Hello Brother 6

Fanfiction By : Daawa A

.

Cover By :

EShyun

@Poster Design Art

Thank buat Cover keren nya 😉

___

.

Main Cast : Choi Siwon | Im YoonA | And Other Cast .

¤

¤

Happy Reading

*

*

……………

Satu detik..
Satu menit..
Sepuluh detik..
Sepuluh menit..
Dua puluh detik..
Dua puluh menit..

Aku terus menghitung nya dalam hati ku.. Selama hampir setengah jam berada didalam mobil ini, bersama Tunangan ku, aku terus menghitung denting demi denting waktu yang juga berputar didalam jam tangan ku.. Bukan karna aku gugup karna berada diruang yang sama bersama Siwon Oppa.. Sehingga tidak penting sekali aku menghitung waktu seperti orang bodoh..

Aku takut sekarang..
Takut dengan apa yang ingin sekali aku bicarakan sekarang, ehh.. ehh, bukan dengan apa yang ingin aku bicarakan.. tapi lebih tepatnya dengan reaksi Siwon Oppa ketika nanti aku mengatakan padanya..

Aku harus mengatakan nya?
Tapi aku takut dia marah..
Aku tidak mengatakan nya?
Apalagi itu.. Pasti pria ini akan kembali merajuk seperti kejadian 2 minggu lalu, apa kalian masih ingat kejadian waktu aku pulang dari Rumah Sakit dan Siwon Oppa marah pada ku? Nah mulai dari saat itu, apa kalian percaya? Dia tidak pernah menegur ku selama 8 hari.. Tapi akhirnya setelah bersusah payah aku melunakkan nya, akhirnya dia kembali seperti biasa.. Pokok nya kalau kata kapok dapat mengakhiri semua itu, aku kapok menetang nya!! Sangat-sangat kapok, dia tidak menegur ku, selalu memanas-manasi ku, dan yang lebih parah nya lagi ketika aku datang ke kantor nya untuk memberikan nya makan siang, dia malah bilang.. ‘Untuk apa kau kemari, aku sudah makan siang bersama sekertaris ku’
Oh my.. Ketika itu aku ingin sekali melemparkan keranjang bekal yang aku bawa keatas kepalanya yang menyebalkan itu.. Apalagi ketika dia mengatakan kalau dia makan siang bersama sekertaris nya yang centil itu.. Ehh rasanya aku ingin mematahkan lehernya!!

Tapi untung nya berkat akting ku yang memang sangat top.. Dia kembali luluh, apa kalian tahu sewaktu aku berakting kalau aku sakit, dia langsung datang kerumah dengan keadaan errr, terlihat tampan namun raut wajah nya yang memperlihatkan kekhawatiran itu membuat ku hampir tak kuasa menahan tawa ku..
Dan aku akhirnya kapok untuk membuat nya marah..

“Sayang..”

Aku mengerjap-ngerjapkan mata ku kaget, ketika sebuah suara berat yang terdengar seksi (?) menyadarkan ku dari lamunan mengerikan ku..
Aku lantas mengalihkan pandangan ku pada Pria tampan yang kini tengah menatap ku sembari tersenyum dengan sangat mempesona pada ku..

“Kita sudah sampai,, kau melamun?”

Dengan cepat aku menggelengkan kepala ku tegang..
“An–anio.. Aku tidak melamun.. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu..”
Jawab ku mencoba berkilah.. Aisshh Im YoonA kenapa kau selalu melamun didepan orang-orang yang tidak bisa dibohongi?

“Lalu menurut mu apakah melamun dan memikirkan sesuatu memiliki perbedaan?”
Ucap nya lembut sembari mencubit hidung ku gemas..

“Tentu saja, jika Oppa menyebutkan nya lagi terlihat perbedaan nya..”
Jawab ku kesal sembari memegangi hidung ku yang mulai memerah.

“Benarkah?”

Aku mengangguk.
“Huruf nya saja berbeda..”
Jawab ku masih kesal.

Siwon Oppa tersenyum, bukan tersenyum lebih tepatnya menertawakan ku..
“Oh sungguh menggemaskan.. Apa yang kau fikirkan Sayang? Katakanlah pada Oppa?”

Aku terdiam merenung, berfikir sejenak apakah aku harus mengatakan nya?

Aku menghembuskan nafas ku lemah, mencoba membuang ketakutan ku kalau dia akan marah.. Lalu dengan suara pelan aku berkata..

“Oppa, apa hari ini, oh tidak tepatnya malam ini kau sibuk?”
Tanya ku hati-hati.. Siwon Oppa terlihat befikir keras, lalu tak lama dari itu dia menepuk keningnya sendiri dengan tangan kiri nya..
“Oh Ya Ampun..”
Pekik nya keras membuat aku juga terkejut dibuat nya..

“Issshh.. Kenapa malah berteriak?”
Tanya ku kesal.. Dan dia malah tersenyum lebar.. Menyebalkan.

“Ma’afkan aku Sayang, aku lupa.. Benar-benar lupa.. Hari ini dan mungkin sampai malam ini aku memiliki pekerjaan penting, rapat, meeteng, dan bekerja.. Aku tidak bisa menjemputmu siang nanti, aku lupa mengatakan nya pada mu,, aku akan meminta Heechul Hyung menjemput mu nanti..”

Aku hanya mampu terdiam sembari menatap pada Siwon Oppa yang kini tengah mencerocos panjang lebar, yang menurutku itu berlebihan..

“Benarkah? Apa kau akan melakukan nya bersama sekertaris wanita mu itu, siapa namanya? Aku lupa?”
Tanya ku ketus ketika aku ingat kalau bisa saja Siwon Oppa pergi bersama sekertaris centil itu..

“Sekertaris Park maksud mu? Tentu saja, dia kan sekertaris Oppa Sayang.”

Dan yah.. Aku kesal sekarang, Bagaimana mungkin bisa? Aku tidak boleh pergi kemana pun tanpa se izin dia, tapi lihatlah dia? Bahkan disaat aku sedang berperang dengan ketakutan ku padanya lihatlah dia.. Bahkan dia dengan wajah bodohnya bebicara kalau ia akan bersama wanita menyebalkan itu seharian.. Lalu untuk apa aku mati-matian meminta izin untuk pergi ke acara Ulang Tahun Seohyun? Lebih baik aku pergi bersama Sica dan Taeyeon.. Baiklah jika begitu..

“Heemm, baiklah.. Tak usah menyuruh Heechul Oppa menjemput ku, aku akan pulang bersama Sic…”

“Tidak boleh..”

Aku mengerutkan kening ku bingung, hei kenapa dia.. Aku kesal, dan dia malah, aisshhh..

“Kenapa tak boleh.. Aku akan pul…”

“Jika Oppa bilang tidak.. Berarti jangan..”

Oh, lihatlah betapa menyebalkan nya pria dihadapan ku ini.. Kenapa aku tak boleh pulang bersama Sica? Sementara dia? Bahkan dia dengan santai nya berkata akan seharian dengan sekertaris menyebalkan nya itu!! Dasar pria tua menyebalkan..

“Kenapa? Kenapa begitu eoh? Pokok nya jangan suruh Heechul Oppa menjemput ku.. Aku akan pulang bersama Taeyeon dan Sica!!”

“Jangan!! Bukankah Oppa bilang janagan!! Jadi jangan!! Apa kau mengerti?”

