Hello Brother 2

.

Cover By

dyzhetta

@Poster Designer

Thank buat cover keren nya ^^

*

*

*

Happy Reading~

.

.

.

Author POV.

.

.

.

“Ayolah Sayang kau harus makan, pagi tadi kau hanya sarapan sedikit.”

Ujar seorang wanita paruh baya yang tengah mencoba merayu seorang Gadis cantik yang kini terbaring di atas ranjang dengan wajah pucat nya, agar memakan makanan nya.

Im Yoona,
Yah semenjak kejadian dua hari yang lalu, dimana ia terjatuh pingsan di jalan, dan Siwon membawa nya ke Rumah Sakit, dan sampai sekarang dia terbaring lemah di atas ranjang kamar tidur nya. Dia hanya sehari menginap di Rumah Sakit, baru pagi tadi dia pulang ke Ruma nya.

“Tidak Halmeoni, makanan nya pahit, aku tak mau memakan nya lagi.”

Jawab gadis itu sembari menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.

“Oh Sayang, kau kan sakit wajar saja semua makanan terasa pahit, ayolah sayang satu suapan saja, kau harus makan obat setelah nya.”

Ujar sang nenek memeberi pengertian sembari terus menyodorkan sendok berisi Sup hangat itu pada Yoona.

Tapi lagi lagi gadis itu menggeleng cepat sembari terus menutup mulut nya.

“Aku tak mauuuu…”

Tok..
Tok..

Suara ketukan pada pintu Kamar Yoona, membuat kedua nya terdiam, tak ada perdebatan sekarang.

Kedua nya menatap pintu kamar Yoona dengan tatapan polos mereka.

Cklek..

Pintu pun akhirnya dibuka oleh sang pengetuk. Dan menampakan dua orang pria dengan stelan jas rapi yang kini tengah menatap Yoona di ambang pintu dengan raut wajah khawatir,

Ny. Im tersenyum melihat kedatangan mereka, sedangkan Yoona menatap sebal ke arah mereka berdua.

Mereka adalah Choi Siwon dan Im Dong Gun, Ayah dan Tunangan Yoona..

“Oh Sayang apa kau masih tak mau makan?”

Tanya Tn. Im akhir nya, sembari berjalan cepat ke arah Yoona dengan wajah khawatir nya, di ikuti Siwon dibelakang nya.

“Dia masih tak mau makan Dong Gun.”

Jawab Im Mi Ja, sang nenek.

Dong Gun, menghela nafas nya, begitu pun Siwon, lalu sang ayah pun akhir nya menduduk kan diri nya di atas ranjang yang Yoona tiduri,

Dong Gun mengelus rambut sang putri lembut.

“Sayang, kenapa kau tak mau makan eoh? Bukan kah kau bilang ingin cepat sembuh?”

Tanya sang Ayah kemudian,

Yoona memanyun kan bibir nya, lalu segera merangkul tangan sang Ayah.

“Makanan nya pahit Appa, aku tak mau memakan nya.”

Jawab Yoona manja,

Tn. Im tersenyum pada anak gadis nya itu.

“Tapi kau harus tetap makan Sayang, kau….”

Kring, kring, kring, kring (?)

Suara deringan ponsel dari saku jas Tn. Im, membuat Dong Gun menghenti kan kalimat nya,

Dong Gun tersenyum pada putri nya, lalu mengelus lembut puncuk kepala nya, dan melepas kan rangkulan Yoona di tangan nya.

Yoona mengerucutkan bibir nya kesal, ketika melihat sang Ayah lebih memilih mengangkat Ponsel nya dari pada terus merayu nya.

Siwon yang melihat Yoona, hanya dapat menahan senyum geli nya.

“Yeobseo..”

Sapa Tn. Im kepada seseorang di sebrang telfon.

“…….”

“Oh, Anak ku sakit, bisa kah kau menunda dulu meeteng hari ini?”

“…….”

“Oh Tuhan, aku harus bagaimana? Tidak bisa kah besok saja?”

“……….”

“Baiklah baiklah, aku akan segera kembali..”

“…….”

“Anyeong..”

.

Tut..

Tn. Im menghembuskan nafas nya kasar, ia menatap ponsel nya kesal.

“Apa yang terjadi Dong Gun?”

Pertanyaan lembut dari sang ibu, membuat Im Dong Gun, mengalihkan pandangan nya, menatap sang ibu dengan raut wajah pusing nya.

“Aku lupa kalau hari ini ada meeteng ibu… Appa menelfon ku dengan nada suara yang sungguh mengkhawatirkan tadi, aku jadi panik, dan tanpa basa basi lagi aku dengan segera pulang untuk membujuk putri ku yang tak mau makan.”

Ujar Dong Gun, mencoba menjelaskan pada sang ibu.

“Abbeoji.. Lebih baik sekarang Abbeoji pergi, biar aku yang menjaga Yoona, aku pastikan dia akan memakan makanan nya.”

Sambar Siwon dengan suara begitu Sopan.

Mi Ja dan Dong Gun yang mendengar nya pun langsung mengalihkan tatapan nya pada Siwon,

Sedangkan Yoona, gadis itu hanya mampu menghembuskan nafas nya pasrah, dengan raut wajah malas nya.

“Apa tak akan menyusahkan mu Nak?”

Tanya sang nenek akhirnya di ikuti dengan anggukan setuju dari Tn. Im

Siwon tersenyum ramah, lalu menatap Yoona lembut..

“Aku tak merasa tersusahkan bila bersoalan dengan Yoona.”

Jawab Siwon sembari memberikan senyum manis nya pada Yoona.

Tn. Im tersenyum,

“Baiklah kalau begitu, Abeoji tak tau bagaimana jadi nya jika tak ada kau.”

“Ne, Abeoji jangan sungkan.”

Tn. Im tersenyum, lalu mengangguk pada Siwon..

“Sayang, Appa pergi dulu emm, kau jangan menyusahkan Halmeoni dan tunangan mu Arraseo?”

Tanya Tn. Im pada sang putri sembari menatap nya lembut.

Yoona mengembungkan pipinya kesal,

“Baiklah, Appa pergilah, dan cepatlah pulang, aku ingin tidur dengan pelukan mu.”
Jawab Yoona manja, sembari mencium sekilas tangan sang Ayah, yang tadi mengelus bahu nya.

Sang nenek tersenyum, lalu mengelus kepala Yoona.

Sedangkan Tn. Im yang mendengar permintaan itu dari Yoona hanya bisa menggeleng geli.

