Love For You [3]

love-for-you.jpg

Cover By :
EShyun

@Poster Design Art

.

*

*

*

Happy Reading~

.

.

.

Author POV~

.

.

.

____

“Daddyyyyy…”

Teriakan keras dari seorang gadis kecil yang memanggil ayah nya, membuat Tn. Choi dan Ny. Choi dengan segera berlari ke halaman rumah dimana Gadis kecil itu kini berada.

“Kau kenapa Jiwon-ah.”

Ucap Tn. Choi sembari berlari ke arah anak nya itu.

“Daddy lihatlah, Oppa tak ingin membawa ku bermain dirumah Yoona.”

Adu gadis kecil yang bernama Jiwon itu, sembari menarik tangan sang ayah dan menunjuk pada sang kakak yang kini tengah menatap kesal padanya.

“Tapikan Daddy, Siwon ingin bermain dengan Yoona tanpa Jiwon, karna jika aku membawa Jiwon, pasti gadis nakal itu akan mengajak Yoona untuk bermain boneka.”
Sambar Siwon, pria kecil itu yang kini tengah berada di depan gerbang rumah nya,

“Wonnie, bawalah adik mu, lagi pula Yoona tak akan keberatan, bahkan dia akan senang..”
Ujar Ny. Choi mencoba melerai.

“Mommy..”

“Siwon..”
Tegur Tn. Choi dengan nada suara tegas nya.

Siwon mendengus sebal.

“Aiihhh, baiklah baiklah, aku akan membawa nya.”

Jawab Siwon akhirnya, dan hal itu mampu membuat Jiwon sang adik mengembangkan senyum bahagia di wajah nya.

“Baiklah Oppa, tunggu aku, aku ingin membawa boneka boneka ku dulu.”

Celetuk Jiwon riang, lalu gadis kecil itu dengan segera berlari masuk kedalam rumah nya untuk mengambil boneka boneka nya.

“Tuh kan Daddy, Mommy, Jiwon pasti akan mengajak Yoona bermain boneka.”

Seru Siwon sembari cemberut lucu.

“Sudahlah Woonie, mengalahlah untuk adik mu.”

Timpal Ny. Im sembari memandang Siwon.

“Mommy dan Daddy selalu saja membela anak manja itu,”

“Siwon.”

Siwon mendengus sebal ketika sang ayah memperingati nya dengan menyebut namanya tegas. Selalu saja begini,

.

.

“Anyeong Bibi Im, apa Yoona ada?”

Setelah mereka berdua tiba didepan pintu rumah Yoona, Jiwon yang terlebih dahulu berseru riang ketika Ny. Im baru saja membuka pintu.

“Oh Jiwon, Siwon, ternyata kalian.. Yoona ada, di hari libur dia tak kemana mana, bukankah kalian tau itu?”

Jiwon mengangguk dengan riang nya mengiyakan perkataan Ny. Im, sedangkan Siwon sang Oppa hanya dapat mengangguk lemas sembari menentang sekantong besar mainan yang tak lain adalah barbbie, Barbbie Jiwon.

“Siwon?”

Siwon menghentikan langkah nya untuk masuk kedalam rumah Yoona, ketika Ny. Im memanggil nya.

“Kau kenapa lemas begitu Sayang? Apa kau sakit nak?”
Tanya Ny. Im dengan raut wajah serta nada suara khawatirnya.

Siwon mengembangkan senyum lembut nya, dan menatap Ny. Im semangat.

“Tidak Bibi, aku baik baik saja percayalah.”
Jawab Siwon ramah dan mencoba untuk seceria mungkin.

“Baiklah kalau begitu, bermainlah dan jangan membuat Yoona menangis Arrasseo?”

“Memang aku pernah membuat nya menangis ya Bibi?”

“Tidak, bibi hanya berpesan Sayang.”

Siwon tersenyum cerah, lalu mengangguk semangat.

“Baiklah aku akan bermain bersamanya bibi.”

“Pergilah, jika kau membutuhkan sesuatu panggilah bibi, bibi akan ada di halaman belakan Arrasseo?”