“Terserah mu saja.”
Jawab ku ketus, lalu tanpa menunggu apapun lagi, aku segera membuka pintu mobil pria menyebalkan ini, dan segera bergegas pergi meninggalkan nya tanpa mendengar lagi panggilan-panggilan kencang darinya.

Masa bodoh dengan kekhawatiran nya, yang ada sekarang hanyalah aku kesal padanya, sangat-sangat kesal.. Dia menyebalkan hari ini.. Sama menyebalkan nya dengan Siwon yang sebelum nya!!!!!

*

*

*

“Benarkah kau tak akan mengatakan apapun pada Siwon Oppa Yoong?”

Yoona menghentikan gerakan tangan kanan nya yang tengah bergerak memoles bedak tipis disekitar wajah nya, lalu matanya melirik sekejap pada cermin didepan nya, yang langsung memperlihatkan wajah nya sekaligus wajah sahabatnya Taeyeon dan Jessica yang kini tengah memperhatikan nya dengan raut wajah yang sama-sama.. Emm, menyebalkan menurut Yoona..

“Aku bukan anak kecil yang harus selalu meminta izin untuk melakukan pergerakan.. Appa saja yang notabennya adalah ayah kandung ku mengizinkan, masa iya ini yang hanya tunangan saja melarang, itu akan terasa menyebalkan.”
Jawab Yoona santai, sembari menaruh kembali alas bedak yang tadi ia pakai untuk memperhalus wajahnya..

“Kau seperti tak tahu kelakuan Tuan Calon Suami mu saja, baru ditentang sedikit saja sudah mengaung dengan sangat menyeramkan nya,, apalagi ini.. Bisa-bisa kami juga jadi korban karna membawa mu tanpa sepengetahuannya..”
Ucap Jessica sembari menatap Yoona yang kini tengah memilih heels yang akan ia pakai malam ini..

“Dia tak akan berani pada kalian.. Kalian anak orang, masa iya dia juga akan memarahi kalian..”

“Tapi kami yang membawa mu tanpa sepengetahuan nya Yoong..”
Timpal Taeyeon terlihat ragu..

“Diamlah.. Aku dan kalian akan baik-baik saja..”

“Percaya diri sekali kau!! Sebenarnya kau dan Siwon Oppa punya masalah apa sehingga kau tak mau memberitahu nya kalau kau akan pergi dengan kami.”
Tanya Jessica kemudian terlihat penasaran..

Yoona lalu mengalihkan tatapan nya pada Sica sekejap, lalu dengan wajah tak perdulinya ia menaikan kedua bahunya,,

“Ayo kita pergi..”

Taeyeon dan Jessica menatap Yoona dengan tatapan tak percaya.. Sesantai itu kah? Oh, apa gadis ini sudah bosan hidup? pergi tanpa sepengetahuan tunangan nya sama saja menyerahkan diri untuk di kurung..

“Apa gadis itu sudah gila?”
Tanya Jessica pada Taeyeon sembari menatap Yoona yang kini malah dengan santai nya berjalan keluar kamar nya dengan menentang tas kecil nya dan tak menghiraukan Taeyeon dan Jessica yang masih diam ditempat mereka..

“Ku rasa lebih dari itu.”
Jawab Taeyeon polos..

“Aku merasakan akan ada sesuatu yang terjadi malam ini..”
Ujar Sica lagi,

“Aku merasa lebih dari itu.”
Jawab Taeyeon, lalu mereka pun saling melemparkan pandangan masing-masing.. Dan setelah itu mereka menghembuskan nafas nya pasrah..

“Siapkan diri.”
Ucap mereka serempak,,

*

*

*

“Ku fikir acaranya tak seramai ini..”
Ucap Yoona sembari terduduk diatas kursi yang memang sudah disiapkan diacara pesta itu bersama Jessica dan Taeyeon.

“Emm, kufikir juga tema nya tak sedewasa ini”
Jawab Sica sembari melihat-lihat Orang yang berlalu lalang diruangan besar itu..

“Jadi kalian fikir pestanya akan bertemakan warna pink dengan hiasan balon putih dan warna-warni, di iringi musik selamat ulang tahun, dan memotong cake tinggi bertemakan princess elsa? Apa begitu?”
Timpal Taeyeon sembari menatap kedua sahabat nya itu dengan tatapan tak percaya nya.

“Emmm.. Emmm.. Tidak jauh seperti itu,”
Jawab Yoona santai sembari mengangguk-anggukkan kepalanya polos.

“Yah, aku sependapat dengan Yoona, yah bisa kita lihat Seohyun kalau di kelas, dia terlihat polos, pendiam, dan kekanakan.. Siapa…”

“Yakk, Jessica Jung, tidak bisakah kau menjaga ucapan mu? Disini adalah pesta Seohyun, jika dia tahu kau mengatainya begitu kau bisa-bisa ditendang dari sini.”
Ucap Taeyeon memperingati, dan Jessica hanya mampu menaikan kedua bahunya santai.

Terlepas dari perdebatan Sica dan Tayeon, Yoona.. Gadis itu malah kini terlihat tak memperdulikan mereka dan malah fokus mengutak-ngatik ponsel nya dengan raut wajah yang terlihat seperti bosan..

‘Oppa apa kau sudah pulang?’

Send…

Dan ternyata, gadis itu bukan hanya mengutak-ngatik tak jelas Ponsel nya, tapi ia mengirim sebuah pesan singkat pada tunangan nya.

Drrrttt..

Tak lama dari itu, ponsel nya tiba-tiba saja bergetar menandakan ada pesan masuk.

“Kau menghubungi siapa Yoong?”

Yoona yang baru saja akan membuka pesan itu menghentikan gerakan jari nya, dan memilih mendongak menatap Taeyeon yang baru saja melemparkan pertanyaan padanya.

“Emm, tidak– bukan siapa-siapa.. Hanya pesan masuk dari operator, biasalah promo-promo tak jelas.”

Jawab Yoona terdengar meyakinkan, padahal sebenarnya ia membohongi sahabat bertubuh mungilnya itu.

“Oh.. Ku fikir siapa..”
Jawab Taeyeon terdengar tak berminat.

“Emm, Yoong-Tae, aku ingin pergi kesana dulu, aku akan mengambilkan minuman untuk kalian.”

Taeyeon mengangguk mengiyakan sembari menatap Sica sekilas, sementara Yoona hanya mengangguk tanpa berniat beralih dari ponsel nya, tapi Sica tak memperdulikan nya, gadis itu malah dengan santai nya berjalan pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu yang terlihat sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.

Klikk..

‘Belum Sayang, aku baru saja menyelesaikan rapat penting, dan sekarang aku berada diruangan ku, ada dokumen yang masih harus ku tanda tangani.. Ma’af aku tak sempat mengirimkan pesan atau menelfon mu, Oppa benar-benar sibuk.’

Yoona memanyunkan bibirnya terlihat kesal, namun tak lama dari itu dia kembali membalas pesan dari kekasih nya itu.

‘Begitukah? Emm, apakah masih bersama sekertaris mu itu Oppa?’

Send..

Yoona mengetuk-ngetuk layar ponsel nya dengan telunjuk nya, menanti balasan dari pesan yang ia kirim pada kekasih nya itu.

Drrrttt…

Getar pada ponsel nya membuat gadis itu dengan gesit kembali melihat layar ponsel nya, dan benar saja ternyata itu adalah pesan dari kekasih nya.

‘Ya Tentu saja Sayang.. Dia sangat membantu ku, memang kenapa?’

