Love For You [5]

love-for-you-by-choi-yoonwon.png.jpg

Cover By :

qintazhk

@ Poster Designer

Thank Buat Cover keren nya^^

.

Main Cast : Choi Siwon, Im YoonA, And Other Cast.

.

.

.

___________

Siwon tersenyum dengan sangat cerah sembari memandang pada Yoona sang kekasih yang kini tengah berjalan dengan begitu anggun dan manis mendekati nya.

Malam ini Siwon akan mengajak Yoona untuk datang ke acara ulang tahun sahabat wanita nya, dan ia pasti nya mengajak Yoona. Yoona yang awal nya menolak karna merasa tak pede akhirnya menuruti permintaan Siwon yang seperti biasa selalu memaksa.

“Kau sudah Siap Yoong?”
Tanya Siwon bersemangat ketika melihat Yoona yang kini telah berdiri dihadapan nya.

Siwon berdiri, di ikuti oleh Nyonya dan Tuan Im.

“Tentu jika aku tak siap maka aku tak akan menemui mu Oppa.”
Jawab Yoona ketus.

Yah meskipun gadis itu sudah mengatakan kalau ia mencintai Siwon, Yoona masih saja kesal dengan pria itu, karna apa? Tentu saja karna sikapnya yang pemaksa juga over protektif.

“Yoona.. Kau jangan begitu Sayang. Bersikaplah lebih manis, anak gadis tak boleh berkata kasar begitu.”

Yoona memanyunkan bibirnya kesal dengan peringatan ayah nya itu.

“Apa kata kata ku terlalu kasar Appa?”
Tanya Yoona sembari mengerucutkan bibirnya.

“Tentu. Itu terlihat ketus, kau seorang gadis, jadi jangan berkata dengan suara tak sopan Arrasseo?”
Perintah Tn. Im tegas, membuat Yoona menatap Tn. Im pasrah.

“Ne, ne.. Arasseo Appa..”
Jawab Yoona dengan wajah sok manis yang dibuat buat.

“Kau ini..”
Timpal Ny. Im sembari mengelus bahu Yoona lembut.

“Ya sudah, Paman Bibi.. Bolehkah aku membawa Yoona sekarang?”
Siwon yang tadi sempat terdiam pun akhirnya kini bersuara kembali, pria itu meminta izin untuk segera membawa Yoona.

Tn. Im mengalihkan perhatian nya pada Siwon, ia tersenyum sembari mengangguk.

“Tentu, jika terlalu lama, kalian bisa terlambat.”
Jawab Tn. Im mengizinkan.

Siwon tersenyum lembut pada Tuan, dan juga Nyonya Im, sebelum akhirnya pergi membawa Yoona, setelah sebelumnya berpamintan pada Ayah dan Ibu Yoona.

.

.

.

________

“Oppa kenapa perjalanan nya terasa jauh sekali.”
Gerutu Yoona kesal pada Siwon yang kini tengah terfokus menyetir.

Siwon mengalihkan tatapan nya sekejap pada Yoona, lalu ia tersenyum sembari kembali memperhatikan jalan.

“Benarkah? Tapi perasaan kita baru saja berangkat. Dan juga tempat nya tak terlalu jauh.”
Jawab Siwon yang masih fokus pada jalanan, dan sesekali melihat Yoona yang kini tengah menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi mobil, serta kedua tangan nya ia taruh didepan dada.

“Tapi buktinya aku sudah mengantuk, tapi belum juga sampai.”
Ucap Yoona lagi sembari masih menampilkan raut wajah jenuh nya.

“Oh Tuhan Sayang, ini baru pukul tujuh, dan kau bilang kau sudah mengantuk? Seperti anak TK.”

“Kau mengatai ku Oppa?”
Jawab Yoona tak suka, sembari mengalihkan pandangan nya pada Siwon dengan cepat, juga menaikan jari telunjuk nya menuduh Siwon.

“Tidak siapa yang mengatai mu Sayang? Kau salah dengar mungkin?”
Jawab Siwon mencoba berkilah, sembari memasang raut wajah nya panik, takut takut kalau Yoona akan marah padanya.

