Hello Brother 3

.

Cover By :

EShyun

@Poster Design Art

Thank buat cover keren nya ^^

.

.

.

Happy Reading~

.

.

.

Yoona POV

.

.

.

____

Hah.. Lagi lagi tak di angkat, sebenarnya dia kenapa? Hanya karna seminggu yang lalu aku menolak di antarkan oleh nya, dia jadi menghindar, dia tak lagi mengantar ku pergi ke kampus, dia tak lagi memberi ku bekal makan siang, dia bahkan tak menjawab setiap panggilan dan Sms dari ku, dia terlalu berlebihan, mencemburui orang yang bahkan adalah Oppa ku sendiri, dasar aneh..

“Yoong apa masih tak di angkat?”

Suara dari Sica yang duduk di hadapan ku membuat aku kemudian mendongakan kepala ku memandang nya sendu,
Kami tengah berada di kantin kampus sekarang, bahkan di sisi ku juga ada Taeyeon.

Aku menghembuskan nafas berat.
“Ne Sica-ah, dia masih tak menerima panggilan ku, apa sebegitu cemburu kah dia pada Jung Soo Oppa?..”
Jawab ku lemah.

“Kau seperti tak tahu kelakuan Tn. Choi mu itu saja, bukan kah dia memang begitu? Over protektif, dan pecemburu..”

Sambar Taeyeon dengan nada suara mengejek sembari memandang ku geli.

Aku mendengus sebal.
“Dasar, bukan nya mencarikan ku jalan keluar, malah mengejek ku.”

Jawab ku ketus,,
Tapi bukan nya tersinggung dengan ucapan ketus ku, Taeyeon malah tertawa geli.

“Hei Im Yoona, bukan kah kau tidak menyukai Tn. Choi mu yang tampan itu? Tapi kenapa ketika dia menjauhi mu dan tak memberi mu kabar, kau terlihat risau sekali..”

Sambar Sica sembari memandang ku aneh.. Dan lagi lagi aku hanya bisa menghembuskan nafas berat ku, sembari terus mengaduk ngaduk Jus yang ada di hadapan ku.

“Entahlah, mungkin aku mulai menyukai nya,, lagi pula kenapa jika aku menyukai nya? Apa menjadi masalah? Bukankah dia tunangan ku?.” jawab ku polos.

Dapat ku lihat Taeyeon menggelengkan kepala nya, sedangkan Sica, dia memandang ku dengan tatapan terkejut nya yang menurut ku sangatlah tidak pas.

“Yoong, kau sudah menyukai nya??”

Aku mengangguk heran, ketika Sica menanyakan hal yang menurut ku memang biasa, toh Siwon Oppa tunangan ku, jadi kenapa ia harus seterkejut itu?

“Ne, Kenapa kau begitu terkejut Sica?”
Jawab ku heran, sembari mengerutkan kening ku bingung.

“Oh Syukurlah jika memang kau telah menyukai nya, jadi cinta Siwon pada mu sekarang tak bertepuk sebelah tangan lagi.”

Pletakk..

“Awwhh.. Yak Im Yoona, kenapa kau malah memukul kepala cantik ku ini?”

“Aku tak tahu, rasa nya tangan ku gatal saja ingin memukul mu.” jawab ku santai.

Dapat ku lihat raut wajah Sica yang kini tengah memandang kesal pada ku..

Huh suruh siapa membahas kejelekan ku di masa lalu yang mengabaikan Siwon Oppa..

Ahh entah kenapa aku tak suka jika ada orang yang berbicara mengenai masa lalu ku dengan Siwon, yang dimana dulu aku memang sangat mengabaikan nya. Apakah aku benar benar telah mencintai nya? Siapa yang perduli, bukankah aku memang harus mencintai nya? Jadi jangan salahkan aku jika aku menyukai nya, karna aku terbiasa dengan nya.

“Isshh sudahlah hentikan pertengkaran konyol kalian yang akan membuat ku pusing..”

Lerai Taeyeon kesal,

Aku mendengus sembari memandang Sica kesal, begitu pun Sica, dia memandang ku dengan raut wajah menakutkan nya.

“Jadi.. Aku harus bagaiman? Bagaiman caranya agar Siwon Oppa menghentikan aksi nya mendiami ku?”

Tanya ku akhirnya, dengan raut wajah putus asa.

“Emmm, bagaimana kalau kau pergi menemui nya dikantor nya, atau langsung ke rumah nya?”

Emmm saran Taeyeon lumayan juga, tapi aku tak mungkin langsung menemui Siwon dirumah nya, bisa bisa Eomanim yang mengajak ku ngobrol, bukan dia.

“Sepertinya kantor lebih tepat Tae, jika aku kerumah nya, yang ada malah Eomanim yang akan mengoceh menceritakan ini itu.”

Jawab ku sembari mengerucutkan bibir ku.

“Itu terserah mu,,”

Ujar Taeyeon cuek. Membuat aku hanya dapat mengangguk anggukan kepala ku.

Baiklah, seperti nya aku juga harus mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Tn. Choi yang kata Sica tampan itu, karna aku akan memberikan sedikit permainan untuk nya.. Yah suruh siapa bermain main dengan ku..

.

.

Yoona POV End.

.

.

Author POV

.

.

____

Disebuah ruangan perkantoran, terlihat seorang pria bertubuh tegap serta berparas tampan yang kini tengah berkutat dengan setumpuk Dokumen di hadapan nya..

Choi Siwon..
Pria tampan itu kini terlihat sangat fokus dengan apa yang ia kerjakan, bahkan tampilan yang bisa di bilang acak acakan, dengan dasi yang tidak terikat, dan rambut yang tidak beraturan tidak mempengaruhi diri nya.

Pria itu terlihat biasa biasa saja, dan malah terus terfokus pada dokumen dokumen yang bertumpuk dihadapan nya.

Tok.. Tok.. Tok..

“Tuan Muda..”

