakin mencintai ku.. Kita akan selalu bahagia.. Mianhae..”

Suara Yoona akhirnya terdengar sangat lirih namun hal itulah yang malah membuat Siwon tersenyum dengan sangat lebar..

“Kado untuk ku?”
Tanya Siwon kemudian membuat Yoona yang baru saja menundukan kepalanya kini mendongak kembali.. Gadis itu semula menatap Siwon kaget.. Namun satu detik kemudia ia memperlihatkan senyum lebar serta ringannya.. Yang malah membuat Siwon mendengus melihatnya pria itu bahkan memalingkan wajahnya menghindari tatapn polos dari sang kekasih.

“Oppa maafkan aku.. Aku telah menyiapkan kado untuk mu.. Tapi aku tak membawanya sekarang..”

“Tapi aku mau kado ku sekarang..”
Jawab Siwon ketus sembari mengerucutkan bibirnya yang membuat wajahnya menjadi lucu..

“Aihhhh.. Kenapa kau jadi seperti ini? Kau tak begini sebelumnya Oppa.. Kau jadi sangat menyebalkan..”

Gerutu Yoona panjang lebar.. Yang kemudian malah membuat Siwon melepaskan rangkulan tangan nya di pinggang Yoona dan kemudian membaringkan gadis itu disisinya dengan dia yang kemudian malah kembali mengalihkan pandangn nya dari Yoona..

“Oh ayolah Oppa jangan seperti ini.. Ku mohon..”
Ucap Yoona kemudian terdengar memelas.. Yang akhirnya membuat Siwon mau tak mau kembali menatapnya..

“Apa Yoona ku ini tahu kenapa aku bersikap seperti ini itu karna kado yang dunia berikan diulang tahun ku kali ini sangat menyebalkan.. Maka dari itu aku meminta kado manis dari mu tapi kau tak mau memberikannya.. Semua jadi berkali lipat menyebalkan.”

Ucap Siwon sembari memasang wajah kesalnya..

“Benarkah Oppa?”

Tanya Yoona memastikan yang membuat Siwon bukan hanya menatapnya namun juga mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping berhadapan dengan sang kekasih

“Emmm.. Apa kau tahu itu sangat mengesalkan bagi ku..”

“Kalau begitu ceritakan pada ku kado menyebalkan apa yang dunia berikan pada mu..”
Jawab Yoona kemudian kini sembari merapatkan tubuhnya pada tubuh Siwon.. Gadis itu bahkan memeluk erat pinggang sang kekasih sekarang.. Menatapnya dengan pandangan gemasnya..

“Kau ingin mendengarnya? Baiklah.. Yang pertama dunia memberikan ku kado yang isinya membuat ku muak.. Dan bahkan ingin terus seharian berdiam diri ditoilet.. Ketika aku melihat kado itu berisikan sebuh photo kekasih ku tengah berciuman mesra dengan pria lain.. Apa kau tahu? Pagi ku saat itu menjadi kelabu seketika..”

Yoona terdiam seketika itu juga.. Senyum yang tadi terlihat terpatri di wajahnya kini terlihat memudar di setiap detiknya.. Namun Siwon.. Tanpa menghiraukannya pria itu malah dengan santainya melanjutkan kembali ceritanya..

“Sekarang yang kedua.. Gara gara seorang aktor pria china memfollow akun weibo kekasih ku dia jadi disangkut pautkan dengannya.. Dan aku disini? Aku tak dapat melakukan apapun.. Hanya diam meratapi nasib ku.. Sekarang bahkan disaat aku merayakan ulang tahun ku dia tak memberikan apapun.. Jangankan kado.. Api untuk ku tiup juga tidak keterlaluan bukan?”
Gerutu Siwon kesal sembari masih menatap Yoona dengan tatapan santainya.. Berbeda dengan Yoona yang bahkan menatapnya gugup sekarang

“Maaf Oppa yahhh.. Maafkan aku yahhh.. Ku mohon emmm.. Itu hanya kebetulan terjadi dihari ulang tahun mu.. Kau akan memaafkan ku kan eoh? Akukan lupa.. Aku terlalu khaw—-”

“Oke.. Aku memaafkan mu untuk satu hal.. Lupa untuk point pertama dan kedua belum bisa ku maafkan.. Untuk menebus kesalahan mu.. Berikan aku sesuatu yang manis.”

Jawab Siwon memotong ucapan Yoona yang kemudian membuat Yoona terlihat berfikir setelahnya..

