Hello Brother 5

Fanfiction By : Daawa A

Cover By
EShyun
@Poster Design Art

Thank buat cover keren nya 😉

.

Main Cast : Choi Siwon | Im YoonA | And Other Cast .

¤

¤

Happy Reading

*

*

……………

“Oh Cucu ku.. Kau sudah bangun Sayang..”

Yoona mendongak kaget, ketika dengan tiba tiba sebuah suara mengejutkan muncul ditengah tengah lamunan nya.

“Halmoni..”
Ujar Yoona lega, ketika ia melihat sang nenek yang memunculkan tubuhnya dibalik pintu bercat putih yang tak lain adalah pintu ruang rawat Yoona.

“Kau mengagetkan ku Halmoni..”
Suara Yoona lagi, sembari memegang dadanya.

Ny. Im Ji Na tersenyum geli melihat kelakuan menggemaskan Cucu nya itu, lalu dengan langkah anggun nya, wanita paruh baya itu berjalan mendekat pada Yoona yang kini tengah terduduk manis diatas ranjang.

“Apa yang kau lamunkan sehingga kau tak menyadari Halmoni masuk, dan membuat mu kaget..”
Tanya Ny. Im sembari mendudukan tubuhnya diatas kursi disamping ranjang Yoona..

“Oh,, Annio.. Aku tak melamunkan apapun Halmoni..”
Jawab Yoona mencoba berkilah.

“Benarkah? Lalu kenapa kau kaget ketika Halmeoni menyapa mu Sayang?”

“Oh itu.. Itu karna Halmeoni datang tiba-tiba tentu saja..”

“Oh benarkah? Tiba-tiba yah? Baiklah ma’afkan Halmeoni Sayang..”
Ucap Ny. Im akhirnya, sembari mengusap rambut Yoona lembut.

“Emm.. Emm.. Aku mema’afkan mu Halmeoni..”
Jawab Yoona sembari mengangguk-anggukan kepalanya polos.

“Kau ini..”
Gumam Ny. Im geli..

“Oh yah dimana yang lain? App mu, dan Oppa-Oppa mu? Kau sendiri disini?”
Tanya Ny. Im sembari menatap Yoona penasaran..

Yoona menggeleng polos..
“Aku disini bersama Heechul Oppa.. Appa harus pergi kekantor.. Dan yang lain aku menyuruh mereka pulang untuk makan dan membersihkan diri.. Penampilan mereka terlihat begitu.. Errrr.. Menakutkan.”
Ucap Yoona sembari memasang raut wajah seolah olah jijik..

“Benarkah begitu? Lalu Heechul? Dimana dia.”

“Heechul Oppa sedang mandi didalam.”
Jawab Yoona sembari menunjuk pintu kamar mandi dengan dagunya.

“Dia mandi disini?”

“Emm.. Emm.. Dia yang mau.”
Jawab Yoona sembari mengangguk-anggukan kepalanya santai.

“Lalu Menantu Choi? Apa dia kemari?”
Tanya Ny. Im lagi..

“Pagi ini belum.. Aku tidak tahu apakah hari ini Siwon Oppa akan kemari atau tidak.. Tapi Eomonim dan Abeoji tadi kemari sebentar.. Mereka bilang Siwon Oppa masih tertidur.”
Jawab Yoona panjang lebar.

“Oh, kasihan sekali Cucu menantu ku.. Dia pasti sangat lelah harus membagi waktu antara pekerjaan dan diri mu.”

“Emm.. Aku menyuruh nya pulang semalam,, bukan menyuruhnya sih.. Tapi memaksa dan mengusirnya.. Habisnya dia bersikukuh ingin terus menemani ku sampai pagi.. Tapi keadaan dan penampilan nya sungguh terlihat menyedihkan.”
Ujar Yoona sembari membayangkan keadaan dan penampilan Siwon semalam, lalu setelah nya bergidig ngeri.

“Benarkah?”
Tanya Ny. Im memastikan.

“Iya.. Apa Halmeoni tahu.. Lingkaran matanya begitu besar dan hitam.. Wajah nya kusut sekali.. Pakaian nya acak-acakan.. Rambut nya tak beraturan.. Jambang nya mengerikan.. Jika Halmeoni melihat nya, maka Halmeoni akan tahu bagaimana Zombie sebenarnya.”
Ujar Yoona penuh semangat sembari menyentuh rambut dan anggota tubuh lain nya untuk menggambarkan keadaan Siwon semalam.

“Benarkah? Menantu Choi tidak berpenampilan seperti biasanya?”
Tanya Ny. Im memastikan.

“Ne.. Dia terlihat begitu menyedihkan Halmeoni.”

“Apa kau menyuruhnya untuk bercukur?”

Yoona menatap polos pada sang nenek.. Lalu gadis itu menyunggingkan senyum lebarnya.. Dan dengan polosnya ia menggelengkan kepala.
“Aku lupa..”