“Baiklah.. Appa akan usahakan untuk pulang cepat,
Kalau begitu Appa pergi,”

Ujar Dong Gun sembari mengecup kening sang putri sekejap.

“Eomma aku pergi dulu.”

Pamit Tn. Im pada sang ibu,

Mi Ja hanya bisa mengangguk, mengiyakan.

“Siwon, Abeoji berangkat.. Kau jaga Yoona emm..”

Ucap Tn. Im lagi, kini pada Siwon, sembari menepuk pundak Siwon pelan.

Siwon hanya bisa tersenyum, lalu kemudian mengangguk.

Setelah berpamitan pada mereka, Dong Gun pun tak ingin menunggu lama lagi, ia langsung melangkahkan kaki nya untuk pergi menuju kantor nya, setelah sebelum nya ia kembali memberikan senyum nya untuk putri tercinta nya.

Siwon menatap pada punggung Tn. Im sampai ketika pintu kamar Yoona tertutup.

“Siwon, bisakah kau menjaga Yoona sendiri? Masih ada pekerjaan yang harus Halmoni kerjakan.”

Siwon mengalihkan pandangan nya, menatap Im Mi Ja, yang baru saja bertanya padanya.

Siwon tersenyum menatap Ny. Im,
Tapi ketika ia baru saja akan menjawab pertanyaan dari Ny. Im, Yoona gadis manja itu, langsung menimpali permintaan Sang Nenek.

“Tidak Halmeoni, kau harus tetap disini, jangan tinggal kan aku disini bersamanya, lagi pula apa yang ingin Halmeoni kejakan? Bukan kah hanya menyulam? itu bisa dikerjakan nanti.”

Cerocos Yoona dengan nada suara tinggi, membuat Siwon yang tadi nya baru akan menjawab permintaan Im Mi Ja, langsung bungkam.

“Sayang, Halmeoni harus segera menyelesaikan nya, sekarang kau bersama Siwon dulu emm.”

Jawab sang nenek dengan suara lembut, sembari mengusap surai indah cucu nya itu.

Yoona mengerucutkan bibir nya kesal, sembari menatap sang Halmeoni dengan raut wajahnya yang memelas.

“Yoong, biarkan Halmeoni pergi, bukankah ada Oppa.”

Sambar Siwon sembari berjalan mendekat pada ranjang Yoona lalu mendudukan dirinya di atas ranjang Yoona, dan mengusap puncak kepala Yoona lembut.

Gadis itu memalingkan wajah nya kesal, lalu kembali menatap sang Halmeoni dengan tatapan yang penuh pengharapan.

“Halmeoni, ku mohon,, lagi pula aku tak ingin membuat ‘Siwon Oppa’ lelah karna mengurusi ku.”

Ujar Yoona dengan menekankan nama Siwon, sembari mengembangkan senyum nya yang sedikit terpaksa,

“Tidak Yoong, Oppa tak akan merasa kerepotan, percayalah.”

Sambar Siwon cepat, membuat Yoona mendengus sebal.

Im Mi Ja pun menatap sang cucu dengan senyum lembut nya.

“Kau dengarkan Sayang, Menantu Choi tidak keberatan untuk menjaga mu, jadi kau tak usah khawatir Sayang.”

“Upphhh..”

Yoona mendengus pasrah,

Ny. Im tersenyum, lalu mengecup kening Yoona singkat, sebelum akhir nya dia meninggalkan kamar Yoona..

Siwon tersenyum menatap pada pintu kamar yang telah tertutup rapat. lalu pria itu mengalihkan pandangan nya menatap pada Yoona.

“Sekarang kita hanya berdua.”

Ujar Siwon, sembari mengalihkan pandangan nya pada Yoona.

Tapi apa yang Siwon lihat sekarang.
Pria itu malah melihat gadis nya membungkus dirinya dengan selimut tebal nya sekarang,

Siwon menggelengkan kepalanya sembari tersenyum geli melihat tingkah tunangan nya itu.

“Oh Sayang apa kau mengantuk? Apa kau ingin tidur?”

Tanya Siwon sembari menatap pada tubuh Yoona yang kini terbungkus selimut.

“Iya aku ingin tidur, jadi sebaiknya kau diam Oppa, jangan berisik, dan akan lebih baik jika kau keluar saja dari kamar ku.”

Jawab Yoona ketus, dengan suara yang sedikit redup dikarnakan selimut yang membalut seluruh tubuh nya itu.

“Oh tentu tidak bisa Sayang, aku tak bisa keluar dari sini sementara kau berada disini, aku tak akan membuat mu kesepian.”

“Jika begitu, diamlah aku ingin tidur.”

Siwon menggelengkan kepalanya, sembari menghembuskan nafas nya.

“Baiklah, tapi ada baiknya sebelum tidur kau makan terlebih dahulu, bukan kah Halmeoni bilang pada Abbeoji di telfon, kau belum makan dari pagi?”

“Siapa bilang? Aku sarapan tadi pagi.”

“Begitukah? Tapi kata Halmeoni kau sarapan sedikit.”

“Yakk!! Kau cerewet sekali.. Lagi pula dari mana kau tahu semua itu? Apa kau menyimpan CCTV dirumah ku.”

Siwon terlonjak kaget, ketika Yoona berteriak dengan suara nya yang kencang, sembari membuka selimutnya kasar lalu terduduk menatap Siwon galak.

Siwon membulatkan matanya dan memegang dadanya, Pria itu menatap Yoona dengan raut wajah kaget nya.

“Sayang kau hampir membuat ku mati.”

“Benarkah? Kalau Oppa mati maka aku akan merdeka, bukan kah itu menyenangkan heh.”

Jawab Yoona sembari memberikan pandangan mematikan pada Siwon.

Siwon bergidik ngeri melihat gadis nya yang kini tengah marah.

“Jika aku mati, kau bukan nya akan merdeka, tapi kau akan menginap di penjara bertahun tahun.”

Yoona langsung membulatkan matanya kaget, sembari memandang Siwon tak percaya, sedangkan pria itu hanya mampu menahan senyum geli nya, dan berpura pura memasang wajah serius.

“Mwo?? Apa kau tidak berbohong pada ku Oppa?”

“Kenapa aku harus berbohong pada mu?”

Yoona mendesah pasrah sembari menundukan wajah nya lemah.

Tapi sedetik kemudian, gadis itu kembali mendongakan kepalanya menatap Siwon dengan memincingkan matanya.

“Bukan kah Appa kaya? Jadi dia bisa mengeluarkan ku dari penjara dengan uang nya, jadi aku akan kembali terbebas.”