“Ne Arrasseo.”
Jawab Siwon pasti, dan hal itu membuat Ny. Im tersenyum geli, melihat tingkah Anak itu, Siwon yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri.

Siwon lalu berlalri ke arah kamar Yoona sembari menentang Tas berisi Boneka Jiwon yang lumayan berat.

“Yeobo..”
Ujar Siwon riang ketika ia baru saja membuka pintu kamar Yoona.

Yoona tersenyum pada Siwon, sedangkan Jiwon yang kini tengah duduk di karpet bersama Yoona hanya dapat melongo menatap Siwon.

“Opp..”

“Yeobo?”
Potong Jiwon sembari menatap Siwon bingung.

“Siwon Oppa memang begitu Eonnie, dia selalu memanggil ku Yeobo, Sayang, Istri ku, dia selalu begitu jadi kau jangan terkejut.”
Ujar Yoona pada Jiwon dengan polosnya.

“Mwo? Benarkah begitu Oppa?”
Tanya Jiwon pada Siwon sembari mengalihkan tatapan nya pada Oppa nya yang sekarang ikut duduk manis bersama mereka.

“Emm, manis bukan?”
Jawab Siwon sembari mengerlingkan sebelah matanya pada Jiwon.

“Manis kata mu Oppa?”

Siwon mengerutkan keningnya bingung dengan pertanyaan Jiwon itu, lalu tak lama kemudian dia mengangguk polos.

“Lalu Yoong, kau membiarkan saja?”

Kini Jiwon bertanya pada Yoona dengan tak percaya, dan Yoona hanya bisa mengangguk malas.

“Ne, aku sudah terlalu pusing dengan Oppa mu Eonnie, jadi aku biarkan saja dia memanggil ku dengan sesuka hatinya.”
Jawab Yoona terkesan tak perduli.

“Aisshh, kenapa begitu eoh?”
Ujar Jiwon tak terima.

“Yakk, anak kecil kau diamlah kau tak tahu apa pun, jadi diam lah.”

Timpal Siwon mulai kesal.

“Yakk Oppa, kau tak pantas dengan Yoona dia cantik, masa dia mau pada mu.”

“Jadi kau mau bilang kalau aku jelek eoh?”

“Memang begitu.”
Jawab Jiwon ketus.

“Apa kata mu? Aku tampan tau,”

“Heh, dari mana Oppa tau kalau kau tampan?”
Tanya Jiwon meremehkan.

“Oh kau tak percaya? Sekarang aku tanya apa menurut mu kau itu cantik?”

Jiwon tersenyum dan menatap Siwon meremehkan.

“Heh,, tentu saja aku cantik, Oppa bisa lihat sendiri kan?”
Ujar Jiwon percaya diri sembari mengangkat dagu nya sombong.

Siwon memutar bola matanya malas.
“Kau yakin kau cantik?” tanya Siwon malas.

Jiwon menatap tajam Siwon. “Tentu aku yakin, sangat yakin, kau meragukan kecantikan ku Oppa?”

“Tuh kan, kau sendiri sudah yakin kau cantik apalagi aku, kecantikan mu itu juga karna ketampanan ku Honey, jadi jika aku jelek maka kau akan jelek, tapi jika aku tampan maka kau juga Cantik Sayang, kita kan saudara.”
Ucap Siwon santai sembari mencolek dagu Jiwon nakal.

“Issshh sudahlah sudahlah Oppa, Eonnie,, kenapa kalian terus saja bertengkar aku pusing.”

Lerai Yoona kesal. Jiwon menatap Yoona tak percaya, dan Siwon menatap Jiwon sengit.

“Yoong..”

“Eonnie sudahlah, terserah dia mau menyebut ku apa, toh kalau kita melayani nya kita yang akan pusing bukan, sekarang kita lebih baik bermain. Oppa kau mendekatlah pada ku biar kau dan Jiwon Eonnie tak bertengkar terus..”

Titah Yoona pada Siwon, dan Siwon pun akhirnya mendekat pada Yoona sembari mengembangkan senyum kemenangan nya.

Sementara itu, Jiwon sang adik hanya dapat mendengus kesal melihat kelakuan Oppa nya yang ia anggak menyebalkan.