Ny. Im menatap Yoona tak percaya.. Lalu wanita paruh baya itu menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau ini.. Harusnya kau menyuruh Menantu Choi bercukur.”

“Tapi aku lupa Halmeoni. Aku akan menyuruh nya mencukur jika dia kembali.”

“Bagus.. Jangan biarkan dia berpenampilan berantakan.. Kasihan dia sudah merawat mu.. Kau juga harus merawat nya..”

“Aku akan melakukan nya.”

“Bagus.. Itu baru namanya baik..”
Ucap Ny. Im sembari mengusap pipi Yoona

“Emm.. Oh ya Halmeoni.. Aku.. Aku ingin mengatakan sesuatu.”
Ucap Yoona lagi, kini wajah nya terlihat serius.

“Apa yang ingin kau katakan Yoong.. Katakanlah Halmeoni akan mendengarkan mu..”
Jawab Ny. Im lembut.

“Itu.. Itu.. Tentang– Siwon Oppa.”
Ujar Yoona terlihat ragu.

“Menantu Choi? Ada apa lagi dengan nya? Apakah tentang rambut gondrong nya? Wajah kusutnya? Jambang menjijikan nya? Atau baj….”

“Bukan.. Bukan itu Halmeoni.”

Ny. Im mengerutkan keningnya.

“Lantas?”

“Emm..”
Yoona terlihat ragu untuk mengutarakan nya.. Bagaimana ini? Haruskah ia menyampaikan nya pada sang nenek?

“Kenapa Sayang? Ada apa dengan menantu Choi?”

Yoona menatap Ny. Im ragu.. Lalu setelahnya gadis itu menghembuskan nafas beratnya.

“Dia.. Dia.. Dia melemarku.”

“MWO?”

Yoona terlonjak kaget begitu pun Ny. Im ketika mereka mendengar teriakan nyaring dari arah kamar mandi.. Dengan gerakan cepat keduanya menoleh dan yah.. Mereka melihat nya.. Pintu kamar mandi yang telah terbuka lebar serta Kim Heechul yang berdiri didepan nya.

Yoona menjatuhkan wajahnya dikedua tangan nya sembari menghembuskan nafas nya lega.. Sedang kan Ny. Im masih memegang dadanya sembari menatap Heechul garang.

“Dasar!! Apa kau tak tahu disini ada orang tua hah?”
Teriak Ny. Im kesal sembari berjalan cepat kearah Heechul dan dengan gerakan yang tak kalah cepatnya ia menarik kuping cucunya itu.

“Awwhh.. Awhh.. Halmeoni ini menyakitkan.. Lepaskan tangan mu Halmeoni, ma’afkan aku..”
Ucap Heechul panik sembari mencoba memegangi kuping nya yang terasa panas.

“Apa kau bilang? Dasar apa kau tidak bisa bicara pelan dengan tidak berteriak? Saudari mu sakit, dan Halmeoni sudah tua.. Apa kau ingin kami berdua mati..”
Cerca Ny. Im sembari memukuli tubuh Heechul layaknya seperti memukul anak keci.

“Oh Halmeoni hentikan itu menyakitkan.. Yakk Im Yoona katakan pad….”

“Kau meminta pertolongan eoh? Rasakan ini..”

Yoona hanya dapat tertawa geli melihat kelakuan Neneknya dan Oppa nya itu.. Ekspresi mereka benar benar begitu menggelikan.

“Yakk Im Yoona kenapa kau malah tertawa tolong aku!!”
Teriak Heechul kesal..

“Hahaha.. Hajar saja Halmeoni jangan dibiarkan itu.. Dia bisa melunjak jika terus dimanjakan.”

“Yakkkkkk!!!”

*

*

*

“Upphhh.. Selesai juga..”
Gumam seorang pria bertubuh tinggi tegap yang sedari tadi terduduk di kursi direktur, bergelut dengan setumpuk Dokumen yang harus dia kerjakan.

Choi Siwon.
Pria itu menyandarkan punggung nya yang terasa letih.. Matanya terpejam, tangan kanan nya memijat pelipis nya, kepalanya terasa akan pecah, ia sungguh lelah..

Dengan gerakan lemah ia menaikan sebelah tangan nya, dan membuka sebelah matanya malas..

“Sudah sore.”

Gumamnya ketika melihat jam yang melingkar indah ditangan besarnya. Lalu ia kembali menurunkan tangan nya… Dan kembali memejamkan matanya..
Namun belum sampai satu menit pria itu bersantai, suara nyaring yang keluar dari ponselnya membuat pria itu kembali membuka matanya.. Lalu mendesah kesal.

“Arrgghh.. Tidak tahu kah aku letih..”
Ucap Siwon sembari mengambil ponselnya yang terus bersuara.

“Ehh.. Eomma.”
Desahnya kesal.

Klikk..

“Yeobse..”

“Siwon-ah.. Apa kau sudah menemui Yoona?.. Apa kau sudah menjenguk nya..”

“Ahhh..”

Siwon menepuk keningnya keras.. Ia lupa..
Kenapa bisa? Yoona oh gadisnya..