Ketukan pada pintu ruangan nya, disusul dengan suara lembut seorang wanita yang memanggil nya, yang akhirnya membuat Siwon mendongakan wajah nya menatap pada pintu yang kini telah terbuka memperlihatkan seorang wanita yang tak lain adalah sekertaris Siwon.

“Tunangan anda ingin bertemu anda Tuan.”

Ujar wanita itu lagi dengan senyum yang begitu manis.

“Bilang pada nya, hari ini pekerjaan ku sangat menumpuk, jadi aku tak bisa menemui siapa pun.”

Jawab Siwon dengan raut wajah cuek dan nada suara dingin nya, sembari kembali menundukan kepala nya pada dokumen dokumen di hadapan nya.

“Tapi Tuan, dia memaksa.”

Siwon menghela nafas, lalu kembali mendongak kan wajah nya, menatap dingin sang sekertaris.

“Aku bilang aku tak ingin bertemu deng….”

Brakkk..

“Yakk Choi Siwon..”

Siwon terlonjak kaget, ketika dengan tiba tiba seorang wanita masuk menerobos ke ruangan nya, dan dengan keras nya berteriak dan menabrak Park Bom sekertaris Siwon yang kala itu memang tengah berdiri di ambang pintu.

“Yoong…”

“Oppaa.. Kenapa kau menolak bertemu dengan ku eoh?”

Celetuk Yoona sembari memandang Siwon dengan tatapan membunuh, serta raut wajah marah nya.

Siwon menggelengkan kepalanya lemah, lalu menghela nafas nya berat.

“Park Bom, keluarlah..”

Bukannya menjawab Yoona, Siwon malah berujar pada Park Bom untuk meninggalkan ruangan nya. Dan alhasil Park Bom langsung pergi dengan wajah yang terlihat kesal, setelah sebelumnya ia membungkuk hormat pada Siwon.

“Isshh.. Oppa jawab aku, kenapa Oppa tak ingin bertemu dengan ku..”

Tanya Yoona lagi, setelah pintu Ruangan Siwon benar benar tertutup.

“Dengan Siapa kau kesini?”

Yoona menghela nafas nya kesal, bukan nya menjawab Tunangan nya itu malah berbalik menanyai hal hal tak penting, apalagi dengan ekspresi dingin dan cuek nya yang seperti itu, membuat Yoona semakin tak kuasa menahan kekesalan nya.

“Oppaa.. Jawablah aku, jangan malah berbalik menanyai ku hal hal yang tak penting.”

Ucap Yoona kesal sembari mengerucutkan bibir nya.

“Bagi mu itu tak penting, tapi menurut ku itu sangat penting.. Bersama siapa kau kesini?”

Jawab Siwon dengan raut wajah yang masih saja datar dan nada suara yang masih saja dingin.

“Isshh Oppa, itu tak penting, bukankah sekarang aku selamat sampai di sini? Jadi jawablah ak…”

“Im Yoona.”
Potong Siwon dengan suara tegas dan menakutkan, membuat Yoona dengan seketika menghentikan suara nya, lalu menatap Siwon dengan wajah terkejutnya.

“Jawablah, dengan siapa kau kemari?”

Ujar Siwon lagi, kini dengan suara yang mulai melembut.

Yoona menghembuskan nafas nya kesal.
“Sendiri..”

“Mwo?”

Yoona terlonjak kaget, ketika Siwon dengan spontan berdiri dan berteriak pada nya,

“Opp.. Oppa..”

Ucap Yoona sembari membulatkan matanya dan memundurkan badan nya.
Tapi Siwon tak memperdulikan itu, pria itu malah melangkah cepat mendekati gadis itu.

“Apa kau baik baik saja Sayang? Kau tak terluka kan?”
Tanya Siwon berlebihan sembari memperhatikan dan meneliti seluruh tubuh gadis nya itu dengan raut wajah penuh ke khawatiran, membuat Yoona hanya dapat memutar kedua bola matanya malas.

“Oppaa..”

“Oh Sayang, katakan pada ku apa kau mengalami hal buruk sewaktu di jalan menuju kemari?” jawab Siwon semakin panik.

Sementara Yoona gadis itu hanya dapat terdiam sembari menyunggingkan senyum yang terlihat licik, ketika melihat kelakuan tunangan nya itu.

‘Baiklah, sepertinya menjahili nya sedikit tak apa bukan? lagi pula bukan kah dia tengah marah pada ku? anggap saja ini jalan ku agar mendapat ma’af dari nya.’
Gumam Yoona dalam hati, sembari masih memasang raut wajah licik nya.

“Sayang, jawab aku.. Kenapa kau malah diam?”

“Ahh.. Oppa, tadi saat berjalan di lobi aku ditabrak seorang pria berbadan besar, dan seperti nya pundak ku terasa sangat sakit.. tuh kan sakit awwh..”

Jawab Yoona bohong, sembari memegang pundak nya seolah olah merasa kesakitan, dan alhasil hal itu membuat Siwon semakin panik, dan khawatir.

“Oh Sayang, benarkah itu? Siapa yang telah menabrak mu? Katakan pada Oppa, Oppa akan menegur nya.”
Ucap Siwon sembari memandang Yoona dengan raut wajah yang sangat panik.

“Aku tak tahu Oppa, bukankah karyawan disini begitu banyak? Jadi mana mungkin aku tahu namanya, lagi pula aku tak berkenalan dengan nya tadi.”
Jawab Yoona kesal, sembari mengerucutkan bibir nya imut.

“Oh Dear.. Baiklah sekarang kemarilah,, kau harus istirahat, jadi duduklah.”
Ujar Siwon akhirnya, sembari membimbing Yoona untuk duduk di Sofa putih dan panjang yang berada di ruangan itu.

“Nah sekarang kau istirahatlah dulu disini.. Apa ada yang kau inginkan?”

Tanya Siwon kemudian, setelah mereka berdua terduduk di sofa panjang itu.

“Tidak Oppa, aku hanya perlu diam dan tak banyak bergerak, karna pergerakan kecil saja dapat membuat pundak ku kembali sakit.”