“Jiwon bolehkah aku meminjam Barbbie mu? Elsa ku kakinya patah, dan aku kehilangan kaki patah nya, jadi Appa tak bisa membetulkan nya, Appa bilang akan membelika yang baru, tapi besok. Karna sekarang dia akan pergi memancing bersama Paman Choi.”

Celoteh Yoona pada Jiwon, dengan nada suara yang terdengar lucu.

Jiwon tersenyum lembut pada Yoona, lalu gadis kecil itu kemudian mengangguk. Tapi baru saja Jiwon akan mengambil salah satu Barbbie nya, Siwon sudah terlebih dahulu merebut nya dari Jiwon, dan hal itu sontak membuat Jiwon terkejut.

“Tentu boleh Sayang, ini ambilah, ini untuk mu aku akan membelinya pada Jiwon, jadi kau tak perlu meminjam nya, anggap saja ini hadiah dari ku untuk mu.”

Ucap Siwon dengan semangat sembari menyerahkan satu Barbbie cantik pada Yoona, dengan berlaga seolah olah itu adalah milik nya, yang ia berikan untuk Yoona.

“Cihh, kau pintar sekali merayu, baru saja aku akan memberikan boneka itu untuk Yoona, tapi karna Oppa telah menawar untuk membeli Barbbie ku, maka aku akan menagih uang beli nya pada mu nanti.”

Ucap Jiwon senang. Sedangkan Siwon hanya dapat memutar kedua bola matanya malas.

“Heuh, kalau begitu yasudah Oppa tak perlu membayar Barbbie mu.. Bukankah kau berniat memberikan nya pada Yoona?”

“Tak mau.. Oppa sudah mengatakan kalau Oppa akan membelinya dari ku.. jadi ‘Konsisten’ lah Oppa.”
Jawab Jiwon dengan menekan kata Konsisten pada ucapan nya.

“Kau pelit sekali..”

“Oppa juga yang membuat ku menjadi pelit..”

“Sudahlah, kalau kalian terus bertengkar aku jadi pusing.”
Timpal Yoona sembari memanyunkan bibirnya.

Siwon menatap Yoona sendu.

“Oh kau merasa pusing karna kami Sayang? Baiklah aku akan menghentikan pertengkaran ku dengan Jiwon.”

Ucap Siwon akhirnya, mencoba untuk menenangkan Yoona.

“Yasudah yasuda.. Ayo kita main, Oppa kau jadi tukang taxi nya yah, atau mungkin jadi tukang Bus, kau bisa meminjam mainan Taxi dan Bus nya pada Yoona, iya kan Yoong?”

Yoona tersenyum ketika mendengar perkataan Jiwon, lalu gadis itu mengalihkan pandangan nya pada Siwon yang kini tengah memasang wajah datar nya.

“Ne Oppa, kau bisa menjadi supir Taxi punya ku.. Aku akan meminjamkan nya..”

Tawar Yoona pada Siwon.

“Oh Sayang, Oppa terlalu tampan untuk kalian jadikan sebagai supir taxi, lebih baik Oppa jadi ken, bagaimana?”

Yoona mendelikan bahunya bingung, sementara Jiwon menggelengkan kepalanya semangat.

“Issshh, Honey Oppa tak cocok jadi supir taxi atau buss, wajah Oppa lebih cocok jadi ken lebih keren bukan?”

Jiwon menatap Siwon tak percaya dengan kepercayaan diri Oppa nya yang tinggi itu.

“Oh, benarkah? Tapi menurutku kau tak cocok untuk jadi ken Oppa, ken terlalu tampan untuk disandingkan dengan mu.”

Siwon tergelak mendengar jawaban dari adik kesayangan nya itu.

“Oh Sayang, ayolah.. Oppa tak mau jadi supir.. Oppa mohon..”

“Sudahlah Oppa, Oppa boleh menjadi ken ku.. Aku akan meminjamkan boneka ken ku, ini..”

Yoona yang memang telah lelah dengan pertengkaran kedua kakak beradik ini akhirnya mengalah, dan ia menyodorkan boneka ken milik nya pada Siwon.