“Hei, apa pria ini bodoh? Apa ia tak memikirkan perasaan ku? Aku jelas cemburu, kenapa dia malah mengatakan itu? Apa ia melakukan nya dengan sengaja? Heh, dasar menyebalkan.”
Gumam Yoona pelan, dan tentu saja tak dapat terdengar oleh Taeyeon yang semenjak kepergian Jessica tadi ia hanya melihat-lihat bosan orang-orang yang ada disekitarnya.

‘Oh.. ‘

Setelah cukup lama menggerutu akhirnya Yoona membalas kembali pesan dari kekasih nya itu, dengan kata ‘Oh..’ hanya itu, karna apa? Tentu saja karna ia kesal..

Drrrrrttt..

Yoona memutar bola matanya bosan, belum juga 2 menit ponsel nya sudah kembali bergetar.. Dan dengan perasaan dongkol ia akhirnya membuka pesan itu.

Kenapa singkat sekali balasan mu Sayang? Apa kau sudah mengantuk? Ya sudah kalau begitu, kau tidur Arrasseo? Besok aku akan menjemput mu, tapi kau jangan marah lagi seperti tadi pagi Oke? Dan lagi aku mencintai mu, aku akan pulang sekitar setengah jam lagi, jadi kau tak usah mengkhawatirkan ku, 🙂 ‘

“Hah? Kenapa dia narsis sekali? Siapa yang mengkhawatirkan nya? Dia mencintai ku katanya? Lalu kenapa dengan santai sekali dia mengatakan kalau dia tengah bersama sekertaris menyebalkan nya itu?”

Gerutu Yoona pelan sembari memasang wajah kesal nya.

“Hei Yoong, apa yang terjadi pada mu?”

Yoona mengalihkan tatapan matanya pada Jessica yang baru saja datang membawa dua gelas Soju,

“Tidak ada, aku tak apa..”

Jessica hanya dapat mengangguk-anggukan kepalanya, meskipun kelihatan nya dia sedikit tak mengerti,,

“Kau tak membawakan untuk ku?”

Jessica juga Taeyeon dengan serempak menghentikan gerakan tangan nya yang hendak meminum Soju yang baru saja dibawakan Sica, mereka lalu menatap Yoona polos, dan menggeleng, membuat Yoona mendengus dan mengerucutkan bibirnya kesal.

“Kenapa?”
Tanya Yoona ketus.

“Kau tak memintanya, Sedangkan Taeyeon, dia meminta ku mengambilkan nya juga sembelum aku pergi.. Dan lagi pula bukankah kau tidak tahan dengan alkohol? Kau lupa ingatan Yoong? Soju itu mengandu…”

“Kau bisa mengambilkan ku semacam jus atau apapun itu bukan? Lagi pula jika kau mengambilkan hanya satu gelas soju, tidak akan pernah membuat ku mabuk,”
Cerocos Yoona kesal memotong perkataan Sica, membuat kedua wanita itu dengan aneh menatap Yoona.

“Kau kenapa? Kau terlihat kesal? Jika karna minuman, aku bisa mengambilkan nya untuk mu, tak perlu begitu.”
Ucap Taeyeon sembari masih menatap Yoona aneh, dibarengi anggukan dari kepala Jessica yang seolah mengatakan kalau ia setuju dengan apa yang dikatakan Taeyeon.

“Upphh.. Aku akan mengambilnya sendiri.”

Jessica juga Taeyeon tak dapat lagi menyembunyikan keanehan mereka dengan sahabat nya itu.. Kenapa dia?

Sedangkan Yoona yang tak lain adalah sumber dari keanehan itu, malah dengan santai namun masih terlihat kesal itu berdiri, melangkah menjauhi kedua sahabatna yang tengah menatap nya dengan tatapan tak percaya mereka serta dengan mulut kedua nya yang membulat sempurna.

“Kenapa gadis itu?”
Tanya Jessica polos sembari masih menatap punggung Yoona yang sedikit demi sedikit mulai menghilang dari pandangan nya.

“Ku fikir ia mempunya masalah,”
Jawab Taeyeon dengan ekspresi yang sama seperti Jessica,

“Dan itu pasti berhubungan dengan Tuan Choi yang tampan itu.”
Timpal Sica polos.

“Ku rasa kita berada dalam masalah besar.”

“Apalagi aku, aku sangat merasakan nya Taeyeon-ah.”

*

*

*

Park Jun Soo..

Pria berkulit putih itu terlihat duduk di sebuah sofa ruang tengah, ditemani dengan secangkir teh dan sebuah TV yang tengah menayangkan acara musik, tapi aneh nya Pria putih bermarga Park itu bukan nya terhibur dengan acara yang ditayangkan, Pria itu malah terlihat terhibur oleh dirinya sendiri,

Yah bagaimana tidak, pria itu terlihat tersenyum-senyum sendiri sembari terus memandangi teh nya yang berada didalam cangkir yang dipegang oleh tangan nya..

“Apa obat mu sudah habis Tuan Park?”

Jung Soo tersentak kaget ketika dengan tiba-tiba suara besar yang berasal dari Kang In mengagetkan nya.

“Yakk!! Tidak bisakah kau lebih sopan menyapa ku? Aku kaget!!”
Pekik Jung Soo kesal sembari menaruh cangkir teh yang hampir saja jatuh dari tangan nya..

“Oh ku fikir manusia sejenis mu tak bisa kaget..”
Jawab Kang In Santai sembari merebahkan tubuh nya di sofa empuk itu.

“Yakkk!! Yong Woon,, kau fikir aku manusia sejenis apa eoh? Aku sama seperti mu!!”

“Benarkah? Ku fikir tidak begitu.”
Jawab Kang In sembari dengan santai nya memencet Remote TV

“Cckk, kau selalu begitu..”

“Memang kau begitu, tersenyum-senyum sendiri seperti orang yang.. Emm.. Ku fikir agak aneh.”

Timpal Donghae yang baru saja datang dan bergabung dengan Kang In,

Jung Soo menatap pria itu kesal, sementara Kang In hanya menatap nya sekilas lalu kembali melihat pada TV yang sedari tadi ia lihat.

“Kalian selalu mengepung ku.. Tidak bisa kah salah satu dari kalian membela ku?”
Gerutu Jung Soo kesal sembari masih menatap kedua nya dengan pandangan marah nya.

“Tidak bisa, kami kan tinggal di prancis, sedangkan kau di AS, jadi ma’af jika kami tidak akur dengan mu.”
Ucap Donghae dengan santai nya dan mendapat anggukan setuju dari Kang In.

“Oh, jadi kalian ingin membawa partai kalian dalam pers….”

Drrrtt..
Drrrtt..
Drrrtt..
Drrrtt..

Suara getaran yang ditimbulkan dari ponsel seorang Lee Donghae mampu membuat Jung Soo bungkam seketika,

Donghae lalu segera merogoh saku celana nya, dahi nya mengerut kala melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponsel nya itu,

Kang In yang melihat nya hanya mampu bergumam aneh, sementara Jung Soo, pria putih itu lebih memilih untuk tak memperdulikan nya, menyesap kembali teh yang mulai dingin, dan mencoba untuk lebih tenang.

“Kenapa? Siapa?”
Tanya Kang In terlihat penasaran.

“Taeyeon.. Kenapa dia menelfon ku? Ya,, Jung Soo Hyung, biasa nya dia akan menelfon mu,,”
Ucap Donghae sembari menatap Jung Soo sengit..