“Emmm sesuatu yang manis yah Oppa?”

Siwon mengangguk mendengar pertanyaan polos Yoona..

“Ku rasa aku punya sesuatu yang akan terasa manis untuk mu.. Sebentar”

Siwon tersenyum lebar menunggu apa yang sebenarnya ingin Yoona berikan ketika gadis itu terlihat mengambil sesuatu dari saku celananya..

“Nah…”

Dan senyum Siwon pun luntur seketika itu juga.. Saat tangan Yoona memegang sesuatu dan memperlihatkannya tepat didepan wajah Siwon.. Kadonya benar benar manis..

“Permen? Kau memberiku permen? Dan hanya satu buah? Ohh ini benar benar sangat manis Sayang.”
Ucap Siwon malas sembari menerima lalu membuka permen itu dan langsung memasukannya pada mulutnya.. Yang kemudian membuat Yoona tersenyum lebar memperhatikannya..

“Tentu saja sesuatu yang manis untuk kesayangan ku.. Emmm dan bagaimana? Aku yang pertama kan? Katakan?”

Siwon terlihat mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan Yoona.. Namun satu detik kemudian raut wajah nya kembali seperti biasa.. Lalu setelahnya pria itu menggeleng singkat sembari masih mengemut permennya..

“Apa?”

Dan entah kenapa gelengan Siwon baru saja membuat Yoona kaget sekarang..

“Yah memang kenapa aku jujur bukan kau yang pertama..”

Jawab Siwon santai membuat Yoona mendengus kesal.

“Siapa? Inikan baru jam satu malam.. Baru satu jam lalu kau berulang tahun dan aku disini dari tiga jam lalu tak ada siapapun yang mengucapkannya pada mu.. Lalu kau bilang aku bukan yang pertama? Menyebalkan.. Sekarang katakan siapa.. Oemmanim.. Abeoji? Jiwon ata—-”

“Liu Wen.”

Deg…

Yoona dengan seketika itu juga mengghentikan suaranya.. Dan berganti menatap Siwon dengan tatapan terkejutnya.. Ketika pria itu mengucapkan satu nama yang membuat ia diam..

“Kau.. Dia..”

“Yah kemarin dia mengatakannya pada ku lihatlah ini..”

Oh benar benar rasanya Yoona ingin sekali berteriak sekarang ketika Siwon lagi lagi mengejutkannya dengan memperlihatkan bukti jika yang ia katakan itu benar.. Pria itu memperlihatkan ponselnya pada Yoona yang didalamnya berisi ucapan selamat ulang tahun untuk sang kekasih.. Dan itu benar benar dari wanita itu.. Oh Choi Siwon..

“Oppaaaaa.. Apa kau tau itu sangat menyebalkan.. Kenapa kau mengatakannya.. Diam saja.. Diam kalau itu tentang wanita menyebalkan itu.. Diammmmm…”

Gerutu Yoona marah sembari bagun dari posisi berbaringnya.. Duduk membelakangi Siwon..

“Kau marah..”

Tanya Siwon kemudian sembari ikut duduk dan kembali merengkuh tubuh Yoona..

“Tentu saja aku marah.. Kau sudah tahu aku tak suka wanita itu. Tapi kau masih saja berhubungan dengannya.. kau susah sekali diberi tahu.. Hapuskan semua tentang wanita itu.. Jika tidak aku ak—-”

“Kau pikir aku senang dengan ini? Aku belum selesai bicara sayang..”

Jawab Siwon lembut sembari semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Yoona yang masih betah membelakanginya..

“Belum selesai kau bilang? Oh lal—-”

“Itu adalah hal yang termasuk pada jajaran kado termenyebalkan yang diberikan dunia pada ku,,”

Dan yahh berhasil.. Yoona terlihat melembut sekarang..

“Benarkah termenyebalkan? Berikan pembuktian pada ku..”

Ucap Yoona kini sembari melepaskan rengkuhan Siwon ditubuhnya.. Dan kemudian berbalik.. Menjadi duduk berhadapan dengan sang kekasih diatas ranjang..

Siwon menaikan sebelah alisnya sesaat.. Namun kemudian dia tersenyum menatap Yoona dan tiba tiba saja kembali memunculkan ponselnya..