“Tentu tidak semudah itu, karna Appa dan Eomma Oppa tak akan membiarkan mu bebas, setelah kau membunuh anak tampan mereka.”

“Cih kau narsis sekali Tuan Choi,,”

Siwon tersenyum, lalu kemudian dia mengecup singkat bibir Yoona yang mengerucut, membuat Yoona melemparkan pandangan membunuh nya pada Siwon.

Siwon tergelak dengan tunangan nya itu.

“Sudahlah, hentikan perdebatan ini, lagi pula bukankah Oppa tak mati sekarang?,, lebih baik sekarang kau makan Sup, dan kemudian meminum Obat, bagaimana?”

Tanya Siwon lembut, sembari mengambil semangkuk Sup yang disimpan di atas nakas disamping tempat tidur Yoona.

Siwon membenarkan posisi duduk nya diatas ranjang Yoona, sehingga dia berhadapan dengan gadis nya itu.

“Sekarang buka mulut mu, aaaa..”

Yoona langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan nya, ketika Siwon sudah bersiap untuk menyuapkan Sup itu pada Yoona,

“Oh ayolah Sayang, buka mulut mu, percayalah ini sangat enak.”

Rayu Siwon lagi,
Tapi lagi lagi Yoona hanya menggeleng dengan masih membungkam mulut nya,

Siwon menghela nafas nya, mencoba untuk terus bersabar menghadapi sikap kekanakan gadis nya ini.

“Ayolah Sayang, sedikit saja, bukankah mulut mu, bukankah kau ingin cepat sembuh?”

‘Sembuh’

Kata yang mampu membuat mata Yoona berbinar, serta melepaskan bekapan kedua tangan nya yang membekap mulut nya.

“Apa benar aku akan sembuh hanya karna Sup?”

Siwon tersenyum menatap Yoona yang kini telah mencondongkan badan nya dan menatap nya dengan tatapan berbinar nya.

“Tentu, ini akan membuat mu sembuh.”

“Oppa tak berbohong?”

Siwon lagi lagi tersenyum, lalu mengelus lembut surai Yoona,

“Tidak, mana mungkin ada pria tampan yang berbohong, apa kau tau kebohongan mampu membuat seorang pria tampan kehilangan ketampanan nya.”

“Benarkah? Tapi menurut ku Oppa tak tampan,”

Siwon tergelak mendengar jawaban polos Yoona.

“Benarkah? Tapi Eomma berkata Oppa sangat tampan, bahkan melebihi Appa.”

Ujar Siwon dengan gurauan yang Yoona anggap sebagai jawaban serius dari Siwon.

“Tentu saja Eomanim berkata begitu, bukankah Oppa anak nya? Semua orang tua akan mengatakan anak nya tampan dan cantik.”

“Oh benarkah? Berarti Abbeoji, Halmeoni, dan Harabeoji juga mengatakan kau cantik karna kau adalah anak dan cucu mereka?”

“It.. Ituu, itu pengecualian Oppa.”

Jawab Yoona ragu, lalu kemudian gadis itu menunjukan senyum lebar nya,

“Benarkah?”

“Emm, bukti nya Oppa menyukai ku, itu berarti aku cantik.”

Siwon mengalah ia hanya dapat menganggukan kepalanya sembari tersenyum geli.

“Kalau begitu apakah bidadari cantik ini akan segera memakan Sup nya segera?”

Yoona mengangguk semangat, membuat Siwon tersenyum. Lalu kemudian Siwon menyuapkan Sendok berisi Sup itu pada Yoona, dan dengan senang hati Yoona menerima suapan itu.

‘Sungguh percis seperti merayu anak kecil yang tengah mogok makan.’

Ujar Siwon dalam hati, lalu pria itu tersenyum.

“Oppa, ini pahit..”

Siwon mendongak ketika ia mendengar protesan dari Yoona.

“Orang sakit memang begitu Sayang, tak apa makanlah, itu akan membuat mu sembuh percayalah.”

Yoona menatap Siwon pasrah, lalu akhir nya mengangguk lemah.

Siwon tersenyum lembut, lalu kembali menyuapkan Sup itu pada Yoona, dengan sabar.

*

*

*

Didalam sebuah mobil VAN berwarna merah cerah, terlihat 5 orang pria tampan yang kini terlihat tengah bergurau, sesekali tawa juga menggema mereka didalam mobil.

“Benarkah kita tidak akan memberi tahu Yoona perihal kedatangan kita? Setidak nya beri tahu Paman Im.”

Ujar salah seorang pria yang duduk di jok belakang, yang seketika menghentikan tawa mereka.

“Jika kita memberi tahu kedatangan kita maka bukan kejutan namanya.”

Timpal Seorang pria lain nya yang duduk di jok belakang dengan raut wajah kesal nya.

“Apa kau tidak tau kejutan?”

Sekarang giliran pria yang tengah menyetir yang menimpali pertanyaan bodoh dari pria di sebelah nya.

“Issshhh.. Aku hanya bertanya, tapi kenapa kalian malah membentak ku.”

Jawab pria itu kesal,

Ke empat pria yang berada di dalam mobil itu hanya dapat menggelengkan kepala mereka,

Sungguh konyol nya pertanyaan sahabat mereka itu.

*

*

*

“Obat Yang itu pahit Oppa, aku tak mau meminum nya.”

Siwon menghela nafas untuk yang kesekian kali nya, sungguh tunangan nya itu benar benar seperti anak kecil.

“Sayang mana ada Obat yang manis.”

Jawab Siwon lembut, mencoba untuk bersabar.

“Ada, buktinya dulu waktu aku masih kecil Halmeoni selalu memberikan ku Obat yang rasa nya manis.”

Hah?
Benar benar gadis ini, Siwon benar benar ingin meledakan tawa nya, jika saja kondisi Yoona tidak begini, benar benar gadis konyol.

“Sayang tentu saja Obat nya manis. Itu Obat untuk anak kecil, sedangkan ini untuk orang dewasa.”

Jawab Siwon, sembari mencoba menahan tawa nya yang ingin sekali meledak.

“Jadi aku tak bisa mendapat Obat yang manis seperti dulu?”

Jawab Yoona sembari mengerucutkan bibir nya, membuat Siwon tersenyum.

Cupp…

Siwon mengecup bibir Yoona singkat, membuat Yoona menatap Siwon tajam

Siwon hanya dapat tersenyum dengan memperlihatkan deretan gigi putih nya.