Jung Soo mengalihkan tatapan nya kembali pada Donghae.
“Ckk, ponsel ku ada dikamar,”
Ucap Jung Soo kesal, dan terdengar santai.

“Isshh..”
Dengus Donghae kesal, lalu dengan malas ia menjawab panggilan itu.

“Yeobseo.”
Sapa Donghae dingin.

“…..”

“Ne Waeyo Tae-ah.”

“……..”

“MWOYA..”

*

*

*

“Oh Yoona Sayang, apa yang terjadi pada mu? Kenapa kau bisa mabuk begini..”

Jessica, Wanita cantik itu terus saja menggerutu kesal sembari mencoba menyadarkan Yoona sahabat nya yang kini tengah bergumam tak jelas karna mabuk dan sukses menjadi pusat perhatian seluruh orang yang berada dalam acara itu..

“Apa tak sebaiknya Kyuhyun Oppa saja yang mengantarkan nya?”

Jessica mendongak menatap Seohyun yang tak lain adalah sang bintang utama dalam acara ini yan memang sedari tadi membantu nya untuk menyadarkan Yoona.. Yang memang tak mungkin bisa kembali normal dalam waktu cepat, mengingat cukup banyak soju yang gadis itu habiskan.

“Oh tidak usah, bukankah Kyuhyun Oppa itu kekasih mu Seohyunie, Jadi jika dia mengantarkan Yoona, itu akan sangat tidak baik.. Lagi pula Taeyeon sudah menghubungi Saudara Yoona untuk menjemput dia.. Jadi tak usah..”
Ucap Jessica terlihat tak enak hati..

“Benarkah? Tapi ku lihat kondisi Yoona ti…”

“Hallo Sayang.. Hikk.. Di–mana–Hikk..”

Mata Jessica membulat sempurna, begitu pun Taeyeon yang baru saja datang entah dari mana.. Sementara Kyuhyun dan Seohyun yang berdiri disana hanya mampu mengerutkan kening mereka bingung dengan apa yang terjadi pada Jessica dan Taeyeon sekarang..

“Oh Tuhan Im Yoona siapa yang kau hubungi?”

Pekik Sica kaget sembari mencoba merampas ponsel yang Yoona pegang sekarang, namun gagal Yoona menepis tangan Sica menggerutu tak jelas pada gadis itu, lalu kembali menempelkan ponsel itu ditelinga nya.

“Op–paa… Kau,, Hik.. Di–mana, Aku– merindukan mu.. Hikk.”
Rancau Yoona dengan wajah sendunya.

“Yoong.. Kau.. Kau kenapa? Bukankah kau sudah tidur? Kenapa suara mu seperti orang mabuk Sayang? Katakan pada Oppa apa yang terjadi pada mu sekarang? Kau dimana?”

Jawab Seseorang yang berada disebrang telfon.

“Aku.. Hikk– kau– dimana? Aku mencintai mu– ya–ya– bukankah begitu?”
Rancau Yoona, tak menjawab semua pertanyaan yang dilemparkan oleh orang yang tengah ia telfon.

“Siwon Oppa.. Yah Sica!! Itu pasti Siwon Oppa.. Rebut ponsel nya dan katakan tak ada yang terjadi!! Cepatt!! Kita bisa mati..”
Ucap Taeyeon panik sembari berlari kecil menuju kesamping kiri Yoona, lalu setelah nya ia memegangi kudua pergelangan tangan Yoona, dan seiringan dengan itu Jessica juga mengambil ponsel yang sedari tadi berada di dalam pegangan Yoona.. Dan langsung menempelkan ponsel itu ditelinga nya.

“Siwon Oppa…”

“Jessica??”
Potong Pria yang berada disebran telfon yang sudah diyakini adalah Siwon.

“N–ne Oppa..”
Jawab Jessica akhirnya setelah cukup lama terdiam mengumpulkan keberanian nya.

“Yoona kenapa? Kenapa dia? Kalian dimana sekarang? Cepat katakan pada ku dimana kalian sekarang?”

Jessica menelan salavia nya dengan susah payah, begitupun Taeyeon, tapi beda hal nya dengan Seohyun dan Kyuhyun, dua orang itu hanya dapat menatap aneh pada dua gadis itu.

“Emm.. Kami–kam…”

“CEPAT KATAKAN!!”
Bentak Siwon terdengar marah.

“Iya,, iya kami berada di rumah Seohyun—-”

“Apakah Seohyun yang waktu itu belajar kelompok dengan kalian?”
Potong Siwon cepat.

“N–ne…”

Tutt..
Tutt..

Belum sempat Jessica menyelesaikan ucapan nya, sambungan telfon itu sudah terlebih dahulu ditutup oleh Siwon.

“Kita benar-benar ada dalam masalah besar Tae-ah.”
Ucap Sica terdengar takut..

“Lebih Dari itu Sica.”
Jawab Taeyeon sembari menatap Yoona yang kini tengah merancau tak beraturan di dekat mereka. Sementara Kyuhyun dan Seohyun, mereka hanya dapat saling berpandangan bingung, dan sesekali melemparkan tatapan aneh pada ketiga gadis itu.

“Sicaaaa-ahhh.. Kenapaaa–kau merebut– Siwonnn Oppaaa.. Dari–hikk–darii–kuuhh..”
Rancau Yoona lemah sembari mengerucutkan bibirnya lucu.

“Oh Yoona!! Im YoonA!! Kau membuat kami berada dalam bahaya!! Apa kau tahu itu?”
Ucap Jessica sembari menatap Yoona kesal.

“Akuuu–tahu–Siwon Oppaaa.. Memang mencintai ku–hanya aku– jadi ia tak mungkin– mau dengan–mu–”

Jessica memutar kedua bola matanya jengah, sementara Taeyeon menepuk keningnya pasrah.

“Sudahlah Sica-ah, tak ada gunanya berbicara dengan orang mab—”

“Oh Tuhan Yoong!!!”

Dengan serempak hampir setengah dari semua orang yang berada di acara itu menengok pada sumber suara yang menggeleggar bahkan suara itu terdengar lebih keras dari suara musik yang kini tengah berlagu.

Berbeda dari orang-orang itu, Kang In, yang ternyata adalah pria pemilik suara keras itu tanpa perduli dengan mereka berjalan cepat menuju tempat dimana Yoona terduduk sembari memincingkan matanya kearahnya sekarang,

“Apa yang terjadi Yoong? Kau ini.. Kenapa jadi begini eoh?”
Ucap Kang In panik, sembari memegang kedua pipi Yoona dengan kedua tangan nya.

“Ka–u.. Hikk– siapaa kauu– mana Siwon Oppa kuuhh– bukankah–hikkk–Siwon Op–aa..”
Rancau Yoona kacau sembari menepis kedua tangan Kang In lemah.

Orang-orang yang awalnya tadi melihat keganduhan itu, kini mereka terlihat kembali biasa, tidak memperdulikan lagi keributan kecil itu.

“Jessica-ssi, Taeyeon-ssi.. Sebenarnya apa yang terjadi pada Yoona? Kenapa,, kenapa dia bisa jadi mabuk seperti ini?.”
Tanya Kang In pada Taeyeon dan Jessica, ketika ia sadar kalau Yoona tak akan bisa diajak biacara..