“Benarkah? Oh baiklah Sayang, sekarang kau istirahatlah disini emm.” jawab Siwon lembut, sembari mengusap puncak kepala Yoona sekejap.

“Aku akan disini, sekarang Oppa lebih baik kembali bekerja, sepertinya Oppa sibuk.”
Ucap Yoona dengan nada suara manja nya.

“Tidak Sayang, aku akan menemani mu. Sekarang katakan pada Oppa apa yang kau inginkan.”

“Oppa, aku tak mau apa pun, lebih baik Oppa kembali bekerja emm.”

“Sayang..”

“Oppaa..”
Potong Yoona cepat dengan nada suara yang semakin manja, membuat Siwon hanya bisa menghela nafas sembari menatap pasrah pada gadis nya itu.

“Baiklah baiklah Oppa kalah.”
Jawab Siwon mengalah, membuat Yoona tersenyum seketika.

“Kau manis sekali Oppa.”

“Kau lebih manis Sayang.”

Dalam hati Yoona tertawa, bukankah sangat mudah meluluhkan seorang Choi Siwon?

.

.

.

_____

“Issshh lelaki itu, kenapa Yoona mendatangi nya bukan nya pulang.”

Gerutu Jung Soo sembari berjalan kesal menuju kedalam Rumah Yoona.

“Kau kenapa Jung Soo?”

Seruan dengan suara keras dari Donghae yang kini tengah duduk di ruang keluarga bersama Jong Won, dan Kang In, membuat Jung Soo dengan seketika menoleh pada Donghae.

“Apa kau tak dapat melihat nya? Aku tengah kesal..”
Jawab Jung Soo frustasi.

“Mana Yoona?? Omo apa kau pusing karna Yoona tak ada? Bukan kah tadi kau akan menjemput Yoona? Lalu sekarang mana keponakan ku itu?”

Timpal Jong Woon panik,

“Yah Yoona ku tak ada..”
Jawab Jung Soo lemas, dan itu mampu membuat Jong Woon, Kang In, dan Donghae, berteriak kaget dan membulatkan mata mereka serempak.

“MWOO??..”

Teriak mereka serempak, membuat Jung Soo menutup kedua kuping nya dengan kedua tangan nya.

“Yakk Park Jung Soo, kemana Yoona? Katakan yang benar.. Apa Yoona hilang?”
Bentak Kang In pada Jung Soo.

“Issshh,, kau jangan berteriak, dengar dulu penje…”

“Ada apa ini?”

Ucapan Jung Soo terpotong ketika Heechul dengan tiba tiba datang dan bertanya dengan wajah polos nya.

“Dia datang tak membawa Yoona. Sudah ku bilang biar aku yang menjemput Yoona tadi, tapi dia bersikeras ingin menjemput Yoona.”

Timpal Donghae kesal.

Sedangkan Heechul, pria itu dengan cepat mengalihkan tatapan nya kembali pada Jung Soo.

“Apa maksud nya? Kau tak membawa Yoona?”
Tanya Heechul dingin sembari mengerutkan kening nya bingung.

“Oh Tuhan.. Aku belum menjelaskannya, dengarlah dulu penjelasan ku.”

Celetuk Jung Soo sebal.

“Apa lagi yang harus kau jelaskan? Sudah jelas kau pulang dengan tidak membawa Yoona.”

Jawab Jong Woon terlihat marah.

“Yakkk.. Yoona pergi ke kantor Tunangan nya,, kalian tak memberi ku kesempatan berbicara.”

“MWOO..”

Semua orang yang berada disana, kecuali Heechul dan Jung Soo, berteriak kaget dengan penjelasan Jung Soo itu.

“Yakkk.. Kenapa kau tak bilang dari tadi.”

Bentak Donghae kesal, sementara Kang In, Jong Woon dan Heechul, hanya dapat menggelengkan kepala mereka frustasi.

“Jika Yoona pergi ke kantor Tunangan nya, lantas kenapa kau memasang wajah kusut yang membuat kami khawatir.”

Tanya Jong Woon kesal.

“Yakk kau pura pura tak tahu eoh, aku kesal karna dia tak memberi tahu pada ku terlebih dahulu, ia hanya menitipkan pesan pada Taeyeon tadi.”
Jawab Jung Soo frustasi.

“Kenapa kau sefrustasi itu? Bukankah wajar jika Yoona datang pada Tunangan nya?”

Timpal Heechul cuek, membuat Jung Soo semakin frustasi.

“Yakk Kim Heechul, kau tak mengerti, jadi diamlah.”

Teriak Jung Soo sembari memandang Heechul kesal.

“Terimalah kenyataan, Yoona mu itu sekarang sudah memiliki masa depan nya, dan itu tidak dengan mu.”

Bukan nya takut dengan kemarahan Jung Soo pada nya, Heechul malah terus mengolok Jung Soo.

Sementara Donghae, Kang In, dan Jong Woon hanya bisa menggeleng kepala mereka dengan kelakuan Heechul dan Jung Soo yang menurut mereka bertingkah terlalu kekanakan.

“Yakk Kim Heechul diamlah.”

Ujar Jung Soo geram. Dan Heechul pun akhirnya diam, ia tak ingin mulut Jung Soo semakin mejadi jadi, jika ia masih saja mengolok nya.

Jung Soo akhirnya menghembuskan nafas nya berat, lalu mengusap wajah nya lemah.

“Apa yang kau lakukan sekarang dengan nya Yoong.”
Gumam Jung Soo pelan tetapi masih dapat didengar oleh ke empat pria yang berada disana.

Heechul kembali tersenyum geli, sementara Donghae, Kang In, dan Jong Won hanya dapat menatap Jung Soo pasrah.

“Mungkin mereka tengah melampiaskan kerinduan mereka, bukankah mereka sudah seminggu tak bertemu?.”

Celetuk Heechul santai namun mampu membuat Jung Soo melemparkan tatapan mematikan nya pada Heechul.

“Kenapa kau menatap ku seperti itu? Apa salah jika aku menjawab pertanyaan mu itu?”