“Lalu apa maksud nya dengan ‘Seperti anak TK’.”
Ucap Yoona dengan penuh penekanan, sembari masih memandang Siwon tak suka.

“Oh.. Iya.. Yang itu maksud mu.. Itu.. Kau.. Itu.. Kau salah paham.”
Jelas Siwon terbata.

“Salah paham? Kau jelas jelas mengataiku masih bisakah disebut salah paham.”

“Oh, maksud ku bukan untuk mengatai mu Sayang. Itu hanya perumpamaan.”

“Apa bedanya?”
Tanya Yoona semakin mendesak Siwon. Membuat pria itu merasa gugup dan khawatir dalam bersamaan.

“Ahh.. Kita sudah sampai Sayang.”
Siwon tersenyum riang dalam hati, ketika ia baru menyadari kalau ternyata ia telah sampai,

“Cihh, menyebalkan.”
Gerutu Yoona kesal, ketika Siwon malah membuka pintu mobil, lalu keluar dan berlari kecil mengitari mobil untuk membuka pintu dimana Yoona duduk.

“Silahkan Princess, kita sudah sampai..”

Yoona memandang Siwon dengan masih kesal. Sementara Siwon, pria itu malah terus mengembangkan senyumnya serta menatap Yoona dengan tatapan yang sangat mempesona.

Yoona mendengus sebal, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari dalam mobil, dengan tangan yang berada di depan dadanya.

“Ayo,”
Ajak Siwon sembari mencoba meraih tangan Yoona, namun dengan cepat gadis itu menepisnya. Siwon menaikan sebelah alisnya bingung..

“Kenapa?”
Tanya Siwon bingung.

“Oppa duluan saja jalanya, aku akan mengikuti dibelakang.”
Ucap Yoona santai, sembari memandang Siwon remeh.

“Oh begitukah? Baiklah.”
Jawab Siwon menyetujui, Yoona sempat bertanya tanya kenapa Siwon dengan mudahnya mengizinkan itu? Bukankah ia akan marah kalau Yoona menentang keinginan nya? namun Yoona tak mau terlalu ambil pusing. Ia lantas mengikuti langkah Siwon dari belakang dengan santainya. Namun Yoona menghentikan langkah nya tiba tiba, ketika gadis itu telah berdiri di pintu utama yang terbuka lebar. Ia mengerjap ngerjapkan mata bulatnya, mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru ruangan yang dipenuhi orang orang.

Siwon yang merasakan kalau Yoona tak lagi mengikuti langkahnya akhirnya membalikan badan nya, dan dapat ia lihat gadis cantiknya kini malah terdiam mematung di pintu utama. Seulas senyum kemenangan menghiasi wajah tampan pria itu. ‘Benarkan dugaan ku?’ gumam Siwon dalam hati. Dan dengan perlahan Siwon akhirnya melangkah mendekat pada Yoona. Siwon tersenyum menatap Yoona yang kini tengah menatap nya polos.

“Kenapa kau diam?”

Yoona tak menjawab pertanyaan pria itu. Gadis itu malah dengan cepat memegang siku tangan Siwon cepat dengan kedua tangan nya. Dan hal itu membuat Siwon kembali tersenyum lebar, ia kembali merasakan kemenangan. Lalu dengan lembut ia melangkah mengajak Yoona untuk masuk.

“Kenapa Oppa tak mengatakan jika ini acara orang dewasa?”
Tanya Yoona dengan suara pelan dan hati hati, ketika dia dan Siwon masih melangkah.

Siwon tersenyum pada Yoona.
“Kau tak menanyakannya.”
Jawab Siwon santai. Dan Yoona hanya dapat mendengus sebal.

“Opp.. a..”
Panggilnya lagi dengan suara yang mulai terbata.

“Emmm, Ne..”

Yoona mengeratkan pegangan nya pada sikut tangan Siwon, dan Jas hitam yang Siwon kenakan.

“Apa disini tak ada remaja? Kenapa mereka terus melihat ku? Ini acara orang dewasa seperti Oppa, harusnya Oppa tak mengajak ku.”

Siwon menghentikan langkahnya, dan otomatis Yoona juga ikut menghentikan langkahnya. Pria itu memandang Yoona lembut, lalu tersenyum dengan penuh pesona.