“Itu–itu karna…”

“Ma’afkan kami Hyung, harus nya aku dan Seohyun yang menggelar acara ini memperhatikan setiap tamu kami.. Tapi untuk Yoona tidak,, kami malah membuat nya mabuk.”
Ucap Kyuhyun memotong ucapan Sica yang terlihat gelagapan.

“Huh.. Ne tidak apa,, mungkin juga Yoona terlalu menikmati pesta kalian.”
Jawab Kang In akhirnya, pria itu terlihat merasa tak enak pada Kyuhyun karna Yoona telah membuat keributan kecil di pesta nya, ketika ia tahu kalau ternyata sepasang pria dan wanita yang sedari tadi berdiri dibelakang Yoona adalah pemilik acara ini.

“Sekali lagi kami mohon ma’af Oppa.”
Kini giliran Seohyun yang terlihat menyesal pada Kang In.

“anio, harus nya aku yang meminta ma’af, ma’af atas kekacauan ini.”
Ucap Kang In lemah.

“Tak apa ini hal bia—-”

“Ya Ampun Sayang!!!”

Kyuhyun menghentikan ucapan nya, ketika suara seorang pria yang menggeleggar mengusik ketenangan yang baru saja dirasakan orang-orang diacara itu..

Dan parah nya, kini bukan hanya sebagian orang saja yang benar-benar terganggu tapi semua orang di acara itu menghentikan aktifitas mereka, ketika dengan gerakan penuh kekhawatiran seorang pria berbadan tinggi tegap berjalan cepat menuju objek yang sedari tadi memang menjadi masalah dalam pesta itu.

“Ahhh.. Hikk—itu–baru–siwonnn–ku—”

Rancau Yoona sembari bangkit dan berjalan sempoyongan kearah pria yang tak lain adalah Siwon, yang juga tengah berjalan cepat kearah nya.

Bukkk..

Siwon dengan cepat memelum Yoona ketika dengan tiba-tiba gadis itu menjatuhkan tubuh lemah nya kedalam dekapan Siwon saat pria itu sudah mulai dekat dengan nya.

“Oh Sayang!! Apa ini? Kenapa– kenapa kau ada disini dalam keadaan kacau seperti ini? Bukankah kau tengah tertidur di Rumah?”
Tanya Siwon dengan nada suara serta raut wajah cemasnya, sembari mencoba melepaskan pelukan Yoona agar setidak nya ia bisa melihat wajah Yoona. Namun nihil, usahanya gagal karna Yoona malah semakin mengeratkan pelukan nya pada leher Siwon, membuat Siwon mau tak mau harus sedikit menundukkan lehernya.

“Kenapa—kau—lamaaaaa—seka– Hikk– lii, datang nya—-”
Rancau Yoona kacau sembari masih memeluk Siwon manja.

“Oh Tuhan Sayang!! Apa yang kau bicarakan!! Lebih baik sekarang kita pulang Arasseo?”
Ucap Siwon dengan masih terlihat khawatir.

Yoona akhirnya mendongak, menatap Siwon dengan matanya yang mulai tak jelas.. Dan tak lama dari itu ia tersenyum dengan sangat lebarnya tanpa berniat melepaskan rangkulan kedua tangan nya di leher kekasihnya itu.

“An–nioo.. Aku–masih–mau–bersenang—senang— bersama mu— he– he– hikkk..”
Jawab Yoona masih terbata dan sesekali terkikik gemas.

“Oh Sayang, kau sudah mabuk, kit—mmmmmppphhh..”

“HAH?”

Dengan serempak semua orang yang berada di acara itu tersentak tak percaya, bahkan sebagian dari mereka menutup mulut mereka tak percaya.

Siwon, bahkan pria itu membulatkan matanya kaget ketika dengan tiba-tiba tunangan nya itu mencium nya kasar.

Sementara itu, Kang In.. Pria yang tak lain adalah saudara Yoona menutup seluruh bagian wajah nya dengan kedua tangan nya, berbeda dengan Taeyeon dan Jessica yang menepuk kening nya terlihat malu dengan kelakuan sahabat mereka itu.

“Kenapa dia beruntung sekali mendapat kan pria segagah dan setampan itu?”

“Ku fikir gadis itu belum mempunyai kekasih.. Tapi ternyata,, oh bahkan kekasih nya sangat tampan,, aku cemburu..”

“Kenapa harus pria setampan itu yang mendampingi Yoona!! Oh aku tak percaya ini..”

Itulah beberapa bisikan yang dapat Jessica dengar dari gadis-gadis yang datang diacara ini.

“Cup—cupp– hikk– itu manissss–Oppaahhh..”
Rancau Yoona manja, sembari memeluk pinggang Siwon erat..

“Yoong—”

“HAIII– SEMUANYA— Hiikk– LIHATLAH– INIHH– KE–KASIH– KU DIA TAMPAN BUKAN?— SANGAT COCOK–hikk– DENGAN KU BU–KANN?”

Siwon memejamkan matanya kuat, pria itu mencoba sekuat mungkin untuk bersabar dengan perlakuan memalukan yang dilakukan gadis nya itu..

Dengan gerakan yang cukup kuat akhirnya Siwon melepaskan pelukan kedua tangan Yoona pada pinggang nya, dan dengan gerakan cepat ia merangkulkan tangan kiri gadis itu pada bahunya, tangan nya merangkul kuat pinggang gadis itu, lalu dengan gesit ia membawa Yoona pergi dari tempat yang membuat nya malu itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.. Dan tentu saja hal itu membuat Jessica, Taeyeon, dan Kang In dengan terburu-buru mengikuti langkah lebar pria itu, setelah sebelum nya mereka berpamitan pada Seohyun dan Kyuhyun..

*

*

*

“Uuuhhh, kenapa kau jadi berat sekali eoh?”
Gerutu Siwon ketika ia telah membawa kekasih nya itu kearea parkir, dimana tepat disamping mobil Siwon yang terparkir disana.

“Tolong aku, bukakan pintu mobilnya..”

Taeyeon yang memang lebih dulu sampai disana akhirnya membantu Siwon membuka pintu penumpang dengan nafas yang masih terengah.

“Uuuhhh..”
Desah Siwon terlihat lelah ketika ia tela berhasil menjatuhkan tubuh ramping Yoona keatas kursi penumpang..

“Awas saja ketika kau bangun besok.. Aku akan menghukum mu.”
Gumam Siwon pelan tepat di dekat wajah Yoona.

“Hikk..”

“Cegukan saja terus.”
Ucap Siwon ketus, lalu dengan gerakan selembut mungkin ia mulai mencoba melepaskan kedua tangan Yoona yang kembali merangkul leher Siwon ketika Siwon membaringkan tubuh Yoona tadi.

“Sayang, lepaskan dulu pelukan mu.. Kita harus pulang.. Aku harus menyetir.”
Pinta Siwon ketika ia merasa sangat susah untuk melepas rangkulan Yoona, mengingat posisi tubuh nya sekarang,
Yah.. Setengah tubuh tegap nya masuk kedalam mobil, sementara setengah nya lagi, yakni dari pinggang sampai mata kaki berada di luar mobil. Satu tangan nya menahan tubuh nya agar tak menimpa Yoona, dan tangan lain nya mencoba sebisa mungkin melepaskan rangkulan kuat Yoona pada lehernya.

“Euuhhh..”
Desis Yoona terlihat kesal sembari menatap Siwon dengan mata memincing.