“Siwon.. Siwon.. Apa kau masih disana? Apa kau mendengar Eomma?”

“Eoh– ne– ne Eomma.. Oh aku.. Aku tutup dulu ya, aku banyak pekerjaan.. Anyeong..”

“Yak..”

Tut..
Tut..

Siwon menatap panik pada layar ponsel nya, ia bahkan mengacak-ngacak rambut nya frustasi.

“Oh ya ampun.. Kekasih ku, Calon Istri ku, Tunangan ku, belahan jiwa ku.. Kenapa aku bisa melupakan mu? Aissshh..”
Ujar Siwon berlebihan. Lalu dengan cepat pria itu berdiri dan meraih tas serta jasnya.. Dan dengan langkah tergesa pria itu pergi tanpa merapikan penampilan nya.. Sungguh hanya Yoonalah yang kini ada dalam fikiran nya.

*

*

*

“Yakk.. Kim Taeyeon, kenapa kau malah melamun sambil senyum-senyum tak jelas begitu? Apakah kau sehat?”

Teriak seorang wanita berambut pirang yang kini duduk berhadapan dengan Taeyeon, wanita cantik yang sedari tadi melamun sembari tersenyum-senyum sendiri.

“Yakkk.. Jessica Jung!! Kau menyabalkan.. Tentu saja aku sehat!! Makanlah dengan baik..”
Timpal Taeyeon kesal sembari menatap tajam Jessica, sahabat cerewet nya.

“Isshhh.. Kau yang seharusnya makan dengan baik!! Hentikan senyum menjijikan mu itu.. Lihatlah orang-orang menatap mu dengan tatapan aneh.. Bisa bisanya kau tersenyum-senyum sendiri tanpa ada yang mengajak mu tersenyum.. Apa yang kau fikirkan eoh?”

“Eoh? Tid–dak.. Aku tidak memikirkan apapun.”
Jawab Taeyeon terlihat gugup, membuat Jessica menatap Taeyeon aneh..

“Kau.. Apa yang kau sembunyikan eoh?”
Tanya Jessica sembari memincingkan matanya menatap Taeyeon.

“Tid..”

“Kau menyembunyikan sesuatu dari ku.”
Potong Jessica cepat, membuat Taeyeon salah tingkah.

“Oh Jessica Sayang.. Apa yang kau bic…”

“Katakan pada ku Taeyeon Sayang.”
Potong Sica lagi, kini terdengar serius.

Taeyeon menatap Sica ragu.

“Katakan.. Cepat, akhir-akhir ini kau selalu bersikap begit…”

“Aku jatuh cinta..”

“MWO?”

*

*

*

“Bodoh.. Choi Siwon kenapa kau bisa melupakan nya.. Bagaimana jika terjadi apa-apa padanya? Oh aku bisa mati..”

Gerutu Siwon frustasi..
Sepanjang perjalanan nya menuju Rumah Sakit, pria itu terus menggerutu tak jelas, menyalahkan diri sendiri, juga memaki dirinya sendiri..

“Siapa yang menjaganya.. Oh Tuhan kenapa aku bisa lupa..”
Ucap nya lagi sembari masih berjalan dengan langkah yang tergesa-gesa dikoridor Rumah Sakit.
Hingga akhirnya pria itu menghentikan langkah kakinya didepan sebuah pintu yang tak lain adalah pintu ruangan Yoona.

Pria berpenapilan kacau itu menghembuskan nafasnya lemah, ia sedikit merapikan rambut nya dengan jari-jari tangan nya.. Dan setelah cukup lama menatap pintu dihadapan nya.. Ia pun mulai menyentuh knop pintu itu, menekan nya perlahan.. lalu mendorongnya pelan.. Dan..

“Omona.. Apa yang Abeoji lakukan?”

Siwon terperangah sesaat, ketika pintu ruangan itu terbuka, dan ia melihat Tuan Im yang terlihat sangat letih kini hendak memapah Yoona?

Dengan langkah cepat Siwon mendekat pada mereka.

“Kau kesini Siwon.”
Ucap Tuan Im sembari tersenyum dengan tangan Yoona yang masih mengalung di pundaknya.

“Oh Abeoji.. Apa yang akan kau lakukan? Yoong, kau ingin kemana?”
Bukan nya menjawab, Siwon malah berbalik menanyai mereka. Dan Yoona hanya dapat menatap Siwon dengan tatapan polosnya, sementara Tuan Im, pria paruh baya itu terlihat tersenyum lembut pada Siwon.

“Yoona ingin buang air kecil, jadi Abeoji harus mengantarnya.”
Jawab Tuan Im, seperti berbisik.

“Oh.. Kalau begitu biar aku saja yang melakukan nya.. Abeoji terlihat letih.. Lebih baik Abeoji duduk saja di sofa, aku akan mengantar Yoona.”
Ucap Siwon terdengar memaksa, sembari melepaskan rangkulan tangan Yoona dibahu Tuan Im dengan gerakan lembut.. Membuat Tuan Im tidak dapat berbuat apa-apa lagi jika Siwon telah mengeluarkan sikap protektiv nya.. Tuan Im hanya dapat menyingkir dan membiarkan Siwon membantu Yoona.