“Tak apa, mereka melihat mu karna iri, kau lebih cantik dari mereka, makan nya mereka terus menatap mu.”

“Benarkah? Tapi aku tak suka tatapan wanita wanita itu , tatapan mereka begitu sinis.”
Jawab Yoona sembari memandang takut pada orang orang yang memandangnya.

Siwon menghela nafasnya sejenak, lalu tersenyum. Jelas pria itu tahu kenapa mereka memandang sinis pada Yoona, yah itu karna dirinya.

“Tak usah takut, kau bersama ku Sayang, aku akan menjaga mu.”
Jawab Siwon lembut sembari mengelus pipi Yoona.

Yoona menghembuskan nafas beratnya, lalu kemudian mengangguk. Siwon tersenyum dengan begitu manis, lalu ia menggenggam tangan Yoona dan melanjutkan langkah mereka.

“Hai Wonnie.. Kau datang rupanya.”

Yoona tersentak kaget, gadis itu mengeratkan genggaman Siwon, dan satu tangan nya kembali memegang erat sikut Siwon, ketika suara keras seorang lelaki dewasa terdengar memanggil Siwon.

Siwon mengalihkan pandangan nya pada Yoona, lalu pria itu tersenyum, mencoba menenangkan gadisnya yang memang tidak biasa dengan keramaian orang dewasa, apalagi dengan suara keras yang menggelegar.

“Ne Young, aku datang.”
Jawab Siwon setelahnya sembari menatap teman pria nya Kim Young-Kwang.

“Wooahh.. Siapa ini apakah adik mu? Tapi perasaan kemarin wajah nya tak seperti ini.. Dia manis.”
Tanya Young Kwang bersemangat sembari memandang takjub pada Yoona. Sementara itu Siwon. Pria itu memandang Sahabatnya itu dengan tatapan tak sukanya.

“Dia kekasih ku, berhenti memandang nya. Aku tak suka.”

“Mwo?? Dia? Gadis manis ini kekasih mu?”
Ucap Pria itu dengan sedikit berteriak tak percaya. Dan dengan gerakan cepat Yoona semakin mengeratkan pegangan tangan nya pada Siwon dan sedikit berangsut kebelakang tubuh besar Siwon. Gadis itu sesekali melihat pada Young Kwang dengan waswas.

“Jangan berteriak Yo…”

“Siwonnnn….”

Yoona tersentak kaget melepaskan genggaman tangan Siwon, dan kedua tangan nya segera beralih memegang erat belakang jas hitam yang Siwon kenakan, ketika dengan tiba tiba seorang wanita sexy datang memanggil serta memeluk Siwon tiba tiba. Dan tentunya bukan hanya Yoona yang kaget tetapi Siwon dan beberapa teman nya juga tersentak kaget.

“Gomawo sudah mau datang Siwon.”

Cupp…

Dengan spontan Siwon mendorong wanita itu sehingga pelukan nya terlepas. Apa apa an dia? Berani beraninya mencium pipinya dihadapan gadisnya?

“Apa yang kau lakukan Hyuna.. Berhentilah bersikap menyebalkan.”
Bentak Siwon terlihat marah pada wanita yang kini berada dihadapannya. Hyuna, nama wanita sexy itu Hyuna..

“Kenapa? Ahh apa kau malu?”

Siwon menggertakkan giginya. Betapa menyebalkan nya wanita ini? Apa dia tak melihat gadis cantik yang kini bersama Siwon tengah manyun kesal? Ahh jangan sampai kekasih nya itu salah paham lagi.

“Hyuna.. Apa kau tak melihat aku membawa kekasih ku kesini? Kenapa kau begitu lancang?”
Ucap Siwon kesal, sembari melirik Yoona sekejap. Dan hal itu mampu membuat wanita sexy itu membulatkan matanya tak percaya.

“Mw.. Mwoo?? Dia.. Dia.. Kekasih mu? Kau berkencan dengan gadis ini? Apa kau serius??”
Ucap Hyuna tak percaya.

“Kenapa aku harus bercanda? Lihatlah bukankah dia sangat cantik.”
Ucap Siwon membanggakan.