“Kau lihat ini..”
Ucap Siwon pada gadianya itu sembari menggoyang goyangkan ponsel pintarnya dihadapan Yoona.. Yang kemudian membuat Yoona mengangguk anggukkan kepalanya menjawab ucapan Siwon

“Yah aku melihatnya.. Pesannya pun dapat aku lihat kau puas? Lalu apa yang akan kau lakukan? Pembuktian macam apa ini? Bukannya membuktikan kau malah semakin membuat hati ku panas.. Dasar meny—–”

Prrrrraaaaaakkkkk..

Yoona diam sekeketika.. Saat tiba tiba Siwon menghentikan gerutuan panjangnya dengan melempar jauh ponselnya membentur keras dinding rumah sakit sehingga membuat ponsel putih itu kini menjadi hancur menjadi kepingan kepingan menyedihkan..

Semula Yoona terlihat begitu serius menatap ponsel yang telah tergeletak dilantai itu dengan tatapan terkejutnya.. Namun seperkian detik kemudian raut wajah nya berubah cerah.. Ia mengalihkan tatapannya pada sang kekasih tersenyum padanya.. Dan dengan gerakan cepat bahkan hampir melompat gadis itu memeluk Siwon erat.. Bersorak riang padanya..

“Aku mencintai mu.. Aku mencintai mu.. Aku mencintai mu Oppa..”
Ucap Yoona riang dengan semakin mengeratkan pelukannya yang membuat Siwon tersenyum dibuatnya..

“Oh aku bahkan lebih dari mencintai mu.. Nanti jangan katakan siapa yang mengucapkan selamat ulang tahun terlebih dahulu ketika aku kembali berulang tahun.. Karna seberapa banyak pun ucapan dari orang orang untuk ku.. Ucapan dari mu yang selalu ku tunggu dan ku simpan dijajaran terdepan dari hati ku.”

Jawab Siwon lembut sembari menatap Yoona yang kini tengah mendongak menatapnya juga..

“Ohh So sweet..”
Ucap gadis itu dengan aegyo nya yang benar benar membuat Siwon gemas dibuatnya..

Cupp..
Cupp..
Cupp..

“Kau benar benar menggemaskan Sayang.. ”
Suara Siwon sembari mengecupi bibir Yoona berkali kali.. Yang kemudian membuat Yoona malah mengerucutkan bibirnya lucu..

“Kau kan sudah mendapatkan hadiah dari ku kenapa kau mengambil lagi hadiah mu..”
Ucap Yoona terlihat sebal..

“Itu bonus Sayang.. Lagi pula permen yang kau berikan pada ku sudah habis aaaaa…”
Jawab Siwon santai sembari membuka mulutnya agar Yoona dapat mempercayai ucapannya..

“Issh kau ini..”

“Sudahlah ini sudah malam kita harus cepat tidur.. Jangan sampai kau mempunyai lingkaran hitam dibawah matamu besok..”

Ucap Siwon menyudahi perdebatan mereka sembari membawa Yoona untuk berbaring disisinya..

“Aku akan tidur disini?”
Tanya Yoona polos sembari semakin menyamankan posisi tidurnya dalam pelukan Siwon..

“Yah kau akan tidur dengan ku malam ini.. Sekarang ceritakan pada ku bagaimana china.. Sebelum kita tidur..”

“Baiklah apa yang ingin Oppa ketahui.”
Tanya yoona sembari memejamkan matanya..

“Apakah disana menyenangkan?”

“Yah sangat menyenangkan Oppa.. Disana aku mempunyai teman baru yang sangat baik pada ku..”

“Oppa Tahu.. Dan Oppa dengar kau juga banyak makan disana..”

“Ya Oppa.. Aku banyak sekalu makan disana setiap hari aku makan banyak makanan.”

“Itu bagus.. Tapi kau tak membawa satu menu yang enak untuk ku?”

“Jika aku membawakannya dari china.. Itu bisa basi.. Aku akan memasakan makanan yang pernah ku makan di china.. Untuk mu.. Tenanglah..”

“Benarkah? Oh aku sangat tak sabar.”

“Sembuhlah dulu maka aku akan memberikannya..”

“Esok pagi aku akan sembuh dan mendapat banyak makanan dari mu..”

“Janji”

“Sangat Sayang.”

Kau lah Dunia ku..

°

°

°

The End

°

°

°

Happy Siwon Dayyyyy

Hahaaaaaaa apaaannnn ini.. Kenpa jadi begindang.. Telat banget lagi… Tangan ku lagi sakitt ini diluar kebiasaan aku.. Nulis segini dalam tiga hari omegooott..

Ahh gak bisa ngomong apa apa lagiiii

Mayuuuu…