“Sayang, aku akan membantu mu.”
Ucap Siwon lembut, lalu dengan gerakan cepat pria itu menyentuhkan kedua tangan nya pada tubuh Yoona dan membawa gadis itu kedalam gendongan nya.. Yoona menatap Siwon tajam. Sementara Tuan Im hanya menggelengkan kepalanya geli.

“Apa yang kau lakukan Oppa.”
Tanya Yoona pelan sembari menatap Siwon sebal.

“Diamlah.”

Yoona memanyunkan bibirnya sembari menatap Siwon sebal, dan mengalungkan kedua tangan nya..

Tuan Im yang melihat nya hanya dapat menggelengkan kepala geli..

“Dia bisa menyaingi ku.”
Gumam Tuan Im pelan, lalu dengan langkah pelan serta sangat berhati-hati pria paruh baya itu berjalan keluar meninggalkan kedua kekasih itu tanpa Yoona maupun Siwon sadari.

“Oppaaa.. Aku sudah selesai.. Buka pintu nya.. Kenapa kau menahanya? Knopnya berat sekali.”

Siwon tersenyum geli ketika mendengar teriakan dengan nada suara yang terdengar kesal dari dalam kamar mandi.. Ia rindu Kekasih nya yang cerewet..

“Lepaskan dulu tangan mu dari knop nya, Oppa akan membukanya nanti kau jatuh.”
Jawab Siwon sembari ikut berteriak, dan tersenyum geli.. Ia yakin pasti Yoona nya kini tengah mendengus kesal didalam sana.

“Sudah.. Bukalah.”
Teriak Yoona kesal. Siwon semakin melebarkan senyum nya, lalu dengan gerakan lembut ia menekan knop pintu itu dan mendorongnya, dan yah dapat ia lihat sekarang Yoona nya yang tengah mengerucutkan bibirnya dan menatap nya kesal.

Siwon berjalan mendekati Yoona dan dengan cepat pria itu kembali membawa Yoona kedalam gendongan nya.

“Kenapa kau malah menahan knop nya tadi? Apa kau ingin aku mati terkunci dida…”

“Jika aku tak menahan nya maka aku tidak bisa menggendong mu.”
Potong Siwon cepat membuat Yoona hanya dapat memutar bola matanya bosan.

“Sudah.. Sekarang kau harus segera istirahat.”
Ucap Siwon riang ketika ia kembali menidurkan Yoona diatas ranjang, sembari mengatur posisi tidur kekasih nya itu senyaman mungkin.

“Aku belum ingin tidur..”
Ujar Yoona ketus, membuat Siwon menghentikan gerakan tangan nya yang hendak menyelimuti tubuh Yoona.

“Wae?”
Tanya Siwon sembari menatap Yoona bingung..

Yoona menatap Siwon dengan tatapan kesalnya. Lalu dengan lemah ia bangun dari posisi tidurnya, membuat Siwon sontak saja terkejut, dan mencoba membantu Yoona, namun dengan kasar ia menepis tangan Siwon membuat Pria itu memanyunkan bibirnya kesal.

“Aku hanya ingin duduk.”
Ucap Yoona lagi-lagi terdengar ketus.

“Kau kenapa.”
Tanya Siwon kesal. Yoona yang memang telah terduduk sempurna, kembali menatap Siwon dengan tatapan lebih kesal dari sebelumnya.

“Duduk.”

Siwon menaikan sebelah alisnya bingung..

“Duduk!!”
Suruh Yoona lagi kini terdengar membentak, membuat Siwon menundukan kepalanya terlihat takut, dan dengan gerakan lemah ia menuruti perintah Yoona. Pria itu duduk di sisi ranjang, berhadapan dengan Yoona.

Yoona menatap Siwon tajam, sementara Siwon hanya terus menunduk lemah.

“Apa yang kau kerjakan hari ini?”
Tanya Yoona akhirnya, dan itu sukses membuat Siwon mendongak, dan menatap Yoona takut.

“Bekerja..”

“Hahh?”

Siwon kembali menundukan kepalanya, ketika Yoona dengan wajah terkejut nya menatap Siwon tak percaya.

“Kau? Bekerja? Apakah hanya itu? Lalu apa lagi yang kau lakukan?”
Tanya Yoona lagi, membuat Siwon semakin tersudut.

“Ma’afkan Oppa.. Oppa tau kesalahan Oppa.. Oppa sangat sibuk, jadi Oppa lupa untuk mengirim pesan atau pun menelpon mu tadi..”

“Hah? Pesan? Telpon?”

Siwon kembali mendongak ketika ia mendengar ucapan tak percaya yang keluar dari bibir manis kekasih nya itu.

“Lalu apa? Bertemu? Apalagi bertemu aku benar-be….”