“Dia cantik.. Hanya saja dia terlihat masih sangat belia.. Lihatlah tubuh nya masih mungil.. Apa ini kriteria mu?”

Siwon tertohok dengan ucapan Hyuna.. Ia takut Yoona nya akan marah.. Jika Yoona nya marah maka akan susah membujuknya.
‘Isshh sepertinya bukan ide bagus membawa Yoona kemari’ runtuk Siwon dalam hati.

“Diamlah Hyuna kau tak tahu apa pun tentang gadis ku.. Dia memang masih belia, tapi lihatlah dia bahkan lebih cantik dari mu, dia masih muda, dan aku suka gadis muda ini..”
Ujar Siwon membela.

“Tapi lihatlah Siwon.. Buka mata mu lebar lebar, aku lebih sexy dari nya.. Dan…”

“Diam..”
Siwon menggeram marah.. Ia menatap Hyuna tajam. Sedangkan Yoona, gadis mungil itu hanya mampu meremas jas Siwon erat, dengan tatapan mata yang mulai berkaca. Gadis cantik itu menahan tangisnya yang ingin ia keluarkan sekarang.

Mereka menjadi pusat perhatian sekarang. Seorang pria paling mempesona di kampus, kini menggandeng sebuah gadis belia, dan bertengkar dengan wanita yang menyukainya.. Sungguh tontonan yang sangat menarik bukan?

“Tapi aku masih ingin bicara..
Siwon, lihatlah gadis itu masih terlalu muda untuk mu, perhatikan dia sekarang.. Gadis kecil mu itu kini terlihat sangat menggemaskan di balik punggung mu.. Oh dan bahkan matanya terlihat berkaca, apa dia menguap? Harusnya di jam jam sekarang, seorang gadis kecil memang harus segera tidur dan meminum susu coklat.. Bukankah begitu? Hahahaha..”

Yoona semakin meremas jas Siwon, ia malu sekarang, bahkan matanya semakin memerah, ingin sekali ia berlari dari sini, masuk kedalam mobil lalu menangis sejadi jadinya.. Kenapa wanita dewasa terlihat begitu kejam?

Siwon yang merasakan tangan Yoona yang semakin kencang meremas jas nya pun memandang Hyuna dengan tatapan seolah olah ingin membunuh wanita itu. Dasar pengagum gila.

“Awwwhhh..”

Siwon dengan sigap membalikan tubuhnya, ketika ia mendengar suara Yoona yang menggaduh..

“Ya Tuhan Sayang..”
Ucap Siwon dengan begitu panik, ketika dilihatnya, ternyata Tiffany menumpahkan minuman nya ke punggung Yoona.

“Apa kau tak apa?”

Yoona tak menjawab, gadis itu hanya memandang Siwon dengan mata memerah dan berkaca, ia ingin menangis, Siwon tau itu.. Dengan cepat pria itu mengalihkan tatapan nya pada Tiffany yang kini tengah berdiri sembari memegang gelas kosong dengan raut wajah seolah olah ia menyesal.

“Uppss.. Ma’af aku tak sengaja..”
Sesal Fanny dengan wajah yang terlihat menyebalkan dimata Siwon.

“Apa mata mu divonis katarak? Kau tidak melihat jalan mu hah?”
Siwon tak dapat mengendalikan kemarahan nya. Ia meneriaki Fanny sekarang. Semua orang memandang takjub sekaligus terkejut begitupun Fanny, ia tak percaya, Siwon tak begini sebelum nya? Bahkan ketika kemarin Siwon meminta Fanny untuk tidak menyentuh nya sembarangan, pria ini menjelaskan begitu lembut. tapi lihatlah sekarang..

“Aku,, aku,, aku tak melihatnya, tubuhnya begitu mungil ja…”

“Apa ini? Apa yang kalian bicarakan Hah? Aku datang kesini bermaksud baik.. Tapi lihatlah kelakuan kalian? Sungguh memuakkan..”
Semprot Siwon dengan suara keras penuh emosi, membuat semua orang yang berada diruangan itu terperanga tak percaya, pria pendiam ternyata bisa marah juga ternyata? Fikir mereka takjub

“Siwon, akan lebih baik jika kau bicara dengan nada suara rendah.. Jangan berteriak begitu lihatlah gadis kecil itu, dia sudah akan menangis karna takut..”
Timpal seorang wanita berwajah ketus yang kini tengah berdiri sembari memasang raut wajah meremehkan di sebelah Hyuna.