“Sayang lepas dulu ya.. Leher Oppa sudah kaku.. Kita juga harus pulang.”
Pinta Siwon lagi kini dengan nada suara yang mulai terdengar lembut.. Namun Yoona yang memang sudah tak menyadari apa yang ia lakukan langsung menggeleng-gelengkan kepalanya manja sembari mengerucutkan bibirnya lucu.

“Anni– hikk– oo– Aku– memeluk mu– ingin– meme– hikk–luk– muhh– Cium– hikk– hikk– aku– lagihh–”
Rancau Yoona tak karuan.

“Oh kenapa kau jadi mesum begini?? Nanti saja, aku akan mencium mu sepuas mu, bagaimana? Sekarang lepas dulu yah?”
Bujuk Siwon selembut mungkin, namun lagi-lagi Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya lemah.

“An–niii– akuu– ma– Hikk– uu– sekarangghhh–”
Jawab Yoona lirih dengan terus memanyunkan bibirnya imut..

“Sayan—-”

Cupp–

“Ayolah– sep–erti– ituhhh–”
Rengek Yoona manja.

“Ohh– Taeyeon-ah, Sica-ah, Hyung, apa kalian bisa menolong ku? Yoona tak ingin melepaskan rangkulan nya.. Aku tak bisa keluar..”

Akhirnya, karna Yoona tak juga bisa diajak berkonpromi, Siwon terpaksa berteriak kencang memohon pertolongan dari tiga orang yang kini tengah menatap polos pada Siwon,, lebih tepat nya pada setengah tubuh Siwon dari pinggang sampai kaki..

“Oh.. Ne–ne”
Jawab mereka gelagapan.. Lalu dengan gerakan cepat mereka mulai berpencar mendekati Siwon, untuk menolong pria itu..

Kang In berlari membuka pintu penumpang sebelah kanan yang masih tertutup, dan mendapati kepala Siwon dan Yoona disana.. Sedangkan Taeyeon dan Jessica kembali menghentikan langkah mereka, karna tidak tahu apa yang harus mereka lakukan..

“Lihatlah Hyung, aku tak melepaskan rangkulan nya.. ini sangat erat..”

Kang In menatap Siwon kasihan,, lalu akhirnya ia memilih membantu Siwon untuk melepaskan rangkulan Yoona.
Namun belum sempat ia dapat melepaskan rangkulan Yoona, Gadis itu malah dengan agresif nya menarik tengkuk Siwon kuat, sehingga wajah pria itu kini tersembunyi didada nya..

“Akhhhhh–”
Teriak Siwon kaget ketika wajah nya tiba-tiba saja ditarik kedalam dekapan Yoona dan tentu saja hal itu membuat pandangan Siwon gelap, dan asupan oksigen nya menipis..

“Yakkk– sekertaris centilll– hikkk– kenapaaahh– kauuhh– berani–beraniihh– menggoda— tunangkan ku— dia milik–kk– kuhhh– hee– kauuhh– ingin mengambilnyaah??– tidakk– bisaaa—”
Rancau Yoona sembari menatap marah pada Kang In yang kini berada cukup dekat diatas kepalanya.. Dan semakin menekan kepala Siwon kedalam dadanya.

“Siapa yang centil? Aku?? Aku tidak pernah tepe-tepe pada kekasih mu, lagi pula mana ada seorang pria jantan seperti ku kegatalan pada kekasih mu.. Apa kau fikir wanita didunia ini sudah habis eoh?”
Jawab Kang In malah tersulu emosi..

“Yakkhhh– DASARRRR– BODOHH–”

BUKKHH…

“Awwwwhhh–”

Kang In dengan cepat mengeluarkan tubuh nya dari dalam mobil itu, ketika Yoona dengan kuat nya mendorong wajah Kang In dengan tangan nya dan hal itu membuat kepalanya terdorong dan membentur atap mobil lumayan keras..

Kang In mengusap-ngusap bagian belakang kepalanya dengan usapan yang sangat cepat,, dan tak lama dari situ Siwon, pria yang sedari tadi terjebak didalam mobil akhirnya ikut keluar dengan nafas memburu sembari tangan yang terus memukul-mukul dadanya..

Sementara Taeyeon dan Jessica, hanya dapat menatap mereka dengan tatapan yang terlihat ngeri..

“Kenapa kekasih mu begitu kasar dan menyebalkan begini Choi Siwon..”
Tanya Kang In kesal sembari masih mengusap ngusap kepalanya..

Siwon mengalihkan tatapan matanya pada Kang In yang berdiri di sisi kiri mobilnya.

“Aku tak tahu Hyung,, dia tak pernah mabuk sebelum nya,, setahu ku.. Aku tak menyangka ia akan jadi semengerikan ini saat mabuk..”
Teriak Siwon menyedihkan..

“Yoona.. Aku tak menyangka,, Oh ku yakin setelah dia masuk kelas kuliah nanti, semua orang akan menertawakan, atau bahkan mungkin mencibir nya.”
Gumam Jessica lemah namun masih dapat didengar Taeyeon.

“Ku rasa akan lebih dari itu.”
Timpal Taeyeon polos..

“Sa–Hikk–yanggg– kau– mau–kemanah–Hiksss– apa–kauu–akann–meninggalkan– ku?– hikssss– Hiikk..”
Rancau Yoona kini sembari menangis, dan tidak lagi berbaring melainkan duduk..

Siwon yang melihat nya hanya mampu menghela nafas nya lirih,, namun satu hal yang pria itu lupakan,, dan yang ia lupakan itu yang membuat matanya membulat seketika.. Dress Yoona..

“YA TUHANN!!! Im Yoonaaaa!! Dress macam apa yang kau kenakan? Kenapa sangat pendek!! Jessica-ssi, Taeyeon-ssi.. Kenapa kalian membiarkan Yoona memakai dress seperti ini? Apa kalian tidak tahu bagaimana mata pria lain jika melihat nya? Dasar bodoh!!”
Ucap Siwon kasar sembari mencoba menutupi bagian bawah tubuh Yoona yang memang tak tertutupi dress yang sudah tak beraturan karna gerak Yoona dengan jas hitam yang memang sedari tadi ia kenakan..

Sementara Kang In, Taeyeon, dan Jessica, hanya dapat meringis takut dengan kemarahan Siwon itu..

“Sudah ku bilang ini akan jadi sangat buruk..”
Bisik Jessica pada Taeyeon..

“Dan yang terjadi memang begitu buruk.”
Balas Taeyeon dengan masih menatap Siwon takut.

“Ke–hikk–napa– kau– berteriak?– apa–kau–memarahi sek–hikk–ertaris– mu– itu? He– he– hikk–”
Rancau Yoona lagi kini sembari terkikik dan memilin rambut nya centil.

“Oh Tuhan bagaimana ini?”
Ucap Siwon putus asa..

“Tak ada jalan lain Siwon.. Duduk lah bersama Yoona aku yang akan menyetir.”
Ucap Kang In akhirnya, dan tentu saja hal itu mampu membuat Siwon menatap nya seketika.

“Lalu mobil mu Hyung?”
Tanya Siwon terlihat tak enak.
Lalu Kang In menjawab nya dengan menatap Jessica dan Taeyeon yang malah melongo menatap mereka..

“Oh aku akan membawa mobil Kang In Oppa..”
Ucap Taeyeon terlihat girang,, lalu dengan langkah kaku ia langsung mengambil Kunci mobil yang diberikan Kang In yang memang sudah diulurkan oleh pria itu.. Dan dengan langkah cepat pergi dari hadapan mereka, dengan sedikit berlari.