“Oppa selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.

“Itu karna kau tak pernah menolak juga.”

“Bisakah aku menolak, sementara Oppa selalu meminta lebih jika aku menolak.”

“Itu kau tahu.”

Jawab Siwon santai, membuat Yoona memutar matanya bosan.

“Sekarang, minumlah Obat mu emm?”

“Tapi…”

“Apa kau mau sembuh?”

Yoona menghela nafas nya, lalu akhir nya mengangguk lemah, membuat Siwon tersenyum, dan akhirnya Yoona meminum obat itu, meskipun dengan setengah hati.

“Eihhh… Ini pahit sekali.”

Ujar Yoona ketika ia telah berhasil menelan obat nya.

Siwon tersenyum geli dibuatnya, lalu pria itu kembali mengusap rambut Yoona lembut.

“Tak apa, pahit nya tak seberapa.. nah sekarang lebih baik kau tidur, bukankah tadi kau ingin tidur?”

Tanya Siwon sembari memandang Yoona lembut, tapi gadis itu malah memandang Siwon kesal, dengan mengerucutkan bibir nya.

“Karna Oppa mengganggu ku tadi, jadi aku tak bisa tidur.”

Jawab Yoona ketus.

“Tapi kau harus istirahat sekarang, ma’af jika tadi Oppa mengganggu mu, tapi kau benar benar harus istirahat sekarang. Oppa tak mau kau terlalu lelah.”

Yoona memutar bola matanya bosan ‘Kenapa dia baru menyadari kalau dia salah tadi, dasar pria menyebalkan.’
Gerutu Yoona dalam hati.

“Baiklah aku akan istirahat, tapi….”

“Tapi?..”

Jawab Siwon sembari menatap Yoona dengan raut wajah ingin tahu nya.

“Tapi kau harus menggendong ku Oppa, dulu Halmeoni akan menggendong ku ketika aku sakit untuk menidurkan ku.”

Jawab Yoona dengan mata yang menatap Siwon penuh harap.

Siwon tersenyum canggung, lalu menatap Yoona ragu.

“Apakah itu benar?”

Tanya Siwon meyakinkan, sembari tersenyum kaku.

Yoona mengangguk cepat, sembari tersenyum lebar,

“Tapi itukan dulu, sekarang kau sudah besar Sayang, kau tak perlu lagi digendong agar bisa tidur, kau akan tid…..”

“Jadi Oppa tak mau melakukan nya eoh?”

Potong Yoona cepat, dengan matanya yang berkaca, yang membuat Siwon panik seketika.

“Tidak, tentu tidak Sayang, Oppa akan melakukan nya.”

Jawab Siwon cepat, dengan senyum yang ia paksakan.

Yoona tersenyum licik, sedangkan Siwon hanya dapat menghela nafas nya pasrah.

“Naiklah.”

Ucap Siwon yang pada akhir nya berjongkok di samping ranjang agar Yoona dapat naik kepunggung nya,

Yoona tersenyum senang dengan mata yang berbinar, melihat pada punggung Siwon.

“Kau memang yang terbaik Oppa.”

Celetuk Yoona riang sembari berangsut ke tepi ranjang untuk dapat menaiki punggung Siwon.

“Chaaa.. Pak kuda ayo cepat berangkat, aku ingin berkeliling.”

Ucap Yoona riang ketika ia telah naik ke punggung Siwon dan menautkan kedua tangan nya di leher pria itu.

Siwon pun akhir nya berdiri, dengan senyum yang terpatri di wajah tampan nya.

“Bidadari ku ingin berkeliling kemana?”

Tanya Siwon lembut, sembari menengokan wajah nya ke belakang.

“Emmm, aku ingin di sekitar sini saja, kalau kita ke bawah maka Halmeoni akan memarahi ku karna menjadikan Oppa kuda ku.”

Siwon hanya dapat mengangguk setuju, lalu kemudian Pria itu mulai berjalan mengitari kamar Yoona agar gadis nya itu dapat tertidur.

.

.

.

“Halmeoni..”

Teriakan seorang Pria dari arah pintu yang terbuka membuat Im Mi Ja, dan Im Hee Bong yang tengah duduk manis sembari menikmati teh, dengan serempak mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu masuk.

Dan betapa terkejut nya mereka ketika dapat mereka lihat lima orang pria dengan paras tampan kini tengah tersenyum bahagia kearah mereka.

“Jong Won..”

Ucap Im Mi Ja sembari memandang ke lima pria itu dengan raut wajah terkejut.

Sementara Im Hee Bong hanya dapat menatap mereka diam.

“Eomma, aku merindukan mu..”

Ucap Im Jong Won sembari berlari ke arah kedua orang tua nya,

“Oh Sayang, Eomma merindukan mu.”

Ucap Im Mi Ja ketika anak nya itu memeluk nya.

“Appa aku begitu merindukan mu.”

Ucap nya lagi, lalu ia pun memeluk sang ayah.

“Appa lebih merindukan mu Jong Won.”

Jawab Im Hee Bong sembari membalas pelukan Jong Won anak nya.

“Ekhmm.. Apa Halmeoni dan Harabeoji tak merindukan kami.”

Suara serta deheman yang berasal dari Park Jun Soo membuat ketika orang itu mengalihkan pandangan mereka pada Ke empat pria yang berdiri mematung sembari menatap mereka.

“Oh Sayang tentu halmeoni dan Harabeoji rindu pada kalian.”

Jawab Im Mi Ja sembari bejalan mendekat ke arah ke empat Pria tampan itu dan memeluk mereka satu persatu.

“Bagimana keadaan kalian?”

Tanya Kang In setelah kakek dan nenek nya itu selesai memeluk mereka berempat.

“Kami baik cucu ku, kalian sendiri? Dan kemana Ayah dan Ibu kalian? Apa mereka tak bersama kalian.”

Tanya Im Hee Bong pada ke empat Pria itu, yang tak lain adalah,
Lee Donghae, Kang In, Park Jun Soo, dan Heechul.

“Tidak mereka sibuk.”

Jawab Heechul cuek, pria yang satu ini memang salah satu diantara mereka yang memiliki pribadi paling dingin.

Tn. Im menghela nafas nya lemah.

“Mereka selalu saja begitu.”

“Yah mereka memang begitu.”

Celetuk Donghae dengan polosnya.

“Tapi kenapa kalian bisa bersama?”

Tanya Im Mi Ja sembari mengerutkan keningnya heran.