Siwon memandang tajam wanita itu, “Diam kau Park…”

“Oppa..”
Siwon menghentikan ucapan nya, saat dia merasa Yoona menarik narik jas nya, sembari berbisik lirih memanggilnya, pria itu lantas mengalihkan pandangan nya pada Yoona yang kini tengah memandang nya ragu.

“Aku ingin pulang..”
Tambahnya lagi lagi dengan suara yang sangat pelan serta hampir bergetar.. Siwon menghembuskan nafas lemah nya, sembari menatap Yoona lirih.. Lalu akhirnya mengangguk.

“Kita akan pulang..”
Jawab Siwon dengan sama pelan nya, sembari mengusap rambut Yoona lembut.

“Kalau begitu cepatlah..”
Pinta Yoona dengan mata berkaca siap menangis. Membuat Siwon tak tega.

“Kita pulang..”
Ujar Siwon akhirnya, lalu pria itu menarik tangan Yoona untuk mengikutinya pergi, setelah sebelumnya melemparkan tatapan tajam penuh emosi pada orang orang disekitarnya, sedangkan Yoona hanya dapat menunduk menahan tangis sepanjang jalan nya, sampai akhirnya Siwon telah membawanya keluar dari rumah bernuansa panas itu.

“Mianhae..”

Yoona mendongak menatap Siwon dengan mata yang mulai berair, kini mereka tengah di parkiran disisi mobil Siwon.

“Mereka.. Kenapa orang dewasa jahat sekali Oppa?”
Tanya Yoona lirih dengan suara yang bergetar. Membuat Siwon merasa tak tega. Pria itu lalu sedikit membungkukan badanya agar bisa sejajar dengan wajah Yoona,

“Ma’afkan aku, ku mohon.”
Pinta Siwon sekali lagi kini sembari menangkup wajah Yoona, dan menatap dalam padanya.

“Oppa, aku tadi takut.. Mereka menghinaku, bukankah aku cukup besar untuk dapat dilihat?”
Bukan nya menjawab Yoona malah kembali melemparkan pertanyaan bernada sedih pada Siwon. Gadis itu menangis sekarang, bahkan getaran dalam suaranya terdengar begitu jelas, membuat Siwon semakin tak tega melihatnya.

“Ma’afkan aku Sayang, tak semua orang dewasa begitu, hanya mereka yang begitu,, percayalah masih banyak orang dewasa yang baik, ma’afkan Oppa karna telah mengajak mu kesini, sungguh Oppa tak tahu akan begini jadinya.. Ma’afkan Oppa..”
Ucap Siwon dengan raut wajah penuh penyesalan.

“Tapi kenapa mereka begitu? Bahkan seorang wanita sampai menumpahkan minuman nya dipunggung ku.. Itu begitu memalukan sekaligus dingin.”

Siwon terperangah, ia lupa pasti sekarang gadisnya itu kedinginan gaun nya basah.. Isshh dasar tak peka, desah Siwon dalam hati. Dan dengan sigap pria itu kemudian melepaskan jas hitamnya, lalu memakaikannya pada Yoona, dan sekarang ia melihat Yoona nya memakai jas kebesaran, bahkan tangan nya hilang tertelan tangan jas yang kepanjangan.

“Apa membantu?”
Tanya Siwon penuh harap, dan Yoona pun mengangguk, sembari masih berderai air mata.

“Oppa.. Kau belum menjawab kenapa mereka melakukan itu pada ku?”

Siwon meringis, apa yang harus ia jawab? Jika ia menjawab karna mereka menyukai nya Yoona, akan semakin menangis, tapi jika tidak gadis ini akan terus bertanya. Siwon mendesah frustasi.

“Mereka.. Mereka.. Mereka menyukai ku.”

Jawab Siwon akhirnya, sembari berdo’a dalam hati semoga Yoona nya tak marah.