“Apa maksud mu Oppa? Makan.. Makan Oppa!!”

“Makan? Maksud mu?”
Tanya Siwon bingung sembari menaikan sebelah alisnya.

“Oh ya ampun Oppa!!”
Yoona menjatuhkan wajah nya pada kedua tangan nya.. Ia mengusap kasar wajah nya, lalu kembali mendongak dan menatap Siwon jengah.

“Jadi sedari tadi kau tak mengerti maksud ku?”

Siwon menggeleng dengan polosnya.. Dan hal itu benar-benar membuat Yoona kesal.

“Oppa!!!!”
Teriak Yoona kesal.

“Kenapa malah berteriak eoh?”
Ucap Siwon sembari sedikit menjauhkan wajah nya kebelakang.

“Ehhhh.. Oppa!! Lihat lah bibir mu, kenapa bisa pucat dan kering begitu eoh? Itu pasti karna kau tak makan dan minum apapun!!”
Ucap Yoona kesal, sembari menunjuk-nunjuk bibir Siwon dengan raut wajah marahnya. Dan Siwon.. Pria itu hanya mampu terdiam sembari mengusap-ngusap bibirnya pelan.

“Itu.. Itu.. Lihatlah perut mu!! Kenapa bisa jadi sekecil itu.. Lama-lama kau bisa kehilangan otot mu.”

Tangan Siwon beralih pada perutnya, ketika Yoona menunjuk perut nya yang terlihat sedikit kurus dari biasanya.

“Nah-nah.. Pipi mu, lihatlah menjadi tirus begitu!!”

Tangan Siwon kembali beralih pada pipinya, kedua tangan nya meraba-raba pipi nya dengan ekspresi yang lucu, ketika Yoona menunjuk-nunjuk nya.

“Tuh-tuh.. Lihatlah, jambang mu terlihat begitu tebal.. Itu terlihat mengganggu!!”

“Oh Yoong…”

Yoona memotong perkataan Siwon dengan menggenggam kedua tangan pria itu.

“Makanlah.. Bersihkan penapilan mu.. Aku tak suka jika kau tak makan, dan tak menjaga penampilan mu.. Aku jadi merasa bersalah.. Kau begini karna terlalu sibuk mengurusi ku.”
Ucap Yoona, kini dengan suara lembut dan raut wajah yang terlihat sedih. Dan hal itu tentu saja membuat Siwon serba salah..

“Sayang..”
Ucap Siwon lembut sembari mengusap pipi Yoona dengan tangan kirinya, membuat gadis yang sempat menunduk itu kembali mendongak menatap Siwon.

“Aku tak lapar, jadi aku tidak mengingat tentang makan tadi.. Oppa benar-benar sibuk.. Ini bukan salah mu, penampilan ku.. Aku bisa menyelesaikan soal itu nanti, yang terpenting kau sehat.. Aku bahagia Sayang..”
Jelas Siwon lembut sembari menatap Yoona sendu.

“Benarkah bukan karna aku?”
Tanya Yoona memastikan, dengan suara yang terdengar pelan.

“Emmm.. Emmm.. Bukan karna mu.. Percayalah.”
Jawab Siwon sembari mengangguk-anggukan kepalanya.

“Kalau begitu kau makan ya.. Sekarang, harus sekarang.. Tadi siang kan Oppa lupa.. Nah sekarang aku sudah mengingatkan mu, jadi kau makan yah.. Aku tak mau melihat mu jadi kurus kering.. Apa kata orang jika nantinya mereka tahu kalau Direktur Utama Hyundai Croup kekurangan gizi? Itu tidak keren.”

Siwon tersenyum geli ketika mendengar rayuan tunangan nya itu.. Apalagi dengan ekspresinya yang sungguh menggemaskan.

“Oh sungguh menggemaskan.. Kau merayu ku Sayang.”
Ucap Siwon sembari mencubit kedua pipi Yoona dengan kedua tangan nya. Dan hal itu tentu saja membuat Yoona mengerucutkan bibirnya kesal.

“Oppa..”
Rajuk Yoona kesal.

“Apa Sayang ku.”

“Makanlah, ku mohon… Tadi Appa membawa Sup jagung buatan Halmeoni, tapi aku belum memakan nya, karna aku sudah terlalu kenyang, itu biar untuk mu saja, yah walau pun sudah dingin, tapi kau tetap harus makan.. Benarkan App…”

Yoona menghentikan ucapan nya, ketika ia merasa ada sesuatu yang tidak beres.. Siwon menaikan sebelah alisnya bingung menatap Yoona.. sedangkan gadis itu malah memiringkan tubuh nya kekiri dan kekanan, matanya terlihat menelusuri seluruh penjuru ruangan itu.

“Kau kenapa Yoong..”
Tanya Siwon terlihat sangat bingung.. Yoona menatap Siwon dengan wajah yang tak kalah bingung dari Siwon..

“Appa? Kemana dia? Aku baru menyadari kalau Appa tak ada..”
Tanya Yoona pada Siwon.