Yah bagaimana tak heran, bukankah ke empat cucu nya itu tinggal di negara berbeda, tapi sekarang? Mereka datang dengan bersamaan.

“Kami telah merencanakan ini jauh jauh hari, dan kami sepakat untuk datang ke Seoul bersama,”

Jawab Kang In sembari tersenyum lembut pada sang Halmeoni,

“Dan kami janjian di bandara.”

Tambah Donghae, membuat ke tiga Pria di sisi nya mengangguk menyetujui.

“Kalian ada ada saja.”

Jawab Im Hee Bong sambil menepuk pundak Heechul yang memang berada di sampingnya.

“Harabeoji, kenapa kau menepuk pundak ku? Bukankah mereka yang berbicara?”

Celetuk Heechul kesal, membuat Im Hee Bong menatap nya.

“Bukankah itu hanya tepukan kecil?”

Jawab Hee Bong sembari menatap Heechul membuat pria itu semakin kesal saja.

“Oh Yah Eomma Appa, Hyung dan keponakan kecil ku mana? Apa mereka tak ada dirumah?”

Tanya Yessung kemudian, membuat Ny. Im mengalihkan pandangan nya menatap anak nya itu.

“Dong Gun pergi bekerja, sedangkan Yoona, dia tengah sakit dan kini berada di kamar nya ber….”

“Benarkah Halmeoni? Benarkah Yoona sakit?”

Ujar Leeteuk memotong perkataan Mi Ja.

“Ne dia sedang sakit, dan sekarang dia di kamarnya ber….”

Lagi lagi Ucapan Mi Ja tehenti karna Leeteuk malah berlari tanpa mendengarkan ucapan sang nenek terlebih dahulu.

Mereka hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Leeteuk itu, lalu kemudian mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti langkah Leeteuk yang menuju kamar Yoona.

*

*

*

___

“Ayolah Sayang, kau harus istirahat sekarang.”

Ujar Siwon yang terus merayu Yoona untuk beristirahat.

Sedangkan Yoona hanya kembali menggeleng sembari mengerucutkan bibir nya imut.

“Aku tidak mau Oppa, aku masih mau digendong.. Tapi kenapa kau malah menurunkan ku.”

Jawab Yoona kesal, sembari menatap Siwon marah.

Siwon hanya dapat menghela nafas beratnya.

“Oh Sayang, punggung Oppa sakit, coba saja kau diam tadi, pasti punggung Oppa tak akan sakit.”

“Oh jadi itu karna aku? Kau menyebalkan.”

“Sayang, berhentilah merajuk, sekarang kau harus istirahat, besok saja Main kuda kuda an nya lagi emmm, Apa kau tak lelah?”

“Tidak mau, aku masih ingin digendong.”

“Sayang, punggung Oppa sudah sakit, dan kau pun harus istirahat, ayolah tidur emm?”

“Tidakkkk… Aku tidak mau istirahat.”

Siwon kembali menghela nafas nya, ia merasa putus asa sekarang, jadi karna tak ada cara lain, ia terpaksa melakukan cara yang satu ini,

Siwon memandang Yoona sembari tersenyum licik,

“Baiklah, jika kau tak mau tidur maka Oppa akan mencium mu.”

Ancam Siwon dengan raut wajah licik nya.

Yoona memandang Siwon santai lalu memutar bola matanya bosan.

“Oh Yah? Silahkan saja aku tak takut, bukankah setiap hari kau selalu mencium ku?”

Jawab Yoona menatang, sembari memajukan badan nya pada Siwon.

“Benarkah?”

Tanya Siwon meyakinkan.

“Tentu saja..”

Jawab Yoona cuek sembari kembali menarik tubuh nya menjauhi Siwon.

“Aku tak akan memberi mu ampun.”

“Oh benarkah? Aku takutt..”

Jawab Yoona dengan memasang wajah pura pura takut.

“Kau benar benar menantang ku ternyata.”

Ucap Siwon sembari terus menatap Yoona yang kini tengah berhadapan dengan nya di atas ranjang.

“Yah aku menantang mu Tuan Choi, dan kau pasti tak hmmmppp….”

Yoona membulatkan matanya kaget, yah bagaimana ia tak kaget menerima ciuman yang secara tiba tiba Siwon berikan.

Sementara Siwon, pria itu tak memperdulikan keterkejutan Yoona, ia malah semakin memperdalam ciuman mereka, mencoba mencari celah untuk memasukan lidah nya kedalam mulut Yoona.

Tapi Yoona tak membiarkan itu, Yoona terus mencoba keluar dari terkaman Pria ini.

Yoona bahkan memukul, mencubit, dan mencoba mendorong tubuh Siwon, tapi apa daya Siwon malah semakin gencar mencium nya.

Siwon tersenyum dalam ciuman nya, pria itu terlihat sangat menikmati ciuman itu, terlihat dari matanya yang terpejam, serta tangan nya yang kini berada di tengkuk Yoona, membuat Yoona semakin susah untuk menghindari ciuman itu, dia hanya bisa terus menutup rapat belahan bibir nya agar Siwon tak bisa berbuat lebih.

Siwon yang menyadari Yoona yang masih saja tak mau membuka bibirnya, akhirnya berinisiatif untuk menggiggit kecil bibir bawah Yoona, membuat Yoona membulatkan matanya seketika.

BRAKKKKK..

“YOONA”

BUKKK..

“Oppa?”

Pangutan bibir mereka akhirnya terlepas, ketika suara gebrakan pintu dengan tiba tiba terdengar keras di ruangan itu.

Siwon kini terduduk dilantas karna dorongan kuat dari Yoona, serta keterkejutan nya yang membuat Yoona dengan mudah melepaskan diri.

Sedangkan Yoona, gadis itu hanya dapat dia mematung sembari menatap pada seorang pria di ambang pintu yang juga kini menatap nya dengan raut wajah terkejut nya.

“Ada apa ini?”

Tanya Yessung yang baru saja datang bersama Kang In, Donghae, Heechul, Im Hee Bong, serta Im Mi Ja.

“Pam.. Paman? Paman…”

Ucap Yoona dengan raut wajah terkejut nya,

Sedangkan Siwon, pria itu hanya dapat tersenyum kaku pada semua orang yang kini tengah berdiri di ambang pintu, sembari menatap aneh pada dirinya.

“Oh Sayang.. Apa yang terjadi pada mu?”

Tanya Yessung akhirnya memecahkan keheningan.

Yessung menatap Yoona khawatir, sembari berjalan cepat ke arah ranjang yang tengah Yoona duduki sekarang.