“Mwo? Mereka menyukai Oppa?”
Tanya Yoona tak percaya, disertai air mata yang semakin deras keluar dari mata indahnya.

“Oh Sayang, kau jangan salah paham dulu, ku mohon.. Aku tak menyukai mereka semua, dari dulu sampai sekarang hanya kau yang aku mau percayalah,”
Jelas Siwon mencoba menenangkan Yoona yang kini tengah menangis bahkan terisak dihadapan nya.

“Benarkah hikss.. Benarkah itu Op hikss Oppa..”
Tanya Yoona, akhirnya sedikit tenang. Dan hal itu jelas saja membuat Siwon sedikit lega.

“Benar Sayang.. Percayalah pada Oppa, kau yang pertama dan terakhir, kau bisa meyakini Oppa, jadi apa kau mema’afkan Oppa atas kejadian tadi?”

Yoona tersenyum dengan masih sesegukan. Gadis itu lalu mengangguk polos, hah, bukankah mudah merayu seorang gadis polos? Fikir Siwon dalam hati.

“Dengan satu syarat.”

Siwon memandang Yoona khawatir, ia menaikan sebelah alisnya bingung, ‘Syarat? Syarat apa? Apa Yoona akan meminta putus baru ia mema’afkan nya? Oh Tuhan jangan itu’ gumam Siwon khawatir dalam hatinya.

“Apa syaratnya Yoong?”
Jawab Siwon ragu.

“Kau tak boleh berdekatan dengan wanita wanita itu lagi, mengobrol, tertawa, bahkan berkedip pun, kau tak boleh bersama mereka aku tak suka..”
Ucap Yoona protektif.. Dan hal itu jelas saja membuat Siwon lega.

“Kau cemburu?”
Tanya Siwon menggoda, sembari menyenggol pelan bahu Yoona.

“Iya aku cemburu.. Aku C E M B U R U.”
Jawab Yoona berterus terang dan penuh penakanan. Siwon tersenyum geli menatap Yoona.

“Kekasih ku begitu manis.”

“Memang, bukankah kau sudah mengetahuinya?”

“Tapi kali ini sangat sangat manis.”

“Aku tahu kau akan mengatakan itu..”
Jawab Yoona cuek sembari meninggalkan Siwon masuk kedalam mobil Siwon dengan santainya. Dan hal itu mampu membuat Siwon termenung tak percaya, namun sedetik kemudian pria itu akhirnya memilih segera mengikuti Yoona untuk masuk kedalam mobilnya.

.

.

“Apa kau ingin mampir ke suatu tempat dulu?” tanya Siwon pada Yoona sembari masih terfokus pada jalanan didepan nya.

“Aku tadinya ingin langsung pulang dan tidur.. tapi aku sangat lapar Oppa, jadi bisakah kita menemukan tempat makan terlebih dahulu?”

Siwon melirik Yoona sekejap, lalu kemudian tersenyum dan mengangguk.

“Kita akan makan Sayang.”

“Kau memang yang terbaik Oppa..”

“Sudah jelas.”

“Oppa..”
Panggil Yoona kemudian, dengan suara yang terdengar manja. Siwon kembali melirik Yoona, pria itu tersenyum lalu mengelus kepala gadis itu dengan sebelah tangan nya.

“Ne Sayang..” jawab Siwon lembut, sembari masih fokus menyetir.

“Benarkah kau tak menyukai wanita dewasa itu? Mereka cantik, bahkan lebih cantik dari pada aku.”

Siwon kembali tersenyum geli mendengar penuturan Yoona. Gadis ini benar benar cemburu ternyata, oh sangat menggemaskan.

“Kau benar benar cemburu eoh?”

“Oppa..”
Gerutu Yoona kesal. Namun kembali membuat Siwon tersenyum geli.

“Tidak akan Sayang.. Hanya kau, percayalah.. Aku tak menyukai mereka.. Lihatlah bahkan mereka membuat mu menangis.. Aku tak suka orang orang yang membuat mu terluka..”

“Benarkah? Aku aneh pada wanita dewasa tadi.. Kenapa mereka begitu ketus? Padahal Jiwon Eonnie tak begitu..”