Ujar Heechul sembari memandang Jung Soo dingin.

“Jawaban mu membuat hati ku semakin tak karuan. Apa kau tau?”

Jawab Jung Soo sembari memasang raut wajah memelas nya.

“Benarkah? Tapi ku fikir jawaban ku telah tepat, atau mungkin mereka bahkan tengah berciuman seperti waktu itu sekarang.”

Jawab Heechul semakin gencar menggoda Jung Soo, sehingga Jung Soo dengan seketika berteriak kesal, dan hal itu mampu membuat Tawa ke Kang In, Jong Woon, dan Donghae meledak seketika.

“YAKKK.. KIM HEECHUL APA YANG KAU KATAKAN.”

“Heh..”

.

.

.

______

“Oppa..”

Panggilan lembut dan manja yang meluncur dari bibir mungil seorang gadis bernama Im Yoona, yang mampu membuat seorang pria tampan bernama Choi Siwon yang kini tengah terduduk di kursi kerjanya mendongak.

“Ada apa Sayang?”

Jawab Pria itu sembari tersenyum lembut.

“Aku bosan, bolehkah aku keluar sebentar?”

Siwon dengan cepat menggelengkan kepalanya ketika Yoona meminta untuk keluar dari ruangannya.

“Tidak boleh, kau harus tetap disini, tunggulah sampai aku menyelesaikan pekerjaan ku, kita akan pulang bersama.”

Jawab Siwon lembut, namun hal itu malah membuat Yoona mengerucutkan bibirnya kesal.

“Oppaa…”

“Kemarilah, apa kau ingin bermain game?”

Potong Siwon cepat,

Yoona sedikit berfikir, dan akhirnya ia mengangguk,

“Boleh juga,,”
Jawab Yoona sembari berdiri dari duduk nya, dan mulai berjalan mendekat pada Siwon.

“Duduklah..”

Perintah Siwon, sembari menepuk nepuk pangkuan nya, dan dengan senyum yang mengembang Yoona pun lantas dengan senang hati mendekat, dan mendudukan tubuh nya dipangkuan Siwon.

“Nah, kau mainkanlah game nya, Oppa akan kembali mengurus dokumen dokumen ini.”

Ucap Siwon sembari memegang pinggang ramping Yoona dengan tangan kiri nya, dan tangan kanan nya ia gunakan untuk kembali mengerjakan dokumen dokumen nya.

“Zumma??”

Ucap Yoona sembari membalikan tubuhnya menatap Siwon.

“Emm, bukankah itu game kesukaan mu?”

Jawab Siwon sembari mengangguk menatap Yoona.

“Aku bosan dengan game ini Oppa.”
Jawab Yoona sembari mengerucutkan bibirnya imut.

“Kenapa? Waktu itu kau bilang Zumma adalah game favorit mu? Jadi apa yang membuat mu bosan dengan game nya?”

“Katak nya,, kataknya jelek, aku fikir jika aku terus terusan memenangkan lavel nya katak itu akan berubah menjadi pangeran, tapi ternyata tidak, katak itu masih saja jelek.”
Ucap Yoona bergurau, namun hal itu mampu membuat Siwon tersenyum geli.

“Kau ini… Baiklah baiklah, sekarang apa yang kau inginkan.”

Tanya Siwon akhirnya, sembari mengusap rambut Yoona lembut, serta tersernyum manis menatap gadis nya itu.

“Senyum.”

Siwon mengerutkan kening nya bingung dengan jawaban Tunangan nya itu.

“Apa? Apa maksud mu?” Tanya Siwon bingung.

“Tersenyumlah.”

“Siapa?”

“Tentu saja kau Oppa,, cepat tersenyum..” jawab Yoona memaksa. Dan akhirnya Siwon pun menuruti perintah Yoona, pria itu mengembangkan senyum paksa nya yang mampu memperlihatkan deretan gigi nya.

“Jika dilihat dari dekat, lubang pipi mu besar juga yah.. Hahahaha…”

Yoona meledakan tawa nya, ketika ia telah berhasil menggoda Tunangan nya itu.

Dan Siwon, pria itu dengan seketika melunturkan senyum mengembang nya ketika Yoona meledek nya.

“Apa yang kau katakan Sayang.”
Tanya Siwon dengan nada suara yang terdengar dingin. Dan itu mampu membuat Yoona menghentikan tawa nya seketika, lalu menatap Siwon ragu.

“Kau.. Kau.. Kenapa Oppa?,, aku kan hanya bercanda.”
Ucap Yoona, sembari memandang Siwon takut.

“Benarkah tapi menurut ku itu semacam ledekan. Bukankah begitu?”

Jawab Siwon sembari memandang Yoona curiga.

“Be.. Benarkah seperti itu? Tapikan aku hanya bercanda Oppa..”
Jawab Yoona takut, sembari sedikit menjauhkan wajah nya dari Siwon.

“Aku tak percaya itu..”
Jawab Siwon semakin memojokan Yoona.

“Oppa.. Aku benar benar bercanda tad… mmmppphh..”

Yoona membulatkan matanya kaget, ketika dengan tiba tiba Siwon memotong perkataan nya dengan sebuah ciuman.

“Emmm, hukuman yang manis.”

Ucap Siwon sembari tersenyum senang, ketika ia telah berhasil mencuri ciuman dari Tunangan nya itu.

Sementara Yoona, gadis itu hanya bisa mendecih sebal.

“Cihh Oppa, kau memang menyebalkan.”
Ucap Yoona kesal.

“Tapi itu sangat manis..”
Jawab Siwon santai,

“Kalau begitu, kembali tersenyum.”

Siwon mengerutkan keningnya bingung dengan permintaan Yoona itu.

“Apa aku harus kembali tersenyum.”
Tanya Siwon ragu.

“Ne, kau harus kembali tersenyum, aku belum puas melihat lubang di pipi mu itu.”

“Isshhh.. Kau ini..”

Siwon mendesah pasrah, lalu kemudian pria itu kembali mengembangkan senyum nya.