“Paman??”

Ucap Yoona masih tak percaya.

“Ini Paman Sayang..”

Jawab Yessung cepat, lalu kemudian pria itu dengan segera mendekap tubuh mungil Yoona.

“Paman.. Benarkah ini kau?”
Tanya Yoona masih merasa tak percaya.

“Ini Paman Yoong..”
Jawab Yessung sembari mempererat pelukan nya.

“Oh Paman, Yoona sangat merindukan Paman.. Kenapa Paman pergi lama sekali?”

Ucap Yoona akhirnya, dengan mata berkaca serta suara bergetar menahan tangisnya.

“Paman pergi lama karna Paman belajar Yoong.”
Jawab Yessung sembari mengelus rambut Yoona lembut.

“Kenapa harus belajar jauh jauh?bukankah sekolah disini sama saja?”
Jawab Yoona sedih, disertai dengan air mata nya yang mulai keluar dari pelupuk matanya.

“Heii,, kenapa menangis? Bukankah Paman sekarang disini?”

Ucap Yessung yang menyadari bahwa keponakan nya itu kini tengah menumpahkan tangis dipelukan nya.

“Tapi pasti Paman akan pergi kembali.”

“Sayang…”

“Aku merindukan mu Paman.”

Cupp…

Yoona berucap dengan sedikit terisak, tapi kemudian dia mengecup singkat pipi Paman nya itu sebagai ungkapan rindu yang selama ini bersarang di hati nya.

“Oh Keponakan ku semakin manis ternyata.”

Ucap Yessung sembari melepas pelukan nya, untuk menatap Yoona lalu mengusap air mata yang membasahi kedua pipi mulus Gadis itu.

“Jangan menangis.. Kau akan terlihat jelek jika menangis.”

Lanjut Yessung sembari tersenyum menatap Yoona, lalu kemudian pria itu mengecup singkat kening Yoona dengan lembut.

“Ekhmmm…”

Suara deheman dari Donghae membuat kedua orang itu mengalihkan pandangan nya menatap Donghae.

“Apa kau tak merindukan Oppa juga Yoong?”

Tanya Donghae setelah nya, membuat Yoona tersenyum lembut pada Donghae.

“Tentu aku sangat merindukan Kalian semua.”

Jawab Yoona sembari tersenyum dengan riang nya, lalu merentangkan kedua tangan nya, memberi Isyarat pada semua kakak sepupu nya itu untuk memeluk nya.

“Oh adik manja ku, Oppa merindukan mu.”

Ujar Kang In yang saat ini tengah memeluk Yoona.

“Aku juga sangat merindukan mu Oppa.”
Jawab Yoona sembari membalas pelukan Oppa nya itu, lalu kemudian Donghae dan Heechul juga ikut memeluk Yoona.

“Oppa apa kau tidak merindukan ku?”

Tanya Yoona pada Leeteuk yang hanya diam mematung di ambang pintu.

“Halmeoni Harabeoji.. Pria itu….”

Bukan nya menjawab pertanyaan Yoona, leeteuk malah berucap kepada Mi Ja dan Hee Bong sembari menunjuk Siwon dengan wajah sedih nya, membuat Semua Orang yang berada diruangan itu mengalihkan pandangan mereka pada Siwon, sedangkan Siwon hanya dapat membalas pandangan mereka dengan senyum kaku nya.

“Dia, dia mencium Yoona ku.”

Lanjut Leeteuk lagi, membuat semua orang yang ada dikamar itu membulatkan matanya kaget, kecuali Hee Bong, Mi Ja, Siwon, dan tentu nya Yoona, Siwon dan Yoona hanya bisa menundukan kepalanya malu, sedangkan Hee Bong dan Mi Ja hanya dapat tersenyum maklum.

“Issshh kalian kenapa kaget begitu? Apa lagi kau Teuki, dia itu Siwon, dia calon suami Yoona.”

“MWOO?”

Donghae, Leeteuk, Kang In, langsung berteriak kaget, ketika mendengar penuturan dari sang kakek, sementara Heechul dan Yessung hanya dapat memandang Siwon sembari tersenyum.

“Halmeoni, kau jangan bercanda, bukankah Yoona mencintai ku?”

“Yakk Oppa, apa yang kau bicarakan? Kita kan saudara, lagi pula kapan aku mengatakan pada mu jika aku mencintai mu? Ku rasa tak pernah.”

Timpal Yoona sembari memandang kesal pada Leeteuk yang sudah berbicara seenak nya.

“Issshh lihatlah bahkan bibir Yoona ku terluka karna lelaki itu.”

“Park Jung Soo.”

Ucap mereka serempak sembari menatap tajam pada Leeteuk, kecuali Siwon dan Yoona, mereka hanya dapat terdiam malu.

Sedangkan Leeteuk yang mendapat tatapan tajam itu hanya mampu menunduk takut sembari terus menggerutu sebal.

“Yoong, kenapa kau tak pernah mengatakan jika kekasih mu setampan ini.”

Tanya Yessung mencoba mencairkan suasana malu serta tegang yang tercipta diantara Siwon, Yoona, dan leeteuk, sembari berjalan mendekat ke arah Siwon.

Siwon memperlihatkan senyum lembut nya pada Yessung yang kini telah berdiri di hadapan nya, sedangkan Yoona hanya dapat memandang sebal pada Siwon serta Paman nya itu.

Yessung hanya dapat tersenyum melihat reaksi keponakan nya itu, lalu dia mengalihkan pandangan nya kembali pada Siwon.

“Anyeong, aku Im Jong Won, Paman Yoona, ma’af waktu itu aku tak datang ke acara pertunangan kalian, aku sangat sibuk waktu itu.”

Ujar Yessung pada Siwon sembari memasang raut wajah menyesal nya.

“Ne, tidak apa apa Paman, aku mengerti.”

Jawab Siwon dengan sangat Sopan, membuat Yessung tersenyum ramah pada nya.

“Dia sangat baik dan Sopan nak, dia selalu menjaga Yoona dengan sangat baik, lihat lah bahkan tadi Yoona tak mau makan, tapi setelah Siwon datang dan menyuapi nya makanan nya habis.”

Timpal Ny. Im sembari tersenyum menatap Yessung, membuat Yessung mengalihkan pandangan nya menatap sang ibu.

“Benarkah Eomma? Sungguh manis.”

Jawab Yessung tersenyum kemudian menatap Yoona, sementara gadis itu hanya bisa memutar bola matanya bosan.