“Benarkah? Apa kau yakin Jiwon tak seperti itu?”

Yoona memandang Siwon bingung.
“Maksud Oppa?” tanya Yoona sembari mengerutkan alisnya aneh.

“Tentang Jiwon? Apa kau yakin pada yang kau katakan tadi?”
Jawab Siwon dengan begitu santai nya.

“Jiwon Eonnie? Dia baik Oppa.. Tidak seperti wanita tadi.. Kenapa Oppa begitu? Apa Oppa ingin mengatakan kalau Jiwon Eonnie sama seperti mereka? Kau jahat sekali.” Gerutu Yoona sebal.

“Apa? Tidak aku tadi tak…”

“Sudahlah, aku tahu itu!! Lagi pula kenapa Oppa terlihat selalu dendam pada Jiwon Eonnie? Kalian selalu saja bertengkar jika bertemu.. Padahal jika kalian akur itu akan leb…”

“Chaaa.. Kita sampai..”
Siwon memotong ucapan Yoona begitu saja membuat gadis disamping nya itu menggerutu sebal. Namun pria itu malah dengan santainya menghentikan mobilnya, dan berjalan keluar mobil, mengitarinya dan membuka pintu dimana Yoona berada.

“Cih menyebalkan..”
Gerutu Yoona kesal. Dan tanpa membalas uluran tangan Siwon gadis manis itu keluar dengan kesal dan langsung berjalan masuk terlebih dahulu, membuat Siwon menghembuskan nafas pasrah, dan memilih tak memperdulikan itu lalu menyusul Yoona masuk kedalam kedai kecil itu.

.

.

“Oppa.. Ingat perkataan ku tadi.. Mulai dari sekarang, jangan pernah kau urusi mereka lagi, menemui mereka, berbincang walaupun singkat dengan mereka, membalas SNS mereka, bahkan kalau bisa kau jangan bernafas dengan udara yang sama dengan mereka, ingat kau hanya boleh berkumpul dengan teman lelaki mu, jangan berdekatan dengan wanita manapun, pengecualian untuk Aku, Eomma, Bibi Choi, dan Jiwon Eonnie, hanya wanita wanita itu yang boleh berinteraksi dengan mu.. Kau paham?”

Siwon mengangguk polos sembari terus menatap Yoona yang sedari tadi terus mengoceh dengan mulut penuh makanan, Siwon menatap senang pada Yoona dengan tangan yang menangkupi dagunya. Sepertinya gadis ini akan lebih protektif dari pada dirinya benarkah itu?

“Oppaaaa..”

Siwon terlonjak kaget, dan akhirnya tersadar dari lamunan nya, ketika Yoona berteriak serta menatap kesal pada nya sekarang.

“Oh, Ne,, Ne.. Aku mengerti Sayang.. Tapi untuk Dosen perempuan Oppa, juga Ahjuma penjaga kantin bagaimana? Apa Oppa tak boleh berinteraksi dengan mereka juga?”
Tanya Siwon kemudian.

“Oh untuk Dosen, aku bebaskan.. Tapi untuk penjaga kantin itu tergantung..”

“Maksud mu?”
Tanya Siwon bingung sembari mengerutkan keningnya. Yoona menghentikan suapan nya, lalu menatap Siwon polos.

“Jika dia masih gadis, maka tak boleh seberapa laparnyapun Oppa, tapi jika dia seorang wanita paruh baya, maka aku akan mengizinkan.”

“MWO?”
Siwon membulatkan matanya tak percaya, betapa protektifnya gadisnya sekarang.. Oh Tuhan.. Apa ini karma?

“Huhh.. Dia seorang wanita paruh baya.”
Jawab Siwon akhirnya.

“Baguslah.. Sekarang, makanlah makanan mu Oppa.”
Ucap Yoona lega sembari kembali berfokus pada makanan nya, dan mulai kembali menyuapkan nya.

Sedangkan Siwon? Pria itu tak mendengar apa yang Yoona katakan. Ia hanya memandang takjub pada wanita dihadapan nya itu, yang kini tengah dengan lahapnya menyantap makanan nya.

“Apa sudah menjadi hobi mu menghitung setiap suapan ku Oppa?”