“Nde? Abeoji eoh? Ne.. Ne.. Kemana Abeoji?”
Ujar Siwon sembari memperlihatkan raut wajah yang terlihat polos.

“Uppphh…”

*

*

*

Yoona..
Gadis cantik itu terus saja mengerucutkan bibirnya sembari menyilangkan kedua tangan nya didepan dadanya.. Wajah nya terlihat kesal, raut matanya terlihat marah..

Gadis itu tengah kesal?

Yah dia kesal..
Bagaimana tidak, Choi Siwon!! Pria yang berstatus sebagai Tunangan Yoona itu kembali mengeluarkan sifat menyebalkan nya itu.. Bahkan teramat sangat menyebalkan menurut Yoona..

“Upph..”
Untuk yang kesekian kalinya Yoona, gadis itu kembali mendesah kesal.. Tak ada percakapan disini, didalam mobil milik Siwon..
Yah mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang.. Pulang kerumah Yoona tepatnya.. Dan hal itulah yang membuat Siwon seperti sekarang.. Diam dengan wajah dingin nya, menyetir dengan perasaan kesalnya..

Kejadian di Rumah Sakit tadilah yang membuat pria itu bersikap begini.. Diam, kesal, dan marah.. Yah Siwon marah karna tadi ia menyarankan, tidak-tidak.. Lebih tepat nya memaksa Yoona dan seluruh Keluarganya agar Yoona tidak pulang dan menginap beberapa hari lagi di Rumah Sakit.. Namun dengan kerasnya Yoona menolak.. Gadis itu bilang kalau dia sudah baik-baik saja, dan Dokter pun sudah mengizinkan nya pulang.. Namun Siwon dia terus memaksa Yoona untuk menginap beberapa hari lagi di Rumah Sakit dengan alasan kalau Yoona haru benar-benar sehat ketika tiba di Rumah nya nanti.. Dan akhirnya Yoona yang menang!! Bagaimana tidak.. Gadis itu bahkan menangis pada sang Ayah agar ia bisa pulang, dan tentu saja Tuan Im tak bisa menolak keinginan nya itu.. Dan hal itu tentu saja membuat Siwon harus mengalah.. Dan pada akhirnya beginilah jadinya (?) duduk diam sembari sibuk dengan fikiran masing masing.. Beruntung karna tak ada yang ikut bersama mereka.. Kelima saudara Yoona membawa dua mobil, Appa Yoona bersama supirnya, dan kedua orang tua Siwon juga datang bersama supirnya.. Sementara itu Halmeoni, Harabeoji, Jessica, dan Taeyeon menunggu kedatangan mereka dirumah.

“Awas saja jika dia berbuat hal konyol lagi.”
Gumam Yoona dalam hati ketika ia merasa kalau mobil yang dikendarainya telah memasuki pekarangan rumahnya.. Sementara Siwon, pria itu hanya terus diam dengan wajah yang terlihat mengeras menahan kekesalan nya.

Brakk..

Yoona terperangah kaget ketika mobil itu berhenti tepat didepan rumahnya dan Siwon keluar dari mobil itu lalu menutup pintu nya dengan keras.

“Semarah itukah?”
Gumam Yoona tak percaya.
Namun buru-buru ia menyadarkan dirinya, ia harus segera keluar dari dalam mobil ini.. Oh ia sangat merindukan kamarnya.. Dengan gerakan cepat ia hendak membuka pintu mobil itu, namun belum sempat ia menyentuhnya, pintu disampingnya itu sudah terbuka terlebih dahulu.. Dan yah.. Siwon lah yang membukannya.. Pria dingin dengan ekspresi marahnya kini berdiri dihadapan Yoona.. Membuat gadis itu bergedik takut..

“Ken.. Yakkk!! Yakkk!!.. Oppa.. Apa-apaan kau!!”

“Diam..”

Damn!!!

Yoona terdiam seketika.. Ketika Siwon dengan nada suara mengancamnya menyuruhnya diam.
Sungguh kenapa dia semengesalkan ini?

Yoona mendesah frustasi.. Dan akhirnya ia mengalah.. Mengalungkan kedua lengan nya di leher Siwon dan memasrahkan tubuh nya untuk Siwon gendong.. Lain hal nya dengan Yoona, Keluarga mereka malah tersenyum dengan sangat lebar ketika melihat moment keduanya.. Tak terkecuali dengan Leeteuk, entah kenapa ia jadi ikut tersenyum.. Apakah karena Siwon Yoona? Atau karna memikirkan hal lain? Pasalnya biasanya ia akan marah jika melihat Yoona dan Siwon berdekatan.. Tapi ini? Entahlah..

*

*

“Emm.. Abeoji, Eomma, Appa, Harabeoji, Hyung, Sica, Tae.. Sepertinya aku harus segera kekantor.. Ada pekerja..”