“Oppa, jika aku memiliki lesung pipit seperti mu pasti aku akan semakin cantik.. Bukankah begitu?..”

Tanya Yoona sembari terus mengusap pipi Siwon.

“Kau sudah terlihat cantik meskipun tanpa lesung pipi.”

“Oh itu jelas, bukan kah aku memang cantik.”

Jawaban yang meluncur dari bibir manis Yoona, mampu membuat Siwon mengukirkan senyum geli nya.

“Ne, kau memang cantik sayang, bahkan lebih dari itu..”

“Oh kau manis sekali Op…”

Tok.. Tok.. Tok..

Ketukan pada pintu ruangan Siwon, membuat Yoona dengan seketika menghentikan perkataan nya.. Lalu mereka berdua dengan serempak mengalihkan tatapan mereka pada pintu ruangan Siwon.

“Masuklah..”

Perintah Siwon dengan suara yang sedikit keras, dan dengan Yoona yang masih terduduk di pangkuan nya,

Pintu pun dengan perlahan terbuka, dan menampakan seorang gadis berbadan ramping serta berwajah sedikit dingin.

“Ada apa Park Bom?.”

Pertanyaan yang meluncur dari Siwon, membuat wanita yang ternyata sekertaris Siwon itu mengalihkan pandangan nya pada Siwon, setelah sebelum nya memusatkan pandangan nya pada Yoona.

“Nde Sajangmin.. Ada berkas yang harus anda tanda tangani.”

Jawab Park Bom sembari berjalan melangkah mendekat pada meja Siwon.

“Baiklah simpanlah dulu, nanti aku akan menandatangani nya..”
Perintah Siwon sembari memandang Park Bom sekejap, lalu kembali memandang dan tersenyum pada Yoona.

“Baiklah Sajangmin,, kalau begitu saya keluar dulu..”

“Emmm.”

Jawab Siwon sembari mengangguk dengan tanpa memandang Park Bom.

“Oppa.. Siapa dia?”

Tanya Yoona ketika pintu ruangan Siwon tertutup.

“Dia Park Bom.. Dia sekertaris Oppa,, memang kenapa?”

Jawab Siwon santai, sembari memainkan rambut panjang Yoona.

“Tidak.. Hanya saja aku tak suka caranya menatap ku.”

Siwon mengerutkan keningnya bingung.

“Memang bagaimana dia menatap mu tadi?”

“Tidak tahu.. Hanya saja aku tak suka..”

“Isshhh, kau ini..”

“Hehehee..”

Yoona hanya dapat tersenyum paksa, ketika Siwon malah berdesis menjawab nya.

Drrtt..
Drrtt..
Drrtt..

Getaran yang berasal dari Ponsel didalam tas Yoona yang tergeletak di sisi meja kerja Siwon, membuat Yoona dengan cepat berdiri, lalu mengambil ponsel nya.

“Siapa?” tanya Siwon yang ternyata mengikuti langkah Yoona, yang kini tengah memegang ragu ponsel nya.

“Emmm,, Heechul Oppa..”
Jawab Yoona hati hati..

Siwon tersenyum, lalu mengusap pundak Yoona lembut.

“Angkatlah..”

“Mwo?”

Yoona berujar kaget sembari memandang Siwon tak percaya, kenapa pria ini? bukankah ia selalu cemburu jika seorang lelaki menelfon ku? Yah meskipun itu Oppa ku sendiri.

“Angkatlah jika benar itu Heechul Hyung, jika itu Jung Soo Hyung, maka aku tak akan mengizinkan nya.”

Aki tersenyum geli menatap nya, jadi Siwon mencemburui Jung Soo Oppa?

“Yeobseo Oppa..” sapa ku ketika aku menerima panggilan itu dengan Siwon Oppa yang berdiri di hadapan ku.

“Ne Yeobseo.. Yoong?”
Jawab Heechul disebrang telfon.

“Nde Oppa, ada apa?.” tanya Yoona kemudian, sembari memandang Siwon sesaat.

“Apa benar kau sekarang tengah bersama tunangan mu?”

“Ne Oppa, memang kenapa?”

“Tidak, hanya memastikan.. Apa yang sedang kau lakukan disana?”

“Tidak ada, aku hanya bertemu dengan nya.”

“Oh kau pasti sangat merindukan nya..”

Yoona tersenyum malu dengan ucapan Oppa nya itu.

“Oppa bisa saja..”

“Mwoo? Bahkan sekarang kau tengah berpelukan dengan nya?”

Yoona mengerutkan keningnya bingung, berpelukan? siapa yang berpelukan?

“Oppa apa yang Oppa katakan? Aku tidak sedang berpelukan..”

“Oh kau juga berciuman dengan nya?,”

“Mwoo?”

Yoona membulatkan matanya tak percaya, apa yang Heechul katakan? Apa Oppa nya itu mempunyai gangguan di telinganya?

“Ahhh pasti aku sangat mengganggu kalian..”

“Apa yang Oppa katakan? Aku.. Aku tak melakukan apa pun dengan nya sekarang..”

Siwon mengerutkan keningnya bingung..

‘Apa yang tengah mereka bicarakan? Kenapa Yoona terlihat kaget?’
Gumam Siwon dalam hati.

“Ada apa Sayang?”

Yoona mendongakan kepalanya, ketika dapat ia dengar suara Tunangan nya yang bertanya.

“Oh Yoong.. Siwon romantis sekali, Sayang? Berikanlah ponsel mu pada Siwon, aku ingin berbicara dengan nya.”

Belum sempat Yoona menjawab pertanyaan Siwon, di sebrang telfon, Heechul malah kembali bersuara apa lagi dia meminta berbicara dengan Siwon, dan akhirnya Yoona pun memberikan ponsel nya pada Siwon, dengan raut wajah masih penasaran.

“Anyeong Hyung..”
Sapa Siwon akhirnya, meskipun dengan raut wajah aneh nya.

“Oh Anyeong Siwon..”
Balas Heechul disebrang telfon.