“Lalu mobil kalian?”
Tanya Siwon lagi sembari menatap Sica bingung..

“Oh itu mobil ku.. Jadi aku sendiri yang akan menyetir nya.”
Jawab Jessica cepat dan kaku.. Lalu tanpa menunggu lama lagi gadis itu langsung melesat pergi..

Siwon menghela nafas nya untuk yang kesekian kalinya, lalu ia kembali mengalihkan tatapan nya pada Yoona yang kini tengah merancau tak jelas sembari sesekali cegukan dengan kepala yang menunduk.

“Upphh– Im Yoona..”

*

*

*

Cahaya matahari yang begitu terang kini telah menyapa pagi di bumi Seoul.. Semua orang pun mulai melakukan aktifitas mereka masing-masing..
Bekerja, Berangkat menuju kantor, Menunggu buss, Menyiram tanaman, Memasak, dan juga pagi yang sangat aneh di kediaman keluarga Im,,

Aneh?

Yah tentu saja,,
Bagaimana tidak.. Pagi biasanya bukankah pada jam sekarang harus nya mereka berkumpul di ruang makan, dan sarapan dengan riang?
Tapi ini? Hari ini? Lihatlah..
Keluarga itu berkumpul di dalam kamar luas anak gadis mereka yang kini tengah berbaring tidur dengan sangat pulasnya.

Apakah mereka menunggu gadis itu bangun?
Tentu saja apalagi yang mereka lakukan disana jika bukan untuk itu?

“Heii.. Gadis menyebalkan, bangunlah.. Jangan terus tidur seperti kerbau.”
Ucap Heechul ketus sembari menyenggol-nyenggol kaki Yoona dengan kakinya sementara tangan nya malah ia lipat di dadanya.

“Ugghhh..”
Yoona melengguh sekejap lalu kembali tertidur santai.

“Yoong,, bangunlah,, ini sudah pagi.”
Kini giliran Jessica, gadis yang memang duduk di sisi ranjang Yoona sembari menggoyangkan tangan gadis itu.. Yah semalam Jessica, Taeyeon dan Siwon menginap di rumah Yoona..

“Yakkk!! Gadis menyebalkan kenapa kau tak bangun-bangun?”
Kini giliran Donghae bersuara dengan nada suara yang terdengar kesal..

“Im Yoona.. Ayo bangun.. Apa kau akan terus tidur sepanjang hari?”

“ARRRGHHH!!!”
Dan berakhir..
Akhirnya setelah mendengar seruan Jong Woon.. Gadis itu terbangun dan langsung duduk sembari berteriak keras..

“Yakkk!! Kalian mengg—-”

“Appa?”

Yoona seketika itu juga menghentikan gerutuan kesal nya ketika ia telah membuka sempurna kedua matanya dan mendapati sang ayah yang kini berdiri di ujung ranjang berhadapan dengan nya, dan tatapan nya begitu tajam dan menakutkan..

“Anak bandel.. Sudah tahu pemabuk yang buruk.. Masih saja berusaha mabuk!! Memalukan.. Kenapa kau tidak mabuk sampai pingsan saja?”
Cerocos Tuan Im terlihat marah, dan tentu saja hal itu membuat Yoona bingung.

“Appa…”

“Kau mengenali ku ternyata? Appa fikir kau tak akan pernah mengenal Appa lagi setelah kejadian semalam.. Appa tak tahu akan jadi apa Siwon ketika nanti menikah dengan mu.. Dasar anak bandel.”
Ucap Tuan Im lagi kembali memotong perkataan Yoona, dan setelah mengatakan hal itu, pria paruh baya itu langsung pergi meninggalkan kamar Yoona, membuat Yoona terperangah menatap nya.

“Dasar menyebalkan!!”

Yoona mengalihkan tatapan nya pada Heechul yang baru saja berkata kesal padanya.. Dia menatap bingung pada Heechul, namun tak lama dari itu pria cantik itu memilih untuk pergi meninggalkan kamar itu, di ikuti Donghae, Jong Woon, Jung Soo, dan Siwon.. Membuat Yoona semakin mengerutkan keningnya bingung.. Pasal nya hanya Jessica, Taeyeon dan Kang In yang kini menemani nya, sembari menatap nya aneh.

“Ke–kenapa? Aku kenapa? Kepala ku pusing? Dan orang – orang itu memarahi ku? Ada apa Ini Sica? Taeyeon? Oppa?”
Tanya Yoona pada ketiga orang itu..

Kang In menghela nafas nya lirih, sementara Jessica dan Taeyeon memijat pelipis mereka, dua gadis itu pusing sekarang.

“Kau benar tidak ingat apapun Yoong?”
Yoona menatap Kang In polos, lalu ia menggeleng-gelengkan kepalanya ringan.

“Tidak Oppa,, aku bingung, aku pusing? Kenapa Sica, Taeng, dan Siwon Oppa bisa ada disini?”
Jawab Yoona terlihat benar-benar bingung.

Kang In kembali menghembuskan nafas nya kasar.. Lalu dengan lemah ia menatap Yoona..

“Hahh…”

..

..

Flashback

Didalam mobil…

“Sayangggg– akuu– mencintai muu– jadi jangan nakal lagi— hikk– lagi– yahh– hikk”
Rancau Yoona lemah sembari memeluk pinggang Siwon erat serta menyandarkan kepalanya di dada bidang lelaki itu.

“N–ne..”
Jawab Siwon seadanya, namun terlihat jelas dari raut wajah nya kalau pria itu gugup.. Dan juga terlihat tak nyaman dengan posisi nya sekarang.. Lebih tepatnya karna keberadaan Kang In sekarang.. Jika tidak ada pria itu, pasti Siwon akan dengan sangat senang memeluk Yoona.

“Kenapahh– jawab mu pendek sek–hikk–alihh– kau membohongi ku?”
Pekik Yoona kencang sembari memukul dada bidang Siwon keras dengan sebelah tangan nya, membuat Siwon seketika itu juga tersentak, namun Yoona dengan santai nya malah kembali memeluk pinggang nya erat.

Kang In yang kini tengah menyetir pun dibuat terkikik dengan kelakuan gadis itu.

“Kenapa kau memukul ku? Dada ku sakit eoh.”
Ucap Siwon kesal sembari menatap pucak kepala Yoona.

“Siapaaa–suruh–berbohongg–”
Jawab Yoona santai.

“Siapa yang berbohong? Aku tak berbohong.. Siapa juga yang nakal,, aku tak nakal.. Jelas sekali kau yang nakal dengan keadaan mu seperti sekarang.”
Jawab Siwon semakin kesal.

“Akuuu– aku tak nakalll– hikk– kau yang nakal– kau selalu berduaan dengan sekertaris centil mu itu— apa itu tidak nakal?– hikk..”

“Kau berselingkuh Siwon? Pantas saja dia begitu frustasi.”
Timpal Kang In berniat menggoda Siwon.

Siwon memejamkan matanya kuat.. Oh sungguh ini memalukan.

“Aku tidak begitu Sayang,,”
Jelas Siwon mulai melemah.

“Bohong– hikk– aku takkk– percayaa– itu?”
Jawab Yoona keras kepala dengan bibir yang memanyun imut.

“Kau tak percaya? Tapi kau harus percaya..”
Jawab Siwon kesal.

“Kal–au–begituhh–buktikan–”
Ucap Yoona manja sembari mendongak dan menatap Siwon dengan tanpa melepas pelukan nya..