“Oh kau memang pengertian Princess, aku semakin mencintai mu.”
Ucap Siwon sembari tersenyum menggoda pada Yoona. Sedangkan Yoona sendiri hanya mampu bergidik ngeri.

“Cihh menyebalkan.”
Gumam Jiwon sebal.

Siwon tersenyum pada Jiwon, lalu dia menjulurkan lidah nya pada sang adik.

Dan mereka pun akhirnya terlarut dalam permainan mereka, Jiwon serta Yoona sangat menikmati permainan mereka itu, sementara Siwon hanya dapat terdiam bosan, sembari sesekali menggerak gerakan boneka nya, dia lebih suka menggoda Yoona dari pada harus bermain boneka dengan nya, apa apa an ini? Bukan tipe seorang lelaki, gumam Siwon dalam hati.

Yoona tertawa, maka Jiwon akan tertawa, Jiwon tertawa maka Yoona juga akan ikut tertawa, tapi ketika Siwon menggoda Yoona, maka Jiwon akan mendesah sebal pada Siwon.

“Oppaa.. Oppa tak boleh menikah dengan Yoona, ken Oppa harus menikah dengan Barbbie ku..”
Teriak Jiwon kesal pada Siwon, setelah cukup lama mereka bermain.

“Jiwon.. Aku tak bisa menikah dengan mu,,”
Jawab Siwon dengar raut wajah kesal sembari masih memegang ken nya.

Jiwon memandang Siwon dengan bibir yang mengerucut kesal.
“Apa kau bilang? Kau harus menikah dengan ku.. Kenapa tak bisa eoh? Aku tak mau tahu, pokok nya aku harus menikah dengan mu..”

“Isshhh, kau adik ku, mana bisa aku menikah dengan mu.”
Celetuk Siwon ketus.

“Mwo? Jadi status saudara kita juga bisa berpengaruh pada permainan kita Oppa?”
Tanya Jiwon polos sembari membulatkan bibir nya tak percaya.

“Ne, jadi kau tetap adik ku, kalau menikah dengan Yoona aku mau.”
Ujar Siwon riang sembari merangkul pundak Yoona lalu membawa gadis kecil itu mendekat ke arah nya, Yoona melongo polos.

“Aku? Dalam permainan pun kau masi tetap ingin menikah dengan ku?”
Tanya Yoona tak percaya, sembari memandang Siwon dengan mata bulat dan bersinarnya.

Siwon tersenyum, lalu mengangguk dengan polosnya.

Yoona termenung, gadis itu terlihat tengah berfikir, tapi beberapa detik kemudian gadis kecil itu tersenyum, senyum misterius yang tergambar di wajah cantik nya.

Yoona dengan cepat melepaskan rangkulan tangan Siwon dari pundaknya, dan hal itu mampu membuat Siwon terkejut, serta Jiwon yang tersenyum puas.

Yoona dengan cepat mengambil barbbie nya, dan ia mendandani boneka cantik pemberian Siwon itu dengan sesuka hatinya.

“Tarrraaa…”
Teriak Yoona riang sembari mengangkat Barbbienya dan memperlihatkan nya di depan muka Siwon, raut wajah Siwon berubah seketika, ia terkejut. Sementara Jiwon hanya dapat mengedip ngedipkan mata bulat nya menatap pada boneka yang kini Yoona pegang.

“M.. Mwoo?”
Tanya Siwon bingung serta gugup.

Yoona tersenyum riang memperlihatkan deretan gigi putih nya, lalu ia menarik barbbie yang kini terlihat menyeramkan karna di dandani oleh dirinya.

“Jika Barbbie ku jelek, apa Oppa masih mau menikah dengan ku? Tentu tak mungkin.”
Ujar Yoona riang sembari menatap kagum pada barbbie nya, lalu tak lama dari itu ia memandang Siwon dengan senyum yang sangat merekah.

Siwon tersenyum geli melihat tingkah gadis kecil dihadapan nya itu.

“Hahahaha, Oppa kau lihat kan? Dalam permainan saja Yoona tak mau menikah dengan mu.”
Celetuk Jiwon mengejek.