“Apa ada yang bisa ku bantu Hyung?”
Tanya Siwon sopan.

“Tidak, aku hanya ingin bertanya, apa yang tengah kau lakukan bersama Yoona hanya itu.”

“Oh.. Kami hanya mengobrol.”

“Mwoo? Berarti aku sangat mengganggu kalian.”

Siwon mengernyit semakin bingung ‘Kenapa dengan Heechul’ gumam Siwon dalam hati.

“Tidak Hyung, kau benar benar tak mengganggu.” jelas Siwon.

“Oh baiklah, kalau begitu aku tutup telfon nya, ma’af aku sudah mengganggu acara mu dan Yoona,, lanjutkanlah apa yang sedang kalian lakukan, aku matikan dulu yah.. Anyeong.”

“Nde Hyung, Anyeong..”

Tuttt…

Setelah sambungan telfon itu terputus, Siwon lantas mengalihkan pandangan nya pada Yoona.

“Apa Oppa mu yang baru saja menelfon, mempunyai riwayat penyakit, seperti gangguan di telinganya mungkin? atau memang pendengaran nya agak sedikit bermasalah?.”
Tanya Siwon setelah nya dengan raut wajah waspada nya, takut takut nanti Yoona tersinggung.

“Ku rasa tidak, selama ini aku merasa pendengaran nya baik baik saja.. Tapi entahlah..”
Jawab Yoona dengan disertai raut wajah bingung nya,

“Oh begitukah..”
Ucap Siwon ragu.. Lalu pria itu pun menghembuskan nafasnya.. Dia tak percaya jika Oppa Yoona yang satu ini baik baik saja, pasti ada yang salah dengan telinga nya, atau mungkin sesuatu yang cukup besar menghalangi telinganya? seperti nyamuk, lalat, kupu kupu? atau mungkin kuda? ah itu terlalu besar..
Gumam Siwon dalam hati.

.

.

.

_____

Empat orang pria tampan kini terlihat tengah berkumpul sembari sibuk mengutak ngatik ponsel mereka masing masing..

Suasana begitu hening, hingga sampai saat salah seorang dari mereka bersuara, memecahkan keheningan diantara mereka.

“Heechul-ah, bisakah kau menghubungi Keponakan ku? Sungguh meskipun aku tahu dia bersama Siwon, tapi hati ku masih saja tak bisa tenang..”
Pinta Jong Won pada Heechul yang saat itu tengah memainkan ponsel nya.

Sedangkan Kang In, dan Donghae hanya dapat mengangguk setuju dengan permintaan Jong Woon itu.

“Hmmm, baiklah, aku akan menghubungi nya, aku juga sebenarnya masih mengkhawatirkan nya.”
Jawab Heechul menyetujui.

“Baiklah, hubungi sekarang.”
Timpal Kang In sembari memandang Heechul gusar.

“Emmm..” jawab Heechul mengangguk. Lalu pria cantik itu kemudian segera mengalihkan pandangan nya kembali pada ponsel nya, dia mencari nomor telfon Yoona, dan setelah ketemu, dia langsung menghubungi gadis itu.

Tutt..
Tutt..
Tutt..

Belum sempat Yoona menerima panggilan nya, Heechul sudah terlebih dulu menatap pada Jung Soo yang baru saja datang dan berdiri mematung sembari memandang nya.

Donghae, Jong Woon dan Kang In tak menyadari keberadaan Jung Soo, hanya Heechul yang mengetahui nya.

Heechul pun mengembangkan sebuah senyum kelicikan di wajah nya.

“Ne Yeobseo Yoong…”
Ujar Heechul setelah panggilan nya diterima Yoona.

Sedangkan Jung Soo yang mengetahui kalau Heechul menghubungi Yoona, langsung menjamkan mata dan pendengaran nya. Heechul yang melihat nya hanya dapat menahan senyum geli nya.

“Apakah benar kau sekarang tengah bersama Tunangan Yoong?.”
Tanya Heechul sembari berpura pura memasang wajah serius seperti biasa nya.

“…..”

“Tidak, hanya memastikan,,, lalu apa yang tengah kalian lakukan?”

“……”

“Oh pasti kau sangat merindukan nya.”
Ujar Heechul sembari memandang pada Jung Soo sekilas, lalu dia menunduk dan menyunggingkan senyum liciknya, Donghae yang melihat nya hanya dapat menaikan sebelah alisnya bingung, melihat tingkah Heechul yang tak biasanya begitu.

“Mwoo? Bahkan sekarang kau tengah berpelukan..”
Teriak Heechul sembari memasang wajah kaget nya, yang membuat tubuh Jung Soo menegang seketika, sedangkan Donghae, Jong Woon, serta Kang In yang mendengar nya hanya berlagak biasa saja, tak ada yang aneh bagi mereka.

“….”

“Oh kau juga berciuman dengan nya..”

“MWOO?”

Dan akhirnya ke empat orang yang berada di sana pun berteriak kaget sembari membulatkan mata mereka, namun suara yang tak kalah keras yang berasal dari Jung Soo, yang membuat mereka mengalihkan pandangan nya kebelakang, ke arah dimana Jung Soo kini berdiri dengan mata yang membulat serta mulut yang terbuka.

“Sudahlah..”
Ucap Kang In, Donghae, dan Jong Woon bersamaan, dengan nada suara pasrah serta tubuh yang mereka hempaskan ke sandaran sofa di belakang mereka, setelah mereka mengerti alur yang Heechul perbuat.

“Sepertinya akan ada adegan yang menyenangkan disini..”
Gumam Kang In pelan, dan mendapat anggukan dingin dari Donghae, dan Jong Woon.

Sedangkan Heechul, pria itu malah tersenyum misterius sembari terus memegang ponsel nya.

“…..”

“Ahh pasti aku sangat mengganggu..”

Ujar Heechul lagi setelah suasana sudah sedikit terkendali.

“…..”

“Oh Yoong, apakah itu Siwon? Oh romantis sekali, Sayang? Berikan ponsel mu pada Siwon, aku ingin berbicara dengan nya.”