“Apa kata mu? Pekerjaan apa? Bukankah kemarin Appa sudah menyelesaikan semua pekerjaan yang kau tinggalkan 2 hari karna menjaga Calon menantu ku? Lalu apalagi yang akan kau kerjakan di kantor nanti..”

Siwon terdiam dengan raut wajah bingung nya, ketika Tuan Choi dengan sikap tegas nya menjelaskan pada Siwon.. Semua orang menatap Siwon dengan tatapan bingung mereka.. Yah pasalnya sebagian dari mereka bingung dengan apa yang di bicarakan oleh sepasang anak dan ayah itu.

Sedangkan Yoona, gadis itu hanya terus mendengus sebal dan sesekali memutar kedua bola matanya malas.
‘Jelek sekali gaya marah nya.. Huh tidak Cool.. Masa iya dia akan meninggalkan ku karna hal spele? Sungguh menggelikan.’
Gumam Yoona dalam hati..

“Tapi Appa…”

“Emm Choi Pil Mo.. Mungkin Siwon mempunyai urusan lain.. Biarkan dia pergi, lagi pula disini masih ada Eomma, Appa, Hyung-hyung Yoona, Sica, Taeyeon.. Dan aku.. Tak ap…”

“Dong Gun-ah.. Semua pekerjaan kantor telah aku ambil alih, kecuali sebelum dua hari kemarin Siwon yang mengerjakan.. Tapi sungguh aku sudah mengambil alih semua pekerjaan nya sejak dua hari yang lalu.. Dan apa kalian tidak mengerti, dia berperilaku begini karna dia kesal pasalnya Yoona tidak menuruti kemauan nya untuk tetap tinggal di Rumah Sakit.. Bukankah gaya marah nya terlihat menyebalkan? Dia terlihat seperti balita yang sedang merajuk karna tak diberi susu oleh ibunya..”

Semua orang yang berada disana tergelak apalagi Yoona, gadis itu sudah duduk di atas tempat tidurnya sembari membekap mulutnya dengan kedua tangan nya, mencoba menahan tawa yang rasanya ingin ia lepaskan, apalagi ketika ia melihat wajah bodoh Siwon sekarang, dia menunduk sembari menggaruk tengkuk nya ragu.

“Pil Mo, jangan begitu pada anak mu sendiri, mungkin Siwon benar-benar mempunyai ur…”

“Dong Gun…”

“Abeoji..”

Tuan Choi menghentikan perkataan nya ketika Yoona memanggilnya dengan suara pelan nya..

“Emmm,, mungkin benar kata Appa.. Bukankah Siwon Oppa pria sibuk, akan lebih baik jika Abeoji membiarkan nya pergi, mungkin Siwon Oppa benar-benar mempunyai urusan lain yang lebih penting, Biarkan Siwon Oppa per….”

“Oh Sayang, kau jangan berbicara begitu.. Bukankah Abeoji tadi bilang kalau dia sudah menyelesaikan semua urusan kantor!! Dan Eomanim yakin dia hanya berkilah.”
Potong Nyonya Choi cepat, sembari mendudukan tubuh nya disisi Yoona.. Sementara Yoona? Gadis itu hanya mampu menatap polos wanita itu.

“Tapi Eomanim….”

“Sudahlah nak.. Siwon akan menjaga mu…”

“Disini ada banyak orang, Sica dan Taeyeon, bukankah mereka akan menjaga ku dengan sangat baik.. Bukankah begitu?”

Kini tatapan Yoona berpindah pada Taeyeon dan Jessica, yang terlihat belum siap mendapat pertanyaan..

Mereka berdua saling bertatapan bingung, lalu detik berikut nya mereka segera menangguk pasti.

“Be– Benar.. Itu benar.. Kami akan menjaga Yoona, memberinya makan, mengajaknya jalan-jalan mungkin?, tapi untuk menggendong nya kekamar mandi, sepertinya kami tak bisa..”

Yoona dengan refleks langsung memelototi kedua sahabat nya itu, bukan hanya mereka sih, pasalnya semua saudaranya juga tengah tersenyum geli sekarang, apalagi Appanya.

“Yakk!! Sica-ah.. Kenapa kau berbicara begitu eoh!! Memalukan..”

Taeyeon dan Jessica hanya mampu bergidig ngeri dengan kegarangan sahabatnya itu.

“Memang begitu!! Paman Im bilang 3 hari yang lalu saat kami mau mengunjungi mu, kau sedang di gendong Siwon Oppa untuk pergi ke kamar mandi.. Nah kami tak bisa itu!!”
Jelas Taeyeon dengan wajah polosnya, dan mendapat anggukan tanda setuju dari Jessica..

Yoona dengan cepat mengalihkan tatapan nya pada sang ayah yang kini terlihat gelagapan.

“Appa!!!”

*

*

*

“Sejak kapan kau kenal Yoona..”