Siwon mengalihkan pandangan nya pada Jiwon, dia terlihat tidak terlalu mempermasalahkan nya, Siwon kembali beralih menatap Yoona yang kini tengah tersenyum dengan lebar kearah nya.

“Tidak siapa bilang? Ken ku masih akan tetap menikahi Barbbie mu.”

Senyum Yoona luntur seketika, berganti dengan raut wajah datar.

“Kau terlalu memaksa Yoona, Oppa.. Lihatlah wajah Yoona ketika mendengar kau akan tetap menikahinya, sampai pucat begitu. Sudahlah Yoong Oppa ku jangan terlalu difikirkan, tenang saja kau akan menikah dengan orang tampan nantinya, bukan Oppa ku.”
Celetuk Jiwon polos sembari memandang Siwon sebal.

“Dia pucat bukan karna takut akan menikah dengan ku, tapi takut tidak akan menikah dengan ku, iya kan Dear.”

Huh, Yoona memejamkan matanya frustasi, sungguh apa yang harus ia lakukan, agar pria menyebalkan itu diam?

“Oppaaaaa…”
Teriak Jiwon kesal, sedangkan Siwon hanya dapat menggeleng kepalanya ringan.

“Siwon, Jiwon, Yoona.. Sudah dulu mainnya, sekarang kalian makan siang dulu, ayo kemari.”

Teriakan dari Ny. Im yang cukup nyaring menghentikan pertengkaran antara Siwon dan Jiwon. Dan Yoona pun menghela nafasnya lega, akhirnya.

“Ne Eomma.. Kami akan kesana.”
Balas Yoona dengan teriakan cempreng khas anak anaknya.

“Siwon Oppa, Jiwon Eonnie.. Lebih baik kita makan siang dulu, ayo.”
Ajak Yoona setelahnya, sembari tersenyum lembut pada keduanya.

“Emm Yoong, kita memang butuh makanan, ayo..”
Timpal Jiwon sembari berdiri semangat.

Raut wajah Yoona berubah, setelah ia mengingat akan luka di lutut nya yang masih saja ngilu, meskipun luka itu sudah berusia sehari tapi belum sepenuhnya mengering.

Yoona mengalihkan pandangan nya pada lututnya yang memang dari tadi di selonjorkan (?)

Siwon tersenyum lembut pada Yoona, lalu ia mengalihkan pandangan nya pada Jiwon.

“Pergilah terlebih dahulu Jiwon, Oppa akan membantu Yoona.”
Ucap Siwon lembut pada Jiwon, dan seolah mengerti Jiwon pun akhirnya mengambil langkah terlebih dahulu.

Siwon kembali menatap Yoona lembut.

“Apakah masih sakit?”

Yoona mendongak polos ketika mendengar pertanyaan dari Siwon.

“Sakit sih sudah tidak, tapi setiap aku berjalan, kaki yang terluka akan lemas dan ngilu. Kemarin Appa yang menggendong ku kemana mana. Jadi biar aku panggil Appa..”

“Oh jangan jangan, biar Oppa yang menggendong mu sekarang. Bukankah waktu itu juga Oppa menggendong mu dari sekolah menuju Rumah?”

“Annio Oppa, bukankah sekarang ada App..”

“Cepat naik.”
Potong Siwon sembari berjongkok memunggungi Yoona. Dan Yoona yang memang tak punya pilihan lain akhirnya memilih untuk menerima tawaran Siwon.

“Cha sekarang kita pergi makan.”
Ujar Siwon riang, lalu pria itu langsung melangkah pergi keluar. Dengan menggendong Yoona dipunggungnya.

.

.

.

_______

“Oh Siwon, aduh ma’af kan bibi, bibi lupa kalau kaki Yoona terluka.”

Seru Ny. Im yang tengah menata meja makan,

Ny. Im lantas berjalan cepat ke arah Siwon, lalu mengambil Yoona dan menggendongnya.

“Ma’af kan bibi Siwon, pasti Yoona berat.”
Sesal Ny. Im pada Siwon, yang kini tengah mengukirkan senyum lebarnya.