‘Bagimana aku bisa menolak jika Pria itu terus mengancam ku.’
Gerutu Yoona dalam hati

“Yaa Jung Soo lihatlah Tunangan Yoona, dia sangat tampan bukan.”

Sindir Donghae pada Leeteuk guna menggoda Pria itu, alhasil Leeteuk melemparkan pandangan mematikan nya pada Donghae, membuat Donghae tertawa geli melihat nya.

“Yakk Lee Donghae, Kau diamlah, kau tak tahu apa apa.”

Teriak Jung Soo sembari menatap Donghae kesal.

“Sudahlah Jung Soo, besi tak akan bisa mengalahkan emas, jadi kau relakan saja.”

Celetuk Kang In semakin membuat Leeteuk Frustasi.

“Yakk!! Tak bisakah kalian semua membela ku?”

Teriak Leeteuk kesal,

“Jung Suk, bersikaplah lebih sopan, janganlah berteriak.”

Timpal Hee Bong, yang memang tidak menyukai sikap cucu nya itu.

“Halmeonii..”

Adu Leeteuk pada sang nenek,

“Sudahlah, berhenti merengek.”

Jawab Mi Ja, sembari menatap Leeteuk kesal, bagaimana ia tak kesal anak itu mempermalukan nya di hadapan calon suami cucu nya yang terkenal sopan itu.

“Menyerahlah, kau tak akan pernah menang jika melawan pria tampan itu.”

Tambah Heechul dengan nada dingin nya, membuat Leeteuk semakin kesal saja.

‘Awas saja, aku tak akan membiarkan Yoona jatuh begitu saja kedalam pelukan namja itu.’

Gumam Leeteuk dalam hati, sembari menatap Siwon kesal.

*

*

*

____

“Selamat Pagi..”

Sapa Seorang gadis cantik dengan riangnya sembari berjalan menuruni tangga untuk menuju meja makan, diamana keluarga Im berkumpul untuk sarapan disana.

“Selamat pagi Yoong..”

“Selamat Pagi Sayang..”

Jawab mereka dengan serempak, membuat Yoona tersenyum, lalu mendudukan tubuhnya di kursi sebelah sang Ayah.

“Apa tubuh mu sudah sangat sehat untuk kuliah Sayang?”

Tanya Tn. Im pada Yoona dengan nada suara yang terdengar khawatir.

Yoona mengalihkan pandangan nya pada sang Ayah, lalu ia tersenyum lembut.

“Aku sudah sehat Appa, lihatlah aku sudah bisa memegang sendok bukan?”

Jawab Yoona sembari mengangkat sendok yang ia pegang.

Tn. Im hanya mampu tersenyum geli melihat putri semata wayang nya itu.

“Baiklah Appa percaya, sekarang cepatlah habiskan sarapan mu sebelum Menantu Choi datang.”

“Appa bukankah sekarang ada Paman? Kenapa aku masih harus berangkat bersama Siwon Oppa.”

Protes Yoona, ketika sang Ayah menyinggung soal Siwon.

“Sayang tapi Appa lebih percaya pada menantu Choi untuk menjaga mu. Dan lagi pula Paman mu kan baru saja datang dua hari yang lalu, jadi Appa takut dia tidak tahu jalan menuju kampus mu.”

Jelas Tn. Im sembari mengelus kepala Yoona dengan sayang.

“Appa, ku mohon…”

“Paman, biar aku saja yang mengantarkan Yoona, bukankah aku tahu dimana kampus Yoona?”

Timpal Leeteuk memotong pembicaraan Yoona.

Tn. Im memandang Leeteuk heran.

“Benarkah? Tapi dari mana kau tahu?”

Jawab Tn. Im dengan raut wajah aneh nya.

“Tentu saja Paman Yoona memberi tahu ku.”

Jawab leeteuk mencoba meyakinkan Tn. Im

“Heh bilang saja kau ingin berdekatan dengan Yoona.”

Timpal Heechul dengan cuek nya, membuat Leeteuk memandang nya tajam.

“Bisa kah kau membela ku Tn. Kim?”

Ujar Leeteuk kesal,

Heechul mendongakan wajah nya menatap Leeteuk dengan ekspresi wajah dingin nya.

“Sayang nya aku tak pernah bisa.”

Jawab Heechul ringan, lalu pria cantik itu kembali melahap roti nya.

Yoona dan yang lain nya hanya bisa menggelengkan kepalanya geli dengan perdebatan antara pria cerewet dan pria dingin.

“Yoong, menurut Halmeoni benar kata Appa mu lebih baik kau berangkat bersama menantu Choi.”

Ujar Ny. Im ikut memberi saran.

Yoona mengerucutkan bibirnya kesal.

“Harabeoji..”

Celetuk Yoona dengan nada suara manjanya.

Im Hee Bong yang mendengar suara Sang Cucu yang memanggil nya langsung mendongakan kepalanya menatap Yoona.

“Yah, menurut Appa biarkanlah Yoona berangkat bersama Leeteuk atau Jong Woon, siapa tahu dia merindukan Oppa dan Paman nya itu,”

Yoona tersenyum senang atas ucapan kakek nya itu, sedangkan Tn. Im hanya bisa menghela nafas nya.

“Baiklah hari ini kau akan berangkat bersama Oppa atau Paman mu, terserah kau, tapi besok kau kembali berangkat bersama Siwon.”

Jawab Tn. Im akhirnya membuat Yoona berteriak kegirangan dan mengucapkan terimakasih nya pada sang Ayah dan Kakek nya, sungguh berlebihan.

Ting..
Tong..

Suara Bell Rumah yang berbunyi, membuat Yoona menghentikan aktivitas riang nya itu, lalu segera mengalihkan pandangan nya pada pintu masuk yang kini tengah dibuka oleh bibi Ahn.

Dan setelah pintu itu terbuka, dapat Yoona lihat sosok pria jangkung yang kini berdiri disana sembari tersenyum lembut pada semua orang.

“Oh Menantu Choi.”

Tn. Im langsung berdiri ketika ia tahu ternyata Siwon yang datang.

Dong Gun akhirnya berjalan melangkah mendekat pada Siwon, lalu mereka mulai bicara,

Sedangkan Yoona, gadis itu hanya mampu menatap punggung Ayah nya serta wajah Siwon yang saat itu tengah mengobrol, entah apa yang mereka bicarakan, yang pasti Yoona dan yang lain nya tak dapat mendengar apa yang dibicarakan nya.

Yoona hanya dapat melihat ekspresi wajah Siwon yang sesekali tersenyum lembut serta mengangguk pada Ayah nya,
Tapi..