Taeyeon..
Wanita bertubuh imut itu menoleh ke arah Leeteuk yang kini tengah mengemudi..
Yah Leeteuk mengantarkan nya menuju rumahnya, pasalnya dia terlalu malam menemani Yoona.. Memang bukan hanya dirinya yang di antar, Jessica juga, namun rumah Jessica lebih dekat jadi ia telah turun dari tadi.. Dan akhirnya hanya mereka yang tersisa disini, didalam mobil yang menyesak menurut Taeyeon..

“Oh.. Aku mengenalnya sejak aku masuk SMP..”
Jawab Taeyeon gugup..

“Lalu dengan Jessica? Apa sama?”
Tanya Leeteuk lagi, sembari masih terfokus pada jalanan.

“Emmm.. Tidak, kami mengenal Sica sejak kami mulai masuk SMU,,”
Jawab Taeyeon lagi dengan masih terlihat gugup..

“Oh.. Jadi kalian bertemu secara berkala..”

“Hah maksud mu?”
Tanya Taeyeon sembari mengernyit bingung.

Leeteuk melihat Taeyeon sekilas, lalu pria itu kembali memperhatikan jalannya.

“Sebelah mana yang kau tak mengerti?”
Tanya Leeteuk sembari tersenyum lembut, dan hal itu mampu membuat jantung seorang Kim Taeyeon serasa berdetak lebih cepat dari biasanya.

“Emm.. Secara berkala.. Aku tak mengerti..”

“Oh itu… Ahh kita sudah sampai, apakah ini rumah mu?”
Potong Leeteuk ketika ia menepikan mobilnya didepan gerbang tinggi berwarna hitam.

Taeyeon tersenyum lembut, ia menatap Leeteuk gugup, lalu dengan gerakan ragu ia mengangguk.

“Gomawo sudah mengantarkan ku Oppa.. Emmm, kalau begitu aku pamit, Anyeong, dan hati-hati dijalan Oppa..”

Leeteuk tersenyum lembut pada Taeyeon yang kini terlihat gugup, lalu pria itu mengangguk samar..

“Sama-sama.. Anyeong..”
Jawab Leeteuk kemudian.. Dan hal itu membuat Taeyeon mengangguk singkat, lalu dengan gerakan pelan gadis itu mulai membuka pintu mobil, keluar dari sana, lalu kembali menutup pintu mobil itu..

Leeteuk melambaikan tangan nya dari dalam mobil, Membuat Taeyeon kembali tersenyum dengan malu-malu, lalu dengan gerakan ragu gadis itu ikut melambaikan tangan nya.. Setelah itu barulah mobil yang dikendarai Leeteuk melaju meninggalkan dirinya..

“Oh Tuhan!!! Apa aku sedang tak bermimpi?..”

*

*

*

“Eonnie-ya.. Lebih baik kita tunggu Paman , dulu..”

…..

“Tidak Paman es cream nya nanti akan pergi.”

…..

“Eonnie aku takut..”

“Eonnie akan memegang tangan mu..”

…….

“Eonnieeeee…”

“Yoona!! Yuri!!!”

“Yoong..”

Bukkkhhh..

BRAKKKKKKK….

“E.. e.. eon–nie–yaa.. yul–eo–nnie–”

________

“TIDAKKK!!!”

Teriakan kencang menggema di seisi kamar itu.. Gadis yang sedari tadi tertidur dengan resah kini telah sukses terbangun dengan keadaan kacau.. Tubuh nya yang bergetar hebat serta berkeringat, bibirnya terlihat pucat pasi, bahkan matanya mengercap ketakutan..

“Yul–yull– Eonnie-ya..”

*

*

*

TBC^^

*

*

*

Hah, aku malu *tutupmuka.. Masak ff sayeh jadi gini yah? *mikirkeras 😀

Yaudah lah yah, ceritanya gitu ajah, sorry kalau banyak typo.. Jangan lupa RCL yah dear 😉 hihihi..

Anyeong ❤

Advertisements

62 thoughts on “Hello Brother 5

  1. Fitri Anita says:

    Berart yuri nyelamatin yoona ya? Dan yuri ka2k kandung yoona??
    Berarti yuri da hubungan ma siwon kan,klau gak knpa yoona mnta mf ma siwo wktu d rumah sakit???
    Duh… teka teki yg blum terjwab ini smkin mmbuat sya penasran thor… 😆
    Yoona masih teringat2 tntang kecelkaan itu…
    Kasiannya yoongie.. 😢

    Like

  2. Nita28 says:

    Hahhaha gaya marah siwon emang kekanakan. Taeyeon makin dekat aja sama leeteuk, semoga cepat jadian lah.. omo! Mimpi apa lagi yoona? Itu kenangannya waktu kecil kah?

    Like

  3. ysr1407 says:

    Marahnya siwon lucu wkwk. Yuri yoona ada hubungan apa sih? Penasaran parah 😧 tp disini oppa-oppa yoona lucu2 semua wkwk apalagi heechul

    Like

  4. bananacake says:

    Siwon marahnya lucu ya wkwkwkkw ke-protektifan nya itu lohh XD
    Aduh bener2 penasaran deh ttg yuri
    lanjut baca duluu
    good job author! 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s