“Annio Bibi, Yoona sangatlah ringan, dan akupun sangatlah kuat untuk menggendongnya sungguh.”

Ny. Im tersenyum lembut pada Siwon,

“Yasudah, ayo sekarang kita makan.”

“Emmm.”
Angguk Siwon cepat. Namun setelah Siwon dan Yoona duduk manis dimeja makan. Siwon mengedarkan pandangan nya, sepertinya ia tengah mencari sesuatu.

“Bibi, Jiwon kemana?”
Tanya Siwon pada Ny. Im yang kini tengah memberikan nasi ke piring Siwon.

“Tadi Daddy mu, dan Paman Im ingin pergi memancing, dan Jiwon melihat nya dari balik pintu yang terbuka, jadinya ia merengek untuk ikut.

Siwon mengangguk angguk kan kepalanya mengerti.

“Baiklah, Siwon, Sayang.. Eomma pergi dulu, Eomma akan berada dihalaman belakang untuk merangkai bunga.. Jika kalian ingin sesuatu panggilah Eomma, Arrasseo?”

“Ne, Arrasseo.”
Jawab mereka serempak.

Ny. Im tersenyum lembut pada mereka, lalu setelah itu barulah Ny. Im pergi kehalaman belakang, meninggalkan mereka berdua, setelah sebelumnya ia meninggalkan sebuah kecupan di dahi sang putri.

“Coba dari tadi begini, hanya kita berdua, kan seru.”
Celetuk Siwon riang setelah Ny. Im benar benar telah menghilang dari hadapan mereka.

Yoona tak menanggapi perkataan Siwon itu, ia hanya terus menyuapkan setiap sendok makanan kedalam mulutnya.

Siwon tak protes atau pun kesal karna Yoona tak menjawab, kini ia hanya dapat diam mematung sembari memandang Yoona dengan tatapan terpesona nya.

Tapi tak beberapa lama Siwon menatap Yoona tiba tiba saja gadis itu mengalihkan pandangan nya dan dapat ia lihat Siwon yang kini tengah memandang nya intens.
Awalnya Yoona tak perduli akan tatapan pria itu, tapi lama kelamaan ia risih juga.

“Apa kau sedang menghitung suapan ku?”
Celetuk Yoona dengan suara dingin nya, sembari terus menyuapkan makanannya tanpa menoleh pada Siwon.

Siwon tersenyum ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut manis Yoona itu.

“Kenapa? Bukankah tak apa? Lagi pula menyenangkan melihat Kau makan. Ini moment yang langka.”
Jawab Siwon dengan santai nya sembari terus memandangi Yoona.

“Hemmm, baiklah baiklah, pandangi aku sesuka hati mu.”
Ujar Yoona ketus.

Siwon tersenyum memandang Yoona.

‘Memang itu yang aku inginkan.. Andai aku sudah besar pasti aku akan hidup berdua saja dengan nya, tanpa Jiwon, Daddy, Mommy, Bibi, dan paman, sungguh dia adalah wanita tercantik yang pernah ku tatap.’
Ujar Siwon dalam hati.

.

.

.

TBC—-

.

.

Oke deh Anyeong ❤

Advertisements

62 thoughts on “Love For You [3]

  1. istiqomah says:

    Aduh.. sumpah tambah baper. Siwon masih kecil tapi kadang terlihat dewasa banget.. menurutku bakal lebih seru kalo ada konfliknya.. hehehe

    Like

  2. SYyoonwon says:

    Pusing kalo liat wonppa ma jiwon bertengkar terus.
    Wonppa yg terbaik masih kecil aja sikapnya udah dewasa apalagi kalo udah besar pasti makin dewasa.
    Ga sabar pengen tahu gimana yoonwon kalo udah gede.

    Thanks.

    Like

  3. kimyoorin says:

    Hahah ceritanya yoona sakit yoo😂 semoga yoona bisa membuka hati untuk siwon..oppa yang sabar ya..semoga nasibmu di kehidupan nyata gk kaya di ff😂😂 semoga lu berdua bener2 date..uhh di tunggu berita bahagia kalian oppa😍😍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s