Siwon mengedip ngedipkan matanya polos. ternyata gadisnya itu memperhatikanya?

“Tid.. Tidak.. Bukan begitu Say..”

“Aku tak mau tahu, makan sekarang atau..”
Yoona menggantungkan kalimatnyan, dan memandang tajam pada Siwon.

“Atau?”
Lanjut Siwon penasaran sembari menaikan sebelah alisnya.

“Atau kita putus.”
Jawab Yoona cepat, dan tentu saja hal itu mampu membuat Siwon terlonjak kaget, dan dengan sigap pria itu segera mengambil sendok nya, dan menyuapkan makanan nya cepat.

“Lihatlah Oppa makan dengan lahap.”
Ujar Siwon sembari tersenyum canggung dengan mulut yang penuh makanan. Yoona megangguk lalu memajukan tubuhnya untuk mengelus kepala Siwon sekejap.

“Anak pintar.”
Ujar Yoona sembari mengelus kepala Siwon lembut, membuat Siwon tersenyum hangat, Yoona menjauhkan tubuhnya dan kembali menyantap makanan nya.

Malam itu menjadi malah mereka yang manis sekaligus mengesalkan. Namun tak apa mereka akan menghabiskan malam ini dengan sangat manis.

.

.

.

.

Pagi yang begitu cerah, mengendarai mobil dengan pemandangan cantik yang dipancarkan dari gadis disebelah ku ini, hari ini kami kembali pergi bersama, Gadis ku yang mulai protektif ini akhirnya dengan suka rela menerima tawaran ku untuk mengantar dan menjemput dia.. Ahh apa kalian tahu? Aku sangat bahagia.. Dan hari ku kedepan.. Aku yakin aku akan semakin bahagia.

“Sudah sampai Princess.”
Ucap ku, ketika aku menghentikan laju mobil ku, didepan sebuah gerbang besar yang tak lain adalah gerbang sekolah gadis ku. Dia menatap ku dengan mata bening nya. Oh aku semakin terpesona.

“Gomawo Oppa.”

Suaranya begitu merdu.. Sepertinya aku akan gila..

“Sama sama Sayang.”
Jawab ku sembari memajukan tubuh ku mendekati nya. Dan seolah tahu apa maksud ku, ia mengecup bibir ku singkat, membuat aku semakin melebarkan senyum ku.

“Aku mencintai mu, ingat jangan berdekatan dengan wanita wanita itu, aku tak suka, berbicara, bersentuhan, menatap, itu tak boleh, aku tak menyukai itu.. Jangan lupa makan siang mu, aku tak mau kau sakit Arrasseo?”

Oh sepertinya aku akan pingsan, dia menangkup wajah ku, bersikap protektif, berbicara dengan jarak dekat. Oh bisa kah aku bernafas sekarang?

“Ne Princess, aku tahu.. Aku berjanji tak akan melakukan nya.”

“Bagus, kalau kau menurut seperti ini aku akan lebih mencintai mu..”

Cupp…

Oh aku pingsan aku pingsan.. Sungguh manis sekali.

“Aku pergi Oppa, Anyeong..”

Cupp..

Sekali lagi, sebelum ia keluar dari mobil ku, ia kembali mencium ku, bagaiman aku bisa terlihat seperti orang normal sekarang?

“Semoga belajar mu menyenangkan Dear.”
Dia kembali menengok ke arah mobil ku, lalu dengan tingkah polosnya mengangguk dan melambaikan tangan, lalu kembali berjalan pergi.

“Aku lebih menyukai mu yang sekarang Sayang.. Oh sepertinya hari ku akan sangat indah sekarang.. Im Yoona aku sangat mencintai mu, bahkan bahkan sangat mencintai mu.. Oh apa aku akan pingsang sebentar lagi, pingsan di antara bunga bunga syurga? Oh lebay sekali aku..”

.

.

.

TBC~~

.

.

.

Anyeong ❤

Advertisements

52 thoughts on “Love For You [5]

  1. raniyoonaddict02 says:

    karna part 4 di protect lgsg jump ke part ini dan seneeeng udah versi dewasa tapi mereka tetep sama sama dan bahkan yoona udah mulai lebih protectif hahahaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s