“…..”

“Oh Anyeong Siwon..”

Jong Woon melirik Heechul sekejap ketika mendengar nama Siwon, sedangkan Jung Soo, pria itu hanya dapat diam mematung sembari menatap tajam Heechul.

“…..”

“Tidak aku hanya ingin bertanya apa yang tengah kau lakukan bersama Yoona, hanya itu..”

“Mwoo? Berarti aku sangat mengganggu sekali..”

Kang In tersenyum geli dengan tingkah Heechul itu, sungguh kekanakan sekali dirinya, fikir Kang In.

“…..”

“Oh baiklah kalau begitu, aku tutup telfon nya, ma’af aku sudah mengganggu acara mu dan Yoona, lanjutkan apa yang sedang kalian lakukan, aku matikan dulu yah… Anyeong..”

Tuttt…

Jung Soo langsung berlari ke arah Heechul, setelah ia tahu kalau Heechul telah memutuskan sambungan telfon nya dengan Yoona.

“Apa yang pria itu katakan pada mu tadi sehingga kau langsung mematikan sambungan telfon nya?”

Tanya Jung Soo dengan tak sabar sembari mendudukan dirinya di sofa yang sama dengan Heechul. Sedangkan Heechul, pria itu hanya mampu menatap aneh pada Jung Soo.

“Apa yang kau bicarakan.”
Tanya Heechul cuek sembari menaikan sebelah alisnya, menatap heran pada Jung Soo.

“Cepatlah katakan apa yang pria tadi katakan, jangan pura pura tak mengerti.”

Bentak Jung Soo dengan tak sabaran, yang membuat Heechul sedikit menjauhkan tubuh nya dari Jung Soo.

“Yakkk Park Jung Soo, bicaralah dengan sopan pada ku.”
Teriak Heechul kesal.

“Memang kenapa kau sangat penasaran dengan apa yang dikatakan Siwon?”
Timpal Donghae cuek dan tanpa menatap Jung Soo yang sekarang tengah menatap Donghae garang.

“Diamlah Lee Donghae, ini bukan urusan mu.”
Jawab Jung Soo ketus, dan hal itu mampu membuat Donghae menatap Jung Soo dengan ekor matanya, lalu pria itu tersenyum geli.

“Jika kau ingin bertanya, bicaralah yang sopan.”
Ucap Kang In memperingati, dan Jung Soo pun mengalihkan tatapan nya pada pria itu, lalu kemudian dia menghela nafas nya.

“Baiklah baiklah…”
Jawab Jung Soo akhirnya, lalu pria itu kembali mengalihkan pandangan nya pada Heechul yang saat ini masih menatap nya kesal.

“Heechul, aku ingin tahu, apa yang dikatakan Siwon tadi pada mu, ku mohon..”

Ujar Jung Soo akhirnya dengan nada suara yang sedikit melembut, dan gerak tubuh manja, yang membuat Heechul merinding seketika.

Sedangkan Jong Woon yang melihatnya, hanya dapat tersenyum geli sembari menggelengkan kepalanya.

“Kau penasaran emm?”
Jawab Heechul, mulai bersuara sembari memandang licik pada Jung Soo..

“Ne.. Ne..”
Angguk Jung Soo cepat. Dan hal itu makin membuat Heechul tersenyum licik.

“Baiklah..” jawab Heechul akhirnya, membuat semua orang yang berada disana menatap Heechul penasaran, meskipun Donghae, Jong Woon, dan Kang In tak seantusias Jung Soo.

“Tadi Siwon berkata, kalau dia tengah melepaskan rindu nya pada Yoona, bahkan ketika aku menelfon nya mereka tengah berpelukan, dan sebelum nya mereka berciuman..”
Jawab Heechul cuek, tapi hal itu mampu membuat Jung Soo berteriak histeris, sedangkan Kang In, Donghae, dan Jong Woon, hanya dapat menghembuskan nafas mereka, mereka lebih santai dibanding Jung Soo karna mereka tau kalau Heechul hanya berbohong, untuk memanas manasi Jung Soo.

“MWOOO?? ITU TIDAK MUNGKIN, KAU MEMBOHONGI KU KAN KIM HEECHUL? KAU MEMBOHONGI KU AKU TAU ITU.”
Teriak Jung Soo berapi api.

“Yakk kenapa kau berteriak pada ku, bagaimana jika kotoran di kuping ku keluar semua karna teriakan bodoh mu itu..”
Ucap Heechul kesal.

“Kau lebay sekali Jung Soo, bukankah wajar jika Keponakan ku bercumbu dengan tunangannya sendiri? apa hak mu untuk marah?”
Timpal Jong Woon santai.

“Tapi setidaknya pria itu menghargai ku, karna aku belum sepenuhnya bisa melupakan Yoona.”
Jawab Jung Soo, dengan nada suara yang mulai melembut. Dan raut wajah yang terlihat pasrah, bahkan ia menjatuhkan punggungnya ke sandaran sofa dengan kasarnya.

“Kenapa harus Siwon yang menghargai mu? Bukankah ia Tunangan Yoona? Jadi seharusnya kau yang merelakan Yoona segera..”
Timpal Donghae geli.

“Memang, Tapi bukankah yang muda harus lebih menghormati yang tua? Bukankah begitu?”
Jawab Jung Soo sembari menatap Donghae lembut.

“Tak semua yang muda harus mengalah, jika yang tua mengeyel.”
Timpal Kang In dingin, dah hal itu mampu membuat Jung Soo menatap tajam pada Kang In.

“Apa yang kau katakan?”

Kang In mendongak, dan menatap Jung Soo polos.

“Apa? Kenapa? Apa yang aku katakan?”
Pertanyaan polos tanpa dosa yang keluar dari mulut Kang In, membuat Jung Soo mendengus sebal.

“Cih dasar menyebalkan.”
Dengus Jung Soo kesal. Sedangkan Kang In hanya dapat tersenyum geli.

“Sudahlah, tak perlu membuat dirimu seakan adalah pihak yang paling menyedihkan, karna tak akan ada yang kasihan pada mu.”