Siwon sedikit menjauhkan wajahnya ketika itu.. Dan menatap Yoona bingung..

“Bagaimana caranya untuk meyakinkan mu?”
Tanya Siwon akhirnya memilih mengalah.
Dan tentu saja hal itu membuat Yoona menyunggingkan senyum menggodanya pada Siwon.

“Cium–aku..”
Jawab Yoona cepat sembari memanyunkan bibir merah nya kearah Siwon dan memejamkan matanya.. dan tentu saja hal itu mampu membuat kegugupan seorang Choi Siwon bertambah.. Sementara Kang In dengan susah payah menahan tawa yang serasa ingin pecah.

“Kenapa kau sangat agresif Yoong?”
Timpal Kang In geli.. Dan hal itu langsung membuat Yoona membuka matanya dan menormalkan kembali bentuk bibirnya.

“Diam–kau!! Aku–kan–mau–bermesraan dengan–kekasih ku–yang tampan ini–”
Ucap Yoona sembari tersenyum-senyum tak jelas dan tanpa mengalihkan tatapan nya dari Siwon..
Dan setelah itu ia kembali memanyunkan bibirnya, memejamkan matanya, melepaskan pelukan tangan nya dari pinggang Siwon, dan dengan gerakan cepat ia meraih wajah Siwon dengan kedua tangan nya, dan dengan agresif nya, Yoona langsung mencium bibir Siwon dengan sedikit bernafsu, melumatnya, dan tentu saja hal itu membuat Siwon membulatkan matanya kaget..

*

*

*

Flashback End

“Omona!!! aku bisa sebodoh itu? Aku mencium nya dihadapan mu Oppa? Oh kenapa aku se agresif itu? Arrrrghhhh!! Dasar Soju Sialan!!!”
Pekik Yoona marah..
Ketika Kang In selesai menceritakan kejadian yang menimpanya semalam.

“Ne kau sangat agresif semalam Yoong..”
Timpal Kang In polos, dan tentu saja itu membuat Yoona semakin terpuruk..

“Lalu Heechul Oppa? Donghae Oppa? Kenapa mereka? Appa? Mereka memarahi ku.. Apa yang terjadi selanjutnya, katakan pada ku..”
Tanya Yoona bertubi-tubi dengan raut wajah cemasnya.

Taeyeon menatap Yoona ragu, lalu ia menghembuskan nafasnya lemah..

“Itu karna—-”

*

*

Flashback

“Yoong.. Lepaskanlah, ayo masuk kau harus istirahat.. Lihatlah kasihan Siwo—”

“Dia kekasih ku!!! Hikk– panggil dia kekasih ku– jangan Siwon—”
Pekik Yoona, gadis mabuk yang kini berdiri lunglai sembari memeluk leher Siwon kekasih nya dengan sangat manja.

“Yoong.. Sudahlah, kau harus istirahat,, lepaskan rangkulan mu Siwon harus pulang.”
Kini giliran Heechul yang memperingati gadis itu, bahkan pria itu berusaha melepaskan rangkulan tangan Yoona.. Namun apa yang terjadi, gadis itu malah menepis nya bahkan mendorong tubuh nya dengan sangat keras, sungguh apakah orang mabuk memiliki kekuatan sekuat itu?

“Heeiii bukankah diaaa sekertarisss centil ituhh?– Sayanggghh– lihatlah– dia–disini– dia– ingin merebut muhh– dasarr wanita centil menyebalkannn– pergii kau bodohh— kau tak bisa mengambil Siwon kuuhh—”
Pekik Yoona dengan suara yang sangat nyari sembari semakin mengeratkan pelukan nya pada Siwon merapatkan tubuhnya pada tubuh kekar pria itu, dan tentu saja hal itu membuat sang Ayah Im Dong Gun terlihat kesal dengan kelakuan anaknya itu.

“Im Yoona sudah cukup!!”
Teriak Tuan Im kesal, sembari menarik kedua bahu Yoona kencang membuat wanita itu akhirnya melepaskan pelukan nya pada Siwon..

“Arrrgghhh– hikk– Apa yang–kau lakukanhh– siapa kau?— kau fans ku yah?– kau ingin– hikk– merebu–hikk–t– kuuhh–dari–Siwon–kuhh?”
Celetuk Yoona lemah sembari menggoyang-goyangkan tangan nya di depan wajah ayah nya itu.

“Im Yoona!!! Aku Ayah mu!! Ini APPA—”

“Appa?– hikk– Appa– siapahh– Appa? Fans kuhh kah?– Appa?”
Rancau Yoona kacau sembari sesekali terkikik geli.

“Dasar!!!”
Desis Tuan Im marah.

“Yoong– sudahlah kau harus ist—”

“Siapa kau? Ahhh–hikk– pasti kauh teman wanita centil ituhh kann– dasar menyebalkan–”

Donghae sukses membulatkan matanya seketika itu juga, begitupun dengan Heechul yang sudah kesal sejak tadi pada gadis itu..

“Sayang— sekarang– tidak–adalagi–yang mengganggu– kitaa–”

Siwon mengusap kasar wajah nya dengan kedua tangan nya, ketika lagi-lagi Yoona menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukan nya,

Ia tahu sekarang, Siwon tahu kalau Yoona begini karna diri nya.. Yah karna dia cemburu padanya.

“Yoonghhmmmmppphh..”

Siwon seketika itu juga membulatkan kedua matanya kaget, apalagi dengan Tuan Im, dan tentunya kelima saudara dan kedua sahabat nya, ketika dengan tiba-tiba, lagi? Yoona kembali melumat bibir Siwon ganas..

“IM YOONAAA!!!”

*

*

*

Flashback End

“AKKKHHHHHHH”

Yoona seketika itu juga menjerit panik, apa yang dikatakan Jessica dan Taeyeon baru membuat Yoona hampir gila,, bagaimana mungkin ia bisa jadi seperti itu? Itu tidak mungkin? Itu tidak mungkin..

“Sica-ah.. Taeng-ah apa kalian bercanda? katakan pada ku kalau kalian benar-benar bercanda tadi!! Yang tadi kalian ceritakan itu tidak benar kan? Katakan?”
Tanya Yoona panik sembari menggoyang- goyangkan tubuh Taeyeon..

“Sayangnya itu benar Yoona, tanyakan saja pada Kang In Oppa..”
Jawab Taeyeon lemah.. Dan Yoona seketika itu juga langsung mengalihkan tatapan nya pada Kang In yang kini malah tengah mengangguk-anggukan kepalanya polos.

“Ya Tuhan!! Ini sangat memalukan”
Gumam Yoona mulai putus asa sembari menjatuhkan wajah nya pada kedua lutut nya lemah..

“Begitu memalukan.”
Timpal Taeyeon, Kang In, dan Jessica secara bersamaan membuat Yoona semakin tersudut..

“Apa yang harus aku lakukan Tuhan?”

*

*

*

TBC—

*

*

*

Ceritanya? Kacaukah? Oh aku tak tahu mengapa jadi begini 😀 -_- dimaklum yeh..

Oke deh ditunggu respon nya 🙂
Anyeong ❤

*

*

*

Advertisements

54 thoughts on “Hello Brother 6

  1. michael says:

    yoong mabuk2an karena cemburu dg sekretaris siwon hahaha . biasanya siwon selalu menomorsatukan yoona meski sibuk sekalipun..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s