Degg…

Jantung Yoona berdetak dengan kencang, manakala tatapan Siwon mengarah pada nya, tatapan nya begitu dingin dan tajam, membuat Yoona tak dapat berkutik, rasanya Yoona ingin menggali lubang sekarang juga agar ia dapat terhindar dari tatapan menusuk Siwon.

Tapi Gadis itu mulai bisa bernafas lega, ketika Siwon dengan perlahan pergi, setelah sebelum nya menatap Yoona tajam, kelihatan nya Pria itu tengah kesal sekarang. Tapi Yoona tak perduli, setidak nya ia terlepas dari kekangan pria itu hari ini.

*

*

*

“Nah kita sampai Yoong.. Benarkan disini kampus mu?”

Ujar Leeteuk sembari menghentikan laju mobil nya di depan gerbang sebuah kampus.

Yoona tersenyum menatap Leeteuk.

“Gomawo Oppa,”

“Cheonma Yoong.”

Jawab Leeteuk sembari mengelus puncak kepala Yoona sekejap.

“Oh yah Oppa, itu lihatlah disana.”

Ujar Yoona kemudian ketika gadis itu menatap 2 wanita cantik yang hendak berjalan memasuki gerbang kampus.

Leeteuk mengikuti arah pandang Yoona.

“Siapa? Apakah teman mu?”

Tanya Leeteuk kemudian, dan Yoona hanya bisa mengangguk antusias, lalu kemudian gadis itu dengan cepat kilat membuka pintu mobil lalu keluar.

“Sica, Taeyeon?”

Teriak Yoona memanggil 2 wanita cantik itu, membuat mereka membalikan Tubuh nya dan menatap Yoona,

“Yoong.”

Teriak mereka tak kalah kencang, lalu dengan cepat berlari mendekat pada Yoona.

“Oh Deer kenapa tak langsung masuk saja, kenapa malah berteriak memanggil kami?”

Gerutu Sica setelah mereka berada dihadapan Yoona.

Sedangkan Yoona, gadis itu dengan tanpa dosa nya malah tersenyum lebar melihat kekesalan sahabat nya itu.

“Aku ingin mengenalkan kalian pada Oppa ku yang baru datang ke Seoul.”

Ujar Yoona dengan riang nya kepada kedua sahabat nya itu.

Tapi Taeyeon dan Jessica malah mengerutkan kening nya bingung.

“Oppa mu?”

Jawab mereka serempak, sembari sama sama mengerutkan kening mereka bingung.

“Issshhh itu ke empat Oppa ku yang pernah ku ceritakan pada kalian.”

Ujar Yoona kesal.

“Ohh itu.. Kalau itu kami ingat. Mana mana mereka tunjukan pada kami.”

Jessica berujar dengan sangat antusias, membuat Yoona dan Taeyeon tertawa geli karna sikap sahabat nya itu.

“Dia ada didalam mobil, hanya saja aku hanya membawa Leeteuk Oppa,”

Jawab Yoona sembari menatap pada mobil nya sekejap.

“Tidak apaYoong, cepat panggil Oppa mu itu.. Aku sudah tak sabar.”

Lagi lagi Sica yang sangat antusias dengan kedatangan Oppa Yoona itu.

“Leeteuk Oppa, keluarlah ada yang ingin aku perkenalkan pada mu.”

Ujar Yoona kemudian sembari sedikit berteriak. Dan setelah itu dapat mereka lihat seorang pria tampan berwajah putih keluar dari mobil itu.

Jessica menatap pria itu dengan mata yang tak berkedip.

sedangkan Taeyeon gadis itu hanya bisa terdiam. Entah kenapa jantung nya kini berdetak kencang ketika melihat Pria itu apakah, apakah dia menyukai pria yang bahkan belum 1 menit ia lihat, benarkah?

*

*

*

TBC~

.

Haha kependekan? Alurnya kecepetan? Ma’af yah, soalnya pas aku mau manjangin bingung harus gimana klop TBC nya sampai sini 😀

Dan untuk Typo.. Sorry yah kalo banyak Typo nya,

Dan untuk alur kalo ngerasa kecepetan ma’af banget soal nya aku kan masih belajar #ngeles 😀

Oky deh selamat ketemu di Next Chap yang aku usahain cepet 😉

jangan lupa RCL 😉

#Anyeong ❤ Daawa 🙂

Advertisements

65 thoughts on “Hello Brother 2

  1. lns19 says:

    Agak sedikit aneh sih sikap nya yoona,
    Tp ga fokus ke situ, lbh fokus yoona yg nolak siwon ngaterin ke kampus.
    Pasti marah bget siwon
    Haha

    Cuss part 3
    Pye

    Like

  2. Fatimah says:

    Yoona eonni kyak anak kecil tapi aku suka..
    Sebenarnya dia sakit apa sih…???
    Terus ibunya kmna,kok gx d ceritain…?
    Enak yach jdi yoona eonni punya oppa yng ganteng2..???
    Hehe…
    Lanjut akh chp 3…

    Like

  3. Fitri Anita says:

    Siwon jngan mrah2 j dunkz ma siwon oppa.. kasian kan dia. 😅
    Leeteuk syank bnget ma yoona y soalnya dia lebih over ktmbang 3 oppa yoona yg laen??
    Hmm… yoongie pu ya oppa yg ganteng2…. seneng y yoong 😆
    Lnjut y thor…

    Like

  4. Nita28 says:

    Yoona beruntung banget punya oppa2 itu di hidupnya kyaaaa ya ampun aku pengennn.. aduh yesung oppa jadi paman dan leeteuk jadi ponakannya wkwkwk
    Siwon kayaknya harus makin sabar nih dengan kehadiran nya leeteuk.

    Like

  5. ysr1407 says:

    Di part ini yoona lucu banget, siwon penyayang bngt sih yang penting yoona bahagia. Ahh oppa jd baper nih. Lanjutkan min semangatttt 😊😀

    Like

  6. Kimyoorin says:

    Hohohoho..yoona manja banget sumpah sama Appanya😇😇 bener2 ngalahain anak kecil😯kayanya siwon bakal marah besar ni sama yoongie😁 wahhh bakal seru next cahapternya kyanya😀😀

    Like

  7. bananacake says:

    Yuhuuu suka sama karakter nya yoona disini wkwkwk cocok sama mukanya 🙂
    So far suka sih sama alur cerita nya, masih ringam2 tapi konflik nya bikin penasaran juga
    good job author!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s