Celetuk Heechul ketus sembari berjalan meninggalkan ke empat pria itu.

“YAKK KIM HEECHUL.”
Teriak Jung Soo kesal, sembari melempar bantal sofa ke arah Heechul, meskipun akhirnya tak kena.

“Dengarlah perkataan nya, bukankah dia benar?”
Timpal Donghae yang semakin memojokan Jung Soo.

“DIAMLAH KAU LEE DONGHAE.”

.

.

.

______

Disalah satu meja kedai Es Cream, di daerah Seoul, terlihat dua orang wanita cantik yang kini tengah bercerita sembari mencicipi Es Cream mereka.

“Benarkah kau menyukainya Taeng?”
Tanya Jessica, gadis yang duduk di berhadapan dengan Taeyeon.

“Emmm, setelah aku mengenalnya, sepertinya aku menyukainya.”
Angguk Taeyeon menyetujui.

“Isshh padahal aku juga menyukainya karna dia tampan. Dan juga mempesona.”
Ujar Jessica, menggoda.

“Benarkah?” tanya Taeyeon polos.

“Ne benar, tapi karna kau menyukainya maka aku akan merelakan nya untuk mu, karna selama ini aku baru mendengar kau menyukai seorang pria, lagi pula Yunho Oppa juga tampan, bukankah begitu?”
Jawab Sica sembari mengedipkan sebelah matanya pada Taeyeon.

“Issshh kau ini, bukankah Yunho Oppa sudah memiliki kekasih.”

Celetuk Taeyeon kesal.

“Hahahaha, biar saja, meskipun dia sudah memiliki kekasih tapi tetap saja dia tampan bukan?”

“Kau ini, sudah punya pacar pun masih saja di harapkan.”

“Biar saja, baru punya kekasih kan? Bukan istri?.”

“Cih, terserah mu saja.”
Dengus Taeyeon sebal, sembari memanyunkan bibirnya kesal. Dan hal itu membuat Jessica tertawa seketika.

.

.

.

______

Pagi cerah kembali menyapa bumi Seoul,
Burung burung bercicitan, orang orang berlalu lalang melakukan aktivitas masing masing, hari ini begitu cerah dan ceria,

Begitu juga dengan seorang gadis cantik yang kini tengah berjalan dengan agak terburu buru, tapi masih tetap mengembangkan senyum cerahnya.

“Sicaaa..”
Teriak gadis pemilik senyum cerah itu Im Yoona, sembari melambaikan tangan nya pada seorang gadis cantik yang berada disebrang jalan.

Sedangkan Jessica gadis yang berada disebrang jalan hanya dapat tersenyum menatap Yoona sembari melambai lambaikan tangan.

Yoona tersenyum cerah menatap Jessica, lalu tanpa menunggu lama gadis itu langsung berjalan dan berniat menyebarangi jalan, namun baru saja seperempat jalan, Yoona tiba tiba menghentikan langkahnya.

Yoona terdiam, tubuh nya kaku, senyum nya lenyap, kala ia melihat dua orang gadis kecil yang saling bergandengan tangan disebrang jalan yang terlihat ingin menyebrangi jalan itu.

Tiba tiba sekelebat bayangan muncul dalam fikiran Yoona,

Bayangan sebuah senyum cerah seorang gadis kecil yang tengah menggoda nya, bayangan seorang gadis kecil yang memeluk nya penuh sayang, dan bayangan serta suara seorang gadis kecil yang berkata bahwa ia sangat menyayangi Yoona.

“Eonnie..”
Gumam Yoona lemah, dengan mata berkaca, sembari memegangi kepalanya yang terasa berat, serta dadanya yang terasa sangat sesak.

Sedangkan Jessica yang berada lumayan jauh dari Yoona, mengerutkan keningnya bingung, kenapa gadis itu malah terdiam di badan jalan?

“Yoong..”

Teriak Jessica khawatir, namun tak ada jawaban maupun lambaian tangan dari Yoona..

Rasa khawatir Jessica pun semakin memuncak, dan akhirnya gadis itu pun mengambil langkah untuk mendekat pada Yoona, yang berada cukup jauh disana.

Tapi betapa kaget nya Jessica, ketika ia melihat sebuah mobil sedan berwarna putih yang melaju dengan kencangnya ke arah Yoona,

“YOONA AWASS…”

BUKKK…

“IM YOONAAA….”

.

.

.

TBC~

Kado untuk mu nak 😀 meskipun telat yah 😉

Gimana? Ceritanya makin amburadul yah? Ma’af deh belakangan ini aku lagi pusing2 nya 😀 jadi nya gini 🙂
Alurnya masih kecepetan kah? Gak tau kenapa tiap aku baca alurnya serasa kecepetan mulu -_-

Okeh deh jangan lupa RCL ajah yah 😉

Gomawo kalo begitu ..

Anyeong :*

Advertisements

63 thoughts on “Hello Brother 3

  1. lasmae says:

    Senyum senyum sendri bacanya.. yoona udah suka ma swon. Tpi gax mo ngku mungkin gengsi x…
    apa yoona kecelakaan.. semoga gax knpa knpa yoona nya

    Like

  2. Fatimah says:

    Cie yng udah mulai suka sma won oppa..??
    Lucu pas yoona eonni ngjailin won oppa ..hahaha..
    Jung soo oppa suka sama yoona eonni yach…??
    Aq pnasaran ,yoona eonni itu sebenarnya knapa sih..? Punya trauma masa lalu atau punya penyakit sih…?? Kacian..:(
    D tambah dia kecelakaan lagi…:(
    Semangat terus…buat bacanya…!!!

    Like

  3. Nita28 says:

    Ngakak sama kelakuan keempat oppa yoona, leeteuk ya ampun cemburu nya gak terkontrol wkwk
    Ini misteri2 nya udah mulai terlihat ya, yoona yg kayaknya pernah mengalami kecelakaan dan siapa sosok eonni itu?
    Semoga yoona baik2